BAB II : TRANSFORMASI HUKUM UNI EROPA DI NEGARA-
C. Proses Transformasi Hukum Uni Eropa Menjadi Hukum
Perjanjian Uni Eropa telah diratifikasi oleh seluruh anggota Uni Eropa53 yang mana perjanjian ini telah menjadi bagian dari Hukum di negara-negara anggota Uni Eropa. Perjanjian tersebut menjadi dasar dibentuknya perangkat-perangkat Hukum Uni Eropa demi tercapainya tujuan dari perjanjian. Perangkat-perangkat Hukum tersebut wajib ditegakkan di setiap negara anggota tanpa perlu dilakukannya ratifikasi karena perangkat Hukum ini muncul dari Perjanjian Uni Eropa sehingga sudah menjadi kewajiban negara anggota untuk menegakkannya.
Berikut merupakan dasar dibentuknya perangkat-perangkat Hukum Uni Eropa. Dewan Eropa dan Komisi Eropa dapat dilihat fungsinya melalui Pasal 249 Perjanjian Uni Eropa:
“In order to carry out their task and in accordance with the provisions of this Treaty, the European Parliament acting jointly with the Council, the Council and the Commission shall make regulations and issue directives, take decisions, make recommendations or deliver opinions. A regulation shall have general application. It shall be binding in its entirety and directly applicable in all Member States. A directive shall be binding, as to the result to be achieved, upon each Member State to which it is addressed, but shall leave to the national authorities the choice of form and methods. A decision shall be binding in its entirety upon those to whom it is addressed. Recommendations and opinions shall have no binding force.”
53
“EU Treaties” sesuai artikel di website http://europa.eu/about-eu/basic-information/decision-making/treaties/index_en.htm, diakses tanggal 13 Maret 2013, Pukul 20:35
Berdasarkan pasal di atas maka dapat ditarik pengertian bahwa suatu Regulasi harus mengikat secara keseluruhan dan langsung diterapkan pada semua negara anggota. Suatu Direktif harus mengikat, ditujukan pada masing-masing negara anggota, kewenangan atas pilihan bentuk dan metode diberikan kepada negara anggota. Suatu Putusan harus mengikat secara keseluruhan pada siapa putusan itu ditujukan. Rekomendasi dan opini tidak memiliki kekuatan mengikat.54 Selanjutnya di bawah ini akan dijabarkan perangkat-perangkat Hukum Uni Eropa seperti yang tersebut di atas:
a. Regulasi
Regulasi55 menetapkan aturan umum yang berlaku seragam di setiap negara anggota Uni Eropa sehingga penerapannya secara unifikasi. Regulasi ini mengikat dan langsung diterapkan di negara anggota tanpa pengundangan lebih lanjut.
b. Direktif
Suatu Direktif56 mengikat dan ditujukan pada masing-masing negara anggota, memperbolehkan negara memilih bentuk dan metode untuk sarana pelaksanaan legislasi. Suatu Direktif dapat ditujukan pada
54
Penelope Kent, Op.Cit, hal 34
55
Regulasi dibentuk langsung dari Hukum Uni Eropa. Segera setelah dibentuk, Regulasi telah mengikat dan memiliki kekuatan hukum di setiap negara anggota, dan setara dengan Hukum Nasional. Pemerintah pusat tidak perlu mengambil tindakan sendiri untuk menerapkan Regulasi Uni Eropa.
56
Direktif ketika diadopsi, Putusan memberikan jadwal pada negara anggota untuk pelaksanaan Direktif. Jika negara anggota merasa sudah sesuai dengan Direktif ini, maka negara tersebut hanya perlu menjaga penegakan Direktif tersebut di negaranya. Secara umum, negara-negara anggota diwajibkan untuk membuat perubahan pada undang-undang mereka (sering disebut sebagai transposisi) agar Direktif yang akan diterapkan dengan benar.
beberapa atau semua negara anggota. Direktif ini mengutamakan harmonisasi dalam penerapannya di negara anggota.
c. Putusan
Suatu Putusan Dewan atau Komisi Eropa, menjadi tindakan individual yang ditujukan pada pihak tertentu, baik negara atau individu. Secara resmi mengikat, dan mensyaratkan pengimplementasian lebih lanjut.
d. Rekomendasi dan Opini
Rekomendasi dan opini tidak mengikat secara hukum walaupun mereka persuasif. Hakim nasional harus mempertimbangkan rekomendasi yang sesuai dalam menghadapi kasus, dimana mereka menjelaskan intepretasi ketentuan lain dari hukum nasional atau hukum Uni Eropa. Hal yang dapat dilakukan mewujudkan tujuan dari Uni Eropa dan meyakinkan bahwa hukum Uni Eropa diterapkan secara seragam di seluruh negara anggota, maka penting diketahui bahwa hukum Uni Eropa harus diutamakan dari pada hukum nasional.
Prinsip supremasi Hukum Uni Eropa di dalam Hukum Nasional terkait dengan jenis penerapannya yaitu prinsip penerapan langsung ataupun direct applicable, efek langsung ataupun directly effect57 dan efek tidak langsung ataupun Indirect effect.
a. Penerapan langsung ataupun direct applicable. Hukum Uni Eropa memiliki ketentuan yang mana memberikan pengaruh terhadap sistem hukum
57
negara anggota tanpa perlu diundangkan terlebih dahulu. Salah satu perangkat Hukum Uni Eropa yang menggunakan metode direct applicable ini ialah Regulasi.
b. Efek langsung ataupun directly effective. Hukum Uni Eropa memiliki ketentuan yang mana menimbulkan hak atau kewajiban langsung pada individual ataupun negara. Adapun ketetuan untuk dapat digunakannya direct effect yaitu peraturan harus jelas dan tidak ambigu, harus tidak bersyarat, dan memberikan efek tanpa tindakan lanjut seperti implementasi dari Uni Eropa atau negara anggota.
Kewajiban perjanjian jatuh pada negara anggota itu sendiri, peraturan dapat membentuk efek langsung secara vertikal, mencerminkan hubungan antara individual dan negara. Ketentuan tersebut dapat hanya diberlakukan terhadap negara dan bukan terhadap individu. Bagaimanapun konsep telah dikembangkan untuk menutupi otoritas publik. Efek langsung secara horizontal muncul dimana suatu kewajiban jatuh pada individual, mencerminkan hubungan antara individual dengan individual.
c. Efek tidak langsung ataupun Indirect Effect. Efek tidak langsung ini digunakan pada produk Hukum Uni Eropa yang mewajibkan implementasi untuk penerapannya, seperti Direktif yang diberikan kepada otoritas nasional untuk pilihan bentuk dan metode implementasinya dan Putusan yang mana mewajibkan implementasi lebih lanjut.
Direktif merupakan instruksi yang harus dilakukan oleh setiap negara anggota yang ditujukan, mengenai pilihan, bentuk, dan metode diberikan kepada
negara anggota.58 Putusan mengikat secara keseluruhan pada siapa Putusan itu ditujukan. Tidak seperti Regulasi, Direktif tidak dideskripsikan dalam perjanjian sebagai peraturan yang langsung diterapkan.
Terhadap proses penegakan direktif ini terjadi juga masalah yang muncul dalam menerapkannya, seperti pada kasus Grad muncul dari challange yang dibawa oleh perusahaan Jerman terhadap pajak yang dikenakan oleh pemerintah Jerman yang mana perusahaan berpendapat bertentangan dengan Direktif. Uni Eropa mewajibkan negara anggota untuk mengamandemen sistem pajak pertambahan nilai mereka dan Putusan memberikan batas waktu untuk implementasi Direktif. Pengadilan Eropa memutuskan bahwa hal tersebut tidak akan cocok dengan sifat terikat dari putusan untuk mengecualikan kemungkinan efek langsung. Walaupun direktif dalam kasus Grad mewajibkan implementasi, pada saat di luar batas waktu implementasi maka direktif dapat langsung efektif.
Batas waktu masih berlaku, suatu direktif tidak langsung efektif. Dalam kasus Pubblico Ministero melawan Ratti. Tuan Ratti berusaha untuk membela diri terhadap tuduhan di bawah undang-undang Italia pada label produk berbahaya. Dia mengklaim bahwa produk dilabelkan berdasarkan dua direktif yang mana masih belum diimplematasikan oleh pemerintah Italia. Salah satu dari dua direktif tersebut memiliki batas waktu untuk implementasi yang telah kadaluarsa. Pengadilan Eropa memutuskan bahwa hanya direktif yang mana batas waktunya
58
telah habis dapat berlaku efektif. Ketika implementasi dari Direktif tidak diwajibkan maka Direktif memiliki efek langsung yang harus dipenuhi.59
Berdasarkan penjelasan di atas, transformasi Hukum Uni Eropa menjadi Hukum di negara anggota Uni Eropa melalui tiga produk hukum yaitu Regulasi (dibentuk untuk menerapkan Hukum Uni Eropa yang berlaku seragam di seluruh anggota Uni Eropa. Regulasi ini mengikat dan langsung diterapkan tanpa pengundangan lebih lanjut), Direktif (merupakan produk hukum yang mengikat dan ditujukan pada negara atau individual tertentu namun dapat juga ditujukan pada semua negara anggota. Suatu direktif, kewenangan dalam pilihan bentuk dan metode penerapannya diberikan pada negara anggota), Putusan atau Decision
(berasal dari Dewan atau Komisi Eropa merupakan tindakan individual yang ditujukan pada orang tertentu, baik negara atau individu. Putusan secara resmi mengikat dan mensyaratkan implementasi lebih lanjut), dan Rekomendasi atau opini (tidak mengikat secara hukum dan ini diungkapkan dalam Pengadilan, Hakim nasional wajib mempertimbangkan rekomendasi).
59
BAB III
TRANSFORMASI HUKUM UNI EROPA DI INGGRIS
A. Sejarah Singkat Inggris dan Masuknya Inggris menjadi Anggota Uni Eropa
1. Sejarah Singkat Inggris
Wilayah Inggris pertama kali dihuni oleh manusia modern selama periode Paleolitikum, namun nama England ini berasal dari kata Angles, yang merupakan salah satu suku Jermanik yang menetap di sana pada abad ke-5 dan ke-6. Inggris menjadi negara yang bersatu pada tahun 927 M, dan sejak Zaman Penjelajahan yang dimulai pada abad ke-15, Inggris telah memberikan pengaruh budaya dan hukum yang signifikan ke berbagai belahan dunia. Bahasa Inggris, Gereja Anglikan, dan hukum Inggris-yang menjadi dasar sistem hukum umum bagi negara lain di seluruh dunia berasal dan dikembangkan di Inggris, dan sistem parlementer negara ini juga telah banyak diadopsi oleh negara-negara lain. Revolusi Industri yang dimulai pada abad ke-18 menjadikan Inggris sebagai negara industri pertama di dunia. Royal Society Inggris juga berperan penting dalam meletakkan dasar-dasar sains eksperimental modern terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.60
Berawal dari Imperium Britania pada tahun 1897. Imperium Britania adalah imperium paling luas di dalam sejarah dunia dan pada suatu periode
60
“Sejarah Awal Berdirinya Inggris” sesuai artikel pada website http://www.kumpulansejarah.com/2013/03/sejarah-awal-berdirinya-negara-inggris.html, diakses tanggal 19 februari 2014, Pukul 15:00
tertentu pernah menjadi kekuatan utama di dunia. Imperium Britania seberang lautan berakar pada kebijakan-kebijakan maritim yang dirintiskan oleh Raja Inggris Henry VII, yang berkuasa dari 1485 hingga 1509. Henry, yang membangun berdasarkan jaringan komersial dalam perdagangan wol yang dipromosikan pada masa pemerintahan pendahulunya Raja Richard III, membangun sistem pelaut pedagang Inggris yang modern, yang sangat memperluas industri pembangunan kapal Inggris dan pelayarannya. Berbagai perusahaan-perusahaan kerajaan Britania, seperti Massachusetts Bay Company dan Perusahaan Hindia Timur Britania. Henry juga mensponsori pelayaran-pelayaran pelaut Italia mariner John Cabot pada 1496 dan 1497 yang membangun koloni seberang lautan Inggris yang pertama sebuah pemukiman penangkapan ikan di Newfoundland.61
Tahun 1921, Imperium Britania mencakup populasi antara 458 juta orang, kurang lebih seperempat populasi dunia, dan membentang seluas lebih dari 36 juta km², sekitar seperempat luas total bumi. Walaupun wilayah-wilayah tersebut sekarang telah berkembang menjadi Negara-Negara Persemakmuran, pengaruh Britania tetap melekat kuat di seluruh dunia dalam praktik ekonomi, hukum dan sistem pemerintahan, masyarakat, olahraga.62
Inggris telah ada sebagai sebuah kesatuan sejak abad ke-10, persatuan antara Inggris dan Wales, dimulai tahun 1284 dengan Statuta Rhuddlan, tidak diformalkan sampai 1536 dengan Undang-undang Persatuan, dalam UU Persatuan tahun 1707, Inggris dan Skotlandia setuju untuk bergabung sebagai permanen
61
Ibid
62
Inggris, serikat legislatif Britania Raya dan Irlandia dilaksanakan pada tahun 1801, dengan adopsi nama Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia, perjanjian Anglo -Irlandia 1921 diformalkan partisi -Irlandia, enam kabupaten -Irlandia Utara tetap menjadi bagian dari Inggris sebagai Irlandia Utara dan nama saat negara, Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, diadopsi pada tahun 1927.63
Atas Persatuan empat kerajaan maka terbentuklah Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Negara-negara lainnya adalah Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Seringkali nama Inggris dipakai untuk menyebut keseluruhan negara ini. Inggris adalah sebuah negara yang merupakan bagian dari Britania Raya. Negara Inggris ini berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat, Laut Irlandia di barat laut, Laut Keltik di barat daya, serta Laut Utara di sebelah timur dan Selat Inggris, yang memisahkannya dari benua Eropa, di sebelah selatan. 64
Wilayah Inggris memiliki Luas 244.046 km persegi, dipsahkan dari daratan Benua Eropa oleh Selat Dover dan Selat Inggris. Inggris sendiri terletak di antara Benua Eropa dan Benua Amerika, sehingga menjadi persimpangan lalu lintas pelayaran dan penerbangan yang ramai.
Wilayahnya dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Bagian utara (daerah Skotlandia) merupakan dataran tinggi, dengan lembah melintang timur-barat di daerah Glasgow.
2. Di bagian tengah membujur utara-selatan Pegunungan Penine
63
“Sejarah Negara Inggris” sesuai artikel di http://hikmat.web.id/sejarah-dunia/sejarah-negara-inggris/, diakses pada tanggal 19 Februari 2014, Pukul 15:21
64
“Inggris” sesuai artikel di http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris, diakses pada tanggal 19 Februari 2014, Pukul 15:14
3. Bagian selatan merupakan dataran rendah dengan kota London sebagai pusatnya.
Inggris terletak antara 49 derajat LU- 59,5 derajat LU dan 11 derajat BB – 2 derajat BT. Inggris beriklim laut sedang yang dipengaruhi oleh arus atlantik Utara yang hangat, sehingga rata-rata suhu di beberapa daerah yang terletak di bagian utara lebih tinggi dibanding di daerah lain yang terletak pada lintang yang sama.65
Kerajaan Inggris adalah sebuah monarki konstitusional dan demokrasi parlementer , dengan Ratu dan parlemen yang memiliki dua rumah : House of Lords, dengan 574 rekan-rekan, 92 rekan-rekan turun-temurun, dan 26 uskup, dan House of Commons, yang memiliki 651 anggota terpilih. Kekuasaan legislatif tertinggi dipegang di parlemen, yang duduk selama lima tahun kecuali dibubarkan lebih cepat . The House of Lords dilucuti sebagian besar kekuatannya pada tahun 1911, dan sekarang fungsi utamanya adalah untuk merevisi undang-undang . Pada November 1999, ratusan rekan-rekan keturunan diusir dalam upaya untuk membuat tubuh lebih demokratis. Kekuasaan eksekutif dari Crown tersebut dilakukan oleh kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri.66
2. Masuknya Inggris Menjadi Anggota Uni Eropa
Tidak lama setelah PM Harold Macmillan (Partai Konservatif) pada 31 Juli 1961 menyatakan akan mengajukan keanggotaan Inggris di Uni Eropa maka dimulailah perundingan-perundingan resmi di antara Inggris dan Uni Eropa untuk menyepakati keanggotaan Inggris tersebut. Namun perundingan-perundingan
65
Ibid
66
tersebut terdapat ganjalan terutama ketika membahas mengenai sektor pertanian yang sangat sensitif di banyak negara anggota Uni Eropa. Inggris mengimpor semua hasil pertaniannya sehingga tidak perlu memproteksi hasil pertaniannya. Hal tersebut sangat bertentangan dengan negara anggota Uni Eropa lainnya yang sangat berkepentingan dalam melindungi hasil pertaniannya. Petani di Eropa kontinen sudah sejak lama mendapat perlakuan istimewa dari pemerintahan masingmasing negaranya dan diisolasi dari pasaran dunia karena penghasilan petani Eropa relatif rendah sedangkan ongkos produksi tinggi sekali.67
Berlarut-larutnya proses perundingan antara Inggris dan Uni Eropa, makin menguatkan keyakinan Presiden Perancis Charles de Gaulle bahwa Inggris dan negara-negara Uni Eropa sangat berbeda. De Gaulle khawatir ciri khas yang dibawa Inggris dan negara-negara lain yang akan masuk mengikutinya akan mengubah kesepakatan yang telah dibuat Perancis dan enam anggota awal Uni Eropa. Kekhawatiran ini mencapai puncaknya ketika Inggris menandatangani persetujuan pertahanan dengan Amerika Serikat pada 21 Desember 1962.68
Dengan persetujuan tersebut Inggris menyerahkan hak pertahanan nuklirnya pada Amerika Serikat sehingga apabila Inggris menjadi anggota Uni Eropa otomatis Amerika Serikat akan mempunyai pengaruh langsung atas Uni Eropa. Perkembangan ini tentu menjadi ancaman bagi Perancis yang menginginkan Eropa lepas dari pengaruh Amerika Serikat maka pada 14 Januari 1963, Presiden Gaulle memutuskan untuk memveto keanggotaan Inggris di Uni
67
“Inggris Dalam Uni Eropa” sesuai artikel pada website http://kurniawatisabri.wordpress.com/2012/11/12/inggris-dalam-uni-eropa-keanggotaan-setengah-hati/, diakses pada tanggal 20 Februari 2014, Pukul 8:40
68
Eropa. Pada saat itu sebenarnya keanggotaan Inggris tinggal menunggu waktu saja tapi veto Perancis menghalangi masuknya Inggris ke Uni Eropa.69
Gagal dengan keanggotaan pertama, Inggris yang berada dalam pemerintahan PM Harold Wilson (Partai Buruh) kembali lagi mengajukan permohonan keanggotaan Uni Eropa pada April 1966. Ketika itu permasalahanpermasalahan yang mengganjal pada tahun 1961-1963 seperti masalah pertanian dan Persemakmuran relatif sudah teratasi. Inggris berjanji bahwa keanggotaannya tidak akan mengubah dasar-dasar Uni Eropa bahkan masuknya Inggris merupakan sinergi bagi Eropa Barat.Usaha Inggris ini kembali mendapat ganjalan dari Presiden de Gaulle yang kembali mengajukan veto pada Mei 1967.70
Presiden de Gaulle masih menganggap Inggris belum siap masuk ke dalam keanggotaan Uni Eropa karena hubungan khusus antara Inggris dan Amerika Serikat. Selain itu muncul pula keraguan di antara anggota Uni Eropa yang khawatir akan ikut terbeban dengan perekonomian Inggris. Maka usaha Inggris untuk menjadi anggota Uni Eropa pun mengalami kegagalan kembali. Adalah jelas bahwa selama de Gaulle masih menjadi presiden Perancis maka keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa adalah suatu hal yang mustahil.
Kesulitan Inggris menjadi anggota Uni Eropa tidak hanya karena masalah perekonomian tetapi juga perbedaan sistem yang dianut inggris dengan mayoritas sistem yang dianut anggota Uni Eropa. Sebuah perjanjian internasional, seperti perjanjian Roma, biasanya akan mulai berlaku ketika ia telah ditandatangani dan
69
Ibid
70
diratifikasi oleh para penandatangannya. Tetapi, karena perjanjian diatur oleh hukum internasional, implementasi dari perjanjian tersebut ke dalam ranah hukum domestik dari negara-negara anggotanya tergantung pada apakah negara tersebut memiliki bentuk konstitusi yang monois menerima bahwa kewajiban-kewajiban hukum internasional tidak memiliki sifat yang sama seperti, atau bahkan tidak superior terhadap, kewajiban-kewajiban hukum nasional.71
Berdasarkan pendekatan konstitusional ini, sebuah peraturan hukum adat internasional, atau sebuah peraturan yang dibentuk oleh sebuah perjanjian internaasional di mana negara tersebut menjadi salah saatu pihaknya, maka secara otomatis menjadi bagian hukum nasional dari negara tersebut. Oleh sebab itu, begitu suatu negara telah menandatangani suatu perjanjian yang menjamin hak-hak tertentu di wilayah nasionalnya, maka hak-hak-hak-hak tersebut secara otomatis akan dilindungi oleh hukum nasional. Sebagai contoh konstitusi Perancis dan Belanda bisa saja disebut sebagai konstitusi monois. Sebuah konstitusi dualis, yang merupakan kategori di mana konstitusi Inggris secara umum ada di dalamnya, adalah konstitusi di mana hanya ada sejumlah status terbatas yang berkaitan kepada peraturan hukum internasional, atau kecuali jika ia telah diimplementasikan ke dalam hukum nasional melalui metode pengundangan nasional tertentu misalnya, melalui suatu Ketetapan Parlemen.72
Tetapi tidak tepat kiranya jika kita mengkategorikan suatu negara sebagai menganut sistem monois atau dualis sepenuhnya, dan akan lebih tepat jika mengatakan bahwa pengadilan tingkat pertama sebuah negara diatur oleh tradisi
71
Peter De Cruz, Perbandingan Sitem Hukum, Nusa Media, Jakarta, 2010, hal 201
72
monois atau dualisnya. Hal ini dikarenakan sebuah negara dengan konstitusi monois bisa mempertahankan kekuasaan pengadilannya untuk memutuskan ketentuan mana dari sebuah perjanjian yang mengikat (seperti yang ada pada rezim Belanda), dan sebuah ‘negara dualis’ bisa memiliki presumsi yudisial umum yang parlemennya tidak bermaksud untuk melegislasikannya secara bertentangan dengan hukum internasional dan ini akan menjangkau hingga kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh perjanjian-perjanjian yang telah disepakati, dan juga oleh prinsip-prinsip umum dari hukum internasional (seperti di Inggris). Oleh sebab itu, selama masih melibatkan Inggris, hukum komunitas tidak secara otomatis dapat diaplikasikan apabila ia meratifikasi perjanjian Uni Eropa.73
Sikap Inggris terhadap keanggotaan Komunitas Eropa telah dikarakteristikkan oleh sebagian orang sebagai antipati dan merendahkan, tetapi setelah sekian tahun keberadaan Uni Eropa, sikap ini kemudian berubah pada 1960. Tahun 1969, de Gaulle mengundurkan diri sebagai presiden Perancis digantikan oleh George Pompidou. Di bawah pemerintahan baru ini Perancis menyatakan tidak akan menghalangi niat Inggris ataupun negara-negara Eropa lainnya masuk dalam Uni Eropa apabila perluasan keanggotaan tersebut tidak merugikan kemajuan yang telah dicapai sebelumnya.74
Setelah terjadi serangkaian pembicaraan yang intensif antara Uni Eropa dan Inggris dan calon anggota lainnya (Norwegia, Denmark, dan Republik Irlandia) sejak 30 Juni 1970 maka pada tanggal 23 Juni 1971 Dewan Menteri Uni
73
Ibid, hal 203
74
“Inggris Dalam Uni Eropa” sesuai artikel di http://kurniawatisabri.wordpress.com,
Eropa menyatakan bahwa perundingan-perundingan tersebut telah menghasilkan dasar-dasar yang kuat untuk keanggotaan Inggris dan calon anggota lainnya. Setelah menandatangani perjanjian Penerimaan pada 22 Januari 1972, kemudian secara resmi Inggris menjadi anggota Uni Eropa pada 1 Januari 1973. Bahasa Inggris, Denmark, dan Irlandia menjadi bahasa resmi Uni Eropa dan terjemahan perjanjian Uni Eropa dan perjanjian Uni Eroparatom ke dalam bahasa-bahasa ini dinyatakan sebagai teks yang otentik.75
Sebagai Akibat dari penerimaan Inggris, kedudukan Pengadilan Eropa berada di atas House of Lords (Majelis Perwakilan Tinggi Inggris yang memiliki kekuasaan yudisial) sebagai pengadilan tertinggi. Namun, ini hanya terjadi dalam perselisihan yang melibatkan hukum Uni Eropa dan hukum yang ditimbulkan oleh Uni Eropa. Sehingga Pengadilan Eropa, dalam sebagian besar keadaan, lebih merupakan sebuah pengadilan rujukan ketimbang sebuah Pengadilan Banding, yang berarti bahwa ia terutama berurusan dengan masalah-masalah yang terkait