Berlanjutnya ketidakpastian ekonomi di Amerika Serikat serta Eropa telah menimbulkan risiko bagi Indonesia dan mitra-mitra dagangnya. BNI akan terus mendukung pertumbuhan industri melalui penyaluran kredit sesuai prinsip kehati-hatian. Industri-industri pilihan di wilayah-wilayah potensial akan tetap menjadi fokus penyaluran kredit dengan memanfaatkan keberadaan jaringan nasional BNI, serta untuk terus mendorong pertumbuhan sektor UKM dan pedagang kecil.
Dengan proyeksi pertumbuhan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar 5%-7%, industri perbankan nasional diproyeksikan akan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 17%- 22%, sedangkan pertumbuhan simpanan nasabah diperkirakan sebesar 14%-16%.
BNI has made plans to expand lending and deposit taking in response to this and on the basis of a widened branch and e-channel network, close communications with existing and new customers and improved capability in matching the right product to the right needs.
Additional measures will be taken to ensure that control systems continue the move to improved lending quality. BNI is ready to meet competition from international banks here in Indonesia in providing the flexibility and comprehensive approach to cash management and enhanced borrowing provisions. In all, BNI is moving ahead with the confidence of experience, and the confidence of a dynamic and re- energized nation.
Appreciation
Let me in closing thank all of the employees of BNI for their inspirational efforts in renewing BNI to succeed in a new era. I wish also to thank our customers and partners, who, in sharing our confidence, have embarked on an exciting journey of growth. My thanks also goes to the Board of Commissioners and shareholders for their continued support and guidance.
BNI akan meningkatkan pertumbuhan kredit dan simpanan nasabahnya melalui perluasan jaringan cabang dan layanan e-channel, peningkatan hubungan dengan nasabah yang ada dan nasabah baru, serta kemampuan menawarkan produk yang tepat untuk setiap kebutuhan.
Berbagai inisiatif akan dilakukan untuk menjamin bahwa sistem kontrol dapat meningkatkan kualitas kredit. BNI siap untuk menghadapi persaingan dari bank internasional yang beroperasi di Indonesia dengan menawarkan layanan cash management yang fleksibel dan komprehensif, serta penawaran kredit yang disempurnakan. BNI akan terus melangkah maju dengan penuh keyakinan didukung oleh pengalaman BNI serta keyakinan akan dinamika dan semangat Indonesia.
Apresiasi
Ijinkan saya untuk menyampaikan terima kasih kepada para karyawan atas usahanya untuk memajukan BNI agar dapat meraih keberhasilan di era yang baru. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada para nasabah dan mitra yang terus memberikan keyakinan, serta berbagi dalam perjalanan pertumbuhan BNI. Terima kasih juga saya sampaikan kepada jajaran Dewan Komisaris dan pemegang saham atas dukungan dan bimbingannya.
Gatot M. Suwondo Direktur Utama President Director
BNI
54
Left to Right
Seated Felia Salim Wakil Direktur Utama Vice President Director Gatot M. Suwondo Direktur Utama President Director (Chief Executive Officer/CEO) Adi Setianto
Direktur Tresuri & FI
Treasury & Financial Institution Director
Berdiri Standing Sutirta Budiman Chief Business Risk Officer Chief Business Risk Officer Honggo Widjojo Kangmasto Direktur Jaringan & Layanan Network & Services Director Suwoko Singoastro Direktur Operasi & Teknologi Informasi
Operations & Information Technology Director Krishna R. Suparto Direktur Business Banking Business Banking Director Yap Tjay Soen
Direktur Keuangan Chief Financial Officer (CFO) Ahdi Jumhari Luddin Direktur Kepatuhan Compliance Director Sutanto
Direktur Enterprise Risk Management
Enterprise Risk Management Director
Darmadi Sutanto Direktur Konsumer & Retail Consumer & Retail Banking Director
BNI
56
A. Arah Kebijakan
Dalam rangka mencapai tujuan bisnis perusahaan yang berpedoman pada Visi dan Misi yang telah ditetapkan maka disusunlah arah perusahaan ke depan. Arah Perusahaan dimulai pada tahun 2009 dimana kebijakan dan strategi manajemen lebih diarahkan untuk memperkuat ”Financial Foundation”. Namun sejak tahun 2010 kebijakan dan strategi manajemen lebih diarahkan untuk mencapai ”Sustainable Financial Growth” meskipun upaya untuk memperkuat ”Financial Foundation” tetap terus dilakukan. Pada tahun 2011, kebijakan dan strategi menajemen lebih difokuskan lagi pada upaya untuk mencapai ”Sustainable Financial Growth” dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi “Sustainable Financial Growth” pada tahun 2011 yang ingin dicapai tercermin antara lain dari : (a) Laba yang terus meningkat secara “sustainable” dan “predictable”, (b) Rasio-rasio keuangan yang semakin baik dan kompetitif dengan tetap memperhatikan pertumbuhan aset yang berkualitas, dan (c) Kualitas layanan yang semakin meningkat.
B. Langkah-langkah Strategis 2011
Manajemen terus melakukan berbagai langkah dan upaya pada setiap lini aktivitas bisnis dan operasional bank sehingga BNI dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Ada beberapa langkah stategis yang dilakukan dalam rangka mendukung pencapaian sasaran tersebut, yaitu:
customer centric, dengan melakukan penyesuaian terhadap proses bisnis, organisasi dan perangkat- perangkat pendukung lainnya (SDM, Teknologi, dll), termasuk melakukan regrouping bisnis menjadi dua segmen yaitu business banking dan
consumer & retail banking.
segmen business banking maupun di segmen
consumer & retail banking. Ekspansi kredit akan difokuskan pada segmen-segmen yang prospektif di masing-masing segmen bisnis dengan
memperhatikan potensi dan perkembangan ekonomi nasional maupun regional.
linkage antara business banking
dengan consumer & retail banking, untuk meningkatkan value chain business dan sinergi diantara dua segmen bisnis tersebut. Begitu juga
linkage antar unit bisnis di masing-masing segmen bisnis.
A. Bank’s Strategic Direction
The Bank’s strategic direction was developed in order to achieve business objectives with reference to the established Vision and Mission statements of the Bank. Strategic direction started in 2009 with management strategies and policies that were directed to strengthen the Bank’s ‘Financial Foundation’. Beginning in 2010, management strategies and policies have started to shift to the achievement of ‘Sustainable Financial Growth’, while still continuing with the strengthening of ‘Financial Foundation’. In 2011, compared to the year before, management strategies and policies were even more focused on efforts to achieve ‘Sustainable Financial Growth’. The achievement of ‘Sustainable Financial Growth’ in 2011 are reflected in the objectives of, among others: (a) sustainable and predictable increase of portability, (b) improved and more competitive financial ratios, while also ensuring the growth of quality assets, and (c) improved service quality.
B. Strategic Initiatives in 2011
The Management continues with efforts involving each line of business and operational activities of the Bank in order to achieve the determined objectives. Towards this end, the Bank will undertake a number of strategic initiatives, as follow:
approach, by conducting adjustments in terms of business process, organization and other supporting functions (human resources, technology etc), including to conduct business regrouping into two groups, which are business banking and consumer & retail banking
both in the business banking segment and in the consumer & retail banking segment. Credit expansion will be focused on prospective segments in each group of business by paying attention to the potential and development of national and regional economy.
banking with consumer & retail banking, to increase value chain business and synergy between those two business groups. Also the inter-segment linkage in each business group.
meningkatkan kualitas kredit.
kapasitas terpasang yang ada untuk menunjang upaya-upaya peningkatan dana murah dan meningkatkan efisiensi operasional.
Strategi bisnis yang dirumuskan untuk mencapai sasaran perusahaan di tahun 2011 tidak terlepas pula dari telah diimplementasikannya beberapa Program Transformasi Bisnis (PTB) di akhir tahun 2010, yang merubah arah pendekatan bisnis BNI, dari yang semula “product centric” menjadi “customer centric”.
PTB merupakan program internal BNI yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja BNI secara menyeluruh di setiap segmen melalui penajaman strategi, perbaikan proses bisnis dan penyempurnaan operating model serta governance model yang lebih sesuai dengan pendekatan bisnis “customer centric”. Hal tersebut dilaksanakan untuk mencapai tujuan BNI sebagai mitra pilihan utama (The Bank of Choice).
C. Kebijakan Stategis 2011
Langkah-langkah strategi tersebut didasarkan pada kebijakan manajemen tahun 2011 yang mencakup 6 kebijakan strategis, yaitu: (a) Penajaman fokus portofolio bisnis BNI pada segmen Business Banking dan Consumer & Retail Banking; (b) Peningkatan dan perbaikan kualitas earning asset; (c) Pertumbuhan dana murah yang lebih yang agresif dan diversifikasi “fee based income”; (d) Peningkatan efisiensi operasional; (e) Perbaikan “Customer Experience”; (f) Memperkuat BNI Incorporated.
3rd Policy fee-based income 4th Policy 1nd Policy 6th Policy 2nd Policy customer experience 5th Policy Sustainable Financial Growth quality of credit.
and installed capacity to support the efforts of improvement of low cost fund and operational efficiency.
The formulated business strategy to attain the Bank’s targets in 2011 cannot be separated from the implementation of a number of Business Transformation Program (PTB) since the end of 2010, which changed the direction of BNI’s business approach from “product centric” to “customer centric”.
PTB is an internal program of BNI, intended to improve the performance of BNI comprehensively in every segment through sharpening of strategy, business process improvement and enhancement of operating model as well as governance model, which is more suitable with the “customer centric” business approach. The program is done to attain BNI’s purpose as main choice of partner (The Bank of Choice).