IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Profil Perusahaan
4.1.2. PT Gajah Tunggal Tbk,
1. Pendirian dan Informasi Umum
PT Gajah Tunggal Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No. 54 tanggal 24 Agustus 1951 dari Raden Meester Soewandi, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. J.A.5/69/23 tanggal 29 Mei 1952 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 5 Agustus 1952.
Anggaran dasar perusahaan telah disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas, dengan akta No. 13 tanggal 22 November 2007 dari Amrul Partomuan Pohan SH, Lex Legibus Magister notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C-06556.HT.01.04-TH.2007 tanggal 13 Desember 2007. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1953.
Perusahaan Gajah Tunggal terletak di Wisma Hayam Wuruk, Lantai 10 Jl. Hayam Wuruk 8, Jakarta, dengan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang. Perusahaan Gajah Tunggal bergerak dalam bidang otomotif khususnya dalam pembuatan ban kendaraan bermotor. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi bidang industri pembuatan barang-barang dari karet, termasuk ban dalam dan luar segala jenis kendaraan, barang atau alat. Hasil produksi perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat, Asia, Australia dan Eropa.
Tanggal 15 Maret 1990, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal/Bapepam (sekarang menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan - Bapepam-LK) dengan suratnya No. SI-087/SHM/MK.10/1990 untuk melakukan Penawaran Umum atas 20.000.000 saham perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 8 Mei 1990, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.
Pada tanggal 21 Januari 1994, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam (sekarang Bapepam-LK) dengan suratnya No.S-115/PM/1994 untuk melakukan penawaran umum terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)sebesar 198.000.000 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 11 Februari 1994.
Pada tanggal 24 September 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam (sekarang Bapepam- LK) dengan suratnya No. S-1563/PM/1996 untuk melakukan penawaran umum terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 792.000.000 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 16 Oktober 1996. Pada tanggal 21 Nopember 2007, perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan suratnya No. S-5873/BL/2007 untuk melakukan Penawaran umum terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 316.800.000 saham. Pada tanggal 31 Desember 2008, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 3.484.800.000 lembar saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Saat ini kepemilikan saham terbesar Gajah Tunggal adalah Denham Pte Limited sebesar 27,9 persen, dan saham yang dimiliki publik dibawah 5 persen berjumlah 64.967 persen. Sisanya dimiliki oleh beberapa investor yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4. Kepemilikan saham PT Gajah Tunggal Tbk, periode 2008.
Nama Status Periode ∑ % saham
Global Union Fiber
Denham PTE LTD Pemegang Saham
Pengendali 06-2008 27,9%
Irene Chan Direksi 06-2008 0,003%
Chan Siew Choong Direksi 06-2008 0,08%
Publik Pemegang saham
dibawah 5% 06-2008 64.967%
Sumber: BEI, 2008
Visi dari perusahaan Gajah Tunggal ini adalah Menjadi Good Corporate Citizen dengan posisi keuangan yang kuat, pemimpin pasar di Indonesia, dan menjadi perusahaan dengan reputasi global sebagai produsen ban yang berkualitas. Untuk mencapai visi tersebut perusahaan mempunyai misi menjadi produsen yang memimpin dan terpercaya sebuah portofolio produk ban yang optimal, dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang unggul di saat yang sama terus meningkatkan ekuitas merek produk, melaksanakan tanggung jawab sosial, dan memberikan profitabilitas/hasil investasi kepada para pemegang saham serta nilai tambah untuk semua stakeholder perusahaan.
2. Karyawan, Direktur dan Komisaris
Susunan dewan komisaris dan direksi perusahaan Gajah Tunggal per 31 Desember 2008 adalah :
a. Dewan Komisaris :
Presiden Komisaris : Dibyo Widodo
Wakil Presiden Komisaris : Mulyati Gozali
Komisaris : Gautama Hartarto
Komisaris : Sean Gustav Standish Hughes
Komisaris Independen : Howell Rembrandt Pickett Keezell
Komisaris Independen : Sunaria Tadjuddin
Komisaris Independen : Sang Nyoman Suwisma b. Direksi perusahaan
Presiden Direktur : Christopher Chan Siew Choong
Wakil Presiden Direktur : Budhi Santoso Tanasaleh
Direktur : Tan Enk Ee Directors
Direktur : Irene Chan
Direktur : Catharina Widjaja
Direktur : Hendra Soerijadi
Direktur : Kisyuwono
Direktur : Lin Jong Jeng
Direktur Tidak Terafiliasi : Veli Ilmari Nikkari
Jumlah karyawan perusahaan per tanggal 31 Desember 2008 adalah 11.331 orang.
3. Anak Perusahaan
GT 2005 Bonds B.V. ("GTBonds")
Anak perusahaan yang bertempat di Belanda ini bergerak dalam perdagangan umum dan keuangan.
PT Prima Sentra Megah (PSM)
Perusahaan ini bertempat di Jakarta dan bergerak dalam bidang perdagangan umum.
GTT Netherlands B.V. ("GTTN")
Perusahaan yang bertempat di Belanda ini mempunyai jenis usaha dalam bidang Perdagangan umum dan keuangan.
4. Kondisi Keuangan Perusahaan
Pada periode Desember 2008 total aktiva perusahaan meningkat sebesar 3,06 persen atau setara dengan Rp 258.866.000.000, dari tahun 2007 sebesar Rp 8.454.693.000.000 meningkat menjadi Rp 8.713.559.000.000 pada akhir tahun 2008.
Penambahan total aktiva ini terjadi karena adanya peningkatan yang cukup signifikan dari aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.
Tabel 5. Ringkasan neraca PT Gajah Tunggal Tbk, Periode 2007-2008. (dalam jutaan Rupiah)
Komponen 2007 2008
Aktiva lancar 3.044.711 3.359.456
Aktiva tidak lancar 5.095.237 5.668.848
Total aktiva 8.454.693 8.713.559
Kewajiban lancar 1.560.032 2.071.221
Kewajiban tidak lancar 4.508.847 4.992.913
Total kewajiban 6.068.879 7.064.134
Ekuitas 2.385.814 1.649.425
Total ekuitas dan kewajiban 8.454.693 8.713.559 Aktiva lancar periode Desember 2008 meningkat sebesar 10,34 persen atau setara dengan Rp 314.745.000.000. Aktiva lancar pada Desember 2007 sebesar Rp 3.044.711.000.000 menjadi Rp 3.359.456.000.000 pada akhir tahun 2008. Sedangkan aktiva tidak lancar meningkat sebesar 11,26 persen senilai dengan Rp 573.611.000.000, dari Rp 5.095.237.000.000 pada Desember 2007 menjadi Rp 5.668.848.000.000 pada akhir tahun 2008.
Penambahan aktiva ini dapat dilihat pada Tabel 5.
Total kewajiban PT Gajah Tunggal juga mengalami peningkatan pada Desember 2008 sebesar 16,40 persen atau setara dengan Rp 995.255.000.000 dari Rp 6.068.879.000.000 meningkat menjadi Rp 7.064.134.000.000. Peningkatan total kewajiban ini terjadi karena adanya peningkatan kewajiban lancar sebesar 32,77 persen, dan kewajiban tidak lancar sebesar 7,07 persen. Sedangkan pada ekuitas terjadi penurunan sebesar 30,87 persen dari tahun 2007. Lebih jelasnya peningkatan dan penurunan total kewajiban dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 6. Ringkasan laporan laba/rugi PT Gajah Tunggal Tbk, Periode Juni 2007 - 2008. (dalam jutaan Rupiah)
Komponen 2007 2008
Penjualan bersih 6.659.854 7.963.473
Beban penjualan dan usaha 5.995.105 7.382.120
Laba/rugi usaha 664.749 581.353
Pendapatan/Beban lain-lain (541.121) (1.279.475) Bagian laba (rugi)atas hasil bersih
perusahaan 16.693 (76.077)
Laba/rugi sebelum pajak 140.321 (774.199)
Beban pajak (49.480) 149.411
Laba/rugi bersih 90.841 (624.788)
Pada tahun 2008 PT Gajah Tunggal Tbk, mengalami kerugian bersih sebesar Rp 624.788.000.000, sedangkan pada tahun 2007 perusahaan menghasilkan laba sebesar Rp 90.841.000.00.
Kerugian ini terjadi karena adanya pengaruh krisis global di tahun 2008, salah satunya yaitu adanya kerugian yang cukup besar dari selisih kurs. Kerugian selisih kurs ini meningkat tajam sebesar 495,13 persen dari tahun 2007 sebesar Rp 132.131.000.000 meningkat menjadi Rp 786.384.000.000. Kerugian selisih kurs ini merupakan bagian dari beban lain-lain yang mengurangi laba usaha.
Pengaruh naiknya kerugian kurs mengakibatkan beban lain-lain juga meningkat sebesar 136 persen atau setara dengan Rp 738.354.000.000, dari Rp 541.121.000.000 pada tahun 2007 meningkat menjadi Rp 1.279.475.000.000 pada tahun 2008.