HR&GA
Supervisor
Public Relation
Supervisor
HSE
Superintendent
131
Uraian Jabatan
1. IDENTIFIKASI Nama jabatan :
Plant Manager Dibuat tgl. : 1 Oktober 2009 Perlu di review tgl. : 1 Oktober 2010
Departemen : Production Lokasi : Site
Pemangku : XXX
Persetujuan
(tanda tangan pemangku):
Melapor pada : General Manager Persetujuan
(tanda tangan atasan langsung):
2. TUJUAN JABATAN
Merencanakan, mengkoordinir dan mengendalikan pengoperasian pabrik / plant yang mencakup kegiatan operation, engineering dan maintenance serta menjamin kegiatan operasional produksi yang sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan persyaratan perundangan Keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja agar pabrik/plant dapat berjalan dengan lancar dan efisien untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai target dan tujuan perusahaan.
3. TANGGUNG JAWAB UTAMA
- Membuat rencana kerja strategis maupun teknis dan target-target produksi di plant serta mengelola limbah berdasarkan strategi perusahaan, guna memastikan produksi ethanol yang optimal dan berkelanjutan..
- Memonitor kegiatan operasional pabrik mencakup Operation, Engineering dan Maintenance agar mencapai target-target produksi yang telah disusun..
- Memonitor perencanaan penggunaan material, mesin dan sumber daya manusia dalam kegiatan operasional pabrik secara efektif dan efisien.
- Menyusun rencana dan mengontrol anggaran biaya capital dan anggaran biaya operasional pabrik untuk dilaksanakan sesuai dengan rencana dan dan target yang telah ditentukan.
- Mengidentifikasi potensi , mengevaluasi, mendorong serta membina bawahan melalui coaching dan mentoring agar meningkatkan kompetensi dan kinerja bawahan.
- Menjadi panutan dan memastikan kegiatan pengoperasian pabrik berjalan sesuai aspek keselamatan kerja, mengukur kinerja HSEQ di departemen produksi, dan melakukan tindakan agar keselamatan dan kesehatan kerja dapat tercapai.
Dimensi keuangan:
Penyusuan anggaran biaya produksi : Anggaran Capex & Opex plant
Dimensi non-keuangan:
Bawahan langsung : 5 orang Bawahan tidak langsung : 133 orang
5. HUBUNGAN KERJA
Internal Perusahaan (Di dalam lingkungan Perusahaan):
- Commercial; koordinasi kegiatan dan pembiayaan berkaitan dengan operasional pabrik, urusan personalia, penyediaan sarana dan prasarana kerja.
- Supply Chain; koordinasi pengadaan feedstock dan distribusi finished product.
- HSE; koordinasi pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja serta lindung lingkungan. Eksternal Perusahaan (Di luar lingkungan Perusahaan):
- Instansi Pemerintah terkait;
- Lembaga/ Perusahaan Swasta Terkait;
6. MASALAH DAN TANTANGAN KERJA
- Kontinuitas, kuantitas dan kualitas bahan baku untuk operasi. - Ketersediaan dan mutu bahan baku chemical dan penunjang operasi. - Continual improvement
- Kuantitas dan kualitas tenaga kerja
7. WEWENANG
- Menghentikan operasional pabrik apabila terjadi kondisi emergency yang mengakibatkan pabrik tidak dapat beroperasi secara aman atau kondisi tertentu yang dapat berdampak buruk terhadap lingkungan.
- Mengalokasikan anggaran dalam batasan wewenang yang telah ditetapkan; termasuk di dalamnya mengeluarkan dana yang sudah dianggarkan.
- Membuat persetujuan dalam evaluasi penawaran material dan jasa di departemen produksi. - Menyetujui pengembilan (loading ethanol) dengan menggunakan truk dari storage tank di pabrik. - Menyetujui tingkat inventori di plant material
8. SPESIFIKASI JABATAN
133 S1 Teknik Kimia pengalaman 3 tahun sebagai Plant Manager atau 5 tahun sebagai Superintendent di pabrik ethanol (chemical / petrochemical industry)
Pengetahuan / Ketrampilan:
- Memiliki pengetahuan dengan baik alur proses produksi Ethanol. - Memahami sistem dan prosedur proses produksi.
- Menguasai sistem dan prosedur proses pemeliharaan maupun perbaikan mesin di pabrik. - Memiliki kemampuan Operation, People, Time dan Risk Management.
- Mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan Inggris dengan baik. - Mampu mengoperasikan komputer, menguasai MS. Office beserta aplikasinya.
Kompetensi:
- Memberikan panduan dan tantangan yang mampu memotivasi anggota di berbagai kelompok untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan (team leadership)
- Mengikuti perkembangan informasi industri dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan sejenis - Memahami proses kimiawi dalam pembuatan ethanol
9 . STRUKTUR ORGANISASI
General
Manager
Supply Chain
Manager
Plant Manager Finance &
Administration
Manager
Operation
Superintendent
Maintenance
Superintendent
Technical
Superintendent
HSE
Superintendent
Uraian Jabatan
1. IDENTIFIKASI
Nama jabatan : Supply Chain Manager Dibuat tgl. : 1 Oktober 2009 Perlu direview tgl. : 1 Oktober 2010
Departemen : Supply Chain Lokasi : Site
Pemangku : XXX Persetujuan
(tanda tangan pemangku):
Melapor pada : General Manager Persetujuan
(tanda tangan atasan langsung):
2. TUJUAN JABATAN
Menyusun strategi, memonitor dan mengevaluasi ketersediaan bahan baku dan pengiriman produk, guna memastikan kelancaran produksi dan penjualan produk, yang memberi keuntungan optimal.
3. TANGGUNG JAWAB UTAMA
- Menyusun strategi ketersediaan bahan baku melalui kebun inti, kemitraan, maupun pembelian secara langsung untuk memenuhi kebutuhan pabrik.
- Menyusun rencana kerja dan anggaran untuk keperluan pemenuhan bahan baku dan pengiriman produk sesuai dengan target produksi yang telah ditetapkan.
- Mengendalikan pelaksanaan operasional penyediaan dan pembelian bahan baku, dan pengiriman produk sehingga menunjang proses produksi.
- Memberikan solusi pendanaan yang optimal untuk kebutuhan feedstock sehingga didapat nilai yang lebih ekonomis dalam pengadaan singkong.
- Memonitor adanya hubungan kerja yang berkelanjutan dengan pihak-pihak yang terkait dengan penyediaan dan pembelian bahan baku serta regulator.
- Mengidentifikasi potensi , mengevaluasi, mendorong serta membina bawahan melalui coaching dan mentoring agar meningkatkan kompetensi dan kinerja bawahan.
- Menjadi panutan dan memastikan kegiatan pengoperasian pabrik berjalan sesuai aspek keselamatan kerja, mengukur kinerja HSEQ di departemen produksi, dan melakukan tindakan agar keselamatan dan kesehatan kerja dapat tercapai.
135
4. DIMENSI
Dimensi keuangan:
Anggaran biaya supply chain : USD 15,412,804 (OPEX) Anggaran pembelian cassava : USD 2,662,855
Dimensi non-keuangan:
Bawahan langsung : 2 orang
Bawahan tidak langsung : 41 orang
5. HUBUNGAN KERJA
Internal Perusahaan (Di dalam lingkungan Perusahaan)
- UTS : Koordinasi supply bahan baku
- Commercial : Koordinasi kegiatan dan pembiayaan berkaitan dengan pengadaan feedstock, koordinasi urusan SDM, perijinan dan marketing
- HSE : Koordinasi keselamatan kerja
- Production : Koordinasi volume penyediaan bahan baku dan produk akhir. Eksternal Perusahaan (Di luar lingkungan Perusahaan)
- Supplier: koordinasi pembelian bahan baku - Transportir: koordinasi distribusi produck. - Bea cukai: pengurusan dokumen cukai
- Adpel dan Pelindo: kegiatan operasional pelabuhan.
6. MASALAH DAN TANTANGAN KERJA
- Adanya musim panen dalam pengadaan bahan baku - Kompetitor dengan harga bersaing
- Cuaca hujan yang mempengaruhi proses pengiriman bahan baku - Transportasi (laut, darat, udara)
- Fasilitas dermaga - Logistik “pihak ketiga”
- Memberikan rekomendasi harga pembelian / penjualan
- Menetapkan jadwal buka dan tutup penerimaan bahan baku
- Menyetujui kontrak baru/perpanjangan/pemutusan kerja sama dengan pihak terkait - Membuat SOP supply chain
8. SPESIFIKASI JABATAN
Latar belakang pendidikan dan pengalaman:
S1 Manajemen / Pertaninan dengan pengalaman minimal 3 tahun sebagai Supply Chain Manager di pabrik ethanol atau sejenis.
Pengetahuan / Ketrampilan:
- Pengetahuan Supply Chain Management.
- Pengetahuan manajemen inventory (warehouse management). - Mampu mengoperasikan komputer min. Ms. Office.
- Menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan. - Pengetahuan manajemen traffic and distribusion. - Pengetahuan tentang proses feedstock dan bahan baku
Kompetensi: 9. STRUKTUR ORGANISASI General Manager Supply Chain Manager Product Predelivery Supervisor Feedstock Superintendent
137
Uraian Jabatan
10. IDENTIFIKASI
Nama jabatan : Feedstock Superintendent Dibuat tgl. : 1 Oktober 2009 Perlu direview tgl. : 1 Oktober 2010
Departemen : Supply Chain Lokasi : Site
Pemangku : XXX Persetujuan
(tanda tangan pemangku):
Melapor pada : Supply Chain Manager Persetujuan
(tanda tangan atasan langsung):
11. TUJUAN JABATAN
Memastikan implementasi ketersediaan bahan baku dengan perencanaan dan pengendalian yang baik secara kuantitas dan kualitas, untuk memenuhi kebutuhan pabrik.
12. TANGGUNG JAWAB UTAMA
- Menyusun perencanaan dan pengendalian kegiatan pemenuhan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
- Menyusun perencanaan dan pengendalian pemanfaatan bahan baku kebun inti sehingga sesuai dengan kebutuhan produksi.
- Memonitor dan mengevaluasi kualitas bahan baku yang berasal dari masing-masing sumber bahan baku sehingga dapat ditentukan strategi berikutnya.
- Mengindentifikasi perkembangan tata niaga singkong berdasarkan analisa data di lapangan untuk mengoptimalkan pengadaan feedstock.
- Menerapkan skema penyaluran dana yang sesuai kepada pihak-pihak yang berkepentingan (petani, agen, mitra) sehingga dapat dijalankan sesuai kebutuhan.
- Memastikan adanya hubungan kerja yang berkelanjutan dengan pihak-pihak (agen, mitra, lapak, supplier) yang terkait dengan penyediaan dan pembelian bahan baku.
- Mengidentifikasi potensi , mengevaluasi, mendorong serta membina bawahan melalui coaching dan mentoring agar meningkatkan kompetensi dan kinerja bawahan.
13. DIMENSI
Dimensi keuangan:
Anggaran biaya pembelian cassava : USD 2,662,855
Dimensi non-keuangan:
Bawahan langsung : 3 orang
Bawahan tidak langsung : 29 orang
14. HUBUNGAN KERJA
Internal Perusahaan (Di dalam lingkungan Perusahaan)
- UTS : Koordinasi supply bahan baku
- Commercial : Koordinasi kegiatan dan pembiayaan berkaitan dengan pengadaan feedstock, koordinasi urusan SDM, perijinan dan marketing
- HSE : Koordinasi keselamatan kerja
- Production : Koordinasi volume penyediaan bahan baku dan produk akhir. Eksternal Perusahaan (Di luar lingkungan Perusahaan)
- Supplier: koordinasi pembelian bahan baku - Transportir: koordinasi antar cassava.
15. MASALAH DAN TANTANGAN KERJA
- Adanya musim panen dalam pengadaan bahan baku - Kompetitor dengan harga bersaing
- Cuaca hujan yang mempengaruhi proses pengiriman bahan baku
16. WEWENANG
- Mengusulkan harga pembelian / penjualan
- Mengusulkan kontrak baru / perpanjangan / pemutusan kerja sama dengan pihak terkait - Menyetujui pembuatan Surat Perintah Kerja Lembur, cuti, kedinasan
- Memberi persetujuan pembuatan PR, dan Work Order - Menyetujui WI dan check list
139
17. SPESIFIKASI JABATAN
Latar belakang pendidikan dan pengalaman:
S1 Manajemen / Pertaninan dengan pengalaman minimal 2 tahun sebagai Supply Chain Superintendent di pabrik ethanol atau sejenis.
Pengetahuan / Ketrampilan:
- Pengetahuan Supply Chain Management.
- Pengetahuan manajemen inventory (warehouse management). - Mampu mengoperasikan komputer min. Ms. Office.
- Menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan. - Pengetahuan manajemen traffic and distribusion. - Pengetahuan tentang proses feedstock dan bahan baku
18. STRUKTUR ORGANISASI
Supply Chain Manager
Feedstock Superintendent
Feedstock Supervisor Port Panjang & By Product
Supervisor Pengembangan Tanaman
Uraian Jabatan
1. IDENTIFIKASI
Nama jabatan :
HSE Superintendent Dibuat tgl. : 1 Oktober 2009 Perlu di review tgl. : 1 Oktober 2010
Departemen : HSE Lokasi : Site
Pemangku : XXXX
Persetujuan
(tanda tangan pemangku):
Melapor pada : General Manager Persetujuan
(tanda tangan atasan langsung):
2. TUJUAN JABATAN
Mengarahkan dan memonitor, sistem dan program HSE yang mengacu pada kebijakan korporasi untuk mengembangkan Sistem Manajemen HSEQ, mengikuti strategi yang dimiliki oleh masing-masing bisnis unit, guna mencapai tingkat lSRS yang optimal..
3. TANGGUNG JAWAB UTAMA
- Mengkoordinasikan dan memonitor implementasi seluruh aspek dan peraturan lingkungan keselamatan dan kesehatan kerja di dalam organisasi guna mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran, peledakkan, kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. - Mengarahkan dan mengkoordinasikan implementasi sistem manajemen HSE dengan
masing-masing penanggung jawab HSE di bisnis unit dan Tim ISRS7 yang telah ditunjuk guna memastikan berjalannya 15 butir proses manajemen yang sesuai standar dan terjadi peningkatan secara berkesinambungan.
- Memonitor dan mengevaluasi hasil identifikasi resiko atau sumber bahaya di perusahaan guna menghindari terjadinya kejadian yang tidak diinginkan..
- Memastikan terdapatnya kegiatan kampanye K3 di setiap bisnis unit agar terbangun budaya kerja aman atau "safety first" agar menciptakan suasana kerja yang aman karyawan dan lingkungan.
- Menyusun kebijakan HSEQ yang terkait dengan pembuatan prosedur HSE di lapangan agar terkontrol dengan sistematis.
141 - Memonitor dan mengkoordinasikan kepatutan perusahaan dalam beroperasi dengan sesuai
peraturan-peraturan yang berlaku di tingkat daerah, nasional, dan internasional.
- Mengidentifikasi potensi , mengevaluasi, mendorong serta membina bawahan melalui coaching dan mentoring agar meningkatkan kompetensi dan kinerja bawahan
4. DIMENSI
Dimensi keuangan:
Anggaran biaya OPEX dan CAPEX : Rp
Dimensi non-keuangan:
Bawahan langsung : 3 orang Bawahan tidak langsung : 5 orang
5. HUBUNGAN KERJA
Internal Perusahaan (Di dalam lingkungan Perusahaan)
- General Manager & Manager di setiap bisnis unit, dalam hal aspek K3-LL serta koordinasi tentang pelaksanaan pekerjaan perbaikan, perawatan dan penggatian sarana operasional pabrik dan non pabrik. - Dokter Perusahaan, tentang pelaksanaan P3K dan perawatan karyawan yang mengalami kecelakaan
kerja (LTA)
- Commercial, koordinasi pengelolaan anggaran untuk penyediaan sarana dan prasarana kerja serta mematuhi Perijinan.
- Medco Downstream Indonesia, koordinasi dengan Risk and Compliance management dalam implementasi good corporate governance & compliance
- Medco LPG Kaji, koordinasi dengan Safety Supervisor dalam rangka monitoring implementasi safety manajemen dan pencapaian peringkat ISRS7
- Medco Sarana Kalibaru, koordinasi dengan Safety Supervisor dalam rangka monitoring implementasi safety manajemen dan pencapaian peringkat ISRS7
Eksternal Perusahaan (Di luar lingkungan Perusahaan)
- Depnakertrans Pusat, dalam hal pemenuhan dan pencapaian program SMK3, Zero Accident Award, P2K3, Sertifikasi serta Disnaker Propinsi dalam hal pemenuhan dan pencapaian program P2K3 (pertanggungjawaban) sesuai peraturan yang berlaku serta pencapaian SMK3 program
- Disnaker TK I dan TK II untuk masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ataupun dengan pihak ke-III dalam hal laporan kecelakaan kerja, nilai ambang batas kerja, ambient udara kerja di lingkungan kerja dan sekitarnya, kebisingan akibat proses produksi
- Kementrian Lingkungan Hidup, dalam hal program PROPER, Prokasih, ProBiru dan penanganan serta pengelolaan bahan serta limbah B3
- BLH Lampung Utara, dalam hal pengaturan nilai ambang batas limbah cair yang dilepas ke perairan dan emisi gas yang dibuang ke udara bebas, serta penanganan dan pengelolaan Lingkungan secara umum. - BLH Bandar Lampung mengenai penanganan dan pengelolaan Lingkungan secara umum
Rakor Lingkungan
- Dinas Pemadam Kebakaran Lampung Utara tentang koordinasi kerja untuk koordinasi masalah bantuan personal equipment maupun bantuan tenaga dan atau sarana pada pelaksanaan operasi penanggulangan keadaan darurat, pencemaran dan kebakaran
- MEI dalam hal koordinasi dalam penyiapan reporting safety issues.
6. MASALAH DAN TANTANGAN KERJA
- Budaya kerja yang lemah terhadap keselamatan kerja - Keterbatasan pengetahuan karyawan tentang K3-LL
- Peralatan yang tidak memadai (ketersediaan dana yang terbatas sehingga sulit untuk dilakukan pengadaan)
7. WEWENANG
- Membuat peraturan safety untuk setiap pekerjaan yang akan dilakukan dilapangan sesuai dangan kondisi dan sifat pekerjaan
- Memberikan tindakan tegas kepada karyawan yang melanggar perintah keselamatan kerja maupun peraturan HSE yang berlaku
- Menyetujui pembelian/pembayaran barang atau jasa yang digunakan untuk keperluan implementasi ISRS7 - Memberikan rekomendasi atas kegiatan dan program yang berhubungan dengan keselamatan kerja di
organisasi MDI
- Turut melakukan investigasi bila terjadi kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan di organisasi MDI
8. SPESIFIKASI JABATAN
Latar belakang pendidikan dan pengalaman:
S1 Teknik Kimia / Mesin / Industri / Lingkungan dengan pengalaman minimal 3 tahun atau D3 Teknik dengan pengalaman 5 tahun di tingkat manajerial HSE
Pengetahuan / Ketrampilan:
- Ahli Keselamatan Kerja Umum - Leadership
- Hazardous Waste Management - Hazard Operabilities
- Safety Audit Certification Auditors - SMK3 (Systems and Audit) - AMDAL
- Menguasai bahasa inggris dan komputer
Kompetensi:
- Menguasai Peraturan dan Perundangan Depnaker, Nasional serta OHSAS / ISRS / ISO dalam bidang Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup.
143 - Mengetahui standard Keselamatan Kerja Nasonal dan Internasional (NFPA, OHSAS, NFC dan
Lain-lain)
- Terampil memimpin penanggulangan keadaan darurat (kebakaran, kecelakaan dan pencemaran lingkungan)
- Memberikan panduan dan tantangan yang mampu memotivasi anggota di Departemen HSE untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan (team leadership)
- Memahami proses pembuatan ethanol (produksi ethanol) secara General
- Memahami seluruh prosedur pengoperasian unit penunjang (power, boiler, STG, water treatment, WWTP) secara general. . 9. STRUKTUR ORGANISASI