• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI VII DPR RI DENGAN KEPALA SKK MIGAS DAN 10 KKKS TERBESAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI VII DPR RI DENGAN KEPALA SKK MIGAS DAN 10 KKKS TERBESAR"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI VII DPR RI DENGAN

KEPALA SKK MIGAS DAN 10 KKKS TERBESAR

Tahun Sidang : 2018-2019 Masa Persidangan : III (tiga)

Rapat ke- :

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Hari, Tanggal : Kamis, 10 Januari 2019 Waktu : 10.00 WIB – 14.09 WIB Tempat :

R. Rapat Komisi VII

Ketua Rapat :

TAMSIL LINRUNG /F-PKS. (Wakil Ketua Komisi VII/F-PKS)

Sekretaris Rapat :

Dra. Nanik Herry Murti (Kepala Bagian Sekretariat Komisi VII)

Acara : 1. Program Kerja SKK Tahun 2019

2. Penanganan Illegal Drilling dan Illegal Tapping 3. Pengelolaan Limbah B3 pada lokasi wilayah kerja

Migas

4. Dan lain-lain

Hadir

:

16 Anggota

Dengan rincian:

Fraksi PDI-P ... orang dari 10 Anggota

Fraksi Partai Gerindra 2 orang dari 7 Anggota

Fraksi Partai Golkar 3 orang dari 8 Anggota

Fraksi PAN 1 orang dari 4 Anggota

Fraksi Partai Demokrat 4 orang dari 5 Anggota

Fraksi PKB 1 orang dari 4 Anggota

Fraksi PKS 3 orang dari 4 Anggota

Fraksi PPP 1 orang dari 3 Anggota

Fraksi Partai Hanura ... orang dari 2 Anggota

Fraksi Partai Nasdem 1 orang dari 3 Anggota

(2)

KETUA RAPAT (TAMSIL LINRUNG):

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua

Yang kami hormati Bapak Ibu Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI, Yang kami hormati Kepala SKK Migas dan para Direksi 10 KKS

Yang terbesar, yang hadir disini beserta jajarannya

Pertama-tama marilah kita ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kurniaNya kepada kita sekalian sehingga pada hari ini kita dapat bertemu guna melaksanakan tugas-tugas konsitusional kita.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak dan Ibu Anggota Komisi VII DPR RI, Kepala SKK Migas dan para direksi 10 KKS yang hadir pada acara Rapat Dengar Pendapat ini. Juga pada kesempatan ini kami atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi VII DPR RI mengucapkan selamat dalam menjalankan amanah baru kepada Pak Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas.

INTERUPSI F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Interupsi Pak Ketua.

Itu Presiden Direktur Exxon Mobil kan produksinya banyak, taruh di depan dong duduknya supaya makin meningkat produksinya.

KETUA RAPAT:

Saya persilakan ke depan Presiden Direktur Exxon Mobil, please. Sekretariat silakan dibantu ke depan katanya.

Ini jeli Pak Ramson.

INTERUPSI F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Saya ikuti terus perkembangan migas dan energi Pak Ketua.

KETUA RAPAT:

Perhatiannya bagus Pak Ramson, nanti kita minta beliau yang memperkenalkan diri sendiri atau Pak Ramson yang perkenalkan? Sendiri ya.

Baik, sekali lagi saya ulangi selamat ke Pak Dwi yang saya kira kita tidak asing

lagi bagi kita sehari-hari selama ini selalu bersama-sama dengan kita selaku Dirut

(3)

Pertamina sekarang sebagai kepala SKK Migas dan kita semua tentu menaruh harapan besar bahwa ke depan SKK Migas bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada stakeholder secara lebih optimal.

Sesuai dengan undangan yang telah kami sampaikan dan berdasarkan keputusan rapat intern Komisi VII DPR RI tanggal 7 Januari 2019 pada masa persidangan III tahun sidang 2018-2019 pada hari ini Komisi VII DPR RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala SKK Migas dan para KKS besera jajarannya dengan agenda program kerja SKK Migas Tahun 2019. Yang kedua, penanganan illegal drilling dan illegal tapping, kemudian yang ketiga penanganan limbah B3 pada lokasi wilayah kerja migas, dan lain-lain nanti yang dianggap perlu kalau masih ada nanti kita akan agendakan.

Berdasarkan data Sekretariat Komisi VII DPR RI telah hadir dan menandatangani daftar hadir 7 Anggota dan 6 Fraksi jadi secara fraksi kita sudah kuorum. Berdasarkan Pasal 251 ayat (1) Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib rapat ini telah memenuhi kuorum, oleh karena itu dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim izinkan saya membuka Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI ini.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.55 WIB)

Sesuai Pasal 246 ayat (1) Tata Tertib DPR RI menyatakan bahwa setiap rapat DPR bersifat terbuka kecuali dinyatakan tertutup. Kami mengusulkan agar RDP Komisi VII DPR RI pada hari ini agar bersifat terbuka dan terbuka untuk umum, apakah disetujui?

(RAPAT: SETUJU) Baik.

Bapak Ibu yang kami hormati,

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kementerian Energi Sumber Daya Mineral RI mencatat lifting migas pada tahun 2018 tercapai 98% dari target APBN. Jadi kurang 2% dari target. Untuk minyak dari target 800.000 barrel/day hanya tercapai 778.000 barrel/day. Sementara lifting gas bumi hanya tercapai 1139 juta boepd dari target sebesar1.200 juta.

Meskipun secara keseluruhan tidak tecapai namun ada beberapa K3S yang bisa

mencapai target lifting yang bisa disepakati, antaralain blok Cepu yang dikelola oleh

Exxon Mobil, tadi sudah diperkenalkan oleh Pak Ramson. BP Berau dan Conoco

Phillips Grissik Ltd. Untuk itu pada Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan

Kepala SKK Migas dengan para direksi K3S yang terbesar sebagai berikut, yang

pertama program kerja SKK Migas Tahun 2019.

(4)

Pada agenda pertama ini sebelum pemaparan program kerja SKK Tahun 2019 agar disampaikan kepada Komisi VII DPR RI tentang kendala yang menjadi penyebab target lifting migas tahun 2018 tidak tercapai. Demikian juga tentang pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan oleh SKK Migas dan para K3S di tahun 2018 baik terkait penerimaan negara maupun kegiatan program yang bersentuhan langsung dengan kemanfaatan bagi masyarakat.

Kedua, penangangan illegal drilling dan illegal tapping. Pada kesempatan RDP ini diharapkan Kepala SKK Migas bisa memaparkan situasi dan data terkini terkait pengeboran sumur migas secara illegal tadi baik illegal drilling dan illegal tapping tadi beserta dengan tindakan penanganan yang telah dilaksanakan baik oleh SKK Migas dan para K3S mengingat kedua bentuk illegal ini menyebabkan aktivitas yang sangat berbahaya dan merugikan bagi negara dan masyarakat. Misalnya saja kegiatan illegal tapping pada satu titik bisa menggerus kerugian sampai ratusan ribu barrel per day.

Ketiga, pengelolaan limbah B3 pada lokasi wilayah kerja. Komisi VII DPR RI sangat concern dengan isu lingkungan hidup ini, karena ini kami mengharapkan Kepala SKK Migas dapat memaparkan kepada Pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI terkait pelaksanan pengelolaan limbah B3 yagn dilaksanakan para K3S dalam upaya kelestarian alam dan lingkungan baik pengelolaan yang dilaksanakan pada saat ini maupun rencana perbaikan ke depan.

Keempat yaitu lain-lain, untuk itu pada agenda keempat ini akan menyesuaikan perkembangan jalannya persidangan nanti. Agar rapat ini berjalan efektif, kami harapkan bahwa penjelasan yang akan disampaikan cukup singkat, tetapi tentu tetap sesuai dengan target dan diharapkan penjelasan yang dapat disimak secara paripurna.

Kami persilakan kepada Kepala SKK Migas dan nanti dilanjutkan oleh para direksi K3S jika dipandang oleh Kepala SKK itu diperlukan penjelasan dari direksi. Kami persilakan kepada Kepala SKK yang juga langsung mempersilakannya. Kami persilakan Pak.

KEPALA SKK MIGAS:

Terima kasih Bapak Pimpinan yang kami hormati

Bapak Pimpinan dan seluruh Anggota DPR Komisi VII yang kami hormati dan banggakan.

Alhamdulillahi rabbil'alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang

Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Izinkanlah kami menyampaikan

terima kasih yang sebesarnya kepada bapak Pimpinan dan seluruh anggota atas

undangan pada hari ini dan juga atas ucapan selamat tadi tapi kami memaknai ini

selamat berjuang karena sebagaimana Bapak Pimpinan dan Anggota lebih tahu dari

saya bahwa tantangannya lebih banyak apalagi mengingat bagaimana membangun

kedaulatan energi ke depan.

(5)

Pertama-tama izinkan kami ingin mengisi waktu awal ini untuk perkenalan Pak, memperkenalkan diri seperti kami sampaikan tadi bahwa saya mungkin sudah tidak lagi ini, karena saya hanya satu tahun setengah off tapi kembali lagi di ruangan ini rasanya sangat ya Pak. Kemudian di SKK ada kepala dan wakil kepala. Wakil kepala hadir disini dan ada 7 (tujuh) deputi Pak, kami laporkan untuk yang tidak bisa hadir saja disini nanti masing-masing kami persilakan untuk memperkenalkan supaya bapak semua bisa dengar suaranya.

Yang tidak bisa hadir adalah Pak Fatar Deputi Operasi, yang saat ini sedang bertugas ke Aceh dalam peresmian jargas kemudian lampu penerangan jalan dan LTSHE jadi tenaga surya hemat energi. Kemudian yang kedua Pak Parulian Deputi Keuangan dan Monitisasi yang saat ini dinas di Jawa Barat untuk peresmian hal yang sama. Kami mohon izin untuk minta kepada kawan-kawan untuk memperkenalkan diri Pak Waka silakan saja nanti berurutan dan langsung juga kepada para pimpinan dari K3S. Silakan.

WAKIL KEPALA SKK MIGAS (SUKANDAR):

Iya, terima kasih Pak Dwi.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi Bapak Ibu sekalian Para Ketua, para Pimpinan

Nama saya Sukandar sebagai wakil kepada SKK Migas sejak Mei 2017 jadi setahun setengah kurang lebih. Terima kasih.

DEPUTI PERENCANAAN SKK MIGAS (JAFEE SUARDIN):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang kami hormati Ibu Bapak sekalian

Nama saya Jafee Suardin sebagai Deputi Perencanaan SKK Migas semenjak Mei 2017. Terima kasih Pak.

PENGAWAS INTERNAL SKK MIGAS (TASLIM YUNUS):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Selamat pagi Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI

Saya Taslim Yunus sebagai Pengawas Internal SKK Migas.

(6)

SEKRETARIS SKK MIGAS (ARIEF SETIAWAN HANDOKO):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR

Saya Arief Setiawan Handoko Pak sebagai Sekretaris SKK Migas. Terima kasih Pak.

DEPUTI PENDUKUNG BISNIS SKK MIGAS (ATOK URRAHMAN):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi Bapak

Saya Muhammad Atok Urrahman Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas. Terima kasih.

DEPUTI PENGENDALIAN PENGADAAN SKK MIGAS:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Mohon izin perkenalkan kami Tunggal Deputi Pengendalian Pengadaan SKK. Terima kasih.

KEPALA SKK MIGAS:

Kami persilakan terus ke arah kanan kami Bu Mediawati silakan.

DIREKTUR PERTAMINA HULU ENERGI (MEIDAWATI):

Selamat pagi, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI

Saya Meidawati sekarang saya sebagai Direktur Pertamina Hulu Energi dan ini saya juga dengan para GM KKS, silakan.

GM PHE OSES (ALFI RUSIN):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saya Alfi Rusin GM PHE OSES.

JOB PERTAMINA MEDCO E&Pasal TOMORI SULAWESI (AHMAD ZAIDI):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Perkenalkan saya Ahmad Zaidi Pimpinan K3S JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi. Terima kasih Pak.

PRESDIR PERTAMINA EP (NANANG ABDUL MANAF):

Baik terima kasih.

Selamat pagi, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(7)

Yang terhormat Pimpinan dan Anggota DPR Komisi VII Saya Nanang Abdul Manaf Presiden Direktur Pertamina EP.

Terima kasih.

DIREKTUR PERTAMINA HULU MAHAKAM:

Terima kasih Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi VII yang kami hormati,

Saya Dentangbolon Direktur Pertamina Hulu Mahakam, pagi ini hadir bersama dengan Bapak John Anis General Manager.

Terima kasih.

PRESDIR PT CHEVRON PASIFIK INDONESIA (ALBERT SIMANJUNTAK):

Selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua

Kami Albert Simanjuntak Presiden Direktur PT Chevron Pasifik Indonesia. Terima kasih.

PRESIDEN EXXON MOBIL (LOUISE MCKENZIE);

Selamat siang Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi VII Nama saya Louise Mckenzie Presiden DMCO.

GM MEDCO NATUNA (ALI MUDHOFAR):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nama saya Ali Mudhofar saya GM Medco Natuna.

SENIOR VICE PRESIDENT CONOCO PHILLIPS GRISSIK Ltd (TAUFIK AHMAD):

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Bapak Pimpinan dan Anggota yang kami hormati

Nama kami Taufik Ahmad Senior Vice President ConocoPhillips Grissik Ltd.

PETROCHINA (MARIKA):

Selamat pagi

Saya Marika Pulonggonas sebagai VPSR Relation Petrochina pagi ini saya mewakili Presiden Petrochina Pak Gong Bencai didampingi oleh Pak Budi Tyas silakan Pak.

GM PETROCHINA INTERNATIONAL JABUNG (BUDI TYAS UTOMO):

Selamat pagi, saya Budi Tyas Utomo General Manager PetroChina International

Jabung. Terima kasih.

(8)

BP BERAU:

Selamat pagi Pak, Suryo Wibowo.

KEPALA SKK MIGAS:

Baik Bapak-bapak dan Ibu yang kami hormati,

Untuk mengawali paparan kami karena ini adalah pertemuan pertama maka izinkan kami juga nanti tidak langsng kepada poin-poin yang tadi Bapak Pimpinan sampaikan tetapi kami akan mengawali dengan beberapa pemikiran awal, cukup singkat saja sebelum masuk kepada agenda pertama mengenai program kerja SKK Migas tahun 2019.

Bapak Pimpinan yang kami hormati,

Agenda pertama adalah mengenai program kerja SKK Migas Tahun2 019 izinkan kami menyampaikan untuk review sedikit mengenai proses bisnis SKK Migas sebagaimana yang ada dalam bahan.

Saya kira main activity tetap pada mulai dari study regional dan survey umum, survey geologi dan geofisika, pengeboran, eksplorasi kemudian plan of development, lalu proses selanjutnya adalah sumur pengembangan, work over, well service, EOR kemudian masuk di service activity yakni fasilitas produksi pemeliharaan, kemudian penunjang operasi, masuk di operasi kilang untuk yang LNG dan langsung proses berikutnya komersialisasi dari minyak dan gas bumi. Kemudian ada supporting activity yang kami tidak sebutkan satu per satu.

Kemudian saat ini ada total wilayah kerja (wk) adalah 216 wk, onshore 69 wk, dan offshore yang tergabung dua-duanya 32 wk. Wilayah kerja yang eksploitasi ada 86 wk dimana yang produksi 74 wk dan pengembangan di 14 wk, yang aktif adalah 78 wk.

kemudian untuk wk eksplorasi yang aktif adalah 78 wk dan sedang dalam proses terminasi 13 wk. Kemudian ada wk non konvensional itu ada 37 wk yang aktif 32 wk dan dan proses terminasi 5 wk.

Kami melihat peluang meningkatkan hulu migas ada beberapa poin tentu saja harapannya ini akan bisa dikembangkan sesuai dengan arahan dan masukan dari Bapak-bapak Ibu sekalian yang ada di Komisi VII yang kami hormati.

Yang pertama adalah terus memangkas perijinan di sector migas, ini 2014 ada

286 perizinan dan ini terus terpangkas dimana menjadi 186 perizinan. Tentu saja ini

tidak hanya di SKK ini secara keseluruhan. Kemudian tantangannya adalah waktu

pengurusan perizinan dari satu dua tahun di tingkat daerah sedangkan lama

pengeboran hanya tiga bulan.

(9)

Kemudian peluang yang lain adalah bahwa Indonesia memiliki 128 cekungan dengan 54 cekungan yang sudah dieksplorasi dengan cadangan sekitar 3,8 billion barrel, masih ada 74 cekungan yang belum disentuh dengan cadangan terbukti dan cadangan potensi minyak bumi yang lebih besar.

Yang ketiga adalah realisasi investasi pengeboran minyak migas yang beberapa waktu terakhir relatif rendah dan ini tentu saja menjadi potensi untuk dikembangkan ke depan. Tantangannya adalah dibutuhkan kebijakan untuk menarik investor ke depan.

Karena ini kita memang berada di industri yang memiliki resiko yang tinggi.

Yang keempat adalah cadangan potensial migas Indonesia berada di laut khususnya laut dalam di Indonesia Timur dan ini merupakan potensi ke depan.

Yang kelima adalah mendorong efesiensi operasional SKK Migas dan K3S, perubahan bentuk kontrak dari cost recovery menjadi gross split dengan kunci keberhasilan adalah operasional yang efesien pada investor.

Yang keenam adalah meningkatkan akurasi data migas untuk meningkatkan akurasi keberhasilan pengeboran di Indonesia yang rata-rata berkisar di sekitar 60%. Ini adalah hal-hal yang kami lihat dan mudah-mudahan ini bisa kita selesaikan di waktu-waktu yang akan datang sehingga dengan demikian kami melihat ada sebuah bangunan yang kedepan ini akan kita harapkan bisa diperkuat revitalisasi, ada empat pilar yakni yang pertama adalah reserve replacement ratio yang nanti akan banyak berhubungan dengan penemuan cadangan. Kemudian yang kedua adalah produksi dan lifting. Yang ketiga adalah pengendalian cost recovery dan pendapatan negara. Yang keempat adalah tata kelola dengan pondasi-pondasi di core values, human capital dan technology enhancement. Diharapkan apabila pilar-pilar ini kita manage kita bisa mengarah kepada bagaimana revitalisasi SKK Migas ke depan dalam mendukung kedaulatan energi dan energi yang berkeadilan.

Capaian 2017-2018 dan target 2019 adalah pada paparan berikutnya dimana reserve replacement ratio yang memang dalam beberapa tahun yang lalu cukup rendah tapi alhamdulillah di tahun 2018 bisa mencapai seratus empat sembilan persen dengan nilai 831 juta barrel of oil equivalent (BOE).

Kemudian target untuk 2019 adalah 100% R3. Yang kedua lifting minyak dan gas bumi untuk tahun 2018 mencapai 708.000 dan target 2019 adalah 775.000 barrel oil per day. Kemudian gas sebesar 1250 BOE sehingga total migas adalah 2.025.000 barrel of oil equivalen per day.

Kemudian investasi migas untuk 2018 capaiannya adalah US $11,99 billion yakni

90% dari target di rencana kerja 2018. Namun sudah mulai ada pertumbuhan dibanding

2017, dan 2019 targetnya adalah US $14,79 billion investasi. Kemudian cost recovery

seperti yang terlihat pada tahun 2018 adalah US $11,7 billion, tahun 2019 sesuai

dengan yang tertuang di RAPBN adalah US $10,22 billion. Kemudian penerimaan

negara 2019 ditargetkan US $17,51 billion dengan target harga minyak di sekitar US

(10)

$70 per barrel. Memang belakangan ini dengan harga minyak dunia turun ini memang agak mengkhawatirkan disana. Kemudian profil lifting minyak bumi dari 15 KKKS utama seperti yang tergambar dalam halaman 8 dan ini adalah target-target beberapa.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Interupsi Pak Ketua.

Tadi yang penerimaan negara meningkatnya cukup signifikan dengan cost recovery yang malah meningkat. Itu perbedaan Average ICP nya 2017 dengan 2018 berapa-berapa itu Pak? Artinya kan cost recovery lebih tinggi 2018 tetapi penerimaan negara lebih tingginya sekitar hampir US $5 miliar, berarti kan perbedaan harga rata- rata minyak mentah Indonesia ada peningkatan, perbedaannya berapa US dollar Pak?

KEPALA SKK MIGAS:

Iya, kami cek datanya Pak. Apa yang Pak Ramson sampaikan tepat sekali Pak.

Tentu saja yang paling berpengaruh adalah di harga.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Indonesian Crude Price nya kalau perhitungan 2017 berapa, kalau 2018 berapa?

KEPALA SKK MIGAS:

Tahun 2017 adalah 48 dan tahun 2018 adalah 68 Pak.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Average-nya ya Pak, rata-rata ya. Terima kasih Pak.

KEPALA SKK MIGAS:

Iya Pak.

Pimpinan mohon izin kami lanjutkan.

Data dari lifting untuk 5 KKS utama kami tidak bacakan satu per satu terlihat pada gambar 8 dan kemudian juga lifting gas bumi dari 15 KKS utama sebagaimana di halaman 9. Saya kira untuk minyak sesuai dengan urutan ini yang terbesar untuk 2018 urutannya seperti ini CPI, Mobil Cepu dan seterusnya, Pertamina EP, PHM, Pertamina Hulu OSES, Pertamina Hulu ONWJ, Medco Natuna, Petronas Cari Gali Ketapang, Petrochina Internasional Jabung, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, BOB Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu, Pertamina Hulu Sanga-sanga, Medco EP Rimau, JOB JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, Conoco Phillips Grissik dan KS yang lain.

Dari target 2019 ada pergeseran yang diharapkan dari….untuk Mobil Cepu naik

menjadi 2016 dan seterusnya seperti halaman 8.

(11)

Untuk lifting gas, berurut ini mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil, British Petroleum, PHM, Conoco Phillips, Pertamina EP, ENI Muara Bakau, JOB Pertamina- Medco Tomori Sulawesi, Premier Oil Indonesia, Kangean Energi Indonesia, Medco EP Natuna, Petrochina International Jabung, Pertamina Hulu West Madura Offshore, PHSS (Sanga-Sanga), Pertamina Hulu ONWJ, JOB Pertamina Talisman Jambi Merang, Husky CNOOC Madura. Pada tahun 2019 ada pergeseran dimana diharapkan Pertamina Hulu Mahakam bisa menjadi nomor satu di 196 dan British dan seterusnya.

Ada beberapa yang terjadi perubahan-perubahan karena adanya turn around di tahun 2019.

Proyek hulu migas kami laporkan di 2019 untuk 2018 realiasinya adalah ada 6 (enam) proyek yang onstream dengan total estimation production puncak di 34.000 barrel of oil equivalent per day dimana 105 MMsfd untuk gas dan 15.500 barrel oil per day untuk minyak. Total nilai investasi adalah 345 juta, ini adalah estimated karena tentu saja ini menunggu hasil audit nantinya.

Proyek-proyeknya ada 6 (enam) yang onstream adalah optimalisasi LP Flare Musi Timur, pembangunan Gathering Station Nibung pengganti EP Field Bunyu, SP yang ada di PH ONWJ Blok A Gas Field Development Medco E&P Malaka, Pembangunan Subsea Pipeline Gas Lifting Poleng dari Pertamina EP, optimalisasi fasilitas produksi Lica di Medco E&P. Untuk 2019 diharapkan ada 13 onstream project dengan total estimasi produksi puncaknya adalah 240.000 barrel of oil equivalent per day yakni 1300 MMsfd untuk gas dan 8600 barrel oil per day untuk minyak. Total nilainya diharapkan ini estimasi adalah US $702.000.000.

Yang akan onstream adalah Kompleks Betara dari PT Petrochina Internasional Jabung, terang Sirasun Batur fase II Kangean Energi Indonesia, Ario Damar-Sriwijaya fase II PT Tropik Energi Pandan, Pengaliran Gas Temelet ke Gunung Kembang Selatan dari PT Medco E&P, Bukit Tua fase 3 Petronas Carigali Ketapang II, Full well steam Kedung Keris milik ExxonMobil Cepu, Buntal 5 dari Medco E&P Natuna, Bison-Igunana- Gajah Putri dari Premier Oil Natuna, Suban Compression dari ConocoPhillips Grissik, pemasangan Kompresor Betun dari Pertamina EP, Bayan Gas Produksi Fasilitas dari Manhattan Kalimantan Investment, YY- Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), kemudian Mellwis dari Santos Madura Offshore.

Profil program kerja utama di 2019 akan datang adalah kegiatan wk eksplorasi yang menyangkut seismik 2D dengan panjang 4328 km, seismic 3D dengan luasan 4693 km2 dan pemboran eksplorasi sebanyak 57 sumur.

Kemudian kegiatan wk eksploitasi rencana tahun 2019 adalah work over 962

sumur, well service 29256 kegiatan, development well drilling sebanyak 345 sumur,

wellcat draination well drilling sebanyak 40 sumur, seismik 2D 3814 km, seismik 3D

sebanyak 1747 km2.

(12)

Komitmen kerja pasti (KKP), saat ini yang sudah terkumpul adalah sebesar US

$208 billion dari 23 wilayah kerja untuk aktivitas KKP 2018 sampai 2026. Mohon maaf Pimpinan ada salah ketik. Kemudian terdiri daripada komitmen kerja pasti untuk eksplorasi sebanyak 1,13 billion yakni terdiri 63 studi JNJ, 59 sumur, 28 survey seismik dan 4 survey lain. Kemudian KKP eksplorasi senilai US $950 juta yang terdiri dari 90 studi 148 sumur, 99 work over, 12 maintanance, 11 EOR, 11 water injection dan 5 fill reactivation. Mohon maaf ini untuk aktivitas KKP komitmen yang terkumpul. Yang terkumpul 2 miliar sudah Pak sudah dilakukan secara bertahap pada tahun 2016. Oke.

Kemudian kami laporkan juga proyek strategis nasional yang menjadi pantauan utama dan nanti akan masuk KPI juga dari K3S untuk memantaunya sesuai dengan progress. Yang pertama adalah IDD (Indonesian Deepwater Development) yang dikelola oleh Chevron dan konsersium lainnya. Di 2019 targetnya adalah FEED dan contract award. Kemudian BP Tangguh yang di 2019 targetnya pipeline installation completed pre-commissioning started dan WDA drilling completed. Kemudian untuk Jambaran Tiung Biru, 2019 diharapkan selesai GPF work engineering dan drilling di 3 position, jam tiga, jam empat dan jam lima. Kemudian Impact Abadi 2019 diharapkan PO di approval baik Kementerian ESDM, public consultation for AMDAL, kemudian ke Kementerian Lingkungan Hidup, dimulainya baseline survey. Ini yang akan menjadi pantauan kami untuk 4 project strategis nasional.

Bapak Pimpinan dan Bapak Anggota Komisi VII yang kami hormati,

Kami masuk di penangan illegal drilling dan illegal tapping. Gangguan operasional kami laporkan di dalam wilayah kerja penanganan dilakukan oleh SKK Migas dan stakeholder terkait, sedangkan diluar wilayah kerja penanganannya dilakukan oleh aparat berwajib dan pemerintah daerah setempat. Jenis gangguan dapat berupa pencurian, penguasaan lahan, pengeboran illegal, sabotase, demonstrasi dan lain-lain. Dampak gangguan operasional untuk pencurian berupa kegiatan penyaluran produksi terganggu, biaya perbaikan dan penggantian fasilitas yang dirusak atau dicuri.

Dari aspek sabotase bisa bersifat biaya pembersihan akibat tumpahan minyak, biaya penggantian masyarakat yang tercemar, penyaluran produksi terganggu, maintenance tidak dapat dilakukan dikarenakan akses ditutup dan efesiensi kerja system yang menurun. Kemudian penyerobotan sumur, klaim lahan dan illegal drilling berdampak pada limbah tumpahan minyak akibat aktivitas masyarakat, K3S tidak dapat masuk ke wilayah kerjanya dan lain sebagainya.

Kemudian dampak yang ditimbulkan, biaya operasi yang dibayar oleh negara lewat cost

recovery sementara minyak dikuasai oleh masyarakat. Peralatan produksi yang dibiayai

lewat cost recovery tidak dapat digunakan secara optimal sesuai yang didesain karena

adanya pihak lain yang mengambil. Kemudian meluasnya pencemaran lingkungan

tanpa adanya penanganan dan banyak korban jiwa akibat kecelakaan kerja dalam

kegiatan illegal. K3S kesulitan dalam memperoleh lahan untuk kegiatan operasi karena

masyarakat lebih tertarik mengelola lahannya sendiri atau menyewakannya untuk

kegiatan illegal drilling. Kemudian belum maksimalnya proses penegakan hukum

mengakibatkan kegiatan illegal semakin marak dan menjadi salah satu sumber ekonomi

(13)

masyarakat sehingga terbentuk ketergantungan masyarakat terhadap kegiatan ilegal migas.

Usaha yang sedang dan akan dilakukan adalah yang pertama koordinasi Bapak Pimpinan dan Bapak Anggota Komisi VII yang kami hormati. Kami berkoordinasi dengan aparat terkait yakni kepolisian, TNI dan pemerintah daerah setempat, Polhukam, Polri dan Ditjen Migas, MoU antara SKK Migas dengan Polri, Perjanjian kerjasama antara K3S dengan Polda sendiri, perjanjian kerjasama antara interkonsersium antara K3S dan TNI Angkatan Darat (Bina Teritorial).

Kemudian dari aspek pelaporan, kami melaporkan secara lisan dan tertulis setiap kali ada kejadian kepada pihak kepolisian. Yang kedua menjadi saksi ahli dalam setiap penyidikan kasus pencurian minyak mentah.

Kunjungan lapangan, yakni melaksanakan kunjungan ke lapangan tempat kejadian untuk verifikasi kejadian. Di aspek sosialisasi, kami melakukan upaya-upaya melalui sosialisasi kepada media local dan nasional mengenai hambatan operasi dari aspek non teknis ini. nota kesepahaman dan MoU SKK Migas Polri, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat sebagaimana yang tertuang pada halaman 19 yakni … sampai dengan November 2019 nota kesepahaman tentang penguatan pembinaan territorial di wilayah kerja kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Kemudian MoU yang berlaku 12 Mei 2018 sampai 12 Mei 2020 piagam kesepakatan bersama yang berisi tentang penyelenggaraan pengamanan dan pengawasan terhadap fasilitas dan kegiatan usaha hulu migas di lepas pantai perairan yuridiksi nasional Indonesia. Kemudian kerjasama SKK Migas dengan pihak kepolisian yang berlaku tanggal 17 September 2018 sampai 16 September 2023 yang berisi tentang penyelenggaraan pengamanan dan penegakan hukum kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Perjanjian kerjasama SKK Migas dengan TNI dan Polri melingkupi satu perjanjian kerjasama (PKS) di Sumatera Selatan, kemudian 9 PKS di Natuna, Jambi, Jabar, Jatim dan Kaltim. Kemudian 16 (enam belas) PKS di Aceh/NAD, Riau, Jambi, Sumsel, Jabar, Jatim, Kaltim, Sulteng dan Papua Barat.

Kemudian aspek penanganan limbah B3 pada wilayah kerja migas.

Perkembangan peraturan-peraturan tentang pengelolaan limbah B3 adalah sebagaimana yang tertuang dalam halaman 32 sejak PP 19/1994 semua terkontaminasi B3 menjadi limbah B3. Tahun 1965 PS pertama kemudian tahun 1982 Undang-undang No.4/1982 Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup kemudian PP 19 dan seterusnya, tentu ini Bapak dan Ibu-ibu yang sangat menguasai dalam hal ini paparan halaman 22.

Kemudian jenis limbah kegiatan hulu migas, kami laporkan untuk limbah-limbah

yang pertama sisa produksi terdiri daripada slat air terproduksi, sulfur, spent katalis

yang isinya adalah HG. Kemudian dari sisa operasi ada limbah pemboran, lumpur

bekas dan serbuk bor. Kemudian ada operasi rutin maintenance terdiri dari bahan kimia

kadaluarsa, oli bekas dan packaging bekas. Kemudian ada limbah domestiknya

termasuk VA kemarin yang lagi viral kemarin. Kemudian tanah terkontaminasi minyak.

(14)

Teknologi pengolahan limbah beberapa limbah yang ada tadi bisa dikelola. Yang pertama lewat Semen QLN. Limbah dikirim ke pabrik semen untuk digunakan sebagai alternatif material. Land Field, limbah dikirim ke pihak ketiga dengan cara ditimbun.

Bioremediasi, limbah dikelola dengan memanfaatkan mikroba pengurai. Kemudian pemanfaatan limbah, limbah dimanfaatkan kembali misalnya menjadi batu merah, batako dan sebagainya. Thermal distorting unit (TDU) limbah dikelola dengan cara pemanasan atau teknologi sementara belum dapat dilakukan di tahun 2016. Kemudian capping yakni pengelolaan limbah dengan cara diisolasi. Limbah pasir berminyak dengan menggunakan air terproduksi sebagai caring fluida, penerapan continues hidrolik factory, injeksi dengan kapasitas sekitar 1000 m3 perbulan kedalaman sekitar 300-1500 meter dan kontrol proses untuk operasi dan keamanan lingkungan.

Pengelolaan limbah pemboran meliputi circulate drilling wood, cleaning whole dan well control. Limbah 11 KKS tahun 2018 terdiri dari 3.939 ton sisa produksi.

Kemudian 35.992 ton tanah terkontaminasi minyak dan 6595 ton adalah sisa operasi.

Jadi total ada 73.526 ton yang harus dikelola.

Bapak Pimpinan dan Bapak-Bapak anggota Komisi VII DPR RI yang kami hormati.

Demikian paparan kami mudah-mudahan bisa menjadi bahan awal untuk kami dapatkan masukan-masukan dari Bapak Pimpinan dan Bapak-bapak Anggota Komisi VII yang kami hormati. Kepada kawan-kawan mungkin kami mohon izin dulu mengundang kalau ada tambahan-tambahan. Dari kawan-kawan K3S, is there any additional remarks from you? No, oke.

Terima kasih Bapak Pimpinan dan Bapak-bapak yang kami hormati.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakaatuh.

Baik, Terima kasih atas pemaparan dan penjelasan yang telah disampaikan oleh Kepala SKK Migas. Sebelum saya persilaka untuk melakukan pendalaman, di meja saya baru ada satu nama Pak Ramson mungkin yang lainnya nanti menyusul tapi saya kira banyak hal disini yang saya kira memberikan gambaran yang dengan pemaparan yang disampaikan tadi, tapi mungkin ada beberapa hal yang mungkin perlu nanti kita perlu breakdown Pak Dwi yang saya kira terutama supaya nanti kayak peluang-peluang meningkatkan kinerja hulu migas supaya tantangan-tantangan yang seperti itu bisa kita minimalisir, paling tidak dalam pemaparan selanjutnya tidak selalu berulang muncul tantangan-tantangan seperti itu terutama sekali terkait dengan perizinan yang didaerah itu yang memakan waktu yang begitu lama, itu bagaimana mengatasinya karena kita tahu di dalam pemerintahan ini sudah ada pengawas yang terintegrasi saya kira ada unsur Kapolri, unsur kementerian, polhukam sudah ikut didalamnya itu seperti yang sebelum-sebelumnya dipaparkan oleh kementerian ESDM juga. Saya kira itu nanti bisa kita bagaimana mengatasinya terkait dengan investasi segala macam supaya ini bisa dibreakdown bentuk-bentuk konkrit mengatasi permasalahan-permasalahan ini.

(15)

Nah satu juga menarik sekali bahwa komitmen yang pasti ini termasuk komitmen dengan yang mengumpulkan dana untuk sampai kedua koma sekian miliar itu saya kira yang dipakai untuk beberapa kegiatan yang sangat fokus, saya kira ini juga memberikan harapan yang besar ke depannya dalam pengelolaan di SKK Migas ini.

Saya kira selanjutnya saya langsung persilakan kepada Pak Ramson yang pertama, nanti disusul kalau ada yang lain. Saya persilakan.

F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Pak Ketua bukannya saya minta yang kedua tadi? Saya tulis tadi dua.

KETUA RAPAT:

Kalau begitu dari meja pimpinan dulu, saya persilakan.

F.PD (M. NASIR):

Terima kasih.

Yang saya hormati Pimpinan Rapat Komisi VII,

Yang saya hormati teman-teman Komisi VII yang hadir dalam acara rapat ini,

Yang saya hormati Kepala SKK Migas dan seluruh jajarannya dan K3S yang hadir pada hari ini.

Kita ingin minta penjelasannya saja Pak dari program kerja kepala SKK Migas yang baru nanti kita berharap ini ada gebrakan-gebrakan dan kebijakan-kebijakan yang membuat keuntungan yang lebih baik kepada Negara. Ada beberapa hal yang menjadi focus pada pertanyaan kami, masalah cost recovery Pak. Masalah cost recovery ini mungkin inikan sudah memasuki 2019, tolong kami diberikan rincian detail pengelolaan cost recovery ini. Kami ingin tahu seperti apa K3S ini mengelola cost recovery yang menjadi perhitungan juga dalam pengurangan bagi hasil kepada Pemerintah. Menurut kami ini uang negara yang sudah terhitung tapi harus terbagi lagi. kami melihat perlu memberi penjelasan Kepala SKK Migas ada beberapa hal yang kami terima masukan di lapangan dari masyarakat tapi ini terhitung juga menjadi cost recovery, apabila satu K3S melaksanakan satu produksi dengan mengebor salah satu sumur tapi gagal, tapi ini dimasukan juga dalam biaya cost recovery, mungkin nanti ini perlu penjelasan juga dalam rincian-rincian yang kami dapat dari temuan-temuan dalam kegiatan K3S ini. Dan kami juga mengharapkan kegiatan-kegiatan diluar operasional yang menjadi dan perhitungan masuk dalam cost recovery kami juga minta dijelaskan karena dengan kondisi negara seperti ini kita harus mencegah dana-dana yang tidak harus dikeluarkan oleh negara menurut saya.

Jadi tolong nanti Pak Kepala SKK Migas mempersiapkannya berapa lama untuk kami terima data tersebut. Karena cost recovery ini kami berharap dibawah kepimpinan Bapak tadi sebagai SKK Migas yang baru bisa lebih jelas dan terang, karena Kepala SKK Migas yang lama susah untuk ditanyai. Ini agak ribet Pak, saya tidak tahu dia di pemerintah atau di K3S. mungkin Pak Dwi Kepala SKK Migas ini bisa menjadi energi baru ya dalam SKK Migas. Kalau yang selama ini belok-belok, suruh luruh balik Pak. jangan nanti tertunda pembayaran K3S ditekan dari menteri-menteri yang lain, ini perlu Pak, jangan terkejut-kejut nanti, ini Pak Dwi siap-siap juga ini. Ini banyak kita dengar-dengar berita begini, K3S mengandalkan menteri-menteri.

Menterinya siapa nanti kita cari. Itu Pak yang paling penting karena cost recovery menurut kami harusnya tidak dikembalikan lagi karena sebagai professional harusnya dia bekerja tidak minta

(16)

pengembalian tapi ini perjanjiannya saya tidak tahu kok bisa sekarang cost recovery diberikan kepada perusahaan yang menghasilkan produksi di negara kita.

Mungkin yang kedua kita minta penjelasan masalah illegal drilling. Saya kemarin terakhir kunjungan kerja ke Jambi Pak. ini kita ngecek tambang sehingga di bupati, bupatinya bukannya laporin tambang tapi laporin soal illegal drilling dan saya mau dibawa ke pabrik penyulingan yang dilakukan oleh illegal-illegal drilling tadi, tapi karena jadwal saya tidak ada ke sana ya saya rapatkan pada malam harinya. Katanya sudah ada tim, timnya sudah terbentuk, ada lembaga- lembaga tadi yang menurut saya kredibellah di republic ini ada TNI, ada Polri, banyaklah lembaga saya lihat ini. Tapi saya tidak mengerti Pak, ini tidak terungkap pun masalahnya, apakah yang tim ini ikut yang didalamnya juga lagi jadi illegal drilling. Saya tidak mengerti karena tidak terungkap, bupatinya saja bisa ajak saya ke tempat penyulingan, tempat illegal drilling tadi. Tempatnya ada, pelakunya ada tapi tersangkanya tidak ada begitu lho dan regulasi ini jalan terus. Batanghari Pak Kepala.

Ini menurut saya simpel pekerjaannya tinggal buka LP ketemu ini sebenarnya tapi LPnya ini tidak dibuka-buka ini. Kalau kita lapor barang hilang kan lapornya ada tempatnya, nah laporkan dong ketua timnya Kapolda tapi LPnya tidak ada ini. Kenapa tidak terungkap terus regulasi ini berjalan terus. Alasannya sumur jaman belanda. Setahu saya apapun yang diambil dalam ini milik negara. Ini Pak yang menjadi pertanyaan saya kok nggak jelas-jelas ini masalahnya illegal drilling ini, dan ini minyaknya banyak dikirim ke Riau Pak menjadi pom-pom bensin kecil ini. Menurut saya ini tugas Pak Kepala SKK untuk menyelesaikan masalah ini Pak, mungkin rapat berikutnya sudah zero lah selesailah masalah ini, Bapak bisa menggunakan seluruh aparat kita, MoUnya sudah ada tapi ya itu tadi Kepala SKK yang lama ini tidak tahu saya dimana posisinya karena tidak selesai-selesai ini. Mungkin itu.

Terus yang masalah limbah Pak, nah ini kita memang Komisi VII sekarang ada Panja Limbah yang kondisinya ingin memastikan regulasi di K3S ini berjalan sesuai Undang-Undang 32/2009. Penghasil bisa memastikan bahwa limbah yang dikeluarka dari produksi mereka bisa diamankan dan bisa dimusnahkan secara baik sesuai dengan undang-undang. Ini kami mungkin nanti minta laporan juga Pak ini kalau masuk ke cost recovery tolong dijelaskan juga karena ada beberapa kasus juga yang sudah ke pengadilan masalah limbah-limbah dan penjelasannya harus detail limbah ini setelah dimusnahkan jadi wangi dia. Jadi saya ingin kita dijelaskann secara detail Pak masalah pengelolaan dan pemusnahan limbah tersebut dan mungkin kami akan melakukan kunjungan-kunjungan pada perusahaan-perusahaan K3S yang lain, karena kami baru melakukan kunjungan kerja ke Chevron, kami akan melakukan kunjungan kerja ke perusahaan-perusahaan K3S yang lain nanti bisa dijelaskan data-datanya sebelum kami melakukan kunjungan ke daerah-daerah produksi dan kami akan jelaskan kepada Dirjen B3 nanti bahwa perusahaan-perusahaan penghasil limbah ini diberikan izin pengumpul supaya limbahnya bisa dikumpul dan kita lihat tapi setelah itu hanya perusahaan yang pemusnah yang mengambil tapi bukan trader atau broker. Ini banyak temuan Pak Dwi karena ini menurut saya kan salah satu menjadi perhitungan uang negara. Jadi temuan juga nanti di BPK kami juga minta laporan BPK supaya cost recovery ini bisa jelas. Ada beberapa temuan di K3S salah satunya kami ke Bintan, itu menemukan di Pertamina, itu masih didalam

…Gakkum ada broker yang menjalankan regulasi itu. Kontraknya itu kurang lebih Pertamina itu yang menjalankan dengan transporter dan pengumpul tapi diserahkan lagi kepada pemusnah, itu yang mesti didalami oleh Gakkum dan dirjen terkait. Mungkin itu Pak yang sementara saya bisa sampaikan dan besar harapan kami kepada Pak Dwi sebagai Kepala SK Migas bisa meluruskan jalan yang belok-belok ini. Mungkin itu Pak yang bisa saya sampaikan sementara.

Wabilahitaufik walhidayah assalamu'alaikum warahmatullahitaallah wabarakatuh.

(17)

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam.

Baik selanjutnya langsung ke Pak Ramson F.P-GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):

Terima kasih Pak Ketua.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Salam sejahtera untuk kita semua

Pak Ketua, Pimpinan dan rekan-ekan Anggota Dewan terhormat, Bapak Kepala SKK Migas yang baru dan semua Deputi

Bapak-bapak presiden direktur, GM dari semua K3S yang saya hormati.

Ini selamat kita mempunyai kepala SKK Migas yang baru, waktu pelantikan saya hadir Pak Dwi, saat itu penuh harapan apalagi menjelang tahun baru. Selamat tahun baru juga kita semuanya. Saya melihat cara berpikir Kepala SKK Migas yang baru sistematik, cukup bagus, penguraiannya juga bagus. Saya melihat seperti ini saja outline sudah lengkap program kerja SKK Migas, penanganan illegal drilling dan illegal tapping, penanganan limbah karena sekarang ada trend juga penanganan limbah Pak Dwi. Jadi ini sangat saya hargai penyampaiannya cukup bagus. Terus disini juga terperinci mengenai wilayah kerja, offshore-offshore sampai yang juga kombinasi. Juga disini ringkasan capaian 2017-2018 cukup bagus penyampaiannya Cuma disini ada beberapa hal yang saya tanyakan nanti kalau Pak Dwi bisa juga mengalihkan ke deputi ya atau yang terkait.

Pertama bahwa kecenderungannya dari 2017 ke 2018 lifting minyak itu turun dari 803.000 ke 778.000 barel per hari. Gas bumi juga turun dari setara 1.181.000 barel per hari menjadi 1.139.000. untuk 2019 pertanyaan yang pertama apa mungkin bisa untuk mempertahankan asumsi APBN 775.000 barel per hari untuk minyak dan gas malah ini meningkat setara minyak 1.250.000 barel per hari. Untuk investasi migas ini ada hal yang surprise ada peningkatan untuk 2019 menjadi US $18,79 miliar untuk tahun 2019. Ini betul-betul sudah masuk di dalam perencanaan K3S apa hanya menyenang-nyenangkan Pak, itu nanti tolong dijawab.

Mengenai cost recovery jug ada peningkatan dari 2017 ke 2018 dari 11,59 miliar menjadi US $11,7 miliar. Tetapi kecenderungannya turun di 2019. Penerimaan Negara untuk US $12,71 miliar 2017 menjadi US $17,5 miliar 2018 hampir US $5 miliar kenaikan. Sementara harga Indonesian Crude Price US $48 menjadi 68 avarage, saya panjangkan saja Indonesia Crude Price Pak Kepala SKK Migas karena ini kita kadang-kadang debatpun yang ditanya kepanjangan-kepanjangan. Kadanng-kadang kita juga ditanya kalau orang minyak kalau ditanya beberapa ini kalau tidak dipanjangkan kurang paham itu. Jadi lebih bagus Pak Ketua saya bacakan Indonesia Crude Price, jangan pula ditanya apa arti ICP. Mudah-mudahan nanti diperdebatan Presiden itu tidak muncul Pak Ketua 17 Februari mengenai energi dan pangan.

Kebetulan saya harus mempersiapkan beberapa draftnya.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya ini Pak Dwi ada kenaikan penerimaan negara hampir US $5 miliar tetapi cost recovery peningkatannya tidak signifikan. Jadi dari US $11,59 miliar menjadi US $11,7 miliar hampir sama Pak tetapi penerimaan negara meningkat US $5 miliar, padahal selama ini selalu K3S kalau ada kecenderungan peningkatan kenaikan minyak

(18)

mentah atau crude di pasal global cost recovery nya naik, saya kan sudah lama di sini Pak sejak 1999 saya sudah mengolah ini dan budgetnya waktu itu 10 tahun biarpun 5 tahun cuti masuk lagi ini sudah 4 tahun Pak Dwi, insha Allah nanti jadi 20 tahun sampai 2024 kalau tidak diberikan kepercayaan jabatan posisi oleh insha Allah presiden terpilih Oktober 2019 Prabowo Subianto.

Jadi maksud saya kenapa periode ini bisa seperti itu, kalau boleh nanti itu tolong dijelaskan Pak Dwi atau nanti diback up oleh siapa. Kenaikan penerimaan negara hampir US $5 miliar. Memang penyebabnya ada kenaikan harga Indonesian Crude Price tetapi sebelumnya setiap naik cost recovery juga naik sehingga konsepnya Archandra menjadi popular kalau tidak gara-gara itu mungkin kurang popular konsepnya Pak Archandra itu. Jadi mau menggeser cost recovery, jadi itu menjadi gross split. Kalau tadinya begini ku rasa itu tidak bakal popular ini jadi popular ya namanya mau jabatan harus ada sedikit original concept dong. Kita juga siapkan begitu Pak Dwi nanti mengenai kebijakan energi, bagaimana pengamanan energi primer sampai 2024, sampai 2029 harus kita amankan Pak Ketua. Energi primer kita apa batu bara, yang sekarang dipakai dilistrik 25%, gas dua puluh sekian persen, minyak harus kita turunkan, energi terbarukan belum malah naik costnya kalau B23, B30 naik lagi costnya tetapi efeknya bagaiamana itu soal nanti. Ini tadi pertanyaannya disitu Pak Dwi kenapa bisa seperti itu untuk periode ini, ini yang makanya saya salut juga sama Pak Dwi ini pas pilihan itu, Insha Allah kita pertahankan Pak Ketua.

Terus yang berikutnya ini mengenai profile program kerja utama ini juga terperinci bagus sekali, jadi beda sama yang sebelumnya. Jadi saya senangnya sama Pak Dwi itu senyum tapi kencang berpikirnya. Jangan kita seakan-akan serius tapi ini, jadi saya i really appreciate you Sir.

Terus yang berikutnya disini ada mengenai project strategis nasional Jambaran Tiung Biru, ini kalau boleh kita tahu pendistribusian gasnya. Ini akhirnya kemana komitmennya Pak Dwi mungkin nanti bisa diback up oleh dari Exxon Mobil karena ini sangat penting untuk kepentingan pembangkit listrik yang, jadi karena harga gas selama ini terlalu tinggi apalagi di Sumatera Utara sehingga cost per kwh energi listrik kita sangat tinggi. Jadi bagaimana posisi gas, jadi makanya saya tertarik soal gas karena apa karena pembangkit-pembangkit listrik yang dibangun 35 ribu megawatt tetap volume/rasio energi primernya tetap batu bara terbesar malah ada peningkatan terbesar dari rasio yang ada sekarang. Baru yang kedua gas, hampir mendekati tetap 25% itu bagaimana agar harga gas itu jangan terlalu tinggi. Jadi biarpun kita sudah menandatangani Paris Agreement ya, jadi itu pertanyaannya.

Terus yang berikutnya saya pikir sudah cukup, ini dari itu tadi perlu di back up oleh direksi-direksi K3S. terus yang terakhir untuk yang beberapa blok yang telah berakhir dan diambil alih oleh Pertamina, saya mengharapkan dari pihak Pertamina bisa mengelola secara professional. Jangan kalah oleh kemampuan manajerial dari K3S-K3S yang telah meninggalkan blok tersebut. Sebenarnya kita ini kalau orang-orang cerdas itu banyak, malah kalau jadi di luar negeri banyak yang mendapatkan penghargaan-penghargaan tinggi hanya kemampuan manajerial kita memang secara kelompok kita itu lemah. Hasil survey setuju juga seperti itu.

Jadi me-manage sekian banyak orang supaya hasilnya optimal itu yang sulit, padahal terminologi sinergi itu kita sudah tahu sejak 30 tahun yang lalu tetapi untuk kita realisasikan itu sulit terus terang saja termasuk Indonesia juga. Itu yang saya lihat realitasnya. Itu saja Pak Dwi saya mengharapkan itu nanti bisa dijawab satu per satu. Demikian Pak Ketua. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(19)

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh.

Ada tambahan yang lain? Pak Maman, saya persilakan.

F.PG (MAMAN ABDURRAHMAN, ST):

Terima kasih Pimpinan.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Selamat siang, salam sejahtera.

Maman Abdulrahman Fraksi Partai Golkar.

Terima kasih banyak kepada teman-teman dan rekan-rekan SKK Migas beserta dengan K3S yang sudah hadir, salam hormat dan salam kenal buat Pak Dwi pemimpin SKK Migas yang baru. Semoga di tahun baru ini spirit dan semangat SKK Migas bisa lebih baik.

Pak Dwi saya agak sedikit panjang ini karena terus terang saya punya banyak harapan dan experience di SKK Migas. Yang pertama saya ingin bicara mengenai restrukturisasi Pak.

Saya masuk pada poin permintaan terlebih dahulu, mohon dipersiapkan RPTK rencana terkait tenaga kerja di SKK Migas baik yang nasional maupun yang asing Pak, itu disiapkan ke kita plan-plannya dan yang existing hari ini. karena begini Pak, percuma hari ini kita ganti pucuk di atas Pak tapi kalau di tengah sampai ke bawahnya juga tidak direevaluasi kalau bahasa saya jangan restrukturisasi karena hampir hari ini kurang lebih ada 11 masukan dari 11 orang Pak baik itu dari K3S maupun dari SKK Migas banyak menyarankan agar di momentum Bapak pertama ini dan sampai ke depan dilakukan beberapa re-evaluasi. Kenapa? Karena memang berdasarkan pengelihatan saya juga banyak orang-orang yang tidak pada tempatnya tidak sesuai dengan kapabilitasnya. Artinya harapan saya dalam rangka untuk melakukan sebuah percepatan optimalisasi kinerja SKK Migas terlepas kita belum bicara masalah reserve nya dan target produksi dan segala macamnya saya pikir ini perlu dilakukan reevaluasi terhadap semua struktur yang ada di SKK Migas.

Berangkat dari mengenai isu re-evaluasi struktur, mindset nya yang ingin saya sampaikan adalah SKK migas itu bukan lembaga birokrat Pak. Kita harus sepakat dulu disitu.

SKK Migas adalah sebuah lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk melakukan pantauan, pemeriksaan, pengevaluasian maupun pengawasan lembaga teknis. K3S-K3S ini. Artinya kalau mindsetnya sudah mindset birokrat saya pastikan bahwa target produksi kita tidak akan tercapai. Berarti harapan saya proses ataupun langkah ke depan rekrutmen dan segala macamnya harus mempertimbangkan factor teknis tersebut dan seharusnya dominasi Dirjen Migas kurang. Jadi jangan sampai ini masuk sebagai ruang untuk eksodus teman-teman di ESDM karena nanti tidak akan mampu merubah mindset SKK Migas. Harapan saja justru lebih banyak ditarik dari K3S. Karena kenapa? Begini Pak, kita ini ingin meriksa bandit Pakberarti kita harus tahu ilmu bandit Pak, tidak mungkin kita mau meriksa bandit kita belajar ilmu menjadi ulama Pak. Kenapa saya bilang seperti itu,saya sebenarnya menginginkan ada sebuah satu institusi lembaga dibawah SKK Migas yang isinya mampu menghire semua tenaga-tenaga Indonesia yang ada di luar negeri. Dulu saya mengusulkan seperti itu karena kan di kita kan ada dulu tetapi memang karena sekarang RUU Migasnya belum final tapi mudah-mudahan ini akan masuk dalam agenda saya di RUU Migas, karena dulu kita masih banyak budget itu Pak.

Dulu itu kan alokasi budgetnya SKK Migas kan diambil kurang lebih 2%-3% itu Pak, apa namanya Pak? Tapi kan karena sekarang full di Menteri Keuangan artinya SKK Migas sudah tidak bisa lagi memanfaatkan alokasi tersebut.

(20)

Namun poinnya saya berharap bahwa ada sebuah tambahan devisi ke depan yang isinya para profesional-profesional dari K3S yang diambil itu baik dari domestik maupun dari luar Pak dan dibayar digaji sesuai pasaran di internasional Pak. Karena ini dunia migas itu saya menganalogikan seperti ini Pak, ini seperti liga seri A Italia, Inggris, maupun Spanyol. Anda- anda semua mau dapat Barcelona Pak,dia kan bisa menjadi juara karena dia menghire Christian Ronaldo, Messi dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan pemain-pemain bagus, dia juga harus membayar dengan angka yang cukup besar. Artinya mindsetnya sudah mindset professional. Sampai kapanpun SKK Migas tidak akan mungkin mampu mengkontrol secara penuh K3S kalau tidak merekrut pemain-pemain seperti Messi, Christian Ronaldo dan lain sebagainya yang konsekuensinya adalah untuk menghire orang-orang seperti itu perlu cost besar. Tantangannya sebetulnya kepada SKK Migas apakah berani keluar dari zona nyaman ini dan think out of box. Dan harus berani Pak, kalau kita memang ingin segera melakukan speed of process dan peningkatan produksi kita sesuai dengan target kita tadi. Kalau sekarang hari ini kita masih takut dengan tekanan opini publik, fakta hari ini bahwa SKK Migas dianggap antek- antek asing Pak, jadi tidak ada gunanya juga. Semakin bapak terjebak dengan opini publik ini bahwa SKK Migas dianggap antek-antek asing toh kinerjanya menurun juga. Harapan saya di era Pak Dwi ini tidak ini, insha Allah mudah-mudahan kalau lihat dari bacaan kyai-kyai langitan Pak insha Allah saya terpilih lagi Pak 2019, mohon doanya dan saya akan kawal ini Pak.

Karena spirit saya memang disitu, karena tidak akan mungkin Bapak menaikan produksi sesuai dengan target kita kalau tidak menghire orang-orang seperti Messi, Christian Ronaldo dan sebagainya itu, yang itu membutuhkan cost besar, betul tidak Pak? Cocok. Pimpinan Komisi sudah kasih setuju ini, Demokrat, berarti nanti gabung kita lah, tapi tetap Presidennya Jokowi dulu.

Artinya Pak saya berkepentingan sekali terkait mengenai rekrutmen ini Pak. Karena kalau sepengalaman dan sepemahaman saya kurang lebih salah satunya disini. Saya tegaskan sekali lagi, sampai kapanpun kalau pun Komisi VII bersama dengan ESDM, bersama dengan Komisi XI bagian anggaran menentukan target minyak sebanyak apapun selama kita tidak concern pada proses rekrutmen SKK Migas tidak akan mungkin tercapai, karena tadi, contoh saya Pak, saya pernah di SKK Migas Pak, saya sarjana teknis perminyakan Pak, saya pernah di sub survey, saya pernah di well service, pernah di operation, terakhir saya di technical liason nya. Pernah juga diomel-omeli sama SK Migas tapi dalam hati saya, kalau ini ngomel-ngomel sama aku kan bodoh kau ini, mohon maaf dan ini kita buka-bukaan saja dan saya harus berani ngomong seperti ini karena inilah yang terjadi. Dalam hati Pak ngerendengnya Pak tapi karena memang kita butuh approval process AEV ya mau nggak mau kita iya oke Pak.

Ini yang tadi saya bilang bahwa SKK Migas harus punya dream team kalau istilah saya atau avenger team atau apapun itu yang isinya adalah orang-orang yang di hire diatas kapasitas para man power yang ada di Indonesia ini, dan SKK Migas harus spend uang agak besar disitu dan harus berani, tidak usah takut Pak ada tekanan publik bahwa begini-begini, faktanya juga memang sudah disebut antek asing kok ngapain kita mesti pusing-pusing dan saya yang berada pada di luar sekarang ini di legislatif siap untuk mensupport itu. Karena memang kalau mau jujur kondisi bottle neck-nya disitu. Sekarang saya juga harus memberikan apresiasi begini Pak, bukan saya mau membela SKK Migas dalam konteks yang lain. Dari semua institusi yang saya tahu di Indonesia ini yang paling cenderung mengarah kepada profesionalisme itu SKK Migas. Sisi positifnya SKK Migas, karena saya juga kontraktor Pak di Kalbar, kita pahamlah permainan di kementerian dimana-mana segala macam tapi SKK Migas ini bukan berarti saya bilang bersih semua Pak tapi kalau kita lihat skala persentasenya masih jauh lebih positif dibanding insitusi-insitusi yang lainnya. Jadi ini bagi saya ini apresiasi tapi bukan berarti kita terjebak pada zona nyaman ini. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana bisa menaikan produksi sesuai dengan target kita. Concern kita adalah pada man power,

(21)

restrukturisasi dan re-evaluasi perlu dilakukan secara optimal dan besar-besaran di SKK Migas, karena kalau ini tidak dilakukan saya yakin Bapak tidak akan mampu mengkontrol dan memenuhi komitmen yang diharapkan Pak Nasir tadi terkait mengenai bagaimana mampu mengkontrol cost recovery bisa berbanding lurus dan linier terhadap produksi kita. Karena K3S ini lebih cerdas dan lebih hebat Pak daripada Bapak-bapak semua di SKK Migas. Apalagi kalau misalnya ditarik dari orang ESDM masuk ke SKK Migas Pak, saya pastikan makin kalah Bapak karena mohon maaf Pak disini ada orang-orang seperti Pak Albert wah macam-macam semua, Chevron, ada Pertamina, belum lagi Pertamina ini gayanya sudah macam mereka yang punya republik. Pertamina ini lebih birokrat daripada SKK Migas lagi. Bayangkan Pak, ini contoh kasus saja realisasi CSR saja ada tiga institusi PLN, PGN dan Pertamina. Yang paling lama itu Pertamina, PLN sama PGN cepat. Artinya apa, ada permasalahan di birokrasi didalamnya, harus diterima lho Pertamina ini evaluasi. Ini juga sama saya bilang sama Pertamina kepada Bu Karen, Bu Karen tidak akan mampu membenahi Pertamina kalau hanya ganti dirutnya dan direkturnya. Eh Bu Karen lagi, Bu Niken. Saya ini jadi teringat Bu Karen karena sedih juga saya lihat Bu Karen.

F.PD (H. IHWAN DATU ADAM, SE.):

Bagusnya bilang Pak Dwi gitu, Pak Dwi kan juga mantan.

F.PG (MAMAN ABDURRAHMAN, ST):

Tidak ada mungkin mampu Pak kalau tidak merevaluasi yang ada dibawahnya, belum lagi karakter ada yang namanya akedemi kepolisian itu BPST itu di Pertamina, dia punya ego tersendiri. Belum lagi ditambah lagi Pertamina dibawah dua kementerian BUMN dan ESDM dimana sektor teknisnya operasinya, BUMN sektor personalianya intervensi dari ini suka nggak sinkron ini Pak antara kebutuhan operasi dan kebutuhan personalia, campur semua itu.

Makanya Pak dukung Jokowi Pak.

Tapi kembali lagi Pak, stretching point saya ada pada restrukturisasi Pak. Jadi percuma Bapak nanti punya plan tadi yang sudah disampaikan Bang Ramson dengan segala yang luar biasa itu tapi kalau memang tidak berani masuk lebih dalam kepada konteks restrukturisasi artinya saya akan ke depan Pak dan mudah-mudahan saya terpilih lagi, tergantung Allah, concern saya akan banyak disitu Pak. Saya akan perdalam dan saya akan kawal betul-betul terkait mengenai restrukturisasi karena saya banyak cukup punya experience di SKK Migas dari sekian banyak sisi positifnya hal yang memang perlu dievaluasi tadi ini. Itu yang pertama.

Nah itu nanti poin terakhir Bang, ada tapi saya tidak spesifik masalah saya tapi keseluruhan tapi mumpung masih ingat saya masuk point kedua yang tadi kelima itu CSR saya masukin yang kelima saya masukin poin nomor dua Pak. Jadi sekarang masuk poin kedua yaitu mengenai CSR. Saya tidak bicara mengenai saya secara pribadi tapi secara keseluruhan.

Evaluasi, spirit corporate social responsibility adalah sebagai bagian dari upaya perusahan- perusahan swasta memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada lingkungan sosial yang ada di daerahnya dan bukan hanya yang ada di daerahnya. Jadi kalau misalnya hari ini Pertamina ataupun Chevron ataupun Conoco hanya memberikan kontribusi disekitaran wilayah daerah operasi mereka, pertanyaan saya yang paling sederhana adalah bagaimana dengan prinsip keadilan terhadap daerah yang tidak ada lapangan minyaknya. Itu dijawab sama-sama dan saya minta ini dijawab oleh K3S. Jadi misalnya hari ini beroperasi di daerah Sumatera Selatan atau Riau atau Papua ya sudah hanya di daerah situ, itupun masih berantakan pula juga di daerah situ. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan didaerah-daerah, saya tidak mau menyebutkan daerah saya ataupun daerah-daerah yang memang tidak ada daerah operasi

(22)

minyaknya, berarti dia tidak akan mengharapkan itu. Dan akhirnya kembali lagi Pertamina yang kebetulan dia punya sektor hilir dia akhirnya menjadi sapi perahan juga disitu. Kayak di daerah saya di Kalimantan Barat Pak tidak ada lapangan minyaknya, akhirnya yang kasihan Pertamina itu, diperkosa terus sama masyarakat. Kasar saya seperti itu, diperkosa terus sama masyarakat jadi sasaran tembak, dihajar karena masyarakat tahunya perusahaan minyak itu Pertamina, dikejar terus disitu. Contoh sekarang di Kalimantan Barat itu kasihan GM nya itu karena lagi situasi kayak begini, aduh dihajar, dibombardir, disikat, digebuk segala macam gitu artinya fair.

Saya sih ngomong apa adanya. Pertanyaan saya tolong dijawab apakah prinsip corporate social responsibility itu sudah memenuhi asas keadilan di negara kita, proporsionalitas itu.

Jadi sepengetahuan saya kemarin Bang Adian itu kasih informasi ke saya Man itu sudah ada pembahasan katanya sebetulnya sudah disepakati antara komisi VII dengan SKK Migas bahwa program CSR itu bisa diperlebar di daerah-daerah yang lain. Cuma pertanyaannya sampai sekarang karena kemarin Kepala SKK Migasnya itu sebetulnya kepala KPK Pak, jadi Ketua KPK sebetulnya Pak makanya saya nanti ada poin ketiga nanti Pak, saya mau mengusulkan agar Pak Amin Sunaryadi yang oleh sebagian besar orang-orang SKK Migas disingkat Asu Pak, itu kita buka-bukaan saja. Saya mengusulkan Pak Amin Sunaryadi itu ditunjuk jadi ada satu divisi hukum atau apa Pak untuk melakukan tindak lanjut permasalahan- permasalahan hukum terkait illegal drilling, ilegal segala macam itu karena beliau concernnya kelihatannya di wilayah situ.

Sepengetahuan saya waktu itu sudah disepakati antara Komisi VII dengan SKK Migas bahwa program CSR itu akan diperlebar di daerah-daerah lainnya tapi sampai sekarang memang realisasinya belum ada, mudah-mudahan harapan saya melalui forum ini, itu bisa segera direalisasikan terkait komitmen CSR jangan hanya didaerah operasi mereka karena tidak memenuhi prinsip keadilan. Seperti apa teknis segala macamnya saya pikir SKK Migas yang jauh lebih bisa memahami dan mengetahui tanpa mengesampingkan pertimbangan- pertimbangan obyektivitas dan profesionalisme tadi.

Lalu yang ketiga terkait mengenai limbah Pak. Ini khusus masuk ke Chevron, saya kebetulan dalam waktu 2 bulan ini cukup intens ya Pak berbicara mengenai penanganan limbah tanah yang terkontaminasi di Chevron. Harapan saya ini bisa segera di speed up dan dicari proses penyelesaian bottle neck nya dimana, karena saya juga sampai kemarin masih ada beberapa teman-teman saya di daerah sana masih mempertanyakan mengenai isu Chevron ini, tapi alhamdulillah Pak sudah ada beberapa proses komunikasi juga diantara kita Komisi VII ikut mensupport dalam rangka untuk menspeed up proses ini, karena ini isunya ini sudah menjadi isu yang cukup nasional terkait mengenai Chevron ini. Jadi kami berharap Bapak selaku Kepala SKK Migas yang baru bisa juga betul-betul melihat isu terkontaminasi di Chevron ini menjadi salah satu out standing ataupun isu yang harus segera diselesaikan.

Lalu yang terakhir Pak, saya setuju menindaklanjuti mengenai upaya data cost recovery, tadi ada request saya minta itu juga bisa diinformasikan dikasih ke kita. Jadi ada dua tadi Pak data mengenai cost recovery dan data mengenai RPTK kita. Saya tegaskan kata kuncinya adalah saya akan terus mengawal dan memantau terkait mengenai tenaga kerja di SKK Migas.

Mudah-mudahan bisa ada segera solusi kalau ternyata bisa segera dibentuk tapi kalau saya melihat sepertinya belum bisa Pak membentuk suatu divisi ataupun apa karena terkait anggaran karena anggarannya sekarang di Menteri Keuangan tidak seperti dulu. Dulu itu apa namanya saya lupa lagi namanya retention ya kalau tidak salah. Kita punya retention fee itu 3%

tapi baru terpakai 1,5% sebetulnya. Dulu SKK Migas selalu menjadikan ini sebagai achievement. Kita dari 3% retention dari yang dialokasikan kita hanya pakai 1,5%. Yang 1,5%

nya lagi itu kita kembalikan ke negara. Saya dulu bilang ya betul itu prestasi dalam rangka

(23)

melakukan efesiensi tapi seharusnya masih banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari 1,5% itu.

Dulu harapan saya, saya mendorong itu dibentuk divisi itu hire orang-orang top yang ada di dunia migas, dan kalau perlu hire bule-bule juga Pak. Ini lho yang saya kadang suka heran dengan kita gitu lho. Kenapa kita musti takut dengan tekanan public padahal opini publik itu belum tentu benar juga karena kan mengikuti logika publik inikan sama saja mengikuti logika domba-domba sesat. Jadi ngapain kita musti terjebak pada logika-logika domba-domba sesat itu. Kalau kita punya keyakinan itu jalanin saja, Cuma nanti dimanfaatkan sama Bang Ramson.

Itu saja dari saya.

Terakhir saya juga memberikan apresiasi bahwa saya dengar sekarang PTK sudah masuk revisi keberapa itu Pak? PTK revisi keempat ya Pak dan spiritnya kan pemangkasan birokrasi Pak. Jadi spiritnya pemangkasan birokrasi saya setuju bahwa memang karena saya ada pengalaman dulu saya ini selalu saya angkat, saya dulu pernah kerja di salah satu perusahaan swasta saya mau mengebor di laut Natuna laut China Selatan gara-gara asas cabotage dulu kita tidak bisa ngebor Pak harus nunggu perizinan dari Hubla, itu sampai satu bulan setengah tapi akhirnya langkah kita putuskan untuk geser untuk ngebor di Vietnam. Itu tahun 2008, kita ngebor di Vietnam, selesai kita ngebor di Vietnam itu izin cabotage nya belum keluar-keluar juga Pak. Jadi bayangkan betapa begitu banyaknya inefesiensi cost kita hanya karena gara-gara proses birokrasi yang ngawur gitu Pak. Jadi ya saya dengan semakin banyaknya upaya pemangkasan birokrasi artinya saya memberikan apresiasi juga kepada SKK Migas. Terima kasih.

Wabilahitaufik Walhidayah WAssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Selamat siang, salam sejahtera.

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Sekarang pukul 14.30 wib.

F.PD (H. IHWAN DATU ADAM, SE.):

Ketua, sebenarnya saya mau banyak bicara tapi sudah diborong sama Pak Abdulrahman, jadi saya tidak berbicara lagi.

KETUA RAPAT:

Baik, apakah kita beri kesempatan kepada Kepala SKK Migas untuk menjawab 10-15 menit atau kita skor dan kita buka lagi nanti pada pukul 13.00 wib untuk kita lanjutkan sekaligus untuk merespon tanggapan-tanggapan dari Anggota tadi? Jadi kita setuju diskors dulu 30 menit.

Iya baik.

(RAPAT: DISKORS)

Baik dengan demikian kita skors sampai dengan pukul 13.00 wib.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Referensi

Dokumen terkait

Terima kasih. Saudara Ketua dan Pimpinan Komisi I yang saya hormati. Wakil dari Pemerintah, Menkumhan serta seluruh jajaran dan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan

Terima kasih pak Fauzi, Pak Sudewo silakan Pak Sudewo. Sekjen, Irjen, dan Kepala BPSDM dengan seluruh jajarannya yang saya hormati. Pertama, saya menyampaikan apresiasi

Hendrik Sitompul. Jadi terima kasih Pak Hendrik Sitompul dengan berbagai catatan- catatan bagi PLN. Saya minta kesepakatan. Ini sudah masuk jam 7, saya kira kita

Bapak ini kan karena baru sebentar, nanti Bapak sudah 6 (enam) bulan Bapak stress ini teman-teman ini gila saja nggak Pak kenapa dia disuruh kerja duitnya nggak ada

Terima kasih Mas Bimo, ini datang lagi, ganggu lagi ini satu. Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi IV yang terhormat. Para narasumber mitra yang hari ini diundang hadir di sini

Terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om Swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan. Yang saya hormati Pimpinan beserta Anggota Komisi VIII, Kepala BNPB

Terima kasih atas pertanyaannya yang memang sangat relevan dengan kondisi seperti sekarang ini. Kalau boleh kami bagi gitu Pak pertanyaannya ke dalam berapa hal. Karena ada

Baik, terima kasih. Pimpinan yang kami hormati dan para Anggota Komisi yang kami hormati. Saudara Dirjen Minerba Bapak Bambang Gatot dan para hadirin sekalian.. Kami saya juga