• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

F. TINJAUAN PUSTAKA

1. Public Relations (PR)

Ada berbagai definisi yang diungkapkan oleh banyak ahli oleh karena itu pada tahun 1960 maka IPRA (International Public relations Association) memberi definisi PR. IPRA berkumpul di Den Haag pada mei 1960 dan bersepakat menerima rumusan definisi PR sebagai berikut (Maria, 2002: 11):

Public Relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, symphaty and support of those with whom there are or may be concerned by evaluating public opinion about themselves in order to correlate as far as possible their own policies and procedures to achieve by planned and widespread information more productive coorporation and more efficient fulfillment of their common interest.

“Public Relations merupkan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi-organisasi, lembaga – lembaga umum dan pribadi yang dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada hubungan dan diduga akan ada kaitannya dengan cara menilai opini publik mereka dengan tujuan, sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan, ketatalaksanaan guna mencapai kerja sama yang lebih produktif untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien dengan kegiatan penerangan yang terncana dan tersebar luas.

Dalam definisi di atas, Public Relations dipahami sebagai fungsi manajemen untuk mengatur keseimbangan hubungan antara

pihak perusahaan dan berbagai pihak yang terkait untuk mendapatkan suatu kesepahaman dan hubungan yang baik. Di mana dari hubungan itu, diharapkan munculnya dukungan mereka terhadap pihak perusahaan. Hubungan tersebut juga dapat digunakan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang perusahaan. Nantinya hal tersebut dapat dijadikan tolok ukur pengambilan kebijakan perusahaan untuk hasil yang lebih efektif dan menguntungkan bagi perusahaan dan banyak pihak.

Sementara kesimpulan yang diungkapkan pakar-pakar Public Relations pada salah satu universitas terkemuka yaitu Institute of Public Relations, United Kingdom (Maria, 2002: 9) adalah bahwa PR merupakan upaya yang disengaja, direncanakan dan dilakukan terus menerus untuk membangun dan menjaga adanya saling pengertian antar organisasi dengan publiknya. Fokus utama dari definisi ini adalah bahwa PR merupakan sebuah rangkaian tindakan yang mengupayakan adanya hubungan baik antara sebuah organisasi dan publik.

Lebih lanjut, kamus IPR terbitan bulan november 1987 menyatakan bahwa “Praktek Humas atau PR adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya” (Frank Jefkins: 1996, 8). Dari pengertian-pengertian tersebut di atas,

Public Relations berkaitan erat dengan manajemen dan komunikasi antara pimpinan perusahaan dan publik. Di situlah pentingnya peran Public Relations.

Sejalan dengan pernyataan di atas, Maria dalam bukunya Dasar-Dasar public Relations Teori dan Praktik (Maria, 2002: 35), menyatakan bahwa fungsi PR (Public Relations) adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul atau meminimalkan munculnya masalah. Di sini dinyatakan bahwa fungsi Public Relations masih berhubungan erat dengan membina komunikasi yang baik dengan khalayak perusahaan, selain itu juga PR juga berfungsi untuk mengatasi permaslahaan dengan pihak-pihak tersebut.

Hal tersebut didukung oleh ungkapan dari Bambang dan kawan-kawan dalam bukunya Public Relations dan Organisasi yang menyatakan bahwa PR berakar pada pola pikir pragmatis dan harmonis terutama dalam meminimalkan konflik dengan cara menggunakan pendekatan komunikasi timbal balik akan sangat membantu menemukan strategi mengubah konflik (Bambang, 2007: 27)

Selain fungsi yang telah disebutkan di atas, di lain pihak

Bertrand R Camfield dalam bukunya Public relations Principles and Problem mengemukakan tiga fungsi purel yakni: (1) Mengabdi kepada

kepentingan umum (it should serve the public’s interest), (2) Memelihara komunikasi yang baik (maintain good communication), (3) Menitik beratkan moral dan tingkah laku yang baik (and stress good morals and manners) (Onong, 1982: 135-136). Di sini para

Public Relations Officers (PRO) ditekankan untuk memiliki moral dan etika yang baik sebagai cermin dari sikap perusahaan baik terhadap pihak dalam maupun luar.

Menurut Frida dalam bukunya Dasar - Dasar Humas, ada tiga tugas humas dalam organisasi/lembaga yang berhubungan erat dengan tujuan dan fungsi humas. Ketiga tugas tersebut adalah :

a. Menginterpretasikan, menganalisis, dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik kemudian merekomendasikannya kepada manajemen untuk merumuskan kebijakan organisasi/ lembaga.

b. Mempertemukan kepentingan organisasi/ lembaga dengan kepentingan publik.

c. Mengevaluasi program-program organisasi/ lembaga, khususnya yang berkaitan dengan publik.

Tiga tugas humas tersebut merupakan hal-hal pokok yang harus dilakukan oleh Public Relations Officers (PRO) dalam menjalankan pekerjaannya.

Public Relations juga memiliki empat tahapan PR yaitu : (a) Penelitian yang didahului penemuan, analisis, pengolahan data, (b)

Perencanaan yang direncanakan, (c) Pelaksanaan yang tepat, (d) Evaluasi, penilaian setiap tahap dan evaluasi keseluruhan (Maria, 2002: 7-8). Empat tahapan tersebut merupakan langkah penting yang dilalui oleh Public Relations Officers (PRO) dalam melaksanakan program-programnya.

Untuk membina hubungan baik antara perusahaan dengan berbagai pihak, Public Relations memiliki dua bagian besar di mana setiap bagian memiliki tujuan masing-masing;

a. Internal public relations

Tujuan internal Public Relations adalah untuk mencapai karyawan yang mempunyai kegairahan kerja.

b. Eksternal public relations

Salah satu tujuan eksternal Public Relations adalah untuk mengeratkan hubungan dengan orang-orang di luar badan/instansi hingga terbentuklah opini publik yang favorable terhadap badan itu (Oemi, 1979: 34 – 44).

Perusahaan besar biasanya memiliki kedua bagian PR tersebut. Bahkan di banyak perusahaan, masih ada unit-unit kerja di bawah sturuktur PR internal dan eksternal untuk membantu jalannya tugas PR.

Empat unsur falsafah dari definisi Public Relations adalah sebagai berikut (Bambang, 2007: 18)

a. PR sebagai upaya mempengaruhi kemauan individu, golongan atau masyarakat yang menjadi sasaran dengan maksud mengubah pikiran, pendapat publik, bisa oleh pemerintah secara umum

b. PR ditujukan untuk mendorong atau memajukan usaha-usaha di bidang ekonomi. Falsafah ini dipakai oleh badan usaha ekonomi yang mencari keuntungan

c. PR dengan menggunakan pengetahuan yang luas dan bijaksana bisa dipergunakan dalam pencapaian tujuan

d. Misi PR yang perlu disampaikan pada masyarakat (yang dimaksud misi di sini arah tujuan dari fungsinya) diintegrasikan dengan kebutuhan publik.

Dalam falsafah tersebut semakin ditegaskan keberadaan PR yang membina hubungan baik antara institusi dan publiknya, di mana salah satunya adalah sebagai sebuah upaya untuk mempengaruhi publik agar mencitrakan perusahaan seperti apa yang perusahaan mau.

Lima pokok tugas Public Relations sehari-hari (Bambang, 2007: 33-37):

a. Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik memiliki pengertian yang benar tentang

organisasi atau perusahaan, tujuan, serta kegiatan yang dilakukan.

b. Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat

c. Memperbaiki citra organisasi d. Tanggung jawab sosial e. Komunikasi

Lima tugas pokok Public Relations sehari-hari tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab sosial/ CSR merupakan bagian dari Public Relations.

Dokumen terkait