• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRESDIR PERTAMINA EP :

PT PERTAMINA HULU MAKAHKAM:

Baik, Terima kasih sebelumnya perhatiannya Pak Pimpinan dan Anggota Dewan yang kami hormati. Tentunya kami berusaha semaksimal mungkin Pak dengan apa yang ada di Mahakam itu karena kan memang kemarin itu kita melakukan transisi dimana juga ada perubahan kepemilikan dan juga ada akhir transisi itu juga investasi berbeda yang jelas pada tahun 2019 ini kalau kita ngomong program 2018 kemarin realisasi kita ada 63 sumur baru Pak, tetspi di 2019 ini sumur baru itu sekitar 118 sumur pak yang kita akan bor tahun ini, sementara kita juga usahakan program-program lain seperti kita akan menurunkan tekanan dari perjaringan pipa gas kami pak, dan itupun kami harapkan mendapatkan hasil yang positif. Jadi kami berusaha semaksimal mungkin apa yang bisa kami usahakan pasti kami usahakan dan dengan bantuan dari SKK Migas, program-program kerja yang ada itu Pak.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Pak Ketua, maksud saya inikan realisasi 2017 itu 51.736 barel perhari. Realisasi 2018 itu 42.300, realisasi 2019 langsung loncat 50.000 maksud saya itu realistis tidak.

Pertanyaannya realistis tidak. Artinya sudah dihitung benar realistis dan bisa direalisasikan, sehingga asumsi nanti untuk 2019 untuk lifting minyak dan gas itu bisa direalisasikan. Karena kalau K3S mengajukan suatu perhitungan yang tidak realistis, artinya asumsi di APBN juga

terpengaruh, termasuk asumsi penerimaan Negara bukan pajak. Kalau ini realistis tidak, karena cukup tajam dia.

PT PERTAMINA HULU MAKAHKAM:

Paham Pak. Kami masih perlu waktu untuk mereview itu karena seperti tadi kami sampaikan bahwa program di 2018 itu memang sedikit, hampir setengahnya dari tahun 2019, nanti hasil sumur-sumur yang kami lihat diawal baik itu gas maupun minyak kami akan review kembali dan kami akan sampaikan hasilnya ke SKK Migas pak.

KETUA RAPAT:

Jawabannya jangan terlalu begitu Pak, saya kira realistis mustinya jawabannya karena Bapak sudah membuat itu, menyampaikan itu. Iya. Silakan Pak.

F.PG (DRS. H.M. GANDUNG PARDIMAN, M.M.): P. :

Pimpinan, ini seolah-olah membuat rencana hanya asal-asalan. Ini berbahaya. Faktor apa yang secara signifikan mempengaruhi loncatan itu Pak, mohon dijawab Pak. Bapak merumuskan seperti itu, faktor apa yang mempunyai rasional yang signifikan begitu loncatan, begitu signifikan. Faktornya apa saja.

KEPALA SKK MIGAS:

Ada dua aspek sesuai yang dijawab oleh kawan-kawan PHM tadi yang pertama jumlah sumur Pak.

F.PG (DRS. H.M. GANDUNG PARDIMAN, M.M.): P:

Tidak, Bapak ini yang jawab coba. Ini lembaga teknis tetapi tidak meyakinkan, jawabannya tidak meyakinkan. Ini perlu di evaluasi Pak.

PT PERTAMINA HULU MAKAHKAM:

Mohon maaf Pak, jadi tadi programnya dari 2018 ke 2019 itu dua kali lipat pak, jadi awalnya kita di 2018 62 sumur, di 2019 kita 118 sumur yang ada, jumlah RIK juga 5 RIK tahun ini Pak. jadi dari jumlah sumur juga sudah lebih, dan juga kami ada program-program tambahan seperti tadi yang kami sampaikan penurunan tekanan jaringan dan lain sebagainya Pak.

KETUA RAPAT:

Saya kira terjawab Pak sudah, saya kira itu. Baik, saya kira ini kita jam.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Dimaklumi Pak, nanti April ada adjustment, penyesuaian, apalagi sesudah Pak Dwi, semakin lama semakin menguasai persoalan semua K3S. terima kasih Pak Ketua.

KEPALA SKK MIGAS:

Insya Allah Pak, Amin Pak. Demikian Pak Pimpinan, terima kasih.

F.PD (H. IHWAN DATU ADAM, SE.):

Memang Pak Pimpinan, Pak Kepala masih mau menyesuaikan. Baik Alhamdulillah.

Saya kira apa yang diharapkan oleh seluruh anggota dan Pimpinan ditangan Pak Kepala SKK Migas yang baru ini Pak Dwi seolah akan terakomodir. Apa yang disampaikan oleh Pak Maman tadi pasti Pak Dwi akan menggarisbawahi, begitu Pak Ketua. Terima kasih Pak Kepala.

WAssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

KETUA RAPAT:

Baik, terima kasih Pak Datuk. Baik saya kira, sudah cukup, sudah, masih sedikit. Saya persilakan Pak Gandung.

F.PG (DRS. H.M. GANDUNG PARDIMAN, M.M.):

Masih sedikit Pak Pimpinan. Pertama, Migas ini pertama masuk tidak ramah dengan investor Pak, ini dikarenakan rumitnya birokrasi dan kita 10 terburuk di dunia ini. Ini tantangan ini bagaimana cara menjawab, menyelesaikan masalah ini, dan disini tidak hanya birokrasi, tetapi permainan birokrasi. Ini yang kesatu, perlu PR ini dipecahkan pak agar supaya kita Negara yang ramah dengan investor.

Yang kedua, CSR mohon untuk segera direaliasasikan. Terima kasih Pak.

F.PG (DRS. KH.NAWAFIE SALEH, SE., M.M.):

Pak Ketua, sedikit saja. Terima kasih.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Terima kasih Pak Ketua dan rekan-rekan anggota yang saya hormati.

Pertama saya menyampaikan ucapan selamat kepada Pak Dwi karena waktu pelantikan saya hadir dengan rekan-rekan dan mohon maaf saya baru datang ini karena tadi ada undangan ceramah dulu Alhamdulillah pada hari ini bisa hadir dan mudah-mudahan SKK Migas lebih maju lagi dan lebih hebat lagi di masa yang akan datang, berkat Pak Dwi dan rekan-rekan.

Terima kasih Pak Ketua.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam.

Saya kira ini ekspektasinya sangat luar biasa banyak berharap, banyak perubahan-perubahan dan lebih baik ke depannya, insha Allah.

Baik, saya kira kita cukupkan tidak ada lagi tambahan, tidak ada lagi yang perlu direspon mungkin kalau ada yang terlampaui tadi secara tertulis nanti disampaikan. Baik, sebelum kita akhiri saya ingin menyampaikan kesimpulan RDP kita dengan Kepala SKK Migas, tolong ditampilkan. Ini kesimpulannya.

Pertama, Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada SKK Migas atas upayanya dalam pemangkasan izin atau penyederhanaan izin usaha hulu Migas dan meminta untuk meningkatkan kinerja hulu Migas dalam mendukung kedaulatan energi nasional dan energi berkeadilan. Setuju? Satu ya.

(RAPAT: SETUJU)

Kedua, Komisi VII DPR RI meminta kepada Kepala SKK Migas untuk menyampaikan data rinci realisasi pelaksanaan cost recovery oleh K3S Tahun Anggaran 2018. Setuju ya?

F.PG (MAMAN ABDURRAHMAN, ST):

Tambahan Pimpinan.

Dengan rencana tenaga kerja ditambahkan disitu realisasi pelaksanaan cost recovery dan rencana penggunaan tenaga kerja baik nasional maupun ekspatriat.

KETUA RAPAT:

Ada tambahannya itu jadi cost recovery dengan tambahan tenaga kerja baik nasional maupun ekspat.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Interupsi Pak Ketua.

Kalau rencana berarti 2019 dong, jangan 2018 yang diatas ketikannya.

KETUA RAPAT:

Tahun 2018 kalau begitu. Kalau realisasinya bagaimana? 2018. Kalau cost recovery kan yang diminta 2018 ya realisasinya.

F.PG (MAMAN ABDURRAHMAN, ST):

Yang existing yang rencana ke depan berarti penggunaan tenaga kerja beserta rencana penggunaan tenaga kerja 2019. Terima kasih.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Berarti angkanya dua Pak Ketua maksud saya.

KETUA RAPAT:

Iya dua, tahun 2018 untuk realisasi yang kita baca di media itu sudah mencapai 80%

kalau tidak salah terus ini 2019 untuk rencana. Begitu ya Pak, setuju ya?

(RAPAT: SETUJU) Oke.

Ketiga, Komisi VII DPR RI meminta kepada Kepala SKK Migas untuk menyampaikan data tentang kasus illegal drilling dan illegal tapping serta jenis gangguan lain yang meliputi data tentang lokasi, modus, potensi kerugian, dan upaya penanganan yang telah dilakukan.

Setuju ya, ini data saja yang kita minta. Setuju ya Pak?

(RAPAT: SETUJU)

Keempat, Komisi VII DPR RI meminta Kepala SKK Migas untuk menyampaikan data pengelolaan limbah oleh K3S yang meliputi data tentang jenis limbah, kapasitas/volume, teknologi pengolahan, manifes hasil limbah, dan pihak badan usaha yang ditunjuk melakukan pengolahan limbah.

Setuju?

(RAPAT: SETUJU)

Lima, Komisi VII DPR mendesak Kepala SKK Migas melakukan percepatan pelaksanaan program CSR dan program pengembangan masyarakat agar segera dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas dan nyata.

Setuju? Iya.

(RAPAT: SETUJU)

Enam, Komisi VII DPR RI meminta Kepala SKK Migas memberikan data dan jawaban tertulis atas seluruh pertanyaan anggota Komisi VII DPR RI paling lambat tanggal 18 Januari 2019.

Setuju ya?

(RAPAT: SETUJU)

Baik, saya kira cukup. Baik, sebelum kita akhiri saya persilakan kepada Kepala SKK Migas untuk menyampaikan kata-kata..

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Interupsi Pak Ketua.

Tadi soal CSR dilaporkan kapan dong, harus terukur juga, kalau lewat April tidak perlu lagi mungkin dilaporkan.

KETUA RAPAT:

CSR nya mungkin ada usul per kapan kira-kira?

KEPALA SKK MIGAS:

Jadi Pak CSR ini tentang bagaimana menjadi mediasi dengan CSR, dari kami adalah Pak Atok dan Pak Arief sehingga mungkin sejak rapaat ini mungkin sudah bisa dikomunikasikan Pak.

KETUA RAPAT:

Ya saya kira sejak sekarang dikomunikasikan dan selesai dalam bulan Januari.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Maksudnya sudah jelasnya kapan?

KETUA RAPAT:

Ini hari sudah jelas tinggal dikomunikasikan.

F.PD (M. NASIR):

Sedikit Ketua.

Manifes direvisi saja tambahan, manifesnya tiga tahun terakhir Pak kita minta. Oke itu saja, terima kasih.

KETUA RAPAT:

Baik saya kira saya persilakan Kepala SKK Migas untuk menyampaikan kata penutup sebelum kita akhiri RDP kita, silakan.

KEPALA SKK MIGAS:

Terima kasih Bapak Pimpinan dan Bapak-bapak serta tidak ada Ibu, ini sama dengan di dunia minyak yang ternyata dunianya laki-laki, yang hadir juga laki-laki semua.

Bapak sekalian yang kami hormati Anggota Komisi VII DPR.

Kami menyampaikan terima kasih yang sebesarnya pada pertemuan pagi dan siang ini yang telah berjalan dengan baik dan kami berharap awal ini mudah-mudahan bisa menjadi awal kerjasama yang lebih baik lagi antara SKK dan Bapak-bapak sekalian dan tentu saja kami mengharapkan masukan-masukan lebih lanjut. Kami melihat pakar-pakar di migas yang ada di Komisi VII ini yang kami pastikan bisa memberikan masukan bagi kami Pak. Terima kasih dan kepada kawan-kawan semua kami juga mengucapkan terima kasih atas…

F.PG (DRS. H.M. GANDUNG PARDIMAN, M.M.): P:

Interupsi Pak, ini ada lagi.

Begini Pak kami mohon istilah kawan-kawan itu diganti dengan teman-teman, ingat kawan Aidit, mohon maaf ya Pak jadi itu diganti Pak jangan kawan-kawan. Sahabat atau apalah jangan kawan-kawan, agak merinding saya.

KEPALA SKK MIGAS:

Siap Pak.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Interupsi.

Saya heran kok jadi nuansa begitu ya, ada apa begitu. Terima kasih Pak Ketua.

KEPALA SKK MIGAS:

Siap Bapak, saya kira demikian. Terima kasih atas perhatiannya.

KETUA RAPAT:

Baik saya kira terima kasih kami sampaikan juga kepada Kepala SKK Migas dan seluruh jajarannya serta direksi K3S beserta jajarannya juga atas kerjasama yang baik sehingga rapat ini bisa berlangsung dengan baik. Akhirnya dengan mengucapkan alhamdulillahirabilalamin rapat ini kami nyatakan ditutup.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(RAPAT DITUTUP PUKUL 14.09 WIB)

Dokumen terkait