• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PERNYATAAN

PROVINSI SULAWESI TENGAH

Merupakan gagasan atau hasil penelitian tesis saya sendiri dengan pembimbingan

Komisi Pembimbing, kecuali yang dengan jelas ditunjukkan rujukannya. Tesis ini

belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar pada program sejenis di

Perguruan Tinggi lain. Semua data dan informasi yang digunakan telah

dinyatakan secara jelas dan dapat diperiksa kebenarannya.

Bogor, September 2009

Femmi Nor Fahmi NRP. H351060171

ABSTRACT

FEMMI NOR FAHMI. Analysis of Time Allocation of Rice Farm Household in

Kabupaten Donggala Central Sulawesi Province (NUNUNG KUSNADI as a

ChairmanRITA NURMALINAas Member of the Advisory Committee).

In recent years, productivity is still low and the rice farmers' area is increasingly narrow. This is expected because the behavior of households in time allocation available tend to engage in various types of non farm activites. The consequence of this situation is to change the structure of work and time allocated to household farmers who cause a change in income. That the question is: (1) how the work flow patterns in the allocation of household farmers rice area and why the low productivity of rice? (2) whether because of job opportunities in non farm business that influence the flow of work in farming and what factors affect the flow of work, household income and expenditure farmers?. The purpose of this study are: (1) to analyze the working time allocation, income, household expenditure of farmer in the rice area, and (2) to analyze the factors that affect the working time allocation, income, and expenditure of farmer in the rice area. The research conducted in Donggala, Central Sulawesi Province in 2008 using the econometricsk model in the household model of simultaneous equations. Based on the results of research showed that non-farm activities have provided an important role for the rural economy, especially domestic rice farmer on the land in Donggala. Role not only in the contribution of income but also in the working time allocation. In terms of the working time allocation of farmer to do more non- farm activities than paddy farming activities. Husband working time allocation is the highest activities from members household in the farm or non farm. Meanwhile, in terms of income, the contribution of farmers' income from non- farm is greater than farm. Food consumption is the highest expenditure in household.

RINGKASAN

FEMMI NOR FAHMI. Analisis Curahan Kerja Rumahtangga Petani Lahan

Sawah di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah (NUNUNG

KUSNADI sebagai Ketua dan RITA NURMALINA sebagai Anggota Komisi Pembimbing).

Tiap kegiatan anggota rumahtangga ditujukan untuk mencapai nilai guna yang pada akhirnya menghasilkan kesejahteraan. Rumahtangga petani menginginkan status sosial yaitu usaha untuk mendapatkan kepastian, bahwa apa yang dilakukan akan memberikan keuntungan dalam lingkungan masyarakat, Selain itu rumahtangga juga menginginkan terjaminnya penyediaan pangan pokok yang cukup dalam jangka waktu tetentu, mencukupi keperluaannya dengan jalan menjamin sumber-sumber tunai untuk belanja dan keperluan prioritas terhadap jasa-jasa atau pelayanan-pelayanan yang tidak diproduksikan sendiri, serta dapat mengakumulasikan pendapatan tunai bagi investasi demi kesejahteraan keluarganya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, produktivitas padi masih rendah dan kepemilikan lahan petani yang kian sempit. Ini diduga karena perilaku rumahtangga dalam mencurahkan waktu kerja yang tersedia cenderung ke aktivitas non usahatani. Rumahtangga pedesaan umumnya tidak hanya bekerja pada satu macam pekerjaan, mereka terlibat di berbagai macam pekerjaan yaitu usahatani, buruh/jasa, berdagang, pegawai swasta atau pegawai pemerintah. Konsekuensi dari keadaan ini adalah terjadinya perubahan struktur pekerjaan dan alokasi curahan kerja pada rumahtangga petani yang pada gilirannya akan menyebabkan perubahan pendapatan di daerah pedesaan. Hal yang menjadi pertanyaan adalah: (1) bagaimana pola alokasi curahan kerja di rumahtangga petani lahan sawah dan mengapa produktivitas padi rendah? (2) apakah karena adanya kesempatan kerja di non usahatani sehingga mempengaruhi curahan kerja di usahatani dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi curahan kerja, pendapatan dan pengeluaran rumahtangga petani?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis curahan kerja, pendapatan dan pengeluaran rumahtangga petani lahan sawah, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi curahan kerja, pendapatan, dan pengeluaran rumahtangga petani lahan sawah.

Penelitian dilakukan di Kabupaten Donggala provinsi Sulawesi Tengah dengan unit analisis rumahtangga petani padi. Rumahtangga yang juga memiliki sumber pendapatan non usahatani yang dilaksanakan di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober pada

tahun 2008. Lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive). Jenis data

yang digunakan adalah data kerat lintang (cross section) dengan pengambilan

contoh dilakukan secarasimple random sampling, dengan responden rumahtangga

petani Desa Sidondo, Desa Lolu, dan Desa Mpanau. Sampel dari desa-desa tersebut diambil secara acak sebanyak 100 responden rumahtangga. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data deskriptif dengan metoda tabulasi dan analisis model ekonomi rumahtangga petani dilakukan dengan persamaan simultan

dengan metode Two-Stage Least Squares (2SLS) dengan menggunakan program

komputerStatistical Analysis System(SAS) versi 9.1.

Alokasi curahan kerja rata-rata anggota rumahtangga pada kegiatan usahatani padi lebih kecil jika dibandingkan dengan kegiatan non usahatani. Begitu pula dari segi pendapatan, maka kontribusi pendapatan petani dari usahatani padi lebih kecil jika dibandingkan dengan kontribusi pendapatan dari kegiatan non usahatani padi. Ada keterkaitan dalam alokasi curahan kerja keluarga antara kegiatan usahatani dan non usahatani dalam rumahtangga petani. Pada masa sibuk di usahatani maka curahan kerja lebih banyak dikerahkan pada kegiatan usahatani, tapi pada masa sepi di usahatani telah meningkatkan curahan kerja kegiatan pada non usahatani. Dengan kepemilikan lahan terbatas maka akan meningkatnya curahan kerja suami, isteri, dan anak pada non usahatani untuk meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas padi karena curahan kerja rumahtangga petani pada usahatani rendah. Pengeluaran total rumahtangga petani untuk konsumsi pangan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pengeluaran lainnya dalam rumahtangga. Ada keterkaitan antara pendapatan disposibel dengan konsumsi pangan, non pangan, dan investasi. Semakin tinggi pendapatan yang diperoleh maka akan meningkatkan konsumsi dan investasi terutama terhadap konsumsi pangan.

Disarankan bahwa untuk peningkatan pendapatan rumahtangga maka perlu diversifikasi dalam usahatani selain dapat meningkatkan curahan kerja di usahatani maka juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga, untuk itu diperlukan bantuan modal atau bantuan kredit untuk mempermudah rumahtangga petani dalam pengadaan sarana produksi sebagai modal usaha untuk kegiatan usahatani. Perbaikan taraf hidup (peningkatan kesejahteraan rumahtangga) petani akan meningkatkan investasi pendidikan. Investasi pendidikan untuk pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas dan memiliki keteramplan (skill) sebagai generasi penerus pada masa yang akan datang, sehingga mampu menyerap ilmu pengetahuan teknologi untuk pengelolaan usahataninya. Oleh karenanya diharapkan biaya pendidikan lebih terjangkau oleh masyarakat petani dan perlunya pelatihan keterampilan di pedesaan. Perlunya penelitian lanjutan tentang sampai sejauh mana peranan suami, isteri, dan anak dalam melakukan kegiatan usahatani maupun non usahatani baik ditinjau dari segi ekonomi maupun sosial budayanya pada wilayah yang lebih padat dan luas atau pada daerah penghasil padi yang berperan sebagai lumbung padi nasional.

© Hak Cipta milik IPB, tahun 2009

Hak Cipta dilindungi Undang-undang

1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber

a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjuan suatu masalah

b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB 2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh

ANALISIS CURAHAN KERJA RUMAHTANGGA PETANI

LAHAN SAWAH DI KABUPATEN DONGGALA

PROVINSI SULAWESI TENGAH

FEMMI NOR FAHMI

Tesis

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains

pada

Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Judul Penelitian

:

Analisis

Curahan Kerja Rumahtangga