• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa Horisontal

4.3.1 PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Co, Tbk 77

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 78

a. Current Ratio

Current ratio PT ULTJ dari tahun 2009 hingga 2011

terus mengalami penurunan, pada tahun 2009 1 perbandingan hutang lancar mampu dijamin oleh 2,12 aset lancar. Namun pada tahun 2011 1 hutang lancar hanya dijamin oleh 1,52.aset lancar. Hal ini mengindikasikan adanya pengurangan likuiditas dilingkungan perusahaan PT ULTJ.

Namun demikian pada kuarter 2 tahun 2012 1 hutang lancar mampu dijamin oleh 1,74 aset lancar. Hal ini menunjukkan pertanda yang baik, bahwa dimasa yang akan datang lukuiditas perusahaan akan terus meningkat. Secara keseluruhan likuiditas PT ULTJ masih tergolong bagus, karena berada di atas rasio 1, terlebih lagi ada potensi untuk terus mengembangkannya di masa yang akan datang.

b. Quick Ratio

Dari sisi rasio cepat PT ULTJ, dapat dilihat bahwa rasio perusahaan ini tergolong stabil. Terdapat sedikit kenaikan pada tahun 2010, namun cepat di antisipasi sehingga dapat stabil kembali di kuarter ke-2 tahun 2012. Upaya penstabilan ini dapat berupa menjaga kesesuaian utang lancar dengan aset

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 79

lancar, menggunakan utang lancar se-efisien mungkin dalam perannya untuk membiayai aset lancar.

4.3.1.2 Activity Ratio

Penurunan frekuensi perputaran pengumpulan piutang menyebabkan periode pengumpulan piutang menjadi lebih lama. Hal ini cukup beresiko untuk PT ULTJ, karena dengan lamanya periode pengumpulan piutang membuka celah untuk piutang tidak tertagih.

Sebaliknya peningkatan frekuensi pembayaran tagihan yang menyebabkan periode pembayaran tagihan menjadi lebih pendek berarti bagus bagi perusahaan. Hal ini menunjukkan kemampuan PT ULTJ dalam memenuhi kewajiban-kewajiban lancarnya.

Perputaran persediaan yang terjadi di PT ULTJ dalam hal menghasilkan penjualan menunjukkan pergerakan yang bagus pada tahun 2009 hingga 2011, namun pada kuarter ke-2 tahun 2012 ada potensi negative untuk mencerminkan perputaran persediaan yang tidak baik. Bisa saja dalam

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 80

perusahaan masih terdapat banyak stok persediaan sehingga perputaran persediaan menurun. Bila menumpuk persediaan akan sangat beresiko bagi perusahaan, meningkatkan resiko keusangan dan menurunkan efisiensi kinerja perusahaan.

Tingkat perputaran aset tetap dan total aset PT ULTJ kian tahun kian menurun, hal ini menunjukkan bahwa peran aset dalam menghasilkan penjualan belum maksimal. Jadi seharusnya dengan aset yang dimiliki sekarang perusahaan mampu menghasilkan penjualan yang lebih besar dibandingkan penjualan yang ada saat ini.

4.3.1.3 Leverage Ratio

Analisa leverage dari tahun ke tahun untuk PT ULTJ tergolong stabil. Hal ini dapat dilihat dari rasio yang menunjukkan 1 aset yang didalamnya hanya terkandung kurang dari 50% utang. Dan perbandingan 1 komponen ekuitas yang didalamnya hanya terdapat sekitar 50-an% komponen utang. Hal ini berarti bahwa pendanaan perusahaan yang bersumber dari utang tidak melampaui batas, hingga masih bisa dikatakan baik.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 81

Sedangkan untuk perbandingan laba bersih dan bunga, pada tahun 2009 hingga 2011, bunga Rp 1 dihasilkan dari penghasilan sebesar Rp 3 – Rp 5, namun pada kuarter 2 2012 terjadi lonjakan yang fantastis, yakni bunga Rp 1 dihasilkan dari Rp 35,39 penghasilkan perusahaan. Ini adalah pertanda yang sangat baik bahwa perusahaan mampu memperbesar penghasilannya tanpa memperbesar beban bunga dari kewajiban-kewajiban yang ia miliki.

4.3.1.4 Profitability Ratio

Dari tahun ke tahun, persentase laba kotor berbanding penjualan cenderung stabil, namun laba usaha dan laba bersihnya bisa meningkat kian waktu. Hal ini dapat terjadi karena ketika harga pokok penjualan yang tidak bisa ditekan mengiringi kenaikan penjualan, perusahaan berusaha menekan biaya dibidang lain, juga meningkatkan penghasilan lain-lain. Sehingga meskipun laba kotor tidak mengalami kenaikan yang signifikan, namun laba bersih bisa mencapai kenaikan yang berarti.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 82

4.3.1.5 Market Ratio

Baik dari sisi return on asset maupun return on equity, pergerakan rasio perusahaan dari tahun ke tahun cukup stabil, namun ada potensi bahwa perusahaan akan terus meningkatkan rasio pengembalian aset dan permodalannya pada tahun yang akan datang.

Semua rasio yang terdapat pada pada rasio pasar mengalami kenaikan pada setiap tahunnya, kecuali satu komponen earning per share yang turun pada kuarter ke -2 tahun 2012, hal ini dapat disebabkan oleh laba bersih yang hanya terhitung sampai 2 kuarter harus diperbandingkan dengan jumlah saham beredar. Jika terhitung per desember 2012, maka semua rasio pasar kemungkinan besar akan mengalami kenaikan.

Hal ini mengindikasikan meningkatnya respon positif investor terhadap saham PT ULTJ yang beredar dipasaran. Dengan dihargainya saham perusahaan,maka akan naik pula citra perusahaan tersebut.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 83

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 0.69 0.99 0.94 0.66

4.3.2 PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk 4.3.2.1 Liquidity Ratio

a. Current Ratio

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa current ratio mengalami peningkatan yang baik dari tahun 2009 sampai dengan 2011, tetapi mengalami penurunan di tahun 2012.

Current ratio menganalisis bagaimana aset lancar sebuah

perusahaan dapat menutupi hutang lancar perusahaan. Di tahun 2009 rasio menunjukkan angka 0.66 yang berarti bahwa 1 hutang lancar perusahaan dapat dijamin dengan 0.66 dari aset lancar. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak likuid karena nilai dari satu aset lancar. tidak dapat menutupi nilai satu hutang lancar. Tetapi terjadi kenaikan di tahun 2010. Rasio menunjukkan angka 0.94, yang berarti satu hutang lancar dapat dijamin dengan 0.94 aset lancar. Walaupun tidak menunjukkan likuiditas, tetapi perusahaan mampu meningkatkan nilai aset lancar. Dan di tahun 2011 mengalami kenaikan menjadi 0.99 (hampir mencapai 1) yang artinya perusahaan di tahun 2011

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 84

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 0.55 0.83 0.78 0.53

menjadi lebih baik dengan meningkatkan nilai aset lancar. Sehingga satu hutang dapat dijamin dengan 0.99 aset lancar. Tetapi mengalami penurunan di tahun 2012 dikarenakan laporan tahun 2012 hanya sampai dengan quarter 2. Tetapi melihat rasio yang terjadi yaitu 0.69 dapat diestimasikan selama 6 bulan ke depan akan ada peningkatan pada aset lancar jika perusahaan dapat dengan produktif mengelolanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat likuiditas PT Multi Bintang Indonesia, Tbk adalah baik.

b. Quick Ratio

Dari tabel diatas dapat dilihat peningkatan yang baik dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011, kecuali pada tahun 2012 karena laporan tercatat hanya sampai quarter 2. Pada rasio ini membandingkan bagaimana aset lancar dikurangi dengan persediaan dapat menjamin hutang lancar. Adanya pengurangan persediaan pada aset lancar dikarenakan persediaan merupakan akun yang tidak likuid, karena persediaan sering mengalami fluktuasi harga, dan juga sering

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 85

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 6.07 7.03 8.09 17.13

menimbulkan kerugian jika terjadi likuiditas. Pada tahun 2010 terjadi peningkatan menjadi 0.78, ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya walaupun belum likuid karena satu hutang lancar tidak dapat dijamin dengan satu aset lancar. Dan juga di tahun 2011 mengalami kenaikan, walaupun satu hutang lancar masih belum bisa dijamin dengan satu aset lancar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat likuiditas dari PT Multi Bintang Indonesia, Tbk adalah baik.

4.3.2.2 Activity Ratio

a. Account Receivable Turnover

Pada tabel di atas dapat dilihat pada tahun 2009 perusahaan dapat menagih 17 kali akan piutang akan setiap penjualan yang terjadi. Ini menunjukkan rasio aktivitas yang baik bahwa besar kemungkinan akan setiap piutang bisa tertagih yang berdampak pada penambahan kas. Tetapi terjadi penurunan berturut dari tahun 2010 sampai dengan 2011. Ini artinya tingkat tertagihnya piutang semakin kecil sehingga perusahaan bisa saja mengalami kerugian. Sehingga dapat

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 86

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 60.17 51.93 45.11 21.31

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 11.96 9.79 16.58 15.37

disimpulkan bahwa rasio perputaran piutang pada PT Multi Bintang Indonesia, Tbk kurang baik.

b. Average Collection Period

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ART pada tahun 2009 dapat ditagih selama 21 hari. Ini menunjukkan rasio perbandingan yang baik dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya di mana pada tahun 2010 jumlah hari tertagihnya piutang menjadi lebih besar atau lama, juga di tahun 2011 yang meningkat menjadi 52 hari. Ini menunjukkan bahwa semakin lamanya hari penagihan akan pengembalian piutang.

c. Account Payable Turnover

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2009, perusahaan dapat membayar hutang kepada perusahaan lain sebanyak 15 kali, dan di tahun 2010 terjadi peningkatan hari di dalam pembayaran hutang. Kemudian terjadi penurunan di

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 87

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 30.52 37.28 22.01 23.75

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 12.20 17.42 17.70 14.63

tahun 2011, dan meningkat kembali di quarter 2 2012, menunjukkan ketidakstabilan perusahaan di dalam pembayaran hutang usaha, karena perbandingan rasio yang cukup signifikan.

d. Account Payable Period

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa di tahun 2009 hutang dapat dibayar dalam kurun 23 hari dan di tahun 2010 hutang dapat dibayar dalam 22 hari, ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki dana yang cukup untuk membayar dari kurun waktu yang lebih sedikit. Terjadi peningkatan yang drastics di tahun 2011, karena perusahaan dapat membayar usahanya sebanyak 37 kali.

e. Inventory Turnover (at sales)

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2009 terjadi 14.63 kali pembelian persediaan. Dan di tahun 2010

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 88

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 29.92 20.96 20.62 24.95

meningkat menjadi 17.70 kali pembelian, ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak melakukan pembelian terhadap persediaan di tahun 2010, pembelian akan persediaan adalah baik adanya jika disesuaikan dengan penjualan yang terjadi. Dan penjualan dapat meningkat jika dilakukan hal-hal keefisienan pada biaya-biaya. Tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan di tahun 2011, tetap di tahun 2012 menurun menjadi 12.20 kali pembelian sampai pada quarter 2, Juni 2012. Di mana bisa saja terjadi kenaikan atau juga penurunan pembelian selama 6 bulan ke depannya.

f. Average Age of Inventory (at sales)

Pada tabel di atas menunjukkan berapa hari secara rata-rata persediaan ada di dalam perusahaan. Semakin pendek umur rata-rata persediaan, maka semakin likuid atau aktif perusahaan tersebut. Pada tahun 2009 persediaan ada di dalam gudang rata-rata selama 24 hari sebelum dapat terjual. Pada tahun 2010, AAI menjadi 20 hari yang artinya di dalam aktivitas perusahaan di tahun 2010 perusahaan meningkatkan kinerjanya dibuktikan dengan jumlah rata-rata persediaan di

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 89

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 4.65 7.29 7.53 6.94

gudang adalah 20 hari sebelum akhirnya terjual. Di tahun 2011 tidak terjadi perubahan yang signifikan, dan di tahun 2012 umur rata-rata persediaan adalah 29 hari berada di gudang sebelum akhirnya dijual. Ini menunjukkan seberapa tidak likuidnya perusahaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga sisa 2 quarter di tahun 2012 perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja penjualan dengan baik, sehingga bisa menghasilkan rasio AAI pada tingkat yang lebih likuid.

g. Inventory Turnover (at cost)

Pada tabel di atas menunjukkan bagaimana perputaran persediaan di dalam setahun yang dihitung dengan

cara membandingkan biaya pokok penjualan dengan

persediaan. Bila rasio ini rendah, maka berarti masih banyak persediaan yang belum terjual. Di tahun 2009 dana yang tertanam dalam perputaran persediaan adalah sebesar 6.94 kali dalam setahun. Di tahun 2010, perusahaan meningkatkan perputaran persediaan menjadi 7.53 kali, yang artinya ini semakin baik, karena makin banyak persediaan yang terjual. Sama halnya dengan tahun 2011, tetapi mengalami penurunan di tahun 2012 menjadi 4.65 kali perputaran. Diharapkan di

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 90

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 78.49 50.07 48.47 52.59

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 1.02 1.52 1.57 1.63

tahun 2012 masih ada kesempatan sisa 2 quarter bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan penjualan.

h. Average Age of Inventory (at cost)

Pada tabel di atas menunjukkan berapa hari rata-rata persediaan ada di dalam gudang berdasarkan biaya. Pada tahun 2009, persediaan ada di dalam gudang selama 52 hari sebelum akhirnya terjual. Di tahun 2010, persediaan ada di dalam gudang 48 hari yang artinya menunjukkan perusahaan di tahun 2010 menunjukkan kelikuidannya, tetapi di tahun 2011 persediaan lebih lama berada di gudang yaitu 50 hari. Dan sama halnya di tahun 2012, yaitu 78 hari. Menunjukkan bahwa perusahaan semakin tidak likuid karena persediaan berada di gudang untuk jangka waktu yang lebih lama. Sehingga perusahaan harus lebih bisa meningkatkan kinerjanya.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 91

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 1.80 3.40 3.38 3.84

Pada tabel di atas dapat dilihat bagaimana perputaran pada aset, dihitung dengan cara membandingkan total penjualan dengan total aset. Perputaran yang lambat dari aset menunjukkan adanya hambatan. Perputaran total aktiva yang semakin naik, berarti pemakaian aktiva semakin efisien. Tahun 2009 menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam aktiva rata-rata berputar 1.63 kali dalam setahun, tetapi mengalami penurunan di tahun 2010 menjadi 1.57 kali yang artinya perusahaan mengalami penurunan pemakaian aktiva secara efisien. Di tahun 2011 mengalami penurunan kembali yaitu 1.52 kali juga di tahun 2012 sebanyak 1.02 kali.

j. Fixed Asset Turnover

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa perputaran pada aset tetap mengalami penurunan secara berturut-turut dari tahun 2009 sampai dengan quarter 2 tahun 2012. Ini mengindikasikan bahwa pemakaian pada aset tetap mengalami penurunan yang berarti ketidakefisienan aset tetap untuk meningkatkan penjualan. Di tahun 2009, perputaran aset tetap

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 92

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 63% 57% 59% 89%

adalah sebanyak 3.84 kali, dan mengalami penurunan menjadi 3.38 kali di tahun 2010. Diikuti dengan peningkatan menjadi 3.40 kali di tahun 2011, dan penurunan di tahun 2012 menjadi 1.80 kali putaran. Ini menunjukkan penurunan kemampuan aset tetap untuk tetap meningkatkan dana melalui penjualan.

4.3.2.3 Leverage Ratio a. Debt to Asset

Dari tabel di atas dapat dilihat bagaimana satu aset bisa menjamin total hutang. Jadi semakin tinggi nilai dari rasio tersebut, berarti semakin tinggi nilai aset untuk menjamin nilai hutang yang terjadi. Di tahun 2009, rasio menunjukkan 89% yang artinya satu aset bisa menjamin atau menutupi 89% dari total hutang yang terjadi di tahun tersebut. Tetapi di tahun 2010 dan 2011 terjadi penurunan sebesar 59% dan 57% yang artinya total aset tidak bisa menjamin total hutang yang terjadi dengan lebih baik dibanding dengan tahun sebelumnya Ini diakibatkan oleh meningkatnya total hutang baik pada tahun 2010 maupun tahun 2011. Dan total aset yang terjadi di tahun 2010 dan 2011 juga meningkat, ini berarti bahwa peningkatan

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 93

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 169% 130% 141% 843%

hutang yang terjadi dialokasikan kepada aset baik itu aset lancar maupun aset tidak lancar. Dan di tahun 2012 rasio menunjukkan kenaikan yaitu sebesar 63% yang artinya satu aset bisa menjamin atau menutupi 63% dari total hutang. Ini menunjukkan perusahaan mengalami peningkatan nilai aset yang bisa menjamin total hutang dengan lebih baik.

b. Debt to Equity

Dari tabel di atas dapat dilihat bagaimana total ekuitas bisa menjamin atau menutupi total hutang. Di tahun 2009, rasio menunjukkan 843% yang artinya total ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan bisa menjamin bahkan melebihi jaminan terhadap total hutang yang dimiliki. Ini terjadi karena meningkatnya setoran modal ataupun saldo laba yang diperoleh perusahaan pada tahun tersebut, tetapi mengalami penurunan di tahun 2010 dan 2011 karena adanya peningkatan total ekuitas dan menurunnya hutang yang terjadi karena adanya pembayaran terhadap hutang tersebut.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 94

Tahun 2012 2011 2010 2009 Rasio Rp1,389.37 Rp117.68 Rp21.86 Rp9.41 Tahun 2012 2011 2010 2009 Rasio 34.20% 27.30% 24.75% 21.07% Tahun 2012 2011 2010 2009 Rasio 61.86% 58.12% 57.43% 52.55%

c. Times Interest Earned

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga tahunan dengan laba usaha adalah cukup baik.Karena terjadi peningkatan yang cukup drastis di tahun 2009-2012.

4.3.2.4 Profitability Ratio a. Net Profit Margin

Dari tabel di atas dapat dilihat bagaimana kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih dibandingkan dengan penjualan yang terjadi.Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan dapat meningkatkan kinerja operasional dengan keuntungan yang dicapai melalui setiap penjualan yang terjadi.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 95

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 44.18% 36.35% 34.38% 31.73%

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 35.00% 41.56% 38.96% 34.28%

Dari tabel di atas dapat dilihat bagaimana kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor dibandingkan dengan penjualan yang terjadi. Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa PT Multi Bintang Indonesia, Tbk dapat mempertahankan laba kotor pada penjualan tertentu yang terjadi, dan peningkatan rasio menunjukkan GPM yang stabil dan lebih baik di tahun-tahun berikutnya.

c. Operating Profit Margin

Dari tabel di atas terlihat bahwa PT Multi Bintang Indonesia, Tbk memiliki OPM yang stabil karena dapat mempertahankan operating profit pada penjualan tertentu, ini ditunjukkan dengan peningkatan presentase rasio yang terjadi.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 96

Tahun 2012 2011 2010 2009

Rasio 35.00% 41.56% 38.96% 34.28%

Rasio 2012 2011 2010 2009

Price Earning Ratio 27,538,876.04 10,510,249.97 9,218,380.62 7,719,898.73

Earning Per Share 0.03 0.03 0.03 0.02

Preference Book Value 25,943,638.82 10,056,634.85 8,664,575.31 24,958,658.38

Book Value 0.03 0.04 0.03 0.01

Dari tabel diatas terlihat bahwa perusahaan memiliki ROA yang stabil yang berarti semakin efisien penggunaan asset dalam mengembalikan jumlah net income yang akan diterima oleh perusahaan.

e. Return on Equity

Dari tabel di atas menunjukkan ROE yang stabil dan cenderung meningkat yang berarti semakin efisien ekuitas dalam kontribusinya dalam menghasilakn net income yang akan di terima oleh perusahaan.

4.3.2.5 Market Ratio

Dari tabel diatas terlihat bahwa PER mengalami peningkatan yang berarti semakin tinggi kepercayaan investor pada perusahan atas kinerja yang akan datang. Dan rasio EPS menunjukkan kestabilan laba per lembar saham yang menjadi

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 97

hak pemegang saham biasa.Dan PBV menunjukkan kestabilan dari harga book value.

Studi Perbandingan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading, . Co, Tbk dan

PT Multi Bintang Indonesia, Tbk Page 98

2010 2009 SUMBER PENGGUNAAN

ASET ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 383,120,307,358 214,879,968,612 168,240,338,746 Piutang Usaha 190,914,744,160 175,593,832,074 15,320,912,086 Piutang deviden 0 0 Piutang Lain-lain -Pihak Ketiga 1,025,735,644 935,635,582 90,100,062 -Pihak Berelasi 1,570,247,865 1,559,594,048 10,653,817 Persediaan 357,743,682,574 383,588,600,255 25,844,917,681

Pajak Dibayar di Muka 2,543,085,042 0 2,543,085,042 Uang Muka 15,521,187,936 31,163,939,105 15,642,751,169

Biaya Dibayar Dimuka 3,002,899,999 5,668,348,085 2,665,448,086 TOTAL ASET LANCAR 955,441,890,578 813,389,917,761

ASET TIDAK LANCAR

Penyertaan Saham 60,952,199,766 40,912,725,779 20,039,473,987 Aset Pajak Tangguhan 0 24,196,176,987 24,196,176,987

Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang

Setelah dikurangi akumulasi deplesi 17,680,303,952 9,889,415,002 7,790,888,950 Aset Tetap - Setelah Dikurangi akumulasi

Penyusutan 941,931,552,988 808,903,387,439 133,028,165,549 Aset Lain-lain 30,589,814,976 35,410,371,666 4,820,556,690

TOTAL ASET TIDAK LANCAR 1,051,153,871,682 919,312,076,873 TOTAL ASET 2,006,595,762,260 1,732,701,994,634 KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR

Pinjaman Jangka Pendek 38,643,721,680 41,731,995,070 3,088,273,390 Hutang Usaha 238,492,625,087 219,906,161,054 18,586,464,033

Hutang Dividen 3,305,915,953 6,989,960,979 3,684,045,026 Hutang Pajak 22,821,438,399 5,498,459,706 17,322,978,693

Beban Masih Harus di Bayar 20,508,110,159 19,394,500,100 1,113,610,059 Bagian Hutang Jangka Panjang Yang

Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun:

-Hutang Bank 152,142,857,143 87,500,000,000 64,642,857,143

-Hutang Sewa 1,643,086,303 3,320,921,057 1,677,834,754 TOTAL KEWAJIBAN LANCAR 477,557,754,724 384,341,997,966

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban Pajak Tangguhan 19,979,916,930 0 19,979,916,930

Keuntungan Ditangguhkan atas Transaksi Sewa 1,059,767,108 3,126,426,659 2,066,659,551 Kewajiban Imbalan Kerja 19,965,509,126 12,857,611,215 7,107,897,911

Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun:

-Hutang Bank 175,714,285,714 125,000,000,000 50,714,285,714

-Hutang Sewa 11,195,102,399 12,838,188,702 1,643,086,303 TOTAL KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 227,914,581,277 153,822,226,576

EKUITAS

Modal Saham 577,676,400,000 577,676,400,000 Tambahan Modal Disetor-Bersih 51,130,441,727 51,130,441,727 Saldo Laba:

-Sudah ditentukan penggunaannya 18,000,000,000 11,900,000,000 -Belum ditentukan penggunaannya 651,145,878,032 550,876,336,549 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada

pemilik Entitas Induk 1,297,952,719,759 1,191,583,178,276 Kepentingan Non Pengendali 3,170,706,500 2,954,591,816

TOTAL EKUITAS 1,301,123,426,259 1,194,537,770,092 106,585,656,167

TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2,006,595,762,260 1,732,701,994,634 359,223,517,263 359,223,517,263 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI

31 DESEMBER 2009 - 30 JUNI 2012 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY Tbk.

DAN ENTITAS ANAK

Dokumen terkait