• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proyeksi Pendapatan dan Belanja

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... (Halaman 174-179)

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

3.3. KERANGKA PENDANAAN

3.3.1. Proyeksi Pendapatan dan Belanja

APBD merupakan instrumen yang menjamin terciptanya disiplin dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan kebijakan pendapatan maupun belanja daerah. Penyusunan APBD pada dasarnya bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi makro dan sumberdaya yang tersedia. mengalokasikan sumber daya secara tepat sesuai kebijakan pemerintah dan mempersiapkan kondisi bagi pelaksanaan pengelolaan anggaran secara akuntabel.

A. Proyeksi Pendapatan Daerah

Dalam dua tahun kedepan sumber pendanaan pembangunan Kalimantan Timur masih mengandalkan pendapatan dari dana perimbangan. terutama yang bersumber dari Bagi Hasil Bukan Pajak yang diperoleh dari bagi hasil minyak dan gas alam dan royalti dari sektor pertambangan umum. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah masih mengandalkan pada Pajak Daerah. terutama melalui kebijakan pengembangan lapangan usaha dan kesempatan kerja yang seluas-luasnya pada sektor-sektor potensial. Seiring dengan peningkatan pendapatan penduduk, pemerintah juga melakukan penataan pelayanan, peningkatan pelayanan dan perluasan objek pajak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan suasana kondusif untuk mendukung berkembangnya investasi di Kalimantan Timur.

Komponen pendapatan daerah diproyeksikan mengalami rata-rata pertumbuhan dalam tahun 2019-2023 sebesar 1,47 persen. Proyeksi didasarkan pada perhitungan analisis data realisasi pendapatan daerah tahun 2019-2020, penetapan APBD tahun 2021 dan potensi pendapatan daerah.

Peningkatan pendapatan daerah tersebut diupayakan berasal dari optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). yaitu dengan pengoptimalan kinerja pemerintah daerah/OPD dalam menghasilkan

PAD. Rasio PAD terhadap pendapatan menunjukkan tingkat kemandirian keuangan suatu daerah dalam rangka menjalankan tugas pemerintahan.

Pendapatan daerah terdiri dari tiga komponen. yaitu pendapatan asli daerah. pendapatan transfer. dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Ketiganya mempunyai strategi dan kebijakan sebagai berikut:

1. Komponen PAD selaku representasi kinerja riil pemerintah daerah dalam menggali pendapatan daerah secara mandiri. strategi peningkatan pendapatan yang dijalankan adalah melalui peningkatan kapasitas kelembagaan. peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan publik sebagai penghasil PAD. serta koordinasi lintas instansi. Strategi tersebut mempunyai arah kebijakan sebagai berikut:

a. Optimalisasi pengelolaan aset kawasan ekonomi sebagai aset daerah.

b. Meningkatkan hasil pendapatan dari retribusi dan pajak daerah melalui optimalisasi sistem retribusi dan pajak daerah.

c. Peninjauan kembali terhadap Perda Pajak dan Retribusi Daerah yang dianggap sudah tidak sesuai baik dari sisi tarif maupun mekanisme pemungutan.

d. Peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pengelola retribusi/pajak daerah.

e. Pelaksanaan pendataan atas potensi pajak dan retribusi daerah guna mengukur kapasitas pajak dan retribusi daerah sebagai dasar dalam menetapkan target pendapatan.

f. Pelaksanaan koordinasi secara intensif antar instansi vertikal maupun horizontal. yaitu dengan Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi. kepolisian. PD teknis penghasil. dan kecamatan.

g. Penataan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan PD penghasil serta Unit Pelayanan Teknis untuk menggali sumber-sumber pendapatan baru dari sumberdaya kawasan ekonomi yang belum diatur dalam peraturan perundangan.

h. Meningkatkan kinerja dan kesehatan BUMD dengan melakukan penataan manajemen yang mendorong BUMD dikelola secara profesional.

2. Komponen Pendapatan Transfer. Bagi Provinsi Kalimantan Timur. komponen pendapatan transfer menempati peran strategis dalam menyusun pendapatan daerah terkait DBHBP Sumber Daya Alam. Oleh karena itu. strategi yang dijalankan terutama melalui peningkatan koordinasi vertikal. Strategi tersebut mempunyai arah kebijakan sebagai berikut:

a. Peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan antar provinsi dalam pengelolaan pendapatan transfer.

b. Peningkatan jumlah DBHBP ketika terjadi penurunan melalui koordinasi dengan Kemendagri dan Kemenkeu.

c. Peningkatan pengendalian dan pengawasan pengelolaan sumber daya alam.

3. Komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah. Strategi yang dijalankan melalui koordinasi dengan provinsi dan kabupaten/kota. Strategi tersebut mempunyai arah kebijakan sebagai berikut :

a. Peningkatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya.

terutama dalam rangka bagi hasil pajak/retribusi serta alokasi bantuan keuangan dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya.

b. Peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat. terutama dalam hal dana transfer.

Tabel III- 14 Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2019-2023

KODE

REK KOMPONEN PENERIMAAN

Realisasi Tahun 2019

(Rp)

Realisasi Tahun 2020

(Rp)

Penetapan Tahun 2021

(Rp)

Proyeksi Tahun 2022

(Rp)

Proyeksi Tahun 2023

(Rp) 4 Pendapatan Daerah 11.775.086.836.200 9.987.385.879.199 9.590.400.000.000 11.043.618.621.745 12.136.620.129.156 4.1 Pendapatan Asli Daerah 6.555.853.195.408 5.143.521.676.422 5.396.942.567.871 5.986.210.931.582 7.037.700.381.643 4.1.01 Pajak Daerah 4.984.520.517.159 3.900.431.414.629 4.260.000.000.000 5.042.645.000.000 6.015.000.000.000 4.1.02 Retribusi Daerah 26.492.587.130 10.123.187.099 17.841.347.000 20.961.945.240 23.513.538.659 4.1.03 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg

Dipisahkan 392.379.951.610 110.988.636.348 243.641.687.732 149.177.986.342 174.327.842.984 4.1.04 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang

Sah 1.152.460.139.510 1.121.978.438.346 875.459.533.139 773.426.000.000 824.859.000.000

4.2 Pendapatan Transfer 5.186.147.690.792 4.831.865.557.777 4.180.730.432.129 5.044.808.890.162 5.086.179.747.513 4.2.01 Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat 5.186.147.690.792 4.831.865.557.777 4.180.730.432.129 5.044.808.890.162 5.086.179.747.513 4.2.01.01 Dana Perimbangan 5.176.264.298.792 4.759.526.731.777 4.143.276.121.129 5.007.354.579.162 5.048.725.436.513 4.2.01.01.01 Dana Transfer Umum - Dana Bagi Hasil

(DBH) 3.207.168.795.642 3.544.638.973.637 2.620.455.460.129 3.484.533.918.162 3.525.904.775.513 4.2.01.01.02 Dana Alokasi Umum (DAU) 815.693.641.000 831.404.756.000 856.333.359.000 856.333.359.000 856.333.359.000 4.2.01.01.03 Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 1.153.401.862.150 212.147.502.140 318.456.830.000 318.456.830.000 318.456.830.000 4.2.01.01.04 Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik - 171.335.500.000 348.030.472.000 348.030.472.000 348.030.472.000 4.2.01.02 Dana Insentif Daerah (DID) 9.883.392.000 72.338.826.000 37.454.311.000 37.454.311.000 37.454.311.000 4.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN

DAERAH YANG SAH 33.085.950.000 11.998.645.000 12.727.000.000 12.598.800.000 12.740.000.000

4.03.01 Hibah 33.085.950.000 11.998.645.000 12.727.000.000 12.598.800.000 12.740.000.000

Sumber: - BPKAD Provinsi KALTIM. 2021 - Bapenda Provinsi KALTIM 2021

B. Rencana Belanja Daerah

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Perhitungan belanja daerah harus dilakukan memperhatikan kemampuan keuangan yang bersumber dari pendapatan daerah, karena pengalokasian belanja menjadi penentu berlangsungnya pembangunan daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengalokasian belanja daerah yang tepat sasaran dan tujuan melalui strategi perencanaan berbasis kinerja yang berdasarkan pada indikator kinerja yang jelas dan terukur. Indikator kinerja yang digunakan adalah pencapaian kinerja dalam tahun anggaran/periode sebelumnya maupun indikator kinerja yang terdapat dalam dokumen perencanaan. Disamping itu alokasi belanja daerah disusun dengan strategi penganggaran berbasis urgensi kebutuhan daerah dan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran daerah. Secara rinci untuk realisasi pelaksanaan APBD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2019 dan 2020 dapat dilihat pada Tabel III-16.

Tabel III- 15 Realisasi Belanja Daerah Tahun 2019-2020

Kode Rek Uraian Tahun 2019 Tahun 2020

2 BELANJA 12.900.000.000.000 10.683.921.000.000

2.01 Belanja Tidak Langsung 7.918.967.622.124 6.171.964.627.234

2.01.01 Belanja Pegawai 1.959.480.650.977 1.922.832.701.354

2.01.04 Belanja Hibah 815.124.182.734 223.050.003.062

2.01.05 Belanja Bantuan Sosial 9.774.550.000 16.070.550.000

2.01.06 Belanja Bagi Hasil 3.087.791.772.893 1.911.308.336.000 2.01.07 Belanja Bantuan Keuangan &

Politik 2.021.796.465.521 1.598.703.036.818

2.01.08 Belanja Tidak Terduga 25.000.000.000 500.000.000.000

2.02 Belanja Langsung 4.981.032.377.876 4.511.956.372.766

2.02.01 Belanja Pegawai 316.812.099.029 323.879.356.195

2.02.02 Belanja Barang dan Jasa 2.839.199.050.718 2.870.659.107.195

2.02.03 Belanja Modal 1.825.021.228.128 1.317.417.909.377

3 PEMBIAYAAN 1.762.060.553.637 2.099.394.164.475

3.01 Penerimaan Pembiayaan 1.862.060.553.637 2.249.394.164.475

3.02 Pengeluaran Pembiayaan 100.000.000.000 150.000.000.000

Sumber: BPKAD Prov. KALTIM. 2021

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, maka terhitung tahun 2021 Klasifikasi Belanja Daerah terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Klasifikasi ini menyebabkan perbedaan klasifikasi belanja yang telah disusun pada tahun 2019 dan tahun 2020. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penyajian Tabel Belanja Daerah di pisah menjadi 2 (dua ) bagian.

dimana tahun 2019-2020 menggunakan Klasifikasi sesuai PP Nomor 58 tahun 2006. sedangkan tahun 2021-2023 menggunakan klasifikasi belanja sesuai PP Nomor 12 tahun 2019 seperti disajikan pada Tabel III-17.

Tabel III- 16 Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2021-2023

Kode

5 BELANJA 11.616.186.000.000 10.806.996.675.345 12.136.620.129.156 5.01 BELANJA

OPERASI 5.435.615.961.300 5.455.989.649.862 5.179.359.797.259 5.01.0

1 Belanja Pegawai 2.331.962.318.109 2.331.962.318.109 2.331.962.318.109 5.01.0

2

Belanja Barang dan

Jasa 2.812.706.329.353 2.819.754.544.723 2.540.827.464.009

5.01.0

5 Belanja Hibah 274.429.463.838 288.150.937.030 296.795.465.141

5.01.0 6

Belanja Bantuan

Sosial 16.517.850.000 16.121.850.000 9.774.550.000

5.02 BELANJA

MODAL 1.984.395.175.358 1.720.052.686.483 2.649.760.331.897 5.02.0

Peralatan dan Mesin 492.268.114.492 N.A N.A

5.02.0

Jaringan. dan Irigasi 757.752.039.798 N.A N.A

5.02.0 5

Belanja Modal Aset

Tetap Lainnya 13.701.936.050 N.A N.A

5.03 BELANJA TIDAK

TERDUGA 251.933.363.342 223.202.839.000 200.000.000.000 5.03.0

1

Belanja Tidak

Terduga 251.933.363.342 223.202.839.000 200.000.000.000

5.04 BELANJA

TRANSFER 3.944.241.500.000 3.407.751.500.000

4.107.500.000.000 5.04.0

1 Belanja Bagi Hasil 2.240.000.000.000 2.607.751.500.000

3.107.500.000.000 5.04.0

2

Belanja Bantuan

Keuangan 1.704.241.500.000 800.000.000.000

1.000.000.000.000 Sumber: BAPPEDA Provinsi KALTIM. 2021

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... (Halaman 174-179)

Dokumen terkait