Langkah 4: Konsultasikan Kolega, Termasuk Ulama
2. Psikologi Perkembangan dala m Al Qur’an
Psikologi perkembangan yang kita pelajari selama ini ternyata sudah tercatat dan di dalam Al Quran. Beberapa prinsip mengenai perkembangan manusia yang tertulis di dalam Al Quran adalah sebagai berikut.
1) Pertumbuhan dan perkembangan manusia bertahap.
Kehidupan manusia memiliki pola dalam tahapan-tahapan yang telah dirancang dan diatur oleh Alllah SWT. Al Quran Surat Nuh ayat 13-14 menyatakan:
“Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)”
2) Pertumbuhan dan perkembangan memiliki pola tertentu.
Menurut Al Quran, setiap individu tumbuh dari keadaan lemah kemudian menuju keadaan kuat dan kemudian kembali melemah sesuai dengan hukum alam. Al Quran Surat ArRuum ayat 54 menyatakan:
“ Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia
119 menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”
3) Perkembangan manusia adalah proses kumulatif dan simultan.
Al Quran Surat AnNisa ayat 6 menjelaskan bahwa perkembangan manusia meliputi berbagai aspek yang berhubungan dengan fisik dan perkembangan mental, baik secara eksplisit maupun implisit.
4) Perkembangan manusia melampaui keberadaan fenomena dunia.
Islam mengajarkan manusia untuk mempelajari manusia secara komprehensif, dunia kekinian dan aspek kehidupan setelah kematian, yang juga mempengaruhi perkembangan manusia, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Hajj ayat 5:
“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, ……dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya..” Selain itu, perkembangan manusia secara komprehensif juga dijelaskan dalam Al Quran Surat ArRuum ayat 40:
“Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali)…”
5) Pertumbuhan dan perkembangan melewati periode kritis dan sensitif tertentu.
Seluruh tahapan perkembangan manusia sangat penting. Masa pra kelahiran (dalam rahim), masa bayi, masa kanak-kanak, dan remaja sangat sensitif. Selain itu, ada fase perkembangan manusia yang dianggap paling kritis dan sensitif, yaitu masa remaja atau baligh, karena masa tersebut merupakan peralihan dari anak-anak menuju dewasa, dan rentan terhadap kegairahan, godaan, dan kenikmatan. Al Quran Surat AnNuur ayat 59 menjelaskan bagaimana mengajarkan tata karma pada anak yang sudah memasuki usia remaja atau baligh.
120 “Dan apabila anak-anakmu telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin..”
(Nurhadi, 2014)
3. Riset mengenai Pengaruh Irama Al Quran Terhadap Memori Anak “Effectiveness of Quran tune on memory in children” . Atefeh Hojjati, Akram Rahimi, Masoude Davod Abadi Farehani, Nasser Sobhi-Gharamaleki, Bahar Alian. 2014. Social and Behavioral Sciences 114 (2014): 283-286.
a. Pendahuluan
Menurut Masoura (2006), memori merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar. Memori merupakan sistem mental yang membantu manusia dalam menyimpan dan memproses informasi untuk tugas-tugas kognitif seperti memahami, berpikir, menjumlahkan, memberi alasan, dan belajar (Baddley, 1986).
Menurut Hockett (1960), musik merupakan kombinasi melodi dan suara yang bertujuan untuk keindahan atau mengungkapkan perasaan. Dalam pendekatan psikologi, musik dapat disebut sebagai salah satu jenis bahasa yang memiliki area spesifik dalam pikiran, dimana area tersebut dapat diaktifkan dengan mendengarkan melodi yang indah (Fitch, 2006).
Musik memiliki dampak positif terhadap ingatan pasien yang mengalami penyakit Alzheimer (Whitley, 2002). Selain itu, mempelajari musik secara sistematis dan rutin sangat efektif dalam meningkatkan proses mengingat (Chiho and Chun, 2003). Mempelajari musik memiliki hubungan dengan meningkatnya IQ (Schellenberg, 2004).
Bacaan ayat suci Al Qur‟an merupakan melodi yang harmonis seperti irama musik, dan dapat mempengaruhi beberapa area dalam pikiran manusia. Oleh karena itu, penelitian ini ingin menjelaskan efektivitas melodi Al Qur‟an sebagai musik yang harmonis terhadap ingatan.
b. Metodologi
Partisipan/responden: pada salah satu SD di Kota Teheran diseleksi secara random sampling. Terpilih secara random 32 siswa perempuan
121 yang berusia 12 tahun dan dimasukkan ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol.
Prosedur: Desain penelitian adalah eksperimental, dimana dilakukan pre tes dan post tes pada kelompok eksperimen. Eksperimen dilakukan di dalam dua ruangan dengan penerangan yang cukup, dua kursi dan satu meja. Setiap ruangan ada satu penguji. Pertama, penguji yang sudah dilatih mulai berbicara dengan subjek dan memancing kepercayaan mereka. Pada kelompok eksperimen, subjek diberikan dua tes, kemudian diperdengarkan kepada mereka bacaan Al Qur‟an melalui handphone selama 15 menit, kemudian dilakukan tes kembali. Sedangkan pada kelompok kontrol, setelah melakukan dua tes yang pertama, mereka dipersilahkan duduk selama 15 menit tanpa melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan ingatan mereka secara efektif.
Perangkat: alat Tes Skala Kecerdasan Wechsler yang telah direvisi (WISCR) untuk menilai memori pada anak-anak. Skala ini digunakan untuk mengukur IQ anak yang terdiri dari 12 subskala dan memiliki 2 bagian verbal dan non verbal. skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk Persia yang dinormalisasi oleh Shahim (1998) untuk mengukur IQ anak berusia 6-13 tahun.
c. Hasil
Pada subskala „rentang huruf‟, kelompok eksperimen mengalami peningkatan dari 17/66 menjadi 19/37. Sedangkan pada kelompok kontrol mengalami penurunan dari 18/5 menjadi 17/75.
Pada subskala „digit spam‟, kelompok eksperimen meningkat dari
18/75 menjadi 20/62, tapi pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Tabel 1. Statistik parameter nilai total subskala kecemasan, situasi, dan kepribadian pada kelompok eksperimen dan kontrol.
Variabel Kelompok Pretest Posttest
SD Mean N SD Mean N
Letter sequence Quran 4/3 17/68 16 3/8 19/37 16
Kontrol 3/65 18/75 16 2/64 17/75 16
Digit spam Quran 3/53 18/75 16 4/45 20/62 16
122 d. Pembahasan
Hasil penelitian ini menunjukkan kesamaan dengan hasil penelitian lain mengenai efektivitas musik terhadap ingatan, seperti penelitian Cioho and Chun (2003), Whitley (2002). Memori merupakan salah satu faktor dalam belajar sehingga dapat diyakini bahwa dengan mendengarkan harmonisasi musik seperti bacaan Al Qur‟an dapat meningkatkan proses belajar. Peningkatan hasil dari proses belajar dapat terlihat dari nilai akademik, seperti pada hasil penelitian Gardiner, Fox, dan Jeffrey (1996). e. Kesimpulan
Penelitian ini memperhatikan faktor penting dalam memori yang dapat mempengaruhi peningkatan proses belajar siswa. Dengan mendengarkan Al Qur‟an hanya selama 15 menit dalam satu hari, tanpa menggunakan keterampilan lain atau pelatihan, ternyata dapat meningkatkan memori siswa. Oleh karena itu, metode ini dapat disarankan kepada pengelola lembaga pendidikan atau guru untuk menggunakan meotde ini sebagai strategi mempertajam memori sehingga dapat meningkatkan pencapaian prestasi akademik siswa mereka.
4. Riset mengenai Dampak Pengajaran Keterampilan yang Berbeda-