PESAN !!!!! Jangan Menunggu HAID TERLAMBAT 2 MINGGU, segera konsultasi ke dokter
2. Psikotropika ialah Zat atau obat baik alami maupun sintetis non Narkotika yang bekerja selektif pada syaraf pusat dan mengakibatkan perubahan khas pada aktivitas
BAABB--55
N
NAARRKKOOBBAADDAANNZZAATTAADDIIKKTTIIFF
5 5..11.. DDeeffiinniissiiMungkin bagi kamu kata NAPZA diatas merupakan suatu yang baru dan bahkan membuat bertanya-tanya, apa sih sebenarnya NAPZA itu. NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif atau yang dulu lebih kamu kenal dengan Narkoba!
Nah, untuk lebih jelasnya coba simak keterangan dibawah ini.
1. Narkotika ialah Zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman baik alami maupun sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh: Opium, Kokain, Morfin, Ganja, Heroin dll
2. Psikotropika ialah Zat atau obat baik alami maupun sintetis non Narkotika yang bekerja selektif pada syaraf pusat dan mengakibatkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku serta dapat menyebabkan ketergantungan. Contoh : Amfetamin, Ekstasi, LSD(Lisergik Dietilamida), Phenobarbital, Diazepam, dll
3. Zat Adiktif ialah bahan lain non narkotika dan psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : Nikotin, Kafein, Anabolik Steroid
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 59 - 5
5..22..KKllaassiiffiikkaassiiNNAAPPZZAA
a. Berdasarkan Cara Pembuatan Alami :
Diperoleh langsung dari alam tanpa melalui proses kimia. Contoh :opium, kokain, ganja Semi Sintetis :
Diperoleh stlh mengalami proses kimia dari bahan dasar alaminya. Contoh: Morfin, Heroin, Alkohol
Sintetis :
Dibuat oleh manusia dari bahan dasar kimia & pada umumnya digunakan untuk penelitian atau terapi. Contoh : Petidin, Kodein, Ekstasi
b. Berdasarkan Cara Kerja Depresan :
Bersifat menekan susunan syaraf pusat. Contoh : Opium, Morfin, Heroin, Diazepam, Alkohol
Stimulan :
Bersifat meningkatkan aktifitas syaraf pusat. Contoh : Kokain, Nikotin, Kafein Halusinogen :
Mempengaruhi syaraf pusat sehingga memberi halusinasi orang, tempat dan waktu. Contoh : Ganja, LSD, Ekstasy
5
5..33.. RReeaakkssiiTTuubbuuhhtteerrhhaaddaappNNAAPPZZAA
Sekarang kamu sudah cukup tahu tentang macemnya NAPZA, tapi jika kita pakai obat-obat diatas efek yang ditimbulkan akan lebih banyak sisi negatifnya daripada positifnya. Apalagi jika pemakain itu diluar petunjuk dokter dan tidak digunakan untuk tujuan pengobatan.
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 61 -
Dibawah ini merupakan reaksi tubuh yang timbul akibat penyalahgunaan NAPZA.
1. Kecanduan (Adiksi):
Suatu kondisi dimana seseorang merasa tidak mampu melakukan aktifitas/kegiatan tanpa menggunakan NAPZA
2. Ketergantungan (Dependensi):
Suatu bentuk ekstrem dari kecanduan dimana seseorang merasa membutuhkan NAPZA tiap saat bahkan sampai melupakan kegiatan sehari-hari.
3. Toleransi:
Peningkatan jumlah dosis secara bertahap dan tanpa disadari oleh penyalahguna.
4. Over Dosis :
Dosis yang digunakan melebihi dosis yang maksimal sehingga dapat mengakibatkan kematian.
5. Withdrawal Syndrome (Sakauw):
Gejala yang muncul apabila penggunaan NAPZA dihentikan tiba-tiba
Gejala SAKAW Ringan-Sedang : nyeri otot & tulang, mual muntah, mata merah, keringat dingin, suhu badan meningkat, wajah memerah, nadi cepat, tekanan darah meningkat Berat : semua gejala diatas + keluar cairan dari semua lubang tubuh.
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 63 - 5
5..44 JJeenniiss--jjeenniissNNAAPPZZAAyyaannggbbeerreeddaarr
1. Heroin (Putauw, pt, etep )
Gejala yang timbul setelah pemakaian : pusing, mual, rasa gembira yang berlebihan (euforia), kesadaran menurun, ngomong kacau, rasa sakit berkurang, nafas lambat,dll Cara pakai : disuntik dan dihisap.
2. Ekstasi (xtc, i )
Gejala setalah pemakaian: rasa gembira berlebih, percaya diri meningkat, aktifitas fisik jadi tahan lama, nafsu makan hilang, nafas cepat, detak jantung cepat, gairah seksual meningkatdll Cara pakai : ditelan
3. Sabu-Sabu ( SS, Ubas )
Gejala setelah pemakaian : = XTC, tanpa nafsu makan hilang Cara pakai : disuntik dihisap
4. Ganja ( Cimeng, Hashis, mariyuana, kanabis)
Gejala setelah pemakaian : gembira berlebihan, percaya diri meningkat, mengalami halusinasi, seakan-akan melihat sesuatu yang penuh dengan warna, konsentrasi dan daya tangkap otak turun, dll Cara pakai : dihisap atau dimakan
5. Kokain ( kristal, Crack, )
Gejala setelah Pemakaian : Kewaspadaan meningkat, Gembira, Berkurang rasa lapar, tenaga bertambah, sukar tidur, pupil mata membesar Denyut nadi & tekanan Darah meningkat. Cara pakai : Dihisap, ditelan bersama minuman, disuntikkan.
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 65 - 5
5..55.. FFaakkttoorrPPeennyyeebbaabb
Faktor penyebab jatuhnya remaja dalam penyalahgunaan NAPZA biasanya dipengaruhi oleh 2 hal pokok yaitu:
1. Faktor Individu Ingin coba-coba, Berontak terhadap nilai sosial dan aturan yang ada, Pelarian dari masalah, Kurang PD, Rasa ingin tahu yg berlebihan
2. Faktor Lingkungan Kondisi keluarga tidak harmonis, Solidaritas dan sungkan pada teman, Bergaul dengan pecandu, Ikut mode (biar nggak ketinggalan jaman), Pengawasan yang kurang dari keluarga & sekolah.
5
5..66.. TTaannddaa--ttaannddaasseeoorraannggppeennyyaallaahhgguunnaa
Seseorang yang menyalahgunakan pemakaian Napza bisa tampak dari tanda-tanda fisik dan perubahan tingkah lakunya. Tanda-tanda tersebut antara lain :
1. Adanya bekas suntikan yang tampak hitam atau kemerahan di tangan 2. Tubuh kurus dan tidak terawat
3. Gigi hitam dan keropos
4. Sering merasa silau sehinga suka pakai kacamata hitam 5. Suka menyendiri atau bergaul dengan kelompoknya saja 6. Menutup diri pada orang lain karena perasaan curiga
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 67 -
Tapi ingat, belum tentu seseorang dengan 1 atau 2 tanda diatas berarti seorang pecandu. Siapa tahu dia memang suka mandi lama atau lagi sedih. Jadi kita tidak diharapkan untuk berburuk sangka pada mereka, kecuali jika kamu merasa ada sesuatu yang lain dari yang lainnya mungkin mereka memang seorang pecandu.
5
5..77 KKoommpplliikkaassiiyyaannggddiittiimmbbuullkkaann
Pada suatu saat, dalam jangka waktu yang bervariasi para penyalahguna NAPZA ini akan merasakan akibat yang tidak pernah disangka dan bahkan tidak terpikir oleh mereka sebelumnya. Akibat-akibat jangka panjang ini disebut dengan KOMPLIKASI. Komplikasi dari penyalahgunaan Napza antara lain:
1. Gangguan syaraf pusat / otak : Nyeri berkepanjangan, Kejang sampai timbul kegilaan, Fungsi otak berkurang (jadi lolak-lolok), Pelupa, dll
2. Gangguan pernafasan : Kerusakan paru dan refleks nafas berkurang
3. Gangguan sistem pencernaan : Diare, Konstipasi (susah buang hajat), Radang lambung sampai Perdarahan Lambung, Hepatitis
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 69 - 4. Gangguan kulit : Infeksi sampai bernanah
5. Gangguan pembuluh darah jantung dan otak : Stroke( Perdarahan otak), Menderita sakit jantung (Penyakit jantung koroner)
6. Gangguan sistem reproduksi : gangguan menstruasi, Impotensi, Kemandulan
7. Terinfeksi HIV/AIDS (80% penderita HIV/AIDS disebabkan karena pengunaan jarum suntik tidak steril yang digunakan berulang-ulang dan lebih pada satu orang)
8. Melakukan tindak kriminalitas dari mencuri sampai pada kasus yang berat
9. Mengabaikan keluarga, yang diingat adalah narkoba tidak peduli thd orang tua, studi atau yang lain.
10. Melukai diri sendiri & orang lain
11. Penurunan prestasi studi, sering malas akibat kemunduran fungsi otak 12. Percobaan bunuh diri
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 71 - 5
5..88.. TTaahhaappaannppeennggoobbaattaannbbaaggiiPPeeccaanndduuNNaarrkkoobbaa
Bila seorang pecandu Narkoba ingin bebas dari ketergantungan maka ia harus memiliki niat dan keinginan untuk bebas dari ketergantungannya karena jika ia tidak memiliki niat dan keinginana maka ia akan kembali menggunakan Narkoba tersebut.
1. Pengobatan Adiksi ( Detoksifikasi ) 2. Pengobatan Infeksi
3. Rehabilitasi 4. Pelatihan Mandiri 5
5..99 PPeenncceeggaahhaannyyaannggddaappaattkkiittaallaakkuukkaann
a. Ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan:
1. Berani mengatakan tidak 2. Memperkuat keimanan
3. Memilih lingkungan pergaulan yang sehat 4. Komunikasi yang baik
5. Hindari pintu masuk narkoba yaitu Rokok
b. Beberapa cara untuk mengatakan tidak pada narkoba:
1. Tidak
2. Ah, saya sedang tidak ingin
3. Saya sedang sakit
4. Saya tidak suka obat-obatan itu 5. Saya harus pergi sekarang juga
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 73 -
7. Tidak pernah terlintas dihati saya untuk menggunakan obat-obatn itu 8. Saya tahu reputasi kamu
9. Kalau kamu sayang sama saya, pasti kamu tidak akan meminta saya untuk
menggunakan obat itu
10. Ah… sekolah lebih penting daripada harus ngobat 11. Nanti orang lain tahu
12. Saya alergi dengar nama itu 13. Ah…. Itu nggak ada gunanya 14. Tunggu, saya pikir-pikir dahulu 15. Ah…. Agama saya melarang itu 16. Saya pasti dibunuh orang tua saya 17. Kalau saya bilang tidak pokoknya tidak
18. Jangan minta saya untuk menggunakan obat itu 19. Saya lagi tidak senang
20. Wah….. kalau itu sih lebih banyak tidak enaknya daripada enaknya 21. Rasanya saya mendengar ayah saya memanggil
22. Saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah 23. Orang tua saya sedang menunggu
24. Kalau kita menggunakannya sekarang, pasti masa depan kita berantakan 25. Saya ingin kamu pergi dari sini
26. Saya tidak mau
27. Rasanya ibu saya memanggil saya
28. Kamu sudah memikirkan akibatnya belum 29. Pergi!!!!
30. Ah….. itu sih besok-besok aja 31. Pelatih saya bilang nggak boleh
Kerjasama BKKBN dengan Yayasan AIDS Indonesia
LEMBAR - 74 -
D
DAAFFTTAARRPPUUSSTTAAKKAA
1. FCI, Commitments to Sexual and Reproductive Health and Rights for All: Framework for Action. New York: Family Care International, 1995.
2. Harris, Robie H. Changing Bodies, Growing Up, Sex,and Sexual Health: It’s Perfectly Normal. Cambridge, MD: Candlewick Press, first paper back edition 1996.
3. Hatcher, Robert et.al. The Essentials of Contraceptive Techno-logy. Baltimore: JHU-CCP, July 1997.
4. PAHO/WHO. Promotion of Sexual Health: Recommendations for Action. Guatemala: PAHO/WHO, May 19-22, 2000
5. Djajadilaga. Langkah-langkah Praktek Paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Depkes RI, 1999.
6. Murniati, Nunuk (ed.). Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Indonesian. Jakarta: GAKTPI, 1997
7. LBH-APIK. Penganiayaan terhadap Istri adalah Kejahatan. Lembar informasi Seri 6. Jakarta: LBHAPIK,
8. Marcoes, Lies, G. Wandita, and E. Prasetyo (eds.). Bila Perempuan Tidak Ada Dokter: Panduan Perawatan Kesehatan dan Pengobatan bagi Perempuan. Jakarta: INSIST Press, Ford
9. Health Guide for Women. Berkeley, California: The Hesperian Foundation, 1997.)
10. Mitra Perempuan. Perubahan dalam Sistem Peradilan Pidana untuk Penghapusan Terhadap Perempuan. Hasil Lokakarya. Jakarta: Mitra Perempuan, 1999.
11. Mitra Perempuan. Istri & Anak Butuh Kasih Sayang Bukan Kekerasan. Serial Pendidikan dan Penyadaran Masyarakat. Jakarta: Mitra Perempuan, 1999.
LEMBAR - 75 -
12. Rifka Annisa. Kekerasan Terhadap Istri. (Brochure). Yogyakarta: Rifka Annisa dan the Ford Foundation, nd.
13. The Boston Women’s Health Book Collective. The New Our Bodies, Ourselves. New York: Simon & Schuster, Inc. 1976.
14. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Kekerasan Terhadap Perempuan: Program Seri Lokakarya Kesehatan Perempuan. Jakarta: YLKI dan the Ford Foundation, 1998.
15. Sumber: Harris, Robie H. Growing Up, Changing Bodies, Sex, and Sexual Health: Let’s Talk about Sex . first published 1994 by Walker Books Ltd.
16. Majalah dewi Gaya Cosmopolitan ; Bonus dewi No. 9/VIII September 1999. NAZA ( Narkotik, Alkohol & ZatAditif ) No Way Foundation, JKPIT, 1999 (Buku asli: Burns, A. August et.al. Where Women Have No Doctor: A