• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Delta Merlin Sandang Tekstil I dalam Proses Produks

Dalam dokumen Pricillia Santoso C9609016 (Halaman 33-38)

BAB III PEMBAHASAN

B. PT Delta Merlin Sandang Tekstil I dalam Proses Produks

Proses produksi benang pada intinya adalah sebuah proses yang mengubah bahan baku (Polyester, Rayon maupun Cotton) menjadi barang jadi yang berupa benang dengan bermacam-macam ukuran maupun jenis. Proses produksi ini meliputi :

1. Blowing

Proses Blowing adalah proses dimana raw material (Cotton, Pe, atau Rayon) dicabik sekaligus dihisap dengan udara sehingga fiber yang terpisah-pisah siap untuk ke proses selanjutnya.

2. Opening, Blending and Cleaning

Di sini terjadi proses pembukaan fiber/serat, pencampuran dan pembersihan serat sehingga serat sudah siap untuk menuju ke proses selanjutnya.

3. Carding

Di proses ini mesin mengubah bentuk lap menjadi bentuk sliver.

Sliver keluaran mesin Carding masih mempunyai variasi grain yang agak tinggi. Fungsi mesin Carding adalah:

a. Menghasilkan sliver.

b. Memisahkan fiber yang panjang dan yang pendek. c. Menyejajarkan individual fiber.

commit to user

4. Drawing

Berfungsi untuk mencampur dan meratakan cotton sliver yang telah disisir dan membuatnya semakin homogen. Ini adalah proses terpenting dimana kestabilan dari berat benang mulai ditentukan.

5. Roving (Flyer)

Berfungsi untuk mengubah finished sliver (keluaran proses

Drawing) menjadi bobbin roving yang mempunyai ukuran yang lebih homogen dan lebih kecil. Tujuannya meliputi:

a. Untuk twist / putaran. b. Menentukan standar Grain. c. Penggulungan.

d. Pemuntiran.

6. Ring Spinning Frame

Di proses spinning ini, masing – masing bobbin roving didraft pada sejumlah roll. Tiap roll berputar dengan rpm yang berbeda beda. Satu roll berputar lebih cepat dari roll yang sebelumnya. Peningkatan rpm dari roll roll ini menciptakan efek drafting yang mengurangi berat roving ke target benang yang diinginkan sebenarnya.

Putaran dimasukkan ke fiber bundle saat keluar dari roll terakhir. Jumlah putaran yang diberikan tergantung dari beberapa faktor. Faktor – faktor tersebut adalah runability dari benang di spinning, kekuatan benang, dan keinginan customer.

commit to user

7. Winding

Winding merupakan proses penggulungan ulang benang yang telah

dihasilkan dari Ring Spinning Frame, sehingga pada umumnya proses Winding bertujuan untuk mengubah Cop menjadi Cones. Di proses Winding juga kadang diberi Wax (untuk benang knitting / rajut).

8. Proses HF (Humidifier)

Tujuan utama dari proses ini adalah untuk mengembalikan kadar air pada fiber, yang hilang saat Proses Pemintalan (umumnya Cotton

maupun Rayon) ke keadaan semula.

9. Packing

Packing merupakan proses terakhir sebelum produk dikirim ke konsumen. Sebelum benang memasuki ruangan Packing, benang harus melalui ruangan dengan sinar Ultra Violet (UV) sebagai checker untuk memeriksa apakah ada cone yang benangnya tercampur dengan benang lain atau tidak. Bagian packing menyediakan packing dalam bentuk karung atau box (biasanya untuk export).

Seiring dengan bertambahnya permintaan Customer akan benang yang diproduksi dan kapasitas Produksi yang mulai tidak bisa mengimbangi permintaan pasar, PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I berencana untuk menambah lagi kapasitas Produksi benangnya yaitu sebesar 80.000 mata pintal. Oleh karen itu PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I untuk membeli mesin – mesin baru dari China. Bukan hanya karena keuntungan pribadi semata saja yang menjadi tujuan PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I, tetapi terdapat berbagai faktor lain, yaitu:

commit to user

Di sisi sosial: Dengan adanya tambahan mesin dapat terbukanya lapangan kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran di daerah sekitar lokasi pabrik.

Di sisi ekonomi:

1. Bagi negara: dapat menamabah pemasukan daerah, terutama di daerah Sragen dan pengurangan devisa dapat teratasi karena berkurangnya impor benang didalam negri.

2. Bagi perusahaan: tidak perlu membayar bea masuk, karena adanya perjanjian ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) yang memberlakukan bebas bea masuk dari dan ke China sejak awal Januari 2010 lalu, dan untuk mendapatkan kapas Rayon Thang Shan dan kapas Rayon China P – 1032 sebagai bahan dasar pembuat benang Rayon.

3. Bagi masyarakat: kebutuhan benang Rayon dapat terpenuhi dan pastinya harga akan lebih rendah karena adanya persaingan harga di industri tekstil. Selain itu, produk China dipilih oleh PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I karena pertimbangan keuntungan dan kerugian dibanding dengan produk buatan Eropa. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian mesin produk buatan China yang menjadi pertimbangan:

Sisi Keuntungan:

1. Investasi ringan, beberapa produk China yang akhir – akhir ini banyak membanjiri pasar Indonesia, dan harga yang kebanyakan lebih murah daripada produk dalam negri, dianggap dapat diterima masyarakat, sehingga membuat PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I melirik pasar China dalam langkah berinvestasi.

commit to user

2. Diberlakukannya ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) di Indonesia sejak awal Januari 2010 lalu, yang membuat kinerja ekspor – impor dari dan ke China menjadi lebih mudah.

3. Market berkembang, produk China dianggap dapat diterima masyarakat Indonesia, sehingga timbul suatu pemikiran jika Indonesia dapat memproduksi barang sendiri, maka akan lebih dapat menekan biaya – biaya, sehingga pasaran Indonesia dapat bersaing.

Sisi Kerugian:

1. Popularitas, sikap ingin dihargai, dan tidak diremehkan adalah salah satu kebutuhan manusia selain sandang, pangan, dan papan. Keinginan untuk dihargai ini lah yang menjadi pendorong munculnya sifat gengsi. Dimana kebanyakan produk China yang harganya murah dianggap barang yang murahan juga, dan berkualitas buruk.

2. Kesulitan dalam mengoperasionalkan mesin China, dari pengalaman yang didapat PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I, produk mesin China sering kali menggunakan program khusus pabrik tersebut. Sehingga jika suatu saat ada permasalahan di dalam program, sulit untuk dipebaiki di Indonesia. Berbeda dengan mesin produk Eropa, yang sebagian mesin nya sudah menggunakan program yang umum, yaitu Microsoft Windows. 3. Kesulitan dalam komunikasi, pada mesin produk China, buku pedoman –

pedoman dan petunjuk mesin selalu menggunakan bahasa China, dimana di Indonesia sendiri SDM (Sumber Daya Manusia) dalam penguasaan bahasa China masih sedikit. Berbeda dengan Eropa yang selalu

commit to user

menggunakan bahasa Inggris, yang di Indonesia sendiri merupakan bahasa yang umum di dalam dunia pekerjaan.

Oleh sebab itulah, PT. Delta Merlin Sandang Tekstil I merasa dengan membeli mesin – mesin untuk industri Spinning adalah pilihan yang tepat untuk investasi di kemudian hari nya.

Dalam dokumen Pricillia Santoso C9609016 (Halaman 33-38)

Dokumen terkait