• Tidak ada hasil yang ditemukan

65 PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan

Dalam dokumen Bank Central Asia Tbk 2015 (Halaman 67-69)

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor komoditas mengalami tekanan akibat rendahnya harga komoditas global sejalan dengan perlambatan ekonomi di negara- negara kawasan Eropa dan Tiongkok. BCA relatif tidak memiliki eksposur langsung pada sektor pertambangan batu bara terutama karena karakteristik khusus industri tersebut, dimana pada umumnya pembiayaan yang dibutuhkan adalah pinjaman dalam mata uang US Dollar. Sebagai Bank yang fokus pada pemberian pinjaman dalam mata uang Rupiah, BCA membatasi pinjaman US Dollar sehingga mengurangi eksposur Bank pada sektor pertambangan.

Meskipun BCA tidak memiliki eksposur langsung secara material pada industri pertambangan, BCA terus mewaspadai dampak tidak langsung atas pelemahan harga batu bara dan komoditas pertambangan lainnya terhadap kelangsungan bidang usaha lainnya. Contohnya, bidang usaha jasa angkutan mengalami kesulitan keuangan sejalan dengan penurunan volume pengangkutan hasil tambang. BCA secara proaktif melakukan restrukturisasi kredit dan menahan eksposur untuk industri ini selama beberapa tahun terakhir. Eksposur BCA pada sektor sarana transportasi dapat dikendalikan, tercatat sebesar Rp 2,2 triliun atau 1,6% dari total portofolio kredit korporasi BCA.

Dalam beberapa tahun terakhir, BCA meminimalisasi penyaluran kredit untuk industri perhotelan dengan mempertimbangkan cepatnya pertumbuhan pembangunan hotel baru di Indonesia serta semakin ketatnya kompetisi di sektor tersebut. Kredit pada industri ini diberikan secara terbatas kepada debitur yang berpengalaman di bidang tersebut serta pada debitur yang memiliki usaha utama yang mapan dengan pendapatan yang stabil, sebagai alternatif sumber pembayaran kewajiban kredit apabila diperlukan.

Penyaluran kredit dalam mata uang asing dilakukan dengan menerapkan standar kehati-hatian yang dirancang untuk mengurangi potensi risiko fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap US Dollar. BCA sejak lama menerapkan kebijakan penyaluran kredit US Dollar hanya kepada nasabah korporasi dengan pendapatan utamanya dalam mata uang US Dollar. Lebih lanjut, BCA menerapkan batasan penyaluran kredit dalam US Dollar yang ketat sejalan dengan mayoritas porsi pendanaan BCA yang berupa mata uang Rupiah. Pada akhir tahun 2015 portofolio kredit korporasi dalam mata uang asing tercatat 11,7% dari total kredit, sedangkan porsi mayoritas sebesar 88,3% merupakan kredit dalam mata uang Rupiah.

66

PT Bank Central Asia Tbk Laporan Tahunan 2015

Dengan langkah cermat dan hati-hati, BCA berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans – NPL) kredit korporasi pada level yang relatif rendah sebesar 0,3% di akhir tahun 2015, relatif sama dibandingkan posisi akhir tahun 2014. Dalam upaya mencegah terjadinya NPL, BCA secara proaktif melakukan diskusi terkait restrukturisasi kredit dengan memantau portofolio kredit korporasi secara berhati-hati.

Kredit Sindikasi

Kondisi ekonomi yang kurang kondusif di tahun 2015 telah membatasi partisipasi BCA dalam penyaluran kredit sindikasi, yang berdampak pada rendahnya pencairan kredit sindikasi apabila dibandingkan dengan tahun 2014. Namun demikian, dalam jangka panjang BCA tetap memandang penting untuk menjaga posisinya sebagai salah satu pemain utama di bidang kredit sindikasi di Indonesia. Selain memberikan pendapatan bunga, peran aktif BCA dalam pinjaman sindikasi berkontribusi dalam peningkatan fee-based income termasuk peluang cross- selling dan peningkatan hubungan kerja sama dengan nasabah.

BCA menyelesaikan kredit sindikasi sebesar Rp 25,9 triliun pada tahun 2015, turun 42,8% dibandingkan Rp 45,2 triliun pada 2014. Pada tahun 2015, total partisipasi kredit sindikasi yang dibukukan oleh BCA mencapai Rp 4,2 triliun, dibandingkan Rp 7,7 triliun pada tahun sebelumnya. Dalam kredit sindikasi, BCA dapat berperan sebagai sole arranger atau sekaligus sebagai agen fasilitas, agen jaminan, atau agen rekening dana sementara, baik kepada debitur maupun kepada non-debitur.

Pembiayaan infrastruktur termasuk salah satu sumber permintaan pembiayaan sindikasi sejalan dengan rencana Pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Kredit sindikasi untuk infrastruktur pada tahun 2015 diantaranya ditujukan untuk pembangunan prasarana dan sarana kereta api dari pusat kota Jakarta menuju bandar udara Soekarno-Hatta sepanjang 36,3 km, serta pembiayaan pengembangan usaha untuk salah satu perusahaan telekomunikasi dan entitas- entitas anaknya. Selanjutnya, BCA telah menuntaskan penyaluran kredit sindikasi tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang pembangunannya selesai pada tahun 2015. Sebagian besar sumber pendanaan proyek tersebut berasal dari kredit sindikasi 21 bank yang dipimpin oleh BCA.

Di sektor swasta, BCA melakukan pembiayaan sindikasi ke debitur produsen pakan ternak terkemuka di Indonesia dan juga ke debitur-debitur yang bergerak di industri konsumer. Atas peran aktif BCA dalam penyaluran kredit sindikasi, berdasarkan data Bloomberg, BCA tercatat sebagai salah satu peringkat teratas dalam loans book runner di Indonesia untuk periode 2015. BCA menerima penghargaan ‘Best Project Finance Deal of the Year di Asia Tenggara’ dari majalah Alpha Southeast Asia atas proyek kredit sindikasi pembangunan sarana kereta api untuk bandara Soekarno- Hatta di Jakarta sebesar Rp 2,1 triliun (USD 152 juta), dalam perannya sebagai joint arranger bersama dengan tiga bank papan atas lainnya.

Layanan Berbasis Komunitas Bisnis

BCA secara aktif menyalurkan kredit di sepanjang mata rantai (value chain) dengan fokus kepada jaringan-jaringan komunitas bisnis yang menghubungkan nasabah korporasi dengan nasabah komersial dan UKM. Layanan berbasis komunitas ini menyediakan fasilitas pembiayaan kredit bersama-sama dengan layanan cash management maupun layanan transaksi lainnya.

Platform layanan cash management terus disempurnakan untuk meningkatkan kemampuan BCA dalam memanfaatkan berbagai peluang di sepanjang rantai suatu industri. Di tahun 2015 BCA mengembangkan aplikasi internet banking, KlikBCA Bisnis – Integrated Solution (KBB-IS) yang berisi modul-modul baru untuk semakin melengkapi layanan corporate cash management secara lebih holistik dalam memenuhi kebutuhan nasabah- nasabah korporasi. Melalui layanan cash management, BCA menyediakan kemudahan bagi nasabah korporasi dan para pemasoknya dalam mengatur aktivitas transaksi pembayaran sehari-hari sehingga proses pengelolaan uang

tunai dapat berjalan dengan lebih eisien.

BCA terus meningkatkan penetrasi pasar cash management bagi nasabah korporasi dan komersial, serta komunitas bisnis melalui upaya peningkatan basis nasabah dan portofolio kredit dalam komunitas tersebut.

Dengan melemahnya peningkatan pendapatan bunga karena melambatnya pertumbuhan kredit, fee-based income

menjadi semakin penting untuk menopang proitabilitas

BCA. Layanan cash management menjadi salah satu

Perbankan Korporasi

67

Dalam dokumen Bank Central Asia Tbk 2015 (Halaman 67-69)