Pada hari yang sama juga ditandatangani
8. PT Kertas Leces (Persero)
Berdasarkan surat menteri BUMN No. S-511/MBU/2012 tanggal 18 September 2012 perihal Pemberian Dana Talangan kepada PT Kertas Leces (Persero) untuk Revolving
Working Capital yang dituangkan dalam
Perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Talangan kepada PT Kertas Leces (Persero) (“PT KL”) No. 13 tanggal 11 Oktober 2012. Berdasarkan Perjanjian tersebut Perusahaan memberikan Pinjaman Dana Talangan dengan jumlah pokok fasilitas maksimum Rp50.000.
8. PT Kertas Leces (Persero)
Based on the Minister of SOE letter No. S-511 / MBU / 2012 dated 18 September 2012 concerning the Provision of Bailout Funds to PT Kertas Leces (Persero) for Revolving Working, the Bailout Loan Fund Loan Agreement has been signed to PT Kertas Leces (Persero) (“PT KL”) No. 13 dated 11 October 2012. Based on the agreement, the Company provided a Bailout Loan with a maximum principal amount of Rp50,000.
Tanggal 26 April 2019, Tim Kurator PT KL telah mengumumkan pembagian hasil dana lelang eksekusi dimana Perusahaan selaku kreditor separatis dan pemegangan HT peringkat I diberikan sebesar Rp1.291. Atas pembagian ini dinilai terlalui rendah sehingga Perusahaan mengajukan keberatan atau perlawanan (Renvoi Prosedur).
On April 26, 2019. PPA as a separatist creditor and holding HT rank I was given Rp1,291. With regard to this division, it is considered that the PPA has raised an objection or resistance (Renvoi Procedure).
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Data Saham) (In Million of Rupiah, unless Share Data)
Tanggal 29 Agustus 2019 telah dilaksanakan pembacaan putusan Renvoi Prosedur, yang mana putusannya Menolak keberatan atau perlawanan dari Pelawan (Perusahaan) untuk seluruhnya, Perusahaan melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Ari Zulfikar & Partners (AZP) telah mengajukan upaya hukum Kasasi dan menyerahkan memori Kasasi di Mahkamah Agung RI.
Berdasarkan surat Mahkamah Agung RI nomor 100/Pts.Pailit/VI/1 K/Pdt.Sus-Pailit/2020 tanggal 12 Juni 2020 telah disampaikan Salinan Putusan kepada Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam putusannya MARI mengabulkan keberatan PPA dan memerintahkan agar Tim Kurator membuat daftar pembagian harta terbaru.
Perusahaan melalui surat no.S-2722/PPA/DKBAM/0620 tanggal 23 Juni 2020 telah menyampaikan surat kepada Tim Kurator agar dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI. Menanggapi surat tersebut, Tim Kurator melalui surat no.245/PAILIT-KL/AG-RB-FEB/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020 memberikan tanggapan bahwa akan melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI tersebut setelah diterimanya Salinan Putusan Kasasi dari Pengadilan Negeri Surabaya.
August 29, 2019 the reading of the decision of the Renvoi Procedure has been carried out, in which the decision rejects the objection or resistance of the Opponents (PPA) for all. , PPA through legal counsel from the Law Office of Ari Zulfikar & Partners (AZP) has filed an appeal Cassation and handed over the memory of Cassation in the Supreme Court of the Republic of Indonesia
Based on the letter of the Supreme Court of the Republic of Indonesia number 100 / Pts.Pailit / VI / 1 K / Pdt.Sus-Pailit / 2020 dated 12 June 2020, a copy of the decision has been submitted to the Surabaya District Court. In its decision, MARI granted PPA's objection and ordered the Curatorial Team to make an updated list of asset distribution.
The company through letter
no.S-2722/PPA/DKBAM/0620 dated 23 June 2020 has submitted a letter to the Curatorial Team in order to implement the decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia. Responding to the letter, the Curatorial Team through letter no.245 / PAILIT-KL / AG-RB-FEB / VI / 2020 dated June 25, 2020 gave a response that they would implement the Supreme Court decision after receiving a copy of the Cassation Decision from the Surabaya District Court.
Tanggal 9 Juli 2020, AZP selaku kuasa Perusahana telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung RI dari Pengadilan Negeri Surabaya. Atas diterimanya salinan tersebut, Perusahaan kembali menyampaikan surat no.S-3077/PPA/DKBAM/0720 tanggal 20 Juli 2020 kepada Tim Kurator agar dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI selambat-lambatnya 31 Juli 2020.
Tim Kurator beberapa kali melakukan lelang mesin dan peralatan pabrik PT KL, namun belum terjual.
On July 9, 2020, AZP as the Perusahana
attorney received a copy of the Supreme Court's decision from the Surabaya District Court. Upon receipt of this copy, the Company again submitted letter no.S-3077 / PPA / DKBAM / 0720 dated July 20, 2020 to the Curatorial Team so that they could carry out the decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia by July 31, 2020.
The Curatorial Team conducted auctions for PT KL factory machines and equipment, but they have not sold.
Jaminan dari PT KL adalah berupa hak tanggungan peringkat I atas 1 aset tanah dan/atau bangunan dengan nilai Rp9.500, fidusia mesin dengan nilai Rp50.000.
The guarantee from PT KL is in the form of a
mortgage of right of rank I for 1 land and / or building asset with a value of Rp9,500, a machine fiduciary with a value of Rp50,000.
44. Manajemen Risiko Keuangan 44. Financial Risk Management
a. Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan a. Financial Risk Management Policies
Dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, Grup menghadapi risiko keuangan yaitu risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar, dan mendefinisikan risiko-risiko tersebut sebagai berikut:
In its operating, investing and financing activities, the Group is exposed to the following financial risks: credit risk, liquidity risk and market risk, and define those risks as follows:
• Risiko kredit: kemungkinan bahwa debitur atau pihak lawan tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Grup.
• Credit risk: possibility that a customer or
counterparty will not pay the whole or part of a receivable or will not pay in timely manner and hence, Group will incur loss.
• Risiko likuiditas: Grup menetapkan risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi terkait dengan kewajiban pembayaran atau penyediaan dana kepada pihak lain atau kewajiban untuk membiayai kegiatan Grup.
• Liquidity risk: The Group determines that
liquidity risk is the risk that occurs in relation to the obligation to pay or provide funds to other parties or the obligation to finance the Group's activities.
• Risiko pasar: Grup menetapkan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar.
• Market risk: the Group defines the risk of
fluctuation in the value of financial
instrument as a result of changes in market price.
Dalam rangka untuk mengelola risiko tersebut secara efektif, Direksi telah menyetujui beberapa strategi untuk pengelolaan risiko keuangan, yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Pedoman ini menetapkan tujuan dan tindakan yang harus diambil dalam rangka mengelola risiko keuangan yang dihadapi Grup.
In order to effectively manage those risks, the Board of Directors has approved some strategies for the management of financial risks, which are in line with corporate objectives. These guidelines set up objectives and action to be taken in order to manage the financial risks that the Group faced.
Pedoman utama dari kebijakan ini adalah sebagai berikut:
• Menetapkan rasio jaminan terhadap pinjaman debitur 130%;
• Menetapkan diversifikasi sektor industri. • Menetapkan daftar negatif investasi; • Menetapkan maksimal penempatan dana
pada satu pihak.
The major guidelines of this policy are the following:
• Determine the guarantee ratio for debtor
loans of 130%;
• Determine the diversification of the
industrial sector.
• Establish a negative list of investments; • Determine the maximum placement of
funds on one party.
Risiko Kredit Credit Risks
Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari pihak lawan atas kewajiban kontraktual yang mengakibatkan kerugian keuangan kepada Grup. Grup tidak memiliki risiko konsentrasi kredit yang signifikan. Risiko kredit Grup terutama melekat pada kas dan setara kas, piutang yang timbul dari kegiatan investasi dan restrukturisasi dan/atau revitalisasi BUMN.
Credit risk arises from the risk of failure of the counterparty for contractual obligations that result in financial losses to the Group. The Group does not have significant credit
concentration risk. The Group’s credit risk is
primarily inherent in cash and cash equivalents, receivables arising from investing activities and restructuring and/or revitalization of BUMN.
Grup mengelola risiko kredit terkait dengan penempatan dana di bank dengan hanya menempatkan dana pada bank-bank yang memiliki reputasi dengan predikat yang baik untuk mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank.
The Group manages credit risk associated with placing funds in banks by only placing funds with reputable banks with a good reputation to reduce the possibility of losses due to bank bankruptcy.
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Data Saham) (In Million of Rupiah, unless Share Data)
Tabel berikut menyajikan jumlah eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan:
The following table presents the maximum amount of exposure to credit risk on financial assets:
2020
Tidak Mengalami Mengalami Jumlah/
Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Total Unimpair in Value Impair in Value
Aset Keuangan Financial Asset
Pinjaman dan Piutang Loans and Receivables
Kas dan setara kas -- 774,100 774,100 Cash and Cash Equivalents
Pinjaman Investasi Jangka Pendek -- 1,531,707 1,531,707 Short-term Investment Loans
Piutang usaha -- 1,451,943 1,451,943 Accounts Receivable
Piutang retensi -- 151,012 151,012 Retention Receivables
Piutang Ventura Bersama Konstruksi -- 306,082 306,082 Joint Venture Construction Receivables
Pinjaman yang diberikan - Dana Talangan -- 340,087 340,087 Loan Receivable - Bailout
Tagihan bruto kepada pemberi kerja -- 2,331,224 2,331,224 Gross Amount Due from Customers
Cessie Piutang Jangka Pendek -- 372,511 372,511 Short Term Receivable Cessie
Pinjaman Investasi Jangka Panjang -- 681,689 681,689 Long-term Investment Loans
Pinjaman yang diberikan - Dana Restrukturisasi Loans Receivable - Restructuring
dan/atau Revitalisasi -- 536,683 536,683 and/or Revitalization
Aset Lain-Lain -- 920,491 920,491 Other Assets
Jumlah -- 9,397,529 9,397,529 Total
2019
Tidak Mengalami Mengalami Jumlah/
Penurunan Nilai/ Penurunan Nilai/ Total Unimpair in Value Impair in Value
Aset Keuangan Financial Asset
Pinjaman dan Piutang Loans and Receivables
Kas dan setara kas -- 1,107,636 1,107,636 Cash and Cash Equivalents
Pinjaman Investasi Jangka Pendek -- 1,445,630 1,445,630 Short-term Investment Loans
Aset Keuangan Yang Diperdagangkan -- 70,260 70,260 Held for Trading Financial Assets
Piutang usaha -- 1,477,597 1,477,597 Accounts Receivable
Piutang retensi -- 170,121 170,121 Retention Receivables
Piutang Ventura Bersama Konstruksi -- 296,623 296,623 Joint Venture Construction Receivables
Pinjaman yang diberikan - Dana Talangan -- 223,046 223,046 Loan Receivable - Bailout
Tagihan bruto kepada pemberi kerja -- 2,418,106 2,418,106 Gross Amount Due from Customers
Cessie Piutang -- 565,592 565,592 Short Term Receivable Cessie
Pinjaman Investasi Jangka Panjang -- 299,854 299,854 Long-term Investment Loans
Pinjaman yang diberikan - Dana Restrukturisasi Loans Receivable - Restructuring
dan/atau Revitalisasi -- 1,416,472 1,416,472 and/or Revitalization
Aset Lain-Lain -- 920,491 920,491 Other Assets
Jumlah -- 10,411,428 10,411,428 Total
Kualitas Aset Keuangan Quality Of Financial Assets
Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan penempatan dana di Bank dan piutang kepada debitur dengan cara:
• Menempatkan dana pada bank-bank yang memiliki reputasi dengan predikat yang baik
• Penetapan persyaratan jaminan/agunan yang nilainya dapat mem-backup pembiayaan.
• Memantau dan mengevaluasi kinerja debitur/penerbit surat utang untuk memastikan pemenuhan persyaratan / kondisi yang diatur dalam perjanjian kredit atau perjanjian penerbitan penerbitan utang
The Group manages the credit risk associated with the placement of funds in the Bank and receivables from debtors by:
• Placing funds in banks that have a good reputation
• Determination of guarantee / collateral requirements whose value can back up financing.
• Monitor and evaluate the performance of debtors / debt securities issuers to ensure fulfillment of the requirements / conditions stipulated in the credit agreement or debt issuance agreement
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.
The credit quality of financial assets that are neither past due nor impaired can be assessed by reference to external credit ratings (if available) or to historical information about counterparty default rates.
2020 2019
Rp Rp
Kas dan Bank Cash and Banks
Bank Pihak Berelasi Cash in Banks Related Party
Dengan Pihak yang Memiliki Counterparty With
Peringkat Kredit Eksternal External Credit Rating
AAA 249,678 277,095 AAA
Subtotal 249,678 277,095 Subtotal
Bank Pihak Ketiga Cash in Banks Third Parties
Dengan Pihak yang Memiliki Counterparties With
Peringkat Kredit Eksternal External Credit Rating
A 24,275 4,217 A
AA 2,435 5,184 AA
AAA 2,551 AAA
Subtotal 26,710 11,952 Subtotal
Deposito Berjangka Time Deposit
Bank Pihak Berelasi Cash in Banks Related Party
Dengan Pihak yang Memiliki Counterparty With
Peringkat Kredit Eksternal External Credit Rating
AA 406,367 444,662 AA
AAA 67,455 77,965 AAA
Sub Total 473,822 522,627 Sub Total
Bank Pihak Ketiga Cash in Banks Third Parties
Dengan Pihak yang Memiliki Counterparty With
Peringkat Kredit Eksternal External Credit Rating
AA - 195,540 AA
A 10,000 97,522 A
AAA 2,900 2,900 AAA
BBB- 11,000 -
BBB-Subtotal 23,900 295,962 Sub Total
Total Kas dan Setara Kas 774,110 1,107,636 Total Cash and Cash Equivalents
Risiko Likuiditas Liquidity Risks
Manajemen telah menetapkan
ketentuan/kebijakan terkait dengan pengelolaan likuiditas. Grup mengelola risiko likuiditas dengan menerapkan strategi:
• Penetapan skala prioritas untuk kegiatan investasi yang akan dibiayai dengan mempertimbangkan antara lain tingkat imbal hasil, risiko, dan nilai strategis proyek yang akan dibiayai.
• Membangun hubungan dan jaringan yang baik dengan berbagai pihak serta mendayagunakan sumber daya Perusahaan dalam rangka memperoleh pendanaan dari pihak lain, baik sumber dana dari perbankan maupun dari hasil penerbitan surat utang.
• Melakukan restrukturisasi atas debitur bermasalah agar mampu membayar kewajibannya kepada Perusahaan sesuai dengan cashflow hasil usahanya.
Management has set provisions / policies related to liquidity management. The Group
manages liquidity risk by implementing
strategies:
• Determining the priority scale for investment activities to be financed by considering, among others, the level of returns, risks, and the strategic value of the projects to be financed.
• Build good relationships and networks with various parties and utilize the Company's resources in order to obtain funding from other parties, both sources of funds from banks and from the issuance of debt securities.
• Undertaking restructuring of problem debtors so that they are able to pay their obligations to the Company in accordance with the cash flow from their operations.
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Data Saham) (In Million of Rupiah, unless Share Data)
Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan berdasarkan sisa umur jatuh temponya dari tanggal laporan posisi keuangan:
The following table analyse financial liabilities based on their maturity since the date of statement of financial position:
2020
Jumlah/
Total
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi Measured at amortised cost
Pinjaman Bank dan Lembaga Keuangan -- 3,521,994 1,299,244 -- 4,821,238 Bank and Financial Institution Loans
Utang Surat Berharga Komersial -- -- -- -- -- Commercial Paper
Surat Utang Jangka Menengah Jangka Pendek -- -- 748,545 -- 748,545 Short-Term Medium Term Notes
Utang Bruto kepada Pihak Ketiga 929,472 -- -- -- 929,472 Gross Amount Due to Third Parties
Obligasi -- -- 445,000 197,100 642,100 Bonds Jumlah 929,472 3,521,994 2,492,789 197,100 7,141,355 Total Kurang dari 3 bulan/Less than 3 months 3-12 Bulan/Months 1-5 Tahun/Years Lebih dari 5 Tahun/More than 5 years 2019 Jumlah/ Total
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi Measured at amortised cost
Pinjaman Bank dan Lembaga Keuangan -- 2,837,002 881,480 -- 3,718,482 Bank and Financial Institution Loans
Utang Surat Berharga Komersial -- 93,572 -- -- 93,572 Short-Term Medium Term Notes
Surat Utang Jangka Menengah Jangka Pendek -- 360,000 747,455 -- 1,107,455 Short-Term Medium Term Notes
Utang Bruto kepada Pihak Ketiga -- 1,342,936 -- -- 1,342,936 Gross Amount Due to Third Parties
Obligasi -- -- -- -- -- Bonds Jumlah -- 4,633,510 1,628,935 -- 6,262,445 Total Kurang dari 3 bulan/Less than 3 months 3-12 Bulan/Months 1-5 Tahun/Years Lebih dari 5 Tahun/More than 5 years
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing Foreign Exchange Risk
Risiko nilai tukar mata uang asing terjadi apabila Grup memiliki posisi mata uang asing yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dengan debitur. Mitigasi risiko atas posisi mata uang asing ini antara lain melalui penetapan kebijakan natural hedging yaitu pemberian pembiayaan dalam mata uang asing menggunakan sumber dana dalam mata uang asing juga.
Foreign exchange rate risk occurs if the Group has a foreign currency position arising from transactions in foreign currencies with debtors. Mitigation of risk on foreign currency positions, among others, is through the establishment of a natural hedging policy, namely the provision of financing in foreign currency using sources of funds in foreign currencies as well.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi dalam nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat pada denominasi aset dan liabilitas Grup, dengan semua variabel lainnya dianggap tetap tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:
The following table shows the sensitivity to possible changes in the United States Dollar exchange rate of the Group denominated assets and liabilities, with all other variables held constant, as of December 31, 2020 and 2019: + 100 29,223,800 - 100 (29,223,800) + 100 1,400,300 - 100 (1,400,300) 31 Desember 2020 31 Desember 2019 31 Desember 2019
Kenaikan (Penurunan) Dalam Mata Uang Asing Dalam
Basis Poin/ Increase (Decrease) In Currency in
Basis Points
Dampak Terhadap Laba Sebelum Pajak/Effect on
Income Before Tax
Tabel berikut menunjukkan instrumen keuangan Grup dalam mata uang asing:
The following table shows the financial instruments of the Group in foreign currency:
Kas dan Setara Kas 292,238 4,122,016,990 14,003 194,655,703 Cash and Cash Equivalents
Aset Keuangan 292,238 4,122,016,990 14,003 194,655,703 Financial Asset
2020 2019
Nilai Penuh/ Full Amount
Setara Rupiah/ Rupiah Equivalent
Nilai Penuh/ Full Amount
Setara Rupiah/ Rupiah Equivalent
Risiko Suku Bunga Pasar Interest Rate Risk
Risiko suku bunga arus kas adalah risiko arus kas di masa datang atas instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Nilai wajar risiko suku bunga adalah risiko nilai wajar instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Secara umum risiko suku bunga yang dihadapi Grup relatif kecil karena suku bunga sumber dana Grup dalam bentuk suku bunga tetap.
Cash flow interest rate risk is the risk that future cash flows for a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The fair value of interest rate risk is the risk that the fair value of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. In general, the interest rate risk faced by the Group is relatively small because the interest rate on the Group's sources of funds is in the form of a fixed interest rate.
Aset atau liabilitas keuangan yang terpengaruh risiko suku bunga pasar adalah penerimaan pinjaman oleh Grup dari bank (kreditur).
Financial assets or liabilities that are subject to market interest rate risk are the receipt of loans by the Group from banks (creditors).
b. Nilai Wajar Informasi Keuangan b. Fair Value of Financial Statements
Manajemen menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam laporan keuangan mendekati nilai wajarnya.
Management considers that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recognized in the financial statements approximate their fair values.
Instrumen keuangan yang disajikan didalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragraf-paragraf berikut.
Financial instruments are presented in financial statements are carried at fair value, or served in the carrying amount either because the amount is less than fair value or the fair value can not be measured reliably. Further explanation is given in the following paragraphs.
Instrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar atau biava perolehan diamortisasi
Financial instruments carried at fair value or amortized cost
Investasi berupa dana jaminan berbentuk obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dan obligasi yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo disajikan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif/Effective Interest Rate ("SBE/EIR"), dan tingkat diskonto yang digunakan mengacu pada tingkat suku bunga obligasi yang bersangkutan.
Investment of insurance funds in the form of bonds held to maturity and bonds classified as held to maturity are presented at amortized cost using the Effective Interest Rate ("EIR"), and the discount rate used refers to interest rate of the bond.
(Dalam Jutaan Rupiah, kecuali Data Saham) (In Million of Rupiah, unless Share Data)
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang kuranq lebih sebesar nilai wajarnya
Financial instruments with carrying amount approximate their fair value
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat (berdasarkan nilai nasional) investasi berupa dana jaminan berbentuk obligasi, penyertaan saham dan pinjaman polis, dan kas dan bank kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Management determined that the carrying value (based on the national value) of investment of obligation, investments and policyholder loan, and cash and bank, approximately equal to its fair value.
45. Manajemen Permodalan 45. Capital Management