BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
6. PSAK 112
Pada tanggal 7 November 2018 telah disahkan PSAK 112 tentang Akuntansi wakaf oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah, dengan unsur sebagai berikut:
a. Tujuan
Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan pengguna laporan keuangan. Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi wakaf.
b. Ruang Lingkup
Pernyataan ini diterapkan pada laporan keuangan yang disajikan oleh lembaga wakaf sebagai berikut :
1) Nadir organisasi dan badan hukum Nadir adalah pihak yang menerima dan mengelola harta wakaf untuk dikembangkan serta dimanfaatkan sesuai keperuntukkannya.
2) Wakif organisasi dan badan hukum Wakif adalah orang yang memberikan harta benda miliknya untuk diwakafkan.
c. Karakteristik 1) Unsur wakaf
Unsur wakaf meliputi wakif, nadir, aset wakaf, ikrar wakaf, peruntukkan aset wakaf, dan jangka waktu wakaf. Aset wakaf meliputi aset wakaf tidak bergerak, seperti tanah, bangunan, atau bagian bangunan di atas tanah, tanaman dan lainnya. aset wakaf bergerak, seperti uang, surat berharga, kendaraan dan lainnya, dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Aset wakaf adalah harta benda wakaf baik berupa benda bergerak maupun benda tidak bergerak.
b. Ikrar wakaf adalah pernyataan wakif yang diucapkan kepada nadir untuk mewakafkan harta yang dimilikinya.
c. Al-Mawquf ‘alayh adalah pihak yang ditunjuk untuk memperoleh manfaat dari harta wakaf sesuai keinginan wakif yang dituangkan dalam akta ikrar wakaf.
d. Nadir adalah pihak yang menerima harta wakaf untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan tujuan syariah.
e. Wakif adalah pihak yang memberikan harta benda miliknya untuk diwakafkan.
2) Tujuan, fungsi, dan peruntukkan wakaf
a. Tujuan dari wakaf adalah untuk memberikan manfaat aset wakaf pada mauquf alaih.
b. Fungsi wakaf adalah untuk mengembangkan potensi dan manfaat ekonomi dari aset wakaf yang digunakan untuk kepentingan ibadah dan kesehjateraan masyarakat.
c. Wakaf diperuntukkan untuk sarana kegiatan ibadah, pendidikan, dan kesehatan, memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu, bea siswa, untuk kemajuan dan peningkatan ekonomi umat serta kesehjateraan umum lainnya.
7.PSAK 45
PSAK 45 yang berisi tentang pelaporan keuangan Organisasi Nirlaba yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) bertujuan untuk memfasilitasi seluruh organisasi nirlaba nonpemerintah di dalam melakukan pencatatan transaksi . Dalam PSAK mempunyai ciri khusus sumber daya utama(aset) berupa sumbangan .Penyumbang bukan merupakan pemeilik organisasi dan tidak mengharapkan hasil ,imbalan, ,atau keuntungan.Berdasarkan PSAk 45 laporan keuangannya terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan.
8. Perlakuan Akuntansi
Perlakuan akuntansi terhadap laporan keuangan adalah melakukan penyelidikan atau evaluasi terhadap laporan keuangan dan unsur-unsurnya untuk mengetahui sebab-sebab atau alasan-alasan yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Perbedaan yang muncul akan menyebabkan kurang
tepatnya atau kurang wajarnya penyajian atas laporan keuangan. Didalam melakukan proses perlakuan akuntansi tahapannya adalah :
1) Pengakuan
a) Nazhir mengakui aset wakaf dalam laporan keuangan ketika memiliki kendali secara hukum dan fisik atas aset wakaf tersebut
b) Jika nazhir menerima wasiat wakaf, maka nazhir tidak mengakui aset yang akan diwakafkan dimasa mendatang dalam laporan keuangan c) Jika nazhir menerima janji untuk berwakaf, maka nazhir tidak
mengakui aset yang akan diwakafkan di masa mendatang dalam laporan keuangan.
d) Jika nazhir menerima janji untuk berwakaf, maka nazhir tidak mengakui aset yang akan diwakafkan di masa mendatang dalam laporan keuangan.
e) Nazhir mengakui aset wakaf dengan jangka waktu tertentu (aset wakaf temporer) diakui sbagai liabilitas.
f) Nazhir mengakui hasil pengelolaan dan pengembangan aset wakaf sebagai tambahan aset wakaf.
g) Nazhir mengakui penyaluran manfaat wakaf kepada mauquf alaih sebagai beban pengurangan aset wakaf (PSAK 112).
2) Pengukuran
a) Aset wakaf berupa uang diukur pada nilai nominal b) Aset wakaf selain uang diukur pada nilai wajar
c) Aset wakaf berupa logam mulia selanjutnya diukur pada nilai wajar dan perubahannya diakui sebagai dampak pengukuran ulang aset wakaf.
3) Penyajian
Nazhir menyajikan aset wakaf temporer yang diterima sebagai liabilitas.
4) Pengungkapan
a) Kebijakan akuntansi yang diterapkan b) Penjelasan mengenai wakif yang signifikan
c) Penjelasan mengenai strategi pengelolaan dan pengembangan aset wakaf
d) Penjelasan mengenai peruntukkan aset wakaf
e) Jumlah imbalan nazhir dan persentasenya dan jika terjadi perubahan dijelaskan alasan perubahannya
f) Rincian aset neto
g) Rekonsiliasi untuk menentukan dasar perhitungan imbalan nazhir h) Wakaf temporer (jika ada)
i) Wakaf melalui uang (jika ada) 5. Akuntansi Wakif
Wakif mengakui aset wakaf yang diserahkan secara permanen kepada entitas wakaf sebagai beban sebesar jumlah tercatat dari aset wakaf. Wakif mengungkapkan hal-hal berikut terkait dengan transaksi wakaf, tetapi tidak terbatas pada:
a. Wakaf Permanen:
1) Rincian aset wakaf yang diserahkan kepada entitas wakaf pada periode berjalan;
2) Peruntukan aset wakaf yang diserahkan kepada entitas wakaf pada periode berjalan.
b. Wakaf Temporer:
1) Rincian aset wakaf yang diserahkan kepada entitas wakaf pada periode berjalan, peruntukan, dan jangka waktunya;
2) Penjelasan mengenai total aset wakaf temporer.
c. Hubungan pihak berelasi antara wakif, nazhir, dan/atau mauquf alaih, jika ada, meliputi:
1) Sifat hubungan;
2) Jumlah dan jenis aset wakaf temporer;
3) Persentase penyaluran manfaat wakaf dari total penyaluran manfaat wakaf selama periode berjalan.
6. Laporan keuangan nadir meliputi :
1) Laporan posisi keuangan pada akhir periode Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar dan tidak lancar, dan liabilitas diklasifikasikan menjadi liabilitas jangka pendek dan jangka Panjang
2) Laporan rincian aset wakaf pada akhir periode Mencakup pada unsur aset wakaf yang diterima dari wakif dan aset wakaf yang berasal dari pengelolaan dan pengembangan aset wakaf.
3) Laporan aktivitas selama periode Mencakup unsur penerimaan wakaf permanen dan temporer, dampak pengukuran ulang aset wakaf, hasil pengelolaan dan pengembangan wakaf, dan penyaluran wakaf.
4) Laporan arus kas selama periode 5) Catatan atas laporan keuangan
Berdasarkan penjelasan di atas mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan akuntansi wakaf, maka berikut ini adalah
ilustrasi dari contoh pencatatan akuntansi wakaf yang sesuai dengan PSAK 112 yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia:
Tabel 2. 1
Laporan Posisi Keuangan Menurut PSAK 112 Entitas Wakaf ABC
Aset Tidak Lancar Surat berharga
Investasi pada entitas
lain Aset tetap Aset tak berwujud Aset tidak lancarlain Jumlah aset
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek Wakaf temporer jangka pendek Liabilitas jangka pendek lainnya Liabilitas Jangka Panjang Wakaf temporer jangka panjang Liabilitas jangka Panjang lainnya Jumlah liabilitas
Laporan Posisi keuangan
a.Aset diklasifikasikan menhadi aset lancar dan tidakmlancar ,dan liabilitas diklasifikasikan menjadi liabilitas jangka pendek ndan jangka panjang
b.Khusus untuk nazhir yang merupakan entitas keuangan,aset dan liabilitas tidak diklasifikasikan.
Tabel 2. 2
Laporan rincian aset wakaf menurut PSAK 112 Entitas Wakaf ABC
LAPORAN RINCIAN ASET WAKAF Per 31 Desember 20x1
Aset lancar:
Investasi pada entitas lain aset tetap:
Tanah xxx xxx xxx
Bangunan xxx xxx xxx
Kendaraan xxx xxx xxx
Tanaman xxx xxx xxx
Aset tetap lainnya xxx xxx xxx
Aset tetap tak berwujud:
Hak kekayaan intelektual lainnya xxx xxx xxx Aset tidak lancar lain:
Hak sewa lainnya xxx xxx xxx
Jumlah aset xxx xxx xxx
Laporan Rincian Aset Wakaf
Nazhi menyajikan laporan perubahan aset wakaf yang mrencakup unsur berikut:
a . Aset wakaf yang diterima dari wakif
b . Aset wakaf yang berasal dari hasil pengelolaan dan pengembangan Tabel 2. 3
Laporan aktivitas meneurut PSAK 112 Entitas Wakaf ABC
Laporan Aktivitas
Per 1 Januari s.d. 31 Desember 20x1 PENGHASILAN
Penerimaan Wakaf Permanen:
Penerimaan wakaf temporer xxx
Dampak Pengukuran Ulang Aset Wakaf
Kas xxx
Surat berharga xxx
Logam mulia xxx
Bangunan xxx
Tanaman xxx
Hak atas tanah xxx
Hak milik rumah susun xxx
Hak kekayaan intelektual xxx
Hak sewa xxx
Lain-lain xxx
Pengelolaan dan Pengembangan Aset Wakaf:
Bagi hasil xxx
Dividen xxx
Keuntungan neto pelepasan investasi xxx
Kenaikan atau penurunan nilai investasi xxx
Beban pengelolaan dan pengembangan (xxx)
Bagian nazhir atas hasil pengelolaan dan pengembangan wakaf yang sudah terealisasi
(xxx)
Jumlah Penghasilan XXX
Beban (xxx)
Kegiatan ibadah (xxx)
Kegiatan kesehatan (xxx)
Kegiatan pendidikan (xxx)
Bantuan fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu, bea siswa (xxx)
Kegiatan ekonomi (xxx)
Kegiatan kesejahteraan umum lainnya (xxx)
Jumlah beban (XXX)
Kenaikan (penurunan aset) neto XXX
Aset neto awal periode XXX
Aset neto akhir periode XXX
Jumlah Penghasilan XXX
Laporan aktivitas
Nazhir menyajikan laporan aktivitas yang mencakup unsur berikut:
a Penerimaan wakaf permanen dan temporer b Dampak pengukuran ulang ast wakaf
c Hasil pengelolaan dan pengembangan wakaf d Penyaluran wakaf