BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN
4.1.1 PT. Pabrik Es Siantar
PT.Pabrik Es Siantar merupakan salah satu perusahaan yang berdiri di Kota Pematangsiantar. Perusahaan ini merupakan bangunan industri yang bergerak di bidang penjualan minuman berupa minuman ringan bersoda. Nama produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah minuman cap badak. Bukan hanya memproduksi minuman, PT.Pabrik Es Siantar juga memproduksi Es batangan sebagai pendingin limun atau minuman cap badak. Minuman ini sudah sangat tenar ditelinga masyarakat, khususnya masyarakat Siantar karena produk minuman ini juga merupakan produk lokal yang fokus penjualannya di wilayah Sumatera Utara. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan minuman badak
dapat ditemui di luar Sumut bahkan di luar Sumatera. Sementara yang diketahui bahwa pada saat ini sudah banyak sekali jenis minuman ringan yang di produksi baik dari dalam negeri sendiri maupun dari luar negeri, apalagi ditambah dengan munculnya perdagangan bebas. Kenyataan tersebut akan sangat memperketat dunia persaingan. Meskipun begitu minuman ini dapat tetap eksis selama waktu yang cukup lama.
Minuman cap badak sebenarnya sudah berusia seratus tahun dimana pada saat Indonesia berada pada masa kolonial perusahaan yang mengelola minuman ini bernama NV.Ijs. Fabriek Siantar yang didirikan oleh seorang berkebangsaan Swiss. PT.Pabrik Es Siantar berdiri tahun 1916, didirikan oleh Bapak Heinrich Surbeck yang pertama kali mendirikan pembangkit listrik tenaga air sebagai penerangan di simalungun. Pada awal sejarahnya Bapak Heinrich Surbeck dibawa oleh VOC ke Jawa, Kalimantan dan daerah-daerah lainnya namun yang dia cari tidak ada. Kemudian beliau turun ke Sumatera, dilihat sungai di Simalungun seperti pulau dan bisa sebagai sumber listrik atau sebagai pembangkit listrik dan sungai tersebut banyak mata air, serta modal untuk pengembangan pabrik. Dari mata air yang ada tersebut beliau menciptakan es batangan sebagai pendingin pembuatan limun. Untuk minuman cap badak itu sendiri, resepnya didapatkan dari Swiss yang konsentratnya diimpor dari luar negeri. Sarsaparilla konsentratnya berasal dari tumbuhan semak beduri yang tumbuh di amerika latin yang berasal dari Kota Meksiko dan diimpor melalui kapal kontainer.
Tahun 1945 terjadi revolusi, Heinrich Surbeck mati dibunuh oleh laskar rakyat Indonesia. Anak-anak diungsikan ke luar negeri untuk sementara namun
ada pegawai berkebangsaan Indonesia Pak Elman tanjung, dimasa-masa perjuangan, masa kemerdekaan pengelolaan perusahaan dipercayakan kepada Pak Elman Tanjung. Setelah keadaan sudah damai dan aman, keluarga dan anak Surbeck serta menantu datang dari swiss ke Indonesia untuk melanjutkan usaha ini dan usahanya semakin maju. Namun terjadi dekrit presiden tahun 1949 dan semenjak adanya isu-isu nasionalis dan perusahaan asing yang ada di Indonesia harus di serahkan kepada pribumi maka pada akhirnya kepemilikan perusahaan ini pun berpindah ke tangan seseorang yang bernama Julianus Hutabarat, beliau adalah seorang pengusaha yang membeli perusahaan yang mengelola minuman cap badak ini setelah sebelumnya dipercayakan ke tangan Elman Tanjung yang merupakan teman baik Bapak Julianus Hutabarat. Akhirnya pada tahun 1969 perusahaan tersebut dibeli oleh Bapak Julianus Hutabarat dan berubah nama menjadi PT.Pabrik Es Siantar. Selama ditangan Bapak Julianus Hutabarat perusahaan ini semakin berkembang dimana beliau menambah bangunan baru, memperbarui mesin dengan semi otomatis dan penambahan jumlah karyawan.
Hingga saat ini perusahaan dikelola oleh keturunan Bapak Julianus Hutabarat dan merupakan pengelola perusahaan generasi kedua dimana usia perusahaan keluarga ini sudah mencapai 47 tahun.
Sebelum tahun 90an minuman yang diproduksi oleh PT.Pabrik Es Siantar ada 8 jenis rasa yaitu ananas, grape soda, soda water, ice cream soda, sarsaparilla, coffee bear, orange pop, dan raspberry. Namun yang bertahan hingga kini hanya ada dua rasa minuman yaitu sarsaparilla dan soda water. Hal tersebut disebabkan oleh adanya isu-isu kesehatan bahwa 6 rasa lainnya ini kurang bermanfaat bagi
kesehatan tubuh. Sementara dua rasa lainnya seperti soda water dan sarsaparilla dianggap oleh masyarakat bukan hanya sebagai minuman ringan biasa saja namun juga dapat mengurangi demam. Itu adalah salah satu alasan kedua jenis rasa minuman ini masih banyak disukai dan dikonsumsi oleh masyarakat juga penjualannya tetap eksis. Selain itu pada era 90-an persaingan dengan coca-cola dan sosro mengakibatkan produk cap badak termakan persaingan pasar.
Perusahaan ini merupakan perusahaan skala menengah dimana perusahaan memiliki 49 jumlah karyawan tetap dan sebanyak 23 buruh harian lepas . Perusahaan ini juga memiliki sebuah organisasi yaitu SBSI yang merupakan sarana bagi buruh yang bekerja untuk melindungi dan menjamin hak yang diberikan kepada buruh secara normatif. Letak pabrik ini juga berada di depan sungai bahbolon yang merupakan sungai yang dibendung sebagai SDA untuk pembangkit listrik tenaga air bagi aktivitas produksi pembuatan Es batangan dan minuman cap badak.
Perusahaan PT.Pabrik Es Siantar merupakan perusahaan keluarga dimana pemilik perusahaan ikut pula dalam mengelola perusahaan. Pemilik perusahaan dalam mengelola perusahaan berada pada posisi teratas yaitu sebagai direktur.
Beliau adalah Bapak Immanuel Basar Hutabarat yang merupakan keturunan dari Bapak Julianus Hutabarat. Jadi menurut terminologi bisnis jenis dari perusahaan ini adalah FBE (Family Bussiness Entreprise). Pemilik sekaligus ikut sebagai pengelola perusahaan. Namun perusahaan ini bukan lah menggunakan managemen keluarga akan tetapi menggunakan managemen modern dimana keluarga pemilik perusahaan mempercayakan profesional dari luar untuk diangkat
sebagai seorang manager di perusahaan . Jadi fungsi pemilik bukanlah dirangkap sekaligus dengan fungsi manager seperti managemen tradisional, akan tetapi direktur yang adalah pemilik perusahaan membedakan tugasnya dengan manager pada perusahaan. Untuk pengelola perusahaan PT.Pabrik Es Siantar, untuk saat ini hanya dipegang di posisi kunci atau posisi paling atas dari struktur organisasi perusahaan yaitu hanya posisi direktur saja. Artinya untuk posisi lain keluarga perusahaan tidak melibatkan keluarga seperti misalnya sebagai kepala bagian divisi atau bagian lainnya yang terkadang digunakan oleh perusahaan keluarga lainnya untuk melatih kecakapan calon penerus perusahaan.
4.2. Kondisi dan Keadaan serta Gambaran Umum Perusahaan PT.Pabrik