• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. Delta Djakarta Tbk

Dalam dokumen BAB IV V kuarto DIREVISI (Halaman 25-46)

Menentukan Perputaran Total Aktiva / Total Asset turnover

a. Total Aktiva/ Total Asset

Total aktiva = Aktiva Lancar + Aktiva Tidak Lancar TA 2002 = 207.271.237.000 + 160.533.234.000 = 367.804.471.000 TA 2003 = 250.856.004.000 + 147.393.991.000 = 398.249.995.000 TA 2004 = 299.334.225.000 + 155.783.037.000 = 455.117.262.000 TA 2005 = 382.825.341.000 + 154.979.166.000 = 537.784.507.000 TA 2006 = 419.203.738.000 + 158.207.665.000 = 577.411.403.000

b. Perputaran Total Aktiva/ Total Asset Turnover

Total Asset Turnover = x Kali a

TotalAktiv Penjualan

1

Total Asset Turnover 2002 = x1Kali 000 . 471 . 804 . 367 000 . 037 . 637 . 277 = 0,754 Kali

Total Asset Turnover 2003 = x1Kali 000 . 995 . 249 . 398 000 . 363 . 646 . 302

= 0,759 Kali

Total Asset Turnover 2004 = x1Kali 000 . 262 . 117 . 455 000 . 502 . 480 . 353 = 0,776 Kali

Total Asset Turnover 2005 = x1Kali 000 . 507 . 784 . 537 000 . 579 . 728 . 432 = 0,804 Kali

Total Asset Turnover 2006 = x1Kali 000 . 403 . 411 . 577 000 . 902 . 732 . 396 = 0,687 Kali

Guna lebih jelasnya dalam melihat pertumbuhan perputaran total assets turnover pada tahun 2002 - 2006, maka dibuat tabel sbb:

Tabel 4. 13 Total Asset Turnover PT. Delta Djakarta Tbk Periode 2002-2006 Keterangan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Penjualan 277.637.037.000 302.646.363.000 353.480.502.000 432.728.579.000 396.732.902.000 Total Aktiva 367.804.471.000 398.249.995.000 455.117.262.000 537.784.507.000 577.411.403.000 Total Assets Turnover

Sumber : Hasil Olahan

Tabel 4. 14

Perubahan Total Asset Turnover PT. Delta Djakarta Tbk Periode 2002-2006 Prosentase Perubahan 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 9% 16,79% 22,41% -8,31% 8,27% 14,27% 18,16% 7,36% 0,66% 2,23% 3,60% -14,55%

Sumber: Hasil Olahan

Terlihat dalam tabel tersebut bahwa PT. Delta Djakarta Tbk penjualan terus meningkat dari tahun 2002-2005 namun pada tahun 2006 mengalami penurunan, sedangkan total aktiva dari tahun 2002-2006 mengalami peningkatan. Tahun 2003 penjualan sebesar 302.646.363.000 merupakan peningkatan sebesar 9% dari tahun 2002, yang semula 277.637.037.000. Peningkatan penjualan ini diikuti oleh peningkatan penggunaan total aktiva, yaitu sebesar 8,27% yang semula tahun 2002 adalah 367.804.471.000 menjadi 398.249.995.000 untuk tahun 2003. Meningkatnya penjualan dan total aktiva pada tahun 2003 mempengaruhi naiknya total assets turnover sebesar 0,66% yang semula pada tahun 2002 sebesar 0,754 kali menjadi 0,759 kali. Dari nilai total assets turnover tersebut, maka manajemen perusahaan sudah dapat dikatakan efisien dalam menggunakan keseluruhan total aktivanya guna menghasilkan penjualan tertentu.

Tahun 2004 penjualan sebesar 353.480.502.000 merupakan peningkatan sebesar 16,79% dari tahun 2003, yang semula 302.646.363.000.

Peningkatan penjualan ini diikuti oleh peningkatan penggunaan total aktiva, yaitu sebesar 14,27% yang semula tahun 2003 adalah 398.249.995.000 menjadi 455.117.262.000 untuk tahun 2004. Meningkatnya penjualan dan total aktiva pada tahun 2004 mempengaruhi naiknya total assets turnover sebesar 2,23% yang semula pada tahun 2003 sebesar 0,759 kali menjadi 0,776 kali. Dari nilai total assets turnover tersebut, maka manajemen perusahaan sudah dapat dikatakan efisien dalam menggunakan keseluruhan total aktivanya guna menghasilkan penjualan tertentu.

Tahun 2005 penjualan sebesar 432.278.579.000 merupakan peningkatan sebesar 22,41% dari tahun 2004, yang semula 353.480.502.000. Peningkatan penjualan ini diikuti oleh peningkatan penggunaan total aktiva, yaitu sebesar 18,16% yang semula tahun 2004 adalah 455.117.262.000 menjadi 537.784.507.000 untuk tahun 2005. Meningkatnya penjualan dan total aktiva pada tahun 2005 mempengaruhi naiknya total assets turnover sebesar 3,60% yang semula pada tahun 2004 sebesar 0,776 kali menjadi 0,804 kali. Dari nilai total assets turnover tersebut, maka manajemen perusahaan sudah dapat dikatakan efisien dalam menggunakan keseluruhan total aktivanya guna menghasilkan penjualan tertentu.

Tahun 2006 penjualan sebesar 396.732.902.000 merupakan penurunan sebesar 8,31% dari tahun 2005, yang semula 432.728.579.000. Namun penurunan penjualan ini diikuti oleh peningkatan penggunaan total aktiva, yaitu sebesar 7,36% yang semula tahun 2005 hanya sebesar 537.784.507.000

menjadi 577.411.403.000 untuk tahun 2006. hal ini mempunyai efek menurunnya total assets turnover sebesar 14,55% yang semula pada tahun 2005 nilainya sebesar 0,804 kali menjadi 0,687 kali pada tahun 2006. Dari nilai total assets turnover yang didapat, maka perusahaan kurang efisien dalam menggunakan keseluruhan aktiva yang dimiliki guna menghasilkan penjualan tertentu. Untuk itu hendaknya manajemen mengevaluasi strategi, pemasaran dan pengeluaran modalnya.

Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa PT. Delta Djakarta Tbk total assets turnover pada tahun 2002-2005 mengalami kenaikan dan pada tahun 2006 mengalami penurunan 14,55% dari tahun 2005. Naiknya total assets turnover setiap tahun dikarenakan penjualan yang lebih besar, sehingga kemampuan manajemen dalam mengefisiensi aktiva perusahaan mengalami peningkatan.

Menentukan Margin Laba Bersih Terhadap Penjualan /Net Profit Margin

Net Profit Margin = X100%

Penjualan hPajak LabaSetela

Net Profit Margin 2002 = 100% 000 . 037 . 637 . 277 000 . 025 . 839 . 44 X = 16,15%

Net Profit Margin 2003 = 100% 000 . 363 . 646 . 302 000 . 770 . 148 . 38 X

= 12,60%

Net Profit Margin 2004 = 100%

000 . 502 . 480 . 353 000 . 202 . 696 . 38 X = 10,94%

Net Profit Margin 2005 = 100%

000 . 579 . 728 . 432 000 . 259 . 405 . 56 X = 13,03%

Net Profit Margin 2006 = 100%

000 . 902 . 732 . 396 000 . 214 . 284 . 43 X = 10,91%

Untuk mengetahui perubahan-perubahan Net Profit Margin yang terjadi selama lima tahun berturut-turut, yaitu tahun 2002 sampai 2006 maka dapat dibuat tabel sbb:

Tabel 4. 15 Net Profit Margin PT. Delta Djakarta Tbk Periode 2002-2006 Keterangan Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Laba Bersih 44.839.025.000 38.148.770.000 38.696.202.000 56.405.259.000 43.284.214.000 Penjualan 277.637.037.000 302.646.363.000 353.480.502.000 432.728.579.000 396.732.902.000 Net Profit Margin 16,15% 12,60% 10,94% 13,03% 10,91% Sumber : Hasil Olahan

Tabel 4. 16

PT. Delta Djakarta Tbk Periode 2002-2006 Prosentase Perubahan 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 -14,92% 1,43% 45,76% -23,26% 9% 16,79% 22,41% -8,31% -21,98% -13,17% 19,10% -16,27%

Sumber: Hasil Olahan

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa net profit margin PT. Delta Djakarta Tbk mengalami kenaikan dan penurunan, dimana net profit margin tahun 2003 turun sebesar 21,98% dari tahun 2002 yaitu net profit margin pada tahun 2002 sebesar 16,15% menjadi 12,60% pada tahun 2003. Hal ini disebabkan karena terjadi penurunan laba bersih sebesar 14,92% yang semula 44.839.025.000 menjadi 38.148.770.000 pada tahun 2003, dan untuk penjualan mengalami kenaikan sebesar 9% yang semula 277.637.037.000 menjadi 302.646.363.000 pada tahun 2003.

Tahun 2004 perusahaan kembali mengalami penurunan net profit margin sebesar 13,17% dari tahun 2003. Hal ini disebabkan laba bersih perusahaan hanya mengalami sedikit peningkatan yaitu 1,43% yang semula 38.148.770.000 menjadi 38.696.202.000 untuk penjualan mengalami kenaikan sebesar 16,79% yang semula 302.646.363.000 menjadi 353.480.502.000 pada tahun 2004.

Tahun 2005 perusahaan mengalami kenaikan net profit margin sebesar 19,10% dari tahun 2004. Hal ini disebabkan karena laba bersih perusahaan mengalami peningkatan yang cukup drastis yaitu 45,76% yang

semula 38.696.202.000 menjadi 56.405.259.000 dan penjualan mengalami kenaikan sebesar 22,41% yang semula 353.480.502.000 menjadi 432.728.579.000 pada tahun 2005.

Tahun 2006 perusahaan kembali mengalami penurunan net profit margin sebesar 16,27% dari tahun 2005. Hal ini disebabkan laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 23,26% yang sebelumnya 56.405.259.000 menjadi 43.284.214.000 dan penjualan juga mengalami penurunan sebesar 8,31% yang sebelumnya 432.728.579.000 menjadi 396.732.902.000 pada tahun 2006.

Dari hasil penjelasan diatas, net profit margin PT. Delta Djakarta Tbk dari tahun 2002-2006 mengalami lebih banyak penurunan. Hal tersebut disebabkan karena laba bersih perusahaan setiap tahunnya mengalami kenaikan dan penurunan dan untuk penjualan mengalami peningkatan, namun peningkatan penjualan tersebut lebih besar daripada laba yang dihasilkan. Untuk itu manajemen harus dapat mengurangi biaya-biaya perusahaan yang dapat mempengaruhi perolehan laba/ keuntungan.

Menentukan ROI Du Pont

ROI = Net Profit Margin x Total Asset Turnover ROI 2002 = 16,15% x 0,754kali

= 12,177%

= 9,563% ROI 2004 = 10,94% x 0,776 kali = 8,489% ROI 2005 = 13,03% x 0,804 kali = 10,476% ROI 2006 = 10,91% x 0,687% = 7,495%

Untuk mengetahui perubahan-perubahan ROI yang terjadi selama lima tahun berturut-turut, yaitu tahun 2002 sampai 2006 maka dapat dibuat tabel sbb:

Tabel 4. 17 Du Pont System (ROI)

PT. Delta Djakarta Tbk Periode 2002-2006

Keterangan Tahun

2002 2003 2004 2005 2006

NPM 16,15% 12,60% 10,94% 13,03% 10,91% Perputaran TA 0,754 kali 0,759 kali 0,776 kali 0,804 kali 0,687 kali

ROI 12,177% 9,563% 8,489% 10,476% 7,495% Sumber : Hasil Olahan

Tabel 4. 18

Perubahan Du Pont System (ROI) PT. Delta Djakarta Tbk

Periode 2002-2006 % Perubahan

-21,98% -13,17% 19,10% -16,27%

0,66% 2,39% 3,60% -14,55%

-21,46% -11,23% 23,40% -28,45%

Sumber : Hasil Olahan

Berdasar tabel diatas dapat diketahui bahwa Du Pont System / ROI (Return On Investment) PT. Delta Djakarta Tbk mengalami kenaikan dan penurunan. Dimana tabel diatas menunjukkan bahwa tahun 2003 ROI turun sebesar 21,46%. Hal ini disebabkan karena net profit margin mengalami penurunan sebesar 21,98% yang sebelumnya 16,15% menjadi 12,60% pada tahun 2003 dan total asset turnover mengalami kenaikan sebesar 0,66% yang sebelumnya 0,754 kali menjadi 0,759 kali. Penurunan ROI berarti efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola aktivanya guna menghasilkan laba bersih mengalami penurunan.

Tahun 2004 ROI mengalami penurunan lagi sebesar 11,23%. Hal ini disebabkan karena net profit margin mengalami penurunan sebesar 13,17% yang sebelumnya 12,60% menjadi 10,94% pada tahun 2004 dan total asset turnover mengalami kenaikan sebesar 2,39% yang sebelumnya 0,759 kali menjadi 0,776 kali. Penurunan ROI berarti efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola aktivanya guna menghasilkan laba bersih mengalami penurunan.

Tahun 2005 ROI mengalami kenaikan sebesar 23,40%. Hal ini disebabkan karena net profit margin mengalami kenaikan sebesar 19,10%

yang sebelumnya 10,94% menjadi 13,03% pada tahun 2005 dan total asset turnover mengalami kenaikan sebesar 3,60% yang sebelumnya 0,776 kali menjadi 0,804 kali. Naiknya ROI berarti tingkat efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola aktivanya guna menghasilkan laba bersih mengalami peningkatan.

Tahun 2006 ROI kembali mengalami penurunan sebesar 28,45%. Hal ini disebabkan karena net profit margin mengalami penurunan sebesar 16,27% yang sebelumnya 13,03% menjadi 10,91% pada tahun 2006 dan total asset turnover mengalami penurunan sebesar 14,55% yang sebelumnya 0,804 kali menjadi 0,687 kali. Penurunan ROI berarti efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola aktivanya guna menghasilkan laba bersih mengalami penurunan.

C. Pembahasan

Berdasarkan analisis dari dua perusahaan food and beverage yang listing di Bursa Efek Jakarta maka dapat diketahui perusahaan yang lebih baik dengan cara time series dan cross section, yaitu:

Tabel 4.19

Hasil Perhitungan Total Assets Turnover

Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Rata-rata

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 1.079 kali 1,167 kali 1,43 kali 1,269 kali 1,361 kali 1,203 kali PT. Aqua Golden Mississippi Tbk 1,903 kali 2,058 kali 1,986 kali 1,234 kali 2,094 kali 1,855 kali PT. delta Djakarta Tbk 0,754 kali 0,759 kali 0,776 kali 0,804 kali 0,687 kali 0,756 kali

Rata-rata Industri 1,245 kali 1,328 kali 1,301 kali 1,102 kali 1,380 kali 1,271 kali

Sumber: Hasil Olahan

Berdasarkan tabel hasil perhitungan total assets turnover perusahaan food and beverage dapat diketahui bahwa total assets turnover PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Aqua Golden Mississippi Tbk dan PT Delta Djakarta pada periode 2002-2006.

Pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk total assets turnover pada tahun 2002-2006 mengalami fluktuasi, dimana rata-rata total assets turnover adalah sebesar 1,203 kali dibawah rata-rata industri yaitu 1,271 kali. Pada PT. Aqua Golden Mississippi Tbk total assets turnover pada tahun 2002-2006 juga berfluktuasi, dimana rata-rata total assets turnover adalah sebesar 1,855kali dan nilai tersebut masih berada diatas rata-rata industri yaitu sebesar 1,271 kali. Sedangkan pada PT. Delta Djakarta Tbk total assets turnover pada tahun 2002-2005 mengalami kenaikan dan untuk tahun 2006 mengalami penurunan, untuk rata-rata total assets turnover adalah sebesar 0,756 kali jauh dibawah rata-rata industri yaitu 1,271 kali

Berdasarkan keterangan diatas maka total assets turnover yang berada dibawah rata-rata industri adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Delta Djakarta Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak menghasilkan volume usaha yang cukup besar dibanding dengan aktiva yang dimilikinya. Oleh sebab itu sebaiknya manajemen mngevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran modalnya. Untuk total assets turnover yang berada diatas rata-rata

industri adalah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan sumber-sumber yang ada secara efisien dalam menghasilkan penjualan.

Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa total asset turnover yang paling baik adalah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah efisien dalam menggunakan aktivanya guna menghasilkan sejumlah penjualan.

Tabel 4. 20

Hasil Perhitungan Net Profit Margin

Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Rata-rata PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 4,87% 3,37% 2,15% 6,6% 4,1% 4,22%

PT. Aqua Golden Mississippi Tbk 6,46% 5,87% 6,87% 4,11% 2,93% 5,25% PT. Delta Djakarta 16,15% 12,60% 10,94% 13,03% 10,91% 12,72% Rata-rata Industri 9,16% 7,28% 6,65% 7,91% 5,98% 7,39% Sumber: Hasil Olahan

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa net profit margin PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dari tahun 2002-2006 mengalami fluktuasi, sehingga dapat diketahui bahwa net profit margin rata-rata adalah 4,22% dan masih berada dibawah rata-rata industri yaitu sebesar 7,39%. Net profit margin PT. Aqua Golden Mississippi Tbk tahun 2002-2006 juga mengalami fluktuasi dan net profit margin rata-ratanya masih dibawah rata-rata industri. Nilai net profit margin rata-ratanya adalah 5,25%. Untuk PT. Delta Djakarta Tbk tahun 2002-2006 juga mengalami fluktuasi Namun net profit marginnya jauh diatas rata-rata

industri, nilai nilai rata-rata net profit margin yaitu 12,72% sedangkan rata-rata industri sebesar 7,39%

Berdasarkan keterangan diatas dapat diketahui bahwa net profit margin yang berada dibawah rata-rata industri adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT. Aqua Golden Mississippi Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam menghasilkan penjualan rendah, biaya-biaya yang tinggi atau keduanya. Sedangkan net profit margin yang berada diatas rata-rata adalah PT. Delta Djakarta Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan bahwa perusahaan memiliki laba bersih atas penjualan yang relatif tinggi.

Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa net profit margin yang paling baik adalah PT. Delta Djakarta Tbk karena net profit margin berada diatas rata-rata industri serta nilai rata-rata net profit marginnya lebih tinggi daripada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT. Aqua Golden Mississippi Tbk.

Tabel 4.21

Hasil Perhitungan Du Pont System (ROI)

Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 Rata-rata PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 5,254% 3,932% 2,457% 0,837% 0,148% 2,525% PT. Aqua Golden Mississippi Tbk 12,293% 12,080% 13,643% 8,770% 6,135% 10,584% PT. Delta Djakarta 12,177% 9,563% 8,489% 10,476% 7,495% 9,640% Rata-rata Industri 9,908% 8,525% 8,196% 6,694% 4,592% 7,583% Sumber: Hasil Olahan

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa Du Pont System (ROI) pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dari tahun 2002-2006 selalu mengalami penurunan. ROI rata-rata PT. Indofood adalah sebesar 2,525% jauh dibawah nilai rata-rata Industri yaitu 7,583%. ROI PT. Aqua Golden Mississippi Tbk pada tahun 2002-2006 mengalami fluktuasi, namun nilai rata-rata ROI perusahaan sebesar 10,584% masih jauh diatas nilai rata-rata industri yaitu 7,583%. Untuk ROI PT Delta Djakarta Tbk pada tahun 2002-2006 juga mengalami fluktuasi, namun nilai rata-rata ROI sebesar 9,640% masih berada diatas rata-rata industri yaitu 7,583%.

Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa nilai ROI yang paling baik adalah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk, karena ROI berada diatas rata-rata industri serta nilai rata-rata ROI lebih tinggi daripada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT. Delta Djakarta Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam mengelola aktivanya dalam menghasilkan laba bersih sangat baik.

Tabel 14.22

Gabungan Hasil Kinerja Keuangan Perusahaan Food and Beverage

Keterangan Tahun PT. Indofood Sukses Makmur Tbk PT. Aqua Golden Mississippi Tbk PT. Delta Djakarta Tbk Rata-rata Industri Total Asset Turnover

2002 1,179 kali 1,903 kali 0,754 kali 2003 1,167 kali 2,058 kali 0,759 kali 2004 1,143 kali 1,986 kali 0,776 kali 2005 1,269 kali 1,234 kali 0,804 kali 2006 1,361 kali 1,094 kali 0,687 kali

Rata-rata 1,203 kali 1,855 kali 0,756 kali 1,271 kali

2002 4,87% 6,46% 16,15%

Net Profit Margin 2004 2,15% 6,87% 10,94% 2005 6,6% 4,11% 13,03% 2006 4,1% 2,93% 10,91% Rata-rata 4,22% 5,25% 12,72% 7,39% ROI 2002 5,254% 12,293% 12,177% 2003 3,932% 12,080% 9,563% 2004 2,457% 13,643% 4,489% 2005 0,837% 8,770% 10,479% 2006 0,148% 6,135% 7,495% Rata-rata 2,525% 10,584% 9,640% 7,583%

Sumber : Hasil Olahan

Berdasarkan tabel diatas diperoleh rata-rata industri untuk total assets turnover sebesar 1,271 kali. Pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk nilai total assets turnover pada tahun 2002-2005 berada dibawah rata-rata industri. Hal tersebut dikatakan bahwa perusahaan tidak sehat, dan pada tahun 2006 perusahaan dapat dikatakan sehat karena nilai total assets turnovernya berada diatas rata-rata industri. PT Aqua golden Mississippi Tbk nilai total assets turnover pada tahun 2002-2004 berada diatas rata-rata industri, dari hal tersebut perusahaan dapat dikatakan sehat. Sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 nilai total assets turnover perusahaan berada dibawah rata-rata industri, maka perusahaan dapat dikatakan tidak sehat pada tahun tersebut. PT Delta Djakarta Tbk nilai total assets turnover pada tahun 2002-2006 selalu berada dibawah rata-rata industri, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak sehat.

Untuk nilai rata-rata industri pada net profit margin sebesar 7,39%. Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk nilai net profit marginnya selalu dibawah rata-rata industri, dari nilai yang dicapai tersebut menunjukkan bahwa perusahaan

tidak sehat, dan hal tersebut juga terjadi pada PT Aqua Golden Mississippi Tbk yang nilai net profit marginnya juga selalu berada dibawah rata-rata industri, hal tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan juga tidak sehat. Namun untuk PT Delta Djakarta nilai net profit margin perusahaan pada tahun 2002-2006 selalu berada diatas rata-rata industri, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan sehat.

Untuk nilai rata-rata industri pada ROI sebesar 7,583%. Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk nilai perolehan ROI pada tahun 2002-2006 berada dibawah rata-rata industri, hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak sehat. Untuk PT Aqua golden Mississipi Tbk nilai ROI pada tahun 2002-2005 berada diatas rata-rata industri, dari hal tersebut perusahaan dapat dikatakan sehat, namun pada tahun 2006 nilai ROI turun berada dibawah rata-rata industry dan menunjukkan bahwa perusahaan tidak sehat. PT Delta Djakarta nilai ROI pada tahun 2002,2003 dan 2005 berada diatas rata-rata industri, dari hal tersebut perusahaan dapat dikatakan sehat, namun pada tahun 2004 dan 2006 nilai ROI perusahaan berada dibawah rata-rata industri, yang menunjukkan pada tahun tersebut perusahaan tidak sehat.

Tabel 14.23

Gabungan Rata-rata Industri Hasil Kinerja Keuangan Perusahaan Food and Beverage

Keterangan Rata-rata Tahun 2002-2006

Total assets

Turnover Net Profit Margin ROI

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk 1,203 Kali 4,22% 2,525 %

PT. Aqua Golden Mississippi Tbk 1,855 Kali 5,25% 10,584%

Rata-rata Industri 1,271 Kali 7,39% 7,583% Sumber : Hasil Olahan

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai rata-rata industri untuk total assets turnover dari tahun 2002-2006 sebesar 1,271 kali. Untuk nilai tertinggi perolehan total assets turnover dicapai oleh PT.Aqua Golden Mississippi Tbk yaitu 1,855 kali, dan selanjutnya diikuti oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yaitu sebesar 1,203 kali. Untuk perolehan total assets turnover paling rendah terdapat pada PT. Delta Djakarta yang nilai rata-rata industrinya hanya 0,756 kali jauh berada dibawah rata-rata industri.

Nilai rata-rata industri untuk net profit margin dari tahun 2002-2006 adalah sebesar 7,39%, dan hasil tertinggi perolehan net profit margin dicapai oleh PT. Delta Djakarta Tbk dengan nilai yang diperoleh sebesar 12,72% dan selanjutnya diikuti oleh PT. Aqua Golden Mississippi Tbk dengan nilai 5,25%. Untuk perolehan net profit margin terendah terdapat pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dengan nilai yang diperoleh hanya sebesar 4,22%.

Sedangkan nilai ROI rata-rata industri dari tahun 2002-2006 adalah sebesar 7,583%. Untuk nilai ROI tertinggi dicapai oleh PT. Aqua Golden Mississippi Tbk yaitu 10,584%, dan selanjutnya diikuti oleh PT. Delta Djakarta Tbk yaitu sebesar 9,640%, walaupun nilai tersebut berada dibawah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk namun masih berada diatas rata-rata industri. Untuk

perolehan ROI yang paling rendah adalah pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yang nilai ROI nya hanya sebesar 2,525% jauh diatas rata-rata industri.

Berdasarkan keterangan diatas Du Pont System yang berada dibawah rata-rata industri terjadi pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Hal ini menunjukkan bahwa perolehan total asset turnover dan net profit margin sangat rendah. Sedangkan Du pont System yang berada diatas rata-rata indusri adalah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk dan PT. Delta Djakarta Tbk karena nilai total asset turnover dan net profit marginnya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba sangat baik.

Dari analisis diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Du Pont System yang paling baik adalah PT. Aqua Golden Mississippi Tbk. Hal ini dikarenakan perolehan ROI berada diatas rata-rata industri dan juga lebih tinggi nilainya dari PT Delta Djakarta Tbk.

METODE ANALISIS TIME SERIESNYA DAN CROSSSCATION MANA BUAT TABVEL

BAB V

Dalam dokumen BAB IV V kuarto DIREVISI (Halaman 25-46)

Dokumen terkait