PROTOTIPE DESAIN PEMBELAJARAN
MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS
KEUNGGULAN LOKAL KUDUS
1.
SILABUS
2.
RPP
3.
LKS
63
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2013
Oleh
EKA ZULIANA, M.Pd
64 Kompetensi Dasar Materi
Indikator Pencapaian Kompetensi
Kegiatan Pembelajaran Teknik Penilaian
Alokasi
Waktu Sumber Belajar
(1) (2) (3) (4) (8) (9) (10) 3.1 Menghitung luas trapesium dan layang- layang Luas Trapesium dan luas laying - layang 1. Mampu untuk menemukan konsep rumus luas trapesium dan layang – layang dengan pendekatan luas persegi panjang dan segitiga. 2. Kemampuan untuk menghitung luas trapesium dan layang - layang.
Siswa diberi pengalaman belajar tentang penemuan konsep luas trapesium dan layang - layang melalui model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) berbasis Keunggulan Lokal Kudus.
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, manfaat pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, model pembelajaran yang akan digunakan, serta memberikan motivasi kepada siswa.
2. Guru menggali pengetahuan prasyarat. Kegiatan Inti
Tahap 1 : penggunaan masalah realistik berkonteks lokal Kudus.
a. Observasi aktivitas siswa. b. Tugas tertulis (tugas kelompok dan tugas individu). c. Tes tertulis Berbentuk tes uraian pada akhir pembelajaran di akhir penelitian. 2 x 35’ Sumber belajar : 1. Keunggulan Lokal Kudus seperti rumah adat dan pakaian adat kudus serta permainan – permainan yang dikenal oleh siswa di Kab.Kudus. 2. Buku Matematika Kelas 5 SD SATUAN PENDIDIKAN : SEKOLAH DASAR
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
KELAS : V
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2013/2014
65 1. Siswa diajak menggali pengetahuan
dengan masalah realistik tentang luas trapesium dan layang - layang.
Tahap 2 :
penggunaan model sebagai jembatan antara real&abstrak dalam hal ini adalah alat peraga dan LKS.
1. Guru mengorganisasikan siswa untuk belajar dalam kelompok.
2. Siswa berkelompok mendiskusikan penemuan konsep rumus luas trapesium dan layang - layang dengan panduan alat peraga dan LKS (Eksplorasi).
3. Siswa berkelompok mendiskusikan masalah kontekstual yang diberikan dalam LKS (Eksplorasi).
Tahap 3: pembuatan pondasi ke tahap matematika formal.
Siswa melihat, menganalisis dan menilai kembali apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman memecahkan masalah itu.
Tahap 4:
penarikan kesimpulan dalam hal ini telah sampai pada tahap matematika formal.
Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan (Konfirmasi). Media Pembelajaran : 1. Alat Peraga Manipulatif Luas trapesium dengan pendekatan persegi panjang dan segitiga 2. LKS luas trapesium dan layang – layang
66 Kegiatan Akhir
1. Penguatan kesimpulan
2. Siswa mendapatkan tugas terstruktur. 3. Evaluasi
Kegiatan Tindak Lanjut 1. Pengayaan 2. Remidial Kudus, Mengetahui, Peneliti Kepala Sekolah…… NIP NIP/NIS.
67
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2013
Oleh
EKA ZULIANA, M.Pd
68 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi
Kegiatan Belajar Indikator Pencapaian
Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat I. PKN 4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia PKn Mengenal keiklashan bangsa Indonesia seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtama han Kekayaan alam Indonesia Harga diri Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia mengidentifikasi macam-macam upacara adat di tiap daerah
Mengidentifikasi macam- macam upacara adat di tiap daerah
Teknik Tes
o Tes dan non
tes Bentuk Tes o Lisan : o Keberanian menjawab dan menyampaika n pendapat o Ketepatan menjawab o Keseriusan dan konsentrasi dalam menyimak pertanyaan o Tertulis : 2 X 35’ o Budaya Lokal Kudus o CD Pembelajara n o Buku Pendidikan Kewargaane garaan o Buku IPS o Buku Matematika o Buku Bahasa Indonesia II. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang IPS Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah Jenis-jenis pekerjaan Semangat kerja Jual beli Uang Pengelolaan uang menjelaskan perbedaan pasar tradisional dan pasar swalayan
menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar tradisional menjelaskan keuntungan
Menjelaskan perbedaan pasar tradisional dan pasar swalayan
Menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar tradisional
Menjelaskan keuntungan SATUAN PENDIDIKAN : SEKOLAH DASAR
TEMA : PENDIDIKAN
KELAS : III
69 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi
Kegiatan Belajar Indikator Pencapaian
Kompetensi Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/ Alat
dan kerugian jual beli di pasar swalayan
dan kerugian jual beli di pasar swalayan o Uraian o Instrumen Tes o LKS o Lembar observasi III. Matematika 5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah Matematika Menghitung luas persegi dan persegi panjang Bangun datar Persegi dan persegi panjang menggambar luas persegi panjang menaksir luas daerah
persegi panjang dengan menghitung petak satuan
menemukan cara menghitung luas persegi panjang
menyelesaikan soal cerita yang
berhubungan dengan luas persegi panjang
Menggambar luas persegi panjang
Menaksir luas daerah persegi panjang dengan menghitung petak satuan Menemukan cara menghitung luas persegi panjang
Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi panjang V. Bahasa Indonesia Berbicara 6. Menguangkapk an pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan Bahasa Indonesia Menceritaka n perisitwa yang pernah dialami, dilihat, atau didengar Menanggapi cerita Menceritakan peristiwa Percakapan Menjawab pertanyaan menyatakan pendapat terhadap suatu pernyataan menjawab dan mengajukan pertanyaan dari kejadian Menyatakan pendapat terhadap suatu pernyataan menjawab dan
mengajukan pertanyaan dari kejadian
70 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok dan Uraian Materi
Kegiatan Belajar Indikator Pencapaian
Kompetensi Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/ Alat
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery ) Kudus, Mengetahui, Peneliti Kepala Sekolah…… NIP NIP/NIS.
71
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2013
Oleh
EKA ZULIANA, M.Pd
72 Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V/1
Alokasi Waktu : 2 x 35’
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
B. KOMPETENSI DASAR
3.1 Menghitung luas trapesium dan layang-layang C. INDIKATOR
1. Menemukan konsep rumus luas layang-layang. 2. Menghitung luas layang-layang.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu menemukan konsep rumus luas layang-layang. 2. Siswa mampu menghitung luas layang-layang.
E. MATERI PEMBELAJARAN
Luas layang-layang.
Nilai dan karakter yang dikembangkan, meliputi : Nilai :
1. Rasa ingin tahu – (diaplikasikan dalam kegiatan eksplorasi).
2. Kemampuan bekerjasama - (diaplikasikan dalam kegiatan eksplorasi dan elaborasi).
73
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan pembelajaran : student centered learning (pembelajaran berpusat pada siswa)
2. Metode pembelajaran : Penemuan, diskusi, tanya jawab.
G. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran : Pendidikan Matematika Realistik berbasis Keunggulan Lokal Kudus
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1) Menyiapkan kelas, alat, dan bahan pembelajaran.
2)Mempersiapkan dan mengkondisikan siswa untuk belajar.
3)Guru mengawali dengan salam dan motivasi untuk mempelajari materi yang akan diberikan
4) Motivasi :
Untuk membangkitkan motivasi belajar:
- siswa diingatkan tentang kebermaknaan materi dalam kehidupan sehari – hari misalkan: rumah adat kudus, pakaian adat kudus yang berbentuk bangun datar dan permainan layang-layang.
- siswa diajak bernyayi tentang lagu layang-layang. 5) Apersepsi :
Apersepsi dilakukan dengan tanya jawab untuk menggali pengetahuan prasyarat.
- Dilakukan tanya jawab tentang unsur-unsur layang-layang dengan menggunakan alat peraga.
6) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari siswa.
74 1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil satu
kelompok terdiri atas 3-4 siswa.
2. Guru membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) kepada masing- masing kelompok.
Tahap 1 : orientasi masalah realistik.
1. Siswa diajak menggali pengetahuan dengan masalah realistik terkait luas layang – layang.
a. Guru mengingatkan siswa tentang bentuk-bentuk bangun datar
Gambar 1. rumah adat Kudus
b. Guru mengingatkan siswa tentang model layang-layang yang ada di lingkungan sekitar mereka.
2. Siswa diberikan masalah realistik tentang bagaimana membuat layang-layang dan berapa banyak bahan (kertas) yang dibutuhkan jika dipunyai buluh dengan panjang masing-masing 20 cm dan 40 cm. 3. Siswa diberikan penjelasan untuk dapat menyelesaikan masalah
terlebih dahulu harus ditemukan konsep rumus luas layang-layang. Tahap 2 : penggunaan model sebagai jembatan antara real&abstrak dalam hal ini menggunakan alat peraga dan LKS.
Gambar 2. Layang-layang
Rumah adat Kudus menanamkan banyak konsep tentang geometri bangun datar, salah satunya atap rumah adat kudus yang berbentuk trapesium.
75 4. Siswa berkelompok mendiskusikan masalah yang diberikan di dalam
kelompok, masalah yang didiskusikan : - penemuan konsep luas layang-layang
- dan masalah realistik yang diberikan di dalam LKS.
Proses penemuan konsep luas layang-layang dipandu dengan menggunakan alat peraga luas layang-layang serta LKS.
Kegiatan Eksplorasi
5. Guru mengajak siswa untuk menggali informasi yang sesuai tentang apa yang diketahui dan apa yang dicari/ditanyakan. Pada tahap ini masing-masing siswa memahami masalah (nilai rasa ingin tahu). 6. Setiap siswa dalam kelompok secara perorangan aktif terlibat dalam
proses penemuan konsep rumus luas layang-layang termasuk dalam proses pemodelan dan konstruksi alat peraga layang-layang. Pada tahap ini siswa merencanakan pemecahan masalah.
7. Guru memberikan bimbingan secara individual maupun kelompok. Kegiatan Elaborasi
8. Siswa berdiskusi untuk menentukan konstruksi yang benar dari masing-masing pendapat anggota kelompok. Pada tahap ini siswa membandingkan dan mendiskusikan jawaban yang benar (nilai demokratis).
9. Guru memfasilitasi kegiatan elaborasi siswa.
10. Siswa berdiskusi dalam memeriksa kembali hasil serta menyimpulkan jawaban (nilai demokratis).
11. Siswa mempresentasikan penyelesaian masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil karya (nilai demokratis).
12. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi (penemuan konsep rumus luas layang-layang serta penyelesaian masalah realistik), sedangkan kelompok lain menanggapi (nilai demokratis). 13. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mampu
76 Kegiatan Konfirmasi
Tahap 3 : pembuatan pondasi ke tahap matematika formal.
14. Siswa melihat, menganalisis dan menilai kembali apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman memecahkan masalah itu.
15. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan.
Tahap 4 : penarikan kesimpulan dalam hal ini telah sampai pada tahap matematika formal.
16.Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan tentang konsep rumus luas layang-layang dan solusi dari masalah realistik yang diberikan di LKS .
17. Guru memberikan tugas individu kepada siswa
18. Guru menyampaikan topik materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Kegiatan Tindak Lanjut
1. Guru memberikan evaluasi terhadap proses pembelajaran.
2. Guru memberikan soal perbaikan bagi siswa yang nilainya kurang dari 60 (terlampir). Untuk anak yang nilainya kurang, harus meningkatkan belajarnya.
3. Guru memberikan soal pengayaan bagi siswa yang nilainya lebih dari 60 (terlampir), dan memotivasi untuk mempertahankannya dengan belajar lebih giat.
I. SUMBER BELAJAR
1. Sumber Belajar :
- Keunggulan Lokal Kudus seperti rumah adat dan pakaian adat kudus serta permainan – permainan yang dikenal oleh siswa di Kab.Kudus.
77 2. Media Pembelajaran :
a. Alat Peraga Luas Layang-layang.
b. Lembar Kegiatan Siswa materi Luas layang-layang. J. PENILAIAN
1. Aspek Penilaian : a. Aktivitas siswa.
b. Kemampuan kognitif siswa khususnya pada aspek kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
2. Teknik Penilaian : a. Observasi.
b. Tugas tertulis meliputi tugas kelompok dan tugas individu. c. Tes tertulis yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran. 3. Proses Penilaian :
a. Aktivitas siswa dinilai menggunakan lembar observasi aktivitas siswa b. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diukur melalui:
i. Tugas kelompok : memecahkan masalah yang ada pada LKS ii. Tes tertulis : menyelesaikan masalah yang ada pada soal tes yang
dilaksanakan pada akhir pembelajaran. 4. Bentuk instrumen :
a. Lembar observasi.
b. Tes tertulis berbentuk uraian. 5. Contoh soal tes:
Soal :
1. Pak Arman adalah seorang pembuat layang- layang. Layang-layang yang akan dibuat seperti pada gambar di samping.
Berapa cm2 kertas yang dibutuhkan Pak Arman untuk membuat layang-layang tersebut?
d2 = 30 cm d1 = 15 cm
78
Penyelesaian Skor
Diketahui :
Layang – layang dengan d1 = 15 cm dan d2 = 30 cm.
1 Ditanya :
banyaknya kertas yang dibutuhkan untuk membuat layang- layang (dalam )
1
Penyelesaian :
a. banyaknya kertas yang dibutuhkan luas daerah layang- layang dengan d1 = 15 cm dan d2 = 30 cm.
Maka banyaknya kertas luas daerah layang-layang
225
1
3
Jadi banyaknya kertas yang dibutuhkan adalah 2
Skor maksimum 8 Kudus, Mengetahui, Peneliti Kepala Sekolah…… NIP NIP/NIS.
79
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2013
Oleh
EKA ZULIANA, M.Pd
80 Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V/1
Alokasi Waktu : 2 x 35’ A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
B. KOMPETENSI DASAR
3.1Menghitung luas trapesium dan layang-layang C. INDIKATOR
1. Menemukan konsep rumus luas trapesium dan layang-layang. 2. Menghitung luas trapesium dan layang-layang.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu menemukan konsep rumus luas trapesium. 2. Siswa mampu menghitung luas trapesium.
E. MATERI PEMBELAJARAN Luas trapesium.
Nilai dan karakter yang dikembangkan, meliputi : Nilai :
1. Rasa ingin tahu – (diaplikasikan dalam kegiatan eksplorasi).
2. Kemampuan bekerjasama - (diaplikasikan dalam kegiatan eksplorasi dan elaborasi).
81 F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan pembelajaran : student centered learning (pembelajaran berpusat pada siswa)
2. Metode pembelajaran : Penemuan, diskusi, tanya jawab.
G. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran : Pendidikan Matematika Realistik berbasis Keunggulan Lokal Kudus
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1) Menyiapkan kelas, alat, dan bahan pembelajaran.
2) Mempersiapkan dan mengkondisikan siswa untuk belajar.
3) Guru mengawali dengan salam dan motivasi untuk mempelajari materi yang akan diberikan
Motivasi :
Untuk membangkitkan motivasi belajar:
- siswa diingatkan tentang kebermaknaan materi dalam kehidupan sehari – hari misalkan: atap rumah adat kudus yang berbentuk trapesium.
Apersepsi :
Apersepsi dilakukan dengan tanya jawab untuk menggali pengetahuan prasyarat.
- Dilakukan tanya jawab tentang unsur-unsur trapesium dengan menggunakan alat peraga.
4) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari siswa.
1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil satu kelompok terdiri atas 3-4 siswa.
82 2. Guru membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) kepada masing-
masing kelompok.
Tahap 1 : orientasi masalah realistik.
3. Siswa diajak menggali pengetahuan dengan masalah realistik terkait luas trapesium.
Guru mengingatkan siswa tentang model trapesium
Gambar 1. rumah adat Kudus
4. Siswa diberikan masalah realistik tentang bagaimana menghitung luas atap rumah adat Kudus yang berbentuk trapesium.
5. Siswa diberikan penjelasan untuk dapat menyelesaikan masalah terlebih dahulu harus ditemukan konsep rumus luas trapesium.
Tahap 2 : penggunaan model sebagai jembatan antara real&abstrak dalam hal ini menggunakan alat peraga dan LKS.
6. Siswa berkelompok mendiskusikan masalah yang diberikan di dalam kelompok, masalah yang di diskusikan :
- penemuan konsep luas trapesium.
- dan masalah realistik yang diberikan di dalam LKS.
Proses penemuan konsep luas trapesium dipandu dengan menggunakan alat peraga luas trapesium dan LKS.
Kegiatan Eksplorasi
7. Guru mengajak siswa untuk menggali informasi yang sesuai tentang apa yang diketahui dan apa yang dicari/ditanyakan. Pada tahap ini masing-masing siswa memahami masalah (nilai rasa ingin tahu).
Rumah adat Kudus menanamkan banyak konsep tentang geometri bangun datar dan bangun ruang, salah satunya atap rumah adat kudus yang berbentuk trapesium
83 8. Setiap siswa dalam kelompok secara perorangan aktif terlibat dalam proses penemuan konsep rumus luas trapesium termasuk dalam proses pemodelan dan konstruksi alat peraga trapesium. Pada tahap ini siswa merencanakan pemecahan masalah.
9. Guru memberikan bimbingan secara individual maupun kelompok. Kegiatan Elaborasi
10. Siswa berdiskusi untuk menentukan konstruksi yang benar dari masing- masing pendapat anggota kelompok. Pada tahap ini siswa membandingkan dan mendiskusikan jawaban yang benar (nilai demokratis).
11. Guru memfasilitasi kegiatan elaborasi siswa.
12. Siswa berdiskusi dalam memeriksa kembali hasil serta menyimpulkan jawaban (nilai demokratis).
13. Siswa mempresentasikan penyelesaian masalah, mengembangkan dan menyajikan hasil karya (nilai demokratis).
14. Salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi (penemuan konsep rumus luas trapesium dan layang-layang serta penyelesaian masalah realistik), sedangkan kelompok lain menanggapi (nilai demokratis).
15. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik, cepat dan tepat.
Kegiatan Konfirmasi
Tahap 3 : pembuatan pondasi ke tahap matematika formal.
16. Siswa melihat, menganalisis dan menilai kembali apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman memecahkan masalah itu.
17. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan.
Tahap 4 : penarikan kesimpulan dalam hal ini telah sampai pada tahap matematika formal.
84 18. Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan tentang konsep rumus luas trapesium dan solusi dari masalah realistik yang diberikan di LKS .
19. Guru memberikan tugas individu kepada siswa
20. Guru menyampaikan topik materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Kegiatan Tindak Lanjut
1. Guru memberikan evaluasi terhadap proses pembelajaran.
2. Guru memberikan soal perbaikan bagi siswa yang nilainya kurang dari 60 (terlampir). Untuk anak yang nilainya kurang, harus meningkatkan belajarnya.
3. Guru memberikan soal pengayaan bagi siswa yang nilainya lebih dari 60 (terlampir), dan memotivasi untuk mempertahankannya dengan belajar lebih giat.
I. SUMBER BELAJAR 1. Sumber Belajar :
- Keunggulan Lokal Kudus seperti rumah adat dan pakaian adat kudus serta permainan – permainan yang dikenal oleh siswa di Kab.Kudus.
- Buku Matematika Kelas 5 SD. 2. Media Pembelajaran :
a. Alat Peraga Luas Trapesium.
b. Lembar Kegiatan Siswa materi Luas Trapesium. J. PENILAIAN
1. Aspek Penilaian : a. Aktivitas siswa.
85 b. Kemampuan kognitif siswa khususnya pada aspek kemampuan
pemecahan masalah matematika siswa. 2. Teknik Penilaian :
a. Observasi.
b. Tugas tertulis meliputi tugas kelompok dan tugas individu. c. Tes tertulis yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran. 3. Proses Penilaian :
a. Aktivitas siswa dinilai menggunakan lembar observasi aktivitas siswa b. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diukur melalui:
i. Tugas kelompok : memecahkan masalah yang ada pada LKS ii. Tes tertulis : menyelesaikan masalah yang ada pada soal tes yang
dilaksanakan pada akhir pembelajaran. 4. Bentuk instrumen :
a. Lembar observasi.
b. Tes tertulis berbentuk uraian. 5. Contoh soal tes:
Soal :
1. Pak Karyo membangun bagian atap rumah dengan menggunakan konsep rumah adat Kudus seperti pada gambar di bawah. Tentukan luas atap rumah yang dibangun Pak Karyo.
4 m 6 m 3 m
10 m 2 m
86
Penyelesaian Skor
Diketahui :
Atap rumah berbentuk trapesium dengan : Bagian atas memiliki : sisi sejajar 4 m dan 6 m
tinggi 3 m
Bagian bawah memiliki : sisi sejajar 6 m dan 10 m tinggi 2 m
1
Ditanya :
Luas atap (dalam ) 1
Penyelesaian :
b. Luas atap rumah = L atap bagian atas + L atap bagian bawah Maka L atap rumah L trapesium atas + L trapesium bawah
15 + 16
2
4
Jadi luas atap rumah yang dibangun Pak Karyo adalah 2
Skor maksimum 10 Kudus, Mengetahui, Peneliti Kepala Sekolah…… NIP NIP/NIS.
87
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2013
Oleh
EKA ZULIANA, M.Pd
88 Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Tema : Pendidikan
Kelas : III
Alokasi Waktu : 2 x 35’
A. STANDAR KOMPETENSI
PKn:
4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia Ilmu Pengetahuan Sosial:
2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang Matematika
5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah
Bahasa Indonesia: Berbicara
6. Menguangkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan
B. KOMPETENSI DASAR
PKn
Mengenal keiklashan bangsa Indonesia seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan
IPS
Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah Matematika
Menghitung luas persegi dan persegi panjang Bahasa Indonesia
89 C. INDIKATOR
PKn:
Mengidentifikasi macam-macam upacara adat di tiap daerah IPS:
Menjelaskan perbedaan pasar tradisional dan pasar swalayan Menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar tradisional Menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar swalayan Menjelaskan pola barter.
Matematika:
Menggambar luas persegi
Menggambar luas persegi panjang
Menaksir luas daerah persegi dan persegi panjang dengan menghitung petak satuan
Menemukan cara menghitung luas persegi
Menemukan cara menghitung luas persegi panjang
Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi dan persegi panjang
Bahasa Indonesia:
Menyatakan pendapat terhadap suatu pernyataan Menjawab dan mengajukan pertanyaan dari kejadian
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
PKn:
Siswa mampu mengidentifikasi macam-macam upacara adat di tiap daerah IPS:
Siswa mampu menjelaskan perbedaan pasar tradisional dan pasar swalayan Siswa mampu menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar tradisional
Siswa mampu menjelaskan keuntungan dan kerugian jual beli di pasar swalayan
90 Matematika:
Siswa mampu menggambar luas persegi panjang
Siswa mampu menaksir luas daerah persegi panjang dengan menghitung petak satuan
Siswa mampu menemukan cara menghitung luas persegi panjang
Siswa mampu menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan luas persegi panjang
Bahasa Indonesia:
Siswa mampu menyatakan pendapat terhadap suatu pernyataan Siswa mampu menjawab dan mengajukan pertanyaan dari kejadian
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Kekayaan Alam Indonesia (PKn) 2. Jual Beli (IPS).
3. Luas daerah persegi panjang (Matematika)
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan (Bahasa Indonesia).
Nilai dan karakter yang dikembangkan, meliputi : Nilai :
4. Rasa ingin tahu – (diaplikasikan dalam kegiatan eksplorasi)
5. Demokratis, menghargai dan mendengarkan pendapat teman – (diaplikasikan dalam kegiatan elaborasi)
6. Disiplin ( Discipline ) 7. Tekun ( diligence )
8. Tanggung jawab ( responsibility ) 9. Ketelitian ( carefulness)
10.Kerja sama ( Cooperation ) 11.Toleransi ( Tolerance ) 12.Percaya diri ( Confidence ) 13.Keberanian ( Bravery )
91
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Student Centered Learning (Pembelajaran berpusat pada siswa).
Metode : Diskusi, tanya jawab dan nyanyian. Model : Pembelajaran tematik dan realistik
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Awal (5 menit)
1) Guru menyiapkan kelas, alat, dan bahan pembelajaran.
2) Guru mempersiapkan dan mengkondisikan siswa untuk belajar.
3) Guru mengawali dengan salam dan motivasi untuk mempelajari materi yang akan diberikan
Motivasi :
Untuk membangkitkan motivasi belajar, siswa diajak bermain dengan menggunakan boneka keunggulan lokal Kudus.
Apersepsi :
guru bertanya kepada beberapa siswa terkait keunggulan lokal Kudus: tari dan pakaian adat Kudus.
2. Kegiatan Inti (25 menit) Kegiatan Eksplorasi
1)Guru mengajak siswa menggali informasi terhadap penjelasan dari media yang digunakan: CD Pembelajaran dan boneka yang mengenakan pakaian adat(nilai rasa ingin tahu).
2)Guru mengajak siswa melihat tayangan CD pembelajaran terkait materi