• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROYEKSI KEUANGAN PDAM TIRTA KEPRI AIR MINUM

Dalam dokumen RISPAM Kota Tanjungpinang (Halaman 167-175)

 

BAB VIII. PROYEKSI KEUANGAN PDAM TIRTA KEPRI AIR MINUM

8.1. Umum

Dalam upaya meningkatkan kinerja PDAM Tirta Kepri, maka diperlukan dana untuk membiayai beberapa program-program dalam action plan, sehingga perlu dilakukan perhitungan besarnya kebutuhan biaya dan atau investasi dan akibat dari adanya penggunaan dana tersebut . Dalam menyusun perkiraan biaya yang diperlukan dalam master plan ini, perhitungan biaya yang diberikan masih merupakan perhitungan yang belum terperinci, hal ini disebabkan belum adanya gambaran detail yang lengkap dari masing-masing unit system yang direncanakan. Tetapi konsultan akan menguraikan suatu gambaran perhitungan pendahuluan terhadap pelaksanaan program tersebut, baik secara teknis maupun keuangan.

Penyusunan Proyeksi keuangan dalam penyusunan Rencana SPAM PDAM Tirta Kepri meliputi Rencana Pembiayaan/ Sumber Dana , Arus Kas, Estimasi Biaya operasi dan Pemeliharaan, Besaran harga jual

rata-rata dan kondisi Internal Rate Of Return nya

8.2. Sumber Dana

Sumber dana rencana penyehatan PDAM dalam rangka kegiatan ini diasumsikan berasal dari beberapa sumber dana, yaitu :

a. Rutin PDAM

b. APBD Pemerintah Kepulauan Riau (APBD Provinsi, Kota tanjung Pinang dan Kabupaten Bintan) c. APBN.

Program penyehatan ini dengan tidak

memperhitungkan kemungkinan adanya pinjaman dana dari dalam atau

luar negeri. Jenis sumber pendanaan tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat operasional PDAM karena masing-masing sumber dana tersebut akan mempunyai konsekuensi biaya yang berbeda.

8.3. Asumsi-asumsi dasar

yang mempengaruhi Analisa

Keuangan Investasi

 

Proyeksi Keuangan yang disusun adalah selama 13 tahun, yaitu dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2025.

B. Faktor Inflasi.

Tingkat Inflasi selama kurun waktu proyeksi keuangan adalah sebesar 10 % per tahun.

C. Jumlah Produksi

Jumlah produksi air, adalah berdasarkan kapasitas produksi yang digunakan, sehingga dapat dihitung besaran jumlah produksi per bulan dan per tahun, oleh karenanya maka dapat diketahui besaran jumlah air yang didistribusikan.

D. Perkiraan Jumlah Sambungan Langganan

Perkiraan jumlah sambungan langganan adalah berdasarkan kemampuan kapasitas produksi, keandalan sistem distribusinya dan jumlah penduduk dan rumah tangga di wilayah rencana pelayanan.

E. Perkiraan Pemakaian air rata-rata per sambungan langganan dan kehilangan air.

Perkiraan pemakaian air adalah berdasarkan pada kebutuhan air per orang/hari untuk rumah tangga. Dalam

penyusunan Studi ini diasumsikan kebutuhan air sebesar 140 liter/orang per hari dengan jumlah jiwa per keluarga adalah 5 jiwa. Dengan telah diketahuinya jumlah kebutuhan air ini, maka dapat diperkirakan jumlah kehilangan air yaitu dengan mengurangkan jumlah distribusi air dengan jumlah pemakaian air di langganan

F. Pendapatan Operasi

Pendapatan operasi PDAM Tirta Kepri terdiri dari :

1. Pendapatan Operasi Air, yaitu

pendapatan yang berasal dari perkalian antara jumlah air yang digunakan pelanggan dengan tarif yang berlaku.

2. Pendapatan operasi non air, yaitu

pendapatan dari Biaya Administrasi Langganan.

3. Pendapatam non operasi dari

Pendapatan dari pemasangan sambungan baru.

G. Biaya Operasional dan

Pemeliharaan

a. Biaya Variable, yaitu biaya - biaya

terpengaruh dari hasil produksi operasional yang terdiri dari :

1. Biaya Pembangkit (listrik dan solar)

2. Biaya Bahan Kimia

3. Biaya administrasi dan umum besarannya diasumsikan 15 %

dari biaya pegawai.

4. Pajak perseroan dihitung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Biaya Operasi Tetap, yaitu biaya

– biaya yang harus dikeluarkan, tidak terpengaruh oleh hasil produksi operasional, yang terdiri dari :

1. Biaya Pegawai

2. Biaya penyusutan piutang langganan sebesar saldo piutang tahun lalu.

3. Biaya Penyusutan Aktiva tetap dan amortisasi.

c. Biaya Pemeliharaan, Biaya

yang dikeluarkan untuk pemeliharaan asset yang besarannya diasumsikan

Biaya Pemeliharaan sebesar 2,5 %

dari nilai bersih aktiva tetap diluar tanah.

H. Arus Kas

Arus kas merupakan gambaran dari perputaran hasil penerimaan operasi dan pengeluaran operasi perusahaan, dengan ketentuan minimal saldo kas pada akhir tahun adalah + 3 bulan dari total biaya langsung, dan dengan ketentuan efisiensi penagihan adalah mulai dari 92 % pada tahun 2016 dan terus meningkat sampai dengan 97 % pada akhir tahun proyeksi.

8.4. Jumlah Keperluan dan

Sumber Dana .

Jumlah keperluan dana untuk rencana penyehatan PDAM Tirta Kepri dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2025 adalah sebesar Rp. 593.022.428.000,- dengan rincian sebagaimana pada tabel : .1. berikut ini

 

Tabel : 8.1. ESTIMASI BIAYA

Rp. x 1.000,-

No Uraian Mendesak Menengah Panjang Total (Rp.)

BIAYA

TAMBAHAN KEPERLUAN JUMLAH DANA

(2012) (2013-2017) (2018-2025) 35%

1 Pembebasan tanah 1,500,000 2,250,000 2,250,000 6,000,000 2,100,000 8,100,000 2 Air Baku 650,000 500,000 1,000,000 2,150,000 752,500 2,902,500 3 Pengembangan unit produksi 12,250,000 10,000,000 37,500,000 59,750,000 20,912,500 80,662,500 4 Reservoir - 9,901,500 21,150,000 31,051,500 10,868,025 41,919,525 5 Mechanical & Electrical 1,731,184 2,465,079 5,706,131 9,902,394 3,465,838 13,368,232 6 Bangunan Penunjang 1,025,000 1,775,000 16,225,000 19,025,000 6,658,750 25,683,750 7 Jaringan pipa 42,512,757 89,556,050 72,278,021 204,346,827 71,521,390 275,868,217 8 Sambungan langganan 2,122,187 8,417,480 23,505,746 34,045,413 11,915,895 45,961,308 Total (Rpx 1000) 61,791,128 124,865,109 179,614,897 366,271,135 128,194,897 494,466,032 Biaya Tambahan (35%) 21,626,895 43,702,788 62,865,214 128,194,897 Grand Total (Rpx 1000) 83,418,023 168,567,898 242,480,112 494,466,032 128,194,897 494,466,032

Tabel : 8 .2. REKAPITULASI BIAYA

Rp. x 1.000,-

No Uraian Mendesak Menengah Panjang Total (Rp.)

(2012) (2013-2017) (2018-2025)

1 Pembebasan tanah 2,025,000 3,037,500 3,037,500 8,100,000 2 Air Baku 877,500 675,000 1,350,000 2,902,500 3 Pengembangan unit produksi 16,537,500 13,500,000 50,625,000 80,662,500 4 Reservoir - 13,367,025 28,552,500 41,919,525 5 Mechanical & Electrical 2,337,098 3,327,857 7,703,277 13,368,232 6 Bangunan Penunjang 1,383,750 2,396,250 21,903,750 25,683,750 7 Jaringan pipa 57,392,222 120,900,667 97,575,328 275,868,217 8 Sambungan langganan 2,864,953 11,363,599 31,732,757 45,961,308

JUMLAH KEPERLUAN DANA 83,418,023 168,567,898 242,480,112 494,466,032

Tabel : 8.3. ALOKASI SUMBER DANA Rp. x 1.000,-

No Uraian Mendesak Menengah Panjang Total (Rp.)

(2012) (2013-2017) (2018-2025)

1 APBN 18,798,750 16,571,250 73,878,750 109,248,750

2 APBD 61,754,320 140,633,049 136,868,605 339,255,974

3 PDAM 2,864,953 11,363,599 31,732,757 45,961,308

8.5. Jumlah Produksi,

Jumlah produksi air, dengan kapasitas terpasang 200 liter/detik dengan pemakaian sebesar 95 % pada tahun 2010 dan setelah adanya optimaliasai kembali menjadi 200 l/detik sebelum ada penambahan dan mulai tahun 2012 ditambah sehingga menjadi sebesar 1.800 liter/detik dan pada tahun 2015 ditambah sebesar 720 liter/detik, sehingga kapasitas produksi menjadi 2.520 liter/detik, dengan penambahan sambungan langganan yang terus meningkat sehingga pada tahun 2021 ditambah 540 liter/detik sehingga kapasitas produksi menjadi 3.060 liter/detik sampai dengan tahun 2025.

8.6. Proyeksi Jumlah

Sambungan Langganan

Berdasarkan kapasitas produksi air dan kebutuhan air, maka perkiraan

jumlah sambungan langganan adalah sejumlah 17.319 sambungan pelanggan pada tahun 2011, dan mulai tahun 2012 terus bertambah mencapai 54.125 sambungan pelanggan pada tahun 2025.

8.7. Proyeksi Pemakaian air

rata-rata per sambungan

langganan.

Dari tabel perkiraan jumlah langganan, dan kebutuhan air per golongan langganan, maka dapat diperkirakan rata-rata pemakaian air per golongan langganan selama sebulan dan atau selama 1 tahun seperti pada Tabel .3.. berikut :

 

Tabel : 8.4. Rata-rata pemakaian air per Golongan Pelanggan per bulan

PEMAKAIAN AIR

NO. PELANGGAN EKSISITING 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

I SOSIAL

a. Sosial Umum 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 b. Sosial Khusus 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35 35

II RUMAH TANGGA

Rumah Tangga 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25

III INSTANSI PEMERINTAN / TNI / POLRI 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60

IV NIAGA a. Niaga Kecil 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 b. Niaga Besar 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 65 V INDUSTRI 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 VI KHUSUS / PELABUHAN 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 390 390 390 390 390 390 390 390 390 390 390 390 390 390 ESTIMASI

RATA-RATA PER BULAN/S.R

JUMLAH PELANGGAN

8.8.

Asumsi Tarif Yang

berlaku

Untuk memperoleh likuiditas yang dapat menunjang kegiatan program, maka harus diperhitungkan tingkat tarif air yang akan dijual kepada pelanggan, berdasarkan tarif PDAM Tirta Kepri yang telah berlaku dengan tariff rata-rata mulai tahun 2012 sebesar Rp. 3,500,- per m3 dan setiap tahaun meningkat, diharapkan pada

tahun 2025 mencapai Rp. 11,950,- per m3

8.9. Biaya Operasi dan

Pemeliharaan

Bersdasarkan data eksisting dan estimasi pada masa yang akan dating, dengan tingkat inflasi sebesar 10 %, maka dapat diketahui besaran biaya operasi dan pemeliharan sebagai berikut :

Tabel : 8.5. ESTIMASI OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN

ESTIMASI BIAYA OPERASI DAN PEMELIHARAAN

NO KETERANGAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Jumlah tenaga kerja 125 125 130 135 145 155 165 175 185 195 210 220 235 250

per 1000 157 175 178 182 181 185 190 195 200 206 208 214 215 217

rata-rata biaya per bulan 2,500 2,750 3,025 3,328 3,660 4,026 4,429 4,872 5,359 5,895 6,484 7,133 7,846 8,631 total biaya tenaga kerja/bulan 312,500 343,750 393,250 449,213 530,736 624,073 730,769 852,564 991,410 1,149,499 1,361,715 1,569,214 1,843,827 2,157,670 1 total biaya tenaga kerja/tahun 3,750,000 4,125,000 4,719,000 5,390,550 6,368,835 7,488,872 8,769,227 10,230,765 11,896,918 13,793,994 16,340,577 18,830,570 22,125,920 25,892,034

2 Jumlah produksi (liter/detik) 1,800 1,800 1,800 1,800 2,520 2,520 2,520 2,520 2,520 2,520 3,060 3,060 3,060 3,060

Penambahan Produksi 720 540

Total Produksi 1,800 1,800 1,800 2,520 2,520 2,520 2,520 2,520 2,520 3,060 3,060 3,060 3,060 3,060 Jumlah Produksi per tahun 56,764,800 56,764,800 56,764,800 79,470,720 79,470,720 79,470,720 79,470,720 79,470,720 79,470,720 96,500,160 96,500,160 96,500,160 96,500,160 96,500,160

3 Biaya produksi

1. Listrik/m3 air 175 193 212 233 256 282 310 341 375 413 454 499 549 604

Total Biaya Listrik 9,933,840 10,927,224 12,019,946 18,510,717 20,361,789 22,397,968 24,637,765 27,101,541 29,811,696 39,819,908 43,801,898 48,182,088 53,000,297 58,300,327

2. Bahan Bakar/m3 air 75 83 91 100 110 121 133 146 161 177 195 214 235 259 Total biaya bahan bakar 4,257,360 4,683,096 5,151,406 7,933,165 8,726,481 9,599,129 10,559,042 11,614,946 12,776,441 17,065,675 18,772,242 20,649,466 22,714,413 24,985,854

3. Bahan Kimia 50 55 61 67 73 81 89 97 107 118 130 143 157 173

Total Biaya Bahan Kimia 2,838,240 3,122,064 3,434,270 5,288,776 5,817,654 6,399,419 7,039,361 7,743,298 8,517,627 11,377,116 12,514,828 13,766,311 15,142,942 16,657,236

4. Pemeliharaan 25 28 30 33 37 40 44 49 54 59 65 71 78 86

Total Biaya Pemeliharaan 1,419,120 1,561,032 1,717,135 2,644,388 2,908,827 3,199,710 3,519,681 3,871,649 4,258,814 5,688,558 6,257,414 6,883,155 7,571,471 8,328,618

5. Biaya Administrasi & Umum 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% Total Biaya Adm & Umum 562,500 618,750 707,850 808,583 955,325 1,123,331 1,315,384 1,534,615 1,784,538 2,069,099 2,451,087 2,824,586 3,318,888 3,883,805

8.10.

Kelayakan Investasi

Berdasarkan data investasi dan pendapatan berdasarkan hasil penjualan air dengan tariff jual rata-rata sebagaimana diatas, maka dapat dilihat kelayakan investasinya sebagai berikut

 

Tabel : 8.6. FIANALCIAL INTERNAL RATE OF RETURN (FIRR)

KOMPONEN AIR MINUM

FINANCIAL INTERNAL RATE OF RETURN (FIRR) (In. Rp. 000)

Base Cost 2011

Incremental Incremental Net Sensitivity Analysis

Capital Cost O & M Total Cost Revenue Incremental Cost Revenue Revenue - 5 %

Cost Revenue Plus 5% Minus 5 % Cost + 5 %

1 2012 28,890,754 22,761,060 51,651,814 21,307,430 -30,344,384 -32,926,975 -31,409,756 -33,992,347 2 2013 2,864,953 25,037,166 27,902,119 31,272,743 3,370,624 1,975,518 1,806,987 411,881 3 2014 2,963,994 27,749,608 30,713,602 36,122,981 5,409,379 3,873,699 3,603,230 2,067,550 4 2015 28,047,121 40,576,179 68,623,301 44,836,839 -23,786,462 -27,217,627 -26,028,303 -29,459,469 5 2016 3,930,354 45,138,912 49,069,265 52,822,557 3,753,292 1,299,829 1,112,164 -1,341,299 6 2017 6,340,766 50,208,429 56,549,194 65,151,206 8,602,011 5,774,552 5,344,451 2,516,991 7 2018 6,646,290 55,840,460 62,486,750 76,492,962 14,006,212 10,881,875 10,181,564 7,057,226 8 2019 6,965,327 62,096,814 69,062,141 89,714,549 20,652,408 17,199,301 16,166,681 12,713,574 9 2020 7,296,967 69,046,033 76,343,000 104,822,062 28,479,063 24,661,913 23,237,960 19,420,810 10 2021 7,641,662 89,814,350 97,456,012 121,046,195 23,590,183 18,717,382 17,537,873 12,665,072 11 2022 8,728,817 100,138,047 108,866,864 140,737,752 31,870,888 26,427,545 24,834,000 19,390,657 12 2023 8,728,817 111,136,177 119,864,994 160,666,897 40,801,903 34,808,653 32,768,558 26,775,308 13 2024 8,728,817 123,873,931 132,602,748 182,562,119 49,959,371 43,329,234 40,831,265 34,201,128 14 2025 8,728,817 138,047,875 146,776,692 205,250,240 58,473,548 51,134,713 48,211,036 40,872,201 15 2026 0 0 0 0 0 0 0 0 16 2027 0 0 0 0 0 0 0 0 17 2028 0 0 0 0 0 0 0 0 18 2029 0 0 0 0 0 0 0 0 19 2030 0 0 0 0 0 0 0 0 20 2031 0 0 0 0 0 0 0 0 136,503,455 961,465,040 1,097,968,495 1,332,806,532 234,838,037 179,939,612 168,197,710 113,299,285 DF (komersiel) 14.00% 23.90% 18.29% 18.01% 12.34% DF (komersiel) 14.00% 234,838,037 179,939,612 168,197,710 113,299,285 Tahun 8.14 10.62 11.36 16.87

RECAPITULATION OF FIRR ANALYSIS : RECAPITULATION OF NPV ANALYSIS :

1. Base Cost 23.9% 1. Base Cost 234,838,037

2. Cost Plus 5 % 18.3% 2. Cost Plus 5 % 179,939,612

3. Revenue Minus 5 % 18.0% 3. Revenue Minus 5 % 168,197,710

4. Revenue - 5 % & Cost + 5 12.3% 4. Revenue - 5 % & Cost + 5 % 113,299,285

 1.   Kasus dasar 8.14 TAHUN 23.90% Layak 234,838,037 Layak  2.   Biaya  Plus  5% 10.62 TAHUN 18.29% Layak 179,939,612 Layak  3.   Revenue  Minus  5% 11.36 TAHUN 18.01% Layak 168,197,710 Layak  4.   Biaya Naik 5% dan Revenue Minus 5% 16.87 TAHUN 12.34% Tdk Layak 113,299,285 Layak

   REKAPITULASI  ANALISIS INVESTASI PAY BACK PERIOD I R R N P V

PERIODE

Jumlah

FIRR NPV Pay Back Period

Dengan demikian terlihat bahwa dengan tingkat discount rate komersial sebesar 14 %, dan dengan harga jual rata-rata pada tahun 2012 sebesar Rp 3,500,- yang setiap tahun nya naik antara Rp. 650,- s/d Rp. 750 dan pada tahun 2025 sebesar Rp. 11,950,- maka investasi tersebut dapat dikatakan layak. Demikian pula

denganm adanya kemungkinan ada kenaikan biaya sebesar 5 %, penurunan pendapatan sebesar 5 %, investasi masih terlihat Layak, tetapi bila terjadi kondisi adanya kenaikan biaya 5 % sekaligus penurunan pendapatan sebesar 5 %, terlihat bahwa IRR, NPV masih menunjukkan estimasi Tidak Layak.

Dengan demikian diharapkan PDAM dapat menjaga stabilitas tariff nya dan

menjaga tingkat effisiensi penerimaan kas nya.

Dalam dokumen RISPAM Kota Tanjungpinang (Halaman 167-175)

Dokumen terkait