• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROTOKOL PENATALAKSANAAN SARKOMA JARINGAN LUNAK ( SJL )

Dalam dokumen Panduan Penatalaksanaan Bedah Onkologi (Halaman 62-67)

( SOFT TISSUE SARCOMA )

Tim Perumus Protokol Penatalaksanaan Sarkoma Jaringan Lunak

Ketua : Dr. Idral Darwis, SpB(K)Onk Anggota : Dr. Azamris, SpB(K)Onk

Dr. Med. Didid Tjindarbumi, SpB(K)Onk Dr. Dimyati Achmad, SpB(K)Onk Dr. Eddy H. Tanggo, SpB(K)Onk Dr. Hariadi, SpPA

Dr. Humala Hutagalung, SpB(K)Onk Dr. K.M. Yamin Alsoph, SpB(K)Onk Dr. Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk Dr. Subianto, SpB(K)Onk

PROTOKOL PENATALAKSANAAN SARKOMA

JARINGAN LUNAK ( SJL )

( SOFT TISSUE SARCOMA )

I. PENDAHULUAN :

- Insidensi

Data di Indonesia dan Luar Negeri - Faktor risiko

# Radiasi

# Bahan karsinogen Kimiawi # Riwayat trauma # Faktor genetik - Ruang lingkup * SJL pada dewasa * SJL pada Anak - Multidisiplin

II. KLASIFIKASI HISTO-PATOLOGI

Origin Patologik Otot Rhabdomyosarcoma ; Leiomyosarcoma Lemak Liposarcoma Syaraf Neurofibrosarcoma Endothel Angiosarcoma

Fibrous Malignant Fibrous Histocytoma; Fibrosarcoma

* Informasi pemeriksaan patologik

Ukuran tumor

Type dan Subtype histologi Grading

Margin / batas sayatan ( jarak dalam cm tumor/zona reaktif dan sayatan )

Invasi

Sel nekrosis dan sel spesifik ( round cell ) KGB : + /

-III. STADIUM KLINIK

Berdasarkan : UICC dan AJCC Tabel AJCC 2002 Stadium IA G1 T1a N0 M0 G1 T1b N0 M0 G2 T1a N0 M0 G2 T1b N0 M0

well / moderate grade , < 5 cm

superficial / deep Stadium IB G1 T2a N0 M0

G2 T2a N0 M0

well / moderate grade, > 5 cm, superficial Stadium IIA G1 T2b N0 M0

G2 T2b N0 M0 well / moderate grade,> 5 cm, deep Stadium IIB G3 T1a N0 M0 G3 T1b N0 M0 G4 T1a N0 M0 G4 T1b N0 M0 high grade, < 5 cm , superficial / deep Stadium IIC G3 T2a N0 M0

G4 T2a N0 M0 high grade, > 5 cm,superficial Stadium III G3 T2b N0 M0

G4 T2b N0 M0

high grade, > 5 cm, deep Stadium IV Any G Any T N1 M0 Tidak dipengaruhi G dan T,

Any G Any T N0 M1 meta KGB dan organ jauh

IV. PROSEDUR DIAGNOSTIK

A. Anamnesis :

Terdapat benjolan / masa tumor

• kapan terjadinya

• sifat pertumbuhannya (cepat / lambat)

• keluhan penekanan pada jaringan sekitarnya (p. darah, syaraf, gangguan gerakan sendi / otot)

B. Pemeriksaan fisik :

• lokasi tumor

• diskripsi tumor :

 batas tegas / tidak  ukuran

 permukaan  konsistensi  mobilitas

 nyeri tekan / tidak

• KGB regional : teraba / tidak dan “ transits metastasis “

• Tanda-tanda penekanan tumor dan metastasis  Fungsi motorik / sensorik  Tanda-tanda bendungan

pembuluh darah

 # Tanda-tanda kelainan pada paru, tulang dan hati

C. Pemeriksaan penunjang :

• Photo toraks

• CT scan ( daerah tumor ) D. Biopsi :

a. Core biopsi / tru cut biopsi b. Biopsi terbuka ( pembedahan ): b.1 : Insisi - tumor > 3 cm

b.2 : Eksisi - tumor < 3 cm

Catatan : Lokasi insisi dipertimbangkan untuk

pembedahan definitif E. Jika sudah di konfirmasi hasil patologik anatomik

kelainan sarkoma, maka untuk penentuan stadium klinik dan strategi operasi dapat dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan: MRI ; bone scan dan angiografi

V. TERAPI a. Assessment :

• Konfirmasi Dx/ histopatologik

• Tentukan stadium klinik dan resektabilitas / kurabilitas

• Modalitas pengobatan : tunggal atau kombinasi

• Kombinasi kemoterapi dan radiasi jelaskan tujuannya :

Adjuvant ; neo-adjuvant ; paliatif

• Tindakan rehabilitasi akibat operasi : op. rekonstruksi

• Informasi yang jelas untuk persetujuan pasien

b. Modalitas :

1. Bedah : dengan prinsip “ radical wide excision “

Evaluasi : - Intra lesion - Eksisi marginal - Eksisi luas - Eksisi kuratif (NB : masuk dalam penilaian patologi)

Standar operasi : sesuai protokol dari grup Jepang

(The Surgical Society for Musculo-skeletal sarcoma ) 2. Radiasi

3. Khemoterapi

Lesi tumor resektabel

Stad. Hist o. Ukur. tumo r Le tak SF/D Grad 1/2/ 3 Modal. Mar gin il/ m/ Adj u. Y/ T Jen is R/ Kh

k I Bedah II Bedah III Bedah IVa Bedah+ Disek

Lesi tumor tidak resektabel

Stad. Neo-A Khemo

Resp. Modal. Margin il/m/k Resp. Modal. Rad/Kh. II 3 X + Bedah - ? III 3 X + Bedah - ? IVa 3 X + Bedah - ?

Pembedahan debulking = intra lesion

Syarat : eksisi tumor > 50 % dan sensitif terhadap modalitas radiasi dan khemoterapi

Lesi metastasis jauh ( Stadium IVb )

Tu. prim. tumbuh Progres /

Lambat

Gejala

subyektif Prog./LambatMeta. Modalitas + + Khemo + Radiasi

Best supp. care + / L - + /L /resektabel Bedah tu. prim +

meta Best supp. care - - +/L/resektabel Bedah tu.

sekunder/meta Best supp. care

Sarkoma dengan kekambuhan / rekuren

1. Kekambuhan lokal

a. Kekambuhan dengan tumor resektabel :

- Diperlakukan sama dengan kasus primer - Ditambah terapi adjuvant + ( modalitas non

bedah )

b. Kekambuhan dengan tumor tidak resektabel :

- Diperlakukan sama dengan lesi tumor tidak resektabel - Jika respons terapi (-), tujuan pengobatan adalah paliatif 2 Kekambuhan berupa metastasis jauh

- Modalitas khemo dan radiasi

VI. PROGNOSIS

Angka kekambuhan lokal (disease free interval) cukup tinggi dan berhubungan dengan beberapa faktor yaitu :

- Ukuran tumor > 5 cm - Grading histologi tinggi

- Lokasi tumor yang dalam ( deep ) dan proksimal

• Pada kasus yang pernah kambuh lokal, mempunyai resiko besar terjadinya metastasis jauh.

Catatan :

• Pemeriksaan immunohistokimia saat ini masih dalam penelitian sebagai faktor prognostik antara lain :

Ki67, p53, mdm2, p21, p16, p27 dan apoptosis VII. FOLLOW UP

A. Waktu B. Pemeriksaan

bulan ke 3 Pem. fisik

bulan ke 6 Pem. fisik, Ro. toraks dan CT-scan

bulan ke 12 Pem. fisik, Ro. toraks, Darah rutin, CT-Scan, USG hati

VIII. FORMULIR REGISTRASI

Dalam upaya melakukan registrasi kanker perlu dipersiapkan perumusan data yang perlu dicatat pada formulir khusus penderita SJL.

Data tersebut meliputi :

• Identifikasi penderita

• Data klinik

• Dx/

• Data modalitas terapi (pra bedah dan pasca bedah)

• Data prosedur pembedahan beserta jarak batas sayatan dengan referensi dari “ The Surgical

Society for Musculoskeletal Sarcoma “, Jepang.

• Data kekambuhan lokal dan metastasis jauh.

• Komplikasi

Alternatif pengobatan / terapi

Stad. IA, IB, IIA

Low grade (1 dan 2)

# Bedah : eksisi luas radikal # Eksisi luas + pre / post bedah radiasi

# Tu. tidak resektabel : radiasi pra bedah

+ pembedahan + radiasi pasca bedah

# Tu. retroperitoneum / trunk dan L&K :

Eksisi luas + radiasi Radiasi pra bedah + eksisi

Potensi kambuh lokal kecil Khemotherapi tidak diberikan Wide margin sulit -luas Stad IIB, IIC, III

High grade

# Bedah : eksisi luas radikal # Tumor > 5 cm : kombinasi radiasi

# Tu. tidak resektabel : radiasi pra bedah + pembedahan

# Keadaan tertentu : radiasi + khemoterapi

pra bedah + bedah + radiasi

Potensi kambuh besar Th/ kombinasi dengan radiasi dan kemoterapi Mencegah amputasi Stad. IV N1 M1

# Eksisi luas radikal + limphadenektomi

(jika n + ) + dengan / tanpa radiasi

# Bedah + Radiasi (pre atau pasca bedah)

# Dipertimbangan khemoterapi

# Eksisi luas radikal + radiasi Reseksi lesi metastasis dapat dilakukan

dengan kriteria tertentu. - reseksi dengan batas sayatan (-)

- lesi resektabel dengan batas sayatan

tidak adekewat : radiasi - lesi tidak resektabel : th/ kombinasi

radiasi dan khemoterapi - lesi retropert./ badan dan H&L :

bedah + khemoterapi + radiasi

# Untuk tujuan paliatif diberikan terapi

kombinasi khemoterapi: - CYVADIC

Rancangan

Protokol Sarkoma Jaringan Lunak ( SJL ) ( Soft Tissue Sarcoma )

Koordinator : Dr. Idral Darwis SpB- K (Onk)

Dalam dokumen Panduan Penatalaksanaan Bedah Onkologi (Halaman 62-67)

Dokumen terkait