KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEUANGAN DAERAH
3.2 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH
3.2.1 Proyeksi Keuangan Daerah Dan Kerangka Pendanaan
Dalam menentukan besarnya rencana pendapatan daerah, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan evaluasi dan simulasi pada komponen pendapatan daerah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. Selanjutnya berdasarkan komponen pendapatan tersebut dibuat perkiraan total pendapatan daerah Kabupaten Tana Tidung Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 816.502.928.079,11 selanjutnya dilakukan analisis dan proyeksi sumber-sumber pendapatan daerah dituangkan kedalam Tabel 3.3
Tabel 3.3
Realisasi Dan Proyeksi/Target Pendapatan Kabupaten Tana Tidung
Tahun 2017 Sampai Dengan Tahun 2019
NO. URAIAN PERKIRAAN TAHUN
REALISASI 2017 TARGET 2018** PROYEKSI 2019 1.1 Pendapatan Asli Daerah 46.293.059.365,93 28.510.000.000,00 39.785.083.410,24 1.1.1 Pajak daerah 2.965,000,000,00 2.965.000.000,00 8.930.524.491,85 1.1.2 Retribusi daerah 745,000,000,00 745.000.000,00 334.670.352.00 1.1.3 Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 10,800,000,000,00 8.000.000.000,00 22.363.578.421,58 1.1.4 Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 31,783,059,365,93 16.800.000.000,00 8.156.310.144,42 1.2 Dana Perimbangan 561,658,364,254,00 544.077.384.000,00 715.338.278.150,96 1.2.1 Dana bagi hasil pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 121.714.647.702,00 102.167.225.000,00 136.763.382.801,52 1.2.3 Dana alokasi umum 383.419.407.552,00 394.725.005.000,00 249.002.355.634,69 1.2.4 Dana alokasi khusus 56.524.309.000,00 47.185.154.000,00 329.572.539.717,74 1.3 Lain-lain pendapatan daerah yang sah 62.326.241.124,19 53.342.115.130,44 54.942.378.584,35
1.3.1 Hibah 0,00 0,00 0,00
1.3.2 Dana darurat 0,00 0,00 0,00
1.3.3 Bagi hasil pajak dari provinsi dan dari pemerintah daerah
lainnya 10.366.031.124,19 6.382.340.370,44 11.429.501.506,55
1.3.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 30.836.210.000,00 34.235.379.000,00 45.640.770.691,76 1.3.5 Bantuan Keuangan dari provinsi atau Pemerintah
daerah lainnya
21.124.000.000,00 10.000.000.000,00 4.309.294.319,60 JUMLAH
PENDAPATAN DAERAH
(1.1 +1.2+1.3) 670.277.664.744,12 625.929.499.130,44 816.502.928.079,11 Sumber : *Data Diolah Bagian Keuangan dan Bappeda dan Litbang, 2018
Berisikan uraian mengenai kebijakan yang akan ditempuh oleh pemerintah daerah berkaitan dengan pendapatan daerah, pembiayaan daerah, dan belanja daerah.
a) Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Rencana pendapatan daerah Kabupaten Tana Tidung Tahun Anggaran 2019 bersumber penerimaan daerah terdiri atas 1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah; 2) Dana Perimbangan yang meliputi Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus; 3) Kelompok Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebagai berikut :
1. Semua pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto, yaitu jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan dalam rangka menghasilkan pendapatan tersebut dan/atau dikurangi dengan bagian pemerintah pusat/daerah dalam rangka bagi hasil.
2. Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB, Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh OPDN), PPh Pasal 21 dan BPHTB sebagai bentuk kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak;
3. Guna meningkatkan intensifikasi pendapatan daerah perlu diefektifkan penerapan peraturan daerah yang sudah ada serta peningkatan mutu pelayanan kepada para pengguna jasa layanan pemerintah.
4. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dianggarkan dalam APBD merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dan dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan, dengan berpedoman pada peraturan daerah yang telah ada
5. Rencana Alokasi Dana Alokasi Umum (DAU), mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan mengenai DAU Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun Anggaran 2017, sampai dengan keluarnya penetapan alokasi definitif dari Menteri Keuangan dan Menteri lainnya yang terkait atas hal tersebut ditetapkan.
6. Rencana Alokasi Dana Alokasi Khusus, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi DAK Tahun Anggaran 2016.
7. Alokasi Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak diasumsikan berkurang dari alokasi Tahun Anggaran 2017.
umum, perikanan, minyak bumi, gas bumi,royalty) sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan;
9. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dalam perhitungan lokasi Dana Perimbangan;
10. Untuk kebijakan dana perimbangan ditambahkan: penggalangan pendanaan pembangunan yang bersumber dari APBN/PHLN (khususnya DAK dan Dana Infrastruktur Sarana dan Prasarana/DISP) dan Dana Alokasi Umum.
11. Penerimaan pendapatan Tunjangan Sertifikasi Guru dan Tunjangan Profesi Guru dialokasikan pada jenis Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus.
12. Alokasi Dana Penyesuaian diasumsikan sebagai penerimaan daerah berkaitan dengan pelaksanaan program kegiatan yang didanai dari pemerintah pusat dan penetapan alokasi definitifnya disesuaikan dengan penetapan dari Kementerian Keuangan atau Kementerian teknis lainnya sesuai peruntukannya, termasuk Dana Insentif Daerah.
13. Alokasi Bantuan Keuangan dari Provinsi Kalimantan Utara mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara yang telah ditetapkan.
Sejalan dengan hal tersebut diatas,target pendapatan terutama dari dana perimbangan, yang bersumber dari Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak yang diperoleh dari bagi hasil minyak dan gas alam dan royalty dari sektor pertambangan umum diharapkan dapat meningkat, sedangkan Pendapatan Asli Daerah mengandalkan pada Pajak Asli Daerah, terutama melalui kebijakan pengembangan lapangan usaha dan kesempatan kerja yang seluas-luasnya pada sektor-sektor potensial dapat meningkat walaupuntidak begitu besar.
b) Arah Kebijakan Belanja Daerah
Dari jumlah dana sebesar Rp. 816.502.928.079,11 tersebut diperkirakan akan dibelanjakan sebesar Rp. 342.003.065.323,57 untuk Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan yang Wajib dan Mengikat. Berdasarkan Permendagri No.54 Tahun 2010 bahwa Belanja periodik yang wajib dan mengikat adalah pengeluaran yang wajib dibayar serta tidak dapat ditunda pembayarannya dan dibayar setiap tahun oleh Pemerintah Daerah seperti gaji dan tunjangan pegawai serta anggota dewan, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan kepada
Berdasarkan data proyeksi pendapatan dan proyeksi data belanja wajib dan mengikat maka dapat disusun kapasitas riil keuangan daerah pada tahun 2019 yang dapat dilihat pada tabel 3.4
Tabel 3.4
Kapasitas Riil Kemampuan Daerah Untuk Mendanai Pembangunan Kabupaten Tana Tidung
Tahun 2019
NO URAIAN APBD 2018** PROYEKSI 2019
1. Pendapatan 625.929.499.130,44 816.502.928.079,11
2. Sisa Lebih Riil Perhitungan Anggaran 80.000.000.000,00 72.520.000.000,00
Total Penerimaan 705.929.499.130,44 889.022.928.079,11
3. Belanja Tidak Langsung 313.886.290.530,44 342.003.065.323,57 Total Belanja dan Pengeluaran 313.886.290.530,44 342.003.065.323,57 Pagu Anggaran Belanja Langsung
SKPD = (Total Penerimaan - Total
Belanja dan Pengeluaraan) 392.043.208.600,00 547.019.862.755,54 Sumber : *Hasil Rencana Bappeda dan Litbang, 2018
**APBD KTT TA.2018 (Murni)
Rencana belanja daerah tahun anggaran 2019 disusun dengan memperhatikan dan mempertimbangkan potensi dan peluang yang dihadapi. Belanja daerah diarahkan kepada komponen-komponen penyediaan anggaran dan pembiayaan yang merupakan kewajiban-kewajiban daerah, dengan harapan dapat mencapai hasil yang optimal pada setiap bidang kewenangan pemerintahan daerah dalam satu tahun anggaran. Komponen belanja daerah dan kinerja pelayanan selain berdasarkan aspirasi masyarakat, juga dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan daerah.
c) Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
Rencana Arah kebijakan pembiayaan daerah Kabupaten Tana Tidung mengenai kebijakan penerimaan pembiayaan dan kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah. Kebijakan penerimaan pembiayaan yang akan dilakukan terkait dengan kebijakan pemanfaatan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman, penerimaan piutang daerah sesuai dengan kondisi keuangan daerah.
Kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah mencakup pembentukan dana cadangan, penyertaan modal (investasi) daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan
kepada pemerintah daerah lain sesuai dengan akad pinjaman.
Dalam hal ada kecenderungan terjadinya defisit anggaran, harus diantisipasi kebijakan-kebijakan yang akan berdampak pada pos penerimaan pembiayaan daerah, sebaliknya jika ada kecenderungan akan terjadinya surplus anggaran, harus diantisipasi kebijakan-kebijakan yang akan berdampak pada pos pengeluaran pembiayaan daerah, seperti penyelesaian pembayaran pokok utang dan penyertaan modal.
Pembiayaan daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Sedangkan untuk kebijakan yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tana Tidung adalah Penerimaan pembiayaan yang berupa Penggunaan Anggaran (SiLPA) tahun
Dengan penyajian pada tabel 3.5 dapat terlihat komposisi APBD baik realisasi maupun proyeksi terlihat pos SiLPA yang masih cukup besar yaitu Rp. 80 Milyar, kebijakan penganggaran pos SiLPA sebesar ini merupakan kegiatan tahun sebelumnya yang tidak terserap secara maksimal pada tahun anggaran 2017 dapat lebih dimanfaatkan secara optimal pada tahun anggaran murni 2018. Selanjutnya berdasarkan kapasitas riil yang diperoleh dapat disusun kerangka pendanaan berdasarkan prioritas. Berdasarkan Permendagri No.86 Tahun 2017 bahwa :
A. Prioritas I adalah : merupakan prioritas pembangunan daerah tahun rencana dengan tema atau program unggulan (dedicated) Kepala Daerah sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD (program pembangunan daerah) dan amanat/kebijakan nasional yang definitif harus dilaksanakan oleh daerah pada tahun rencana, termasuk untuk prioritas pendidikan 20% (duapuluh persen) yang terangkum dalam prioritas dan sasaran pembangunan tahunan. Suatu prioritas I harus berhubungan langsung dengan kepentingan publik, bersifat monumental, berskala besar, dan memiliki kepentingan yang tinggi, memberikan dampak luas pada masyarakat dengan daya ungkit yang tinggi pada capaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Di samping itu, prioritas I juga diperuntukkan bagi prioritas belanja yang wajib oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang didalamnya telah mengandung penghitungan alokasi pagu kewilayahan dan dengan memperhatikan prioritas I yang berhubungan dengan SKPD terkait. Suatu prioritas II berhubungan dengan tema/program/kegiatan unggulan SKPD yang paling berdampak luas pada masing-masing segmentasi masyarakat yang dilayani.
C. Prioritas III adalah : prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja tidak langsung, seperti: tambahan penghasilan PNS, belanja hibah, belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan, belanja bantuan keuangan kepada provinsi dan kabupaten/kota dan pemerintahan desa, serta belanja tidak terduga.
Dari pemahaman Permendagri tersebut, maka disusun kerangka pendanaan Kabupaten Tana Tidung Tahun 2019 sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.5
Proyeksi Pendapatan, Belanja Dan Pembiayaan Daerah Kabupaten Tana Tidung
Tahun 2018 Sampai Dengan Tahun 2019
NO. URAIAN Target 2018** TAHUN 2019
A JUMLAH PENDAPATAN 625.929.499.130,44 816.502.928.079,11
B JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG 313.886.290.530,44 342.003.065.323,57
Belanja pegawai 215.646.888.530,44 259.926.491.479,95
Belanja bunga 0.00 0.00
Belanja subsidi 0.00 0.00
Belanja hibah 10.464.800.000,00 10.500.000.000,00
Belanja bantuan sosial 1.850.000.000,00 1.500.000.000,00
Belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/kota
dan Pemerintah Desa* 0.00 0.00
Belanja Bantuan Keuangan kepada
Provinsi/Kabupaten/kota dan Pemerintahan Desa* 83.924.602.000,00 68.576.573.843,62
Belanja tidak terduga 2.000,000,000.00 1.500.000.000,00
C JUMLAH BELANJA LANGSUNG 392.043.208.600,00 547.019.862.755,54
D TOTAL JUMLAH BELANJA (B+C) 705.929.499.130,44 889.022.928.079,11
Surplus/(Defisit) (80.000.000.000,00) (72.520.000.000,00)
E JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN 80.000.000.000,00 72.520.000.000,00
Sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya
(SILPA) 80.000.000.000,00 72.520.000.000,00
F JUMLAH PENGELUARAAN PEMBIAYAAN 0.00 0.00
Pembiayaan Netto 80.000.000.000,00 72.520.000.000,00 SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN
BERKENAAN 0.00 0.00
Sumber : *Hasil Rencana Bappeda dan Litbang, 2018 **Target P-APBD TA. 2018
BAB 4