Cabang
Lokal
Pusat
Daerah
Cabang
Lokal
29 Alur penyetoran dana iuran tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing, berikut kelebihan dan kekurangan tersebut:
TABEL Kelebihan Kekurangan
A
- Pusat akan lebih merasa memiliki tanggung jawab, karena dengan langsung disetorkan dana iuran kepusat maka ada
pertanggungjawaban oleh pusat untuk para anggota terkait dana iuran tersebut.
- Karena tanggungjawab diserahkan ke pusat, maka dimungkinkan adanya penerataan kesejahteraan bagi anggota serikat yang masih kecil, dalam arti pusat akan membantu serikat dengan anggota kecil tersebut terkait financial.
- Bagi pengurus full timer yang diberikan upah pusat
- Dimungkinkan muncul masalah apabila serikat yang memiliki anggota banyak dengan hasil iuran yang besar tdk dapat memenuhi kebutuhan anggota, karena hasil penyetoran diserahkan pusat, dan diberikan serikat yang belum sejahtera. Artinya ada kemungkinan anggota serikat yang besar tersebut terbengkalai.
- Bagi pengurus full timer yang ditunjuk pusat dimungkinkan upahnya minim.
- Dimungkinkan serikat di daerah kurang mandiri karena banyak bergantung pada pusat.
A. Dalam tabel A di atas uang iuran anggota sistem distribusi dan pembayarannya disentralisir ke pusat oleh local/ PUK serikat pekerja anggota untuk kemudian didistribusikan kepada tingkatan dibawahnya seperti daerah
B. Dalam tabel B di atas uang iuran anggota sistem distribusi dan pembayarannya disentralisir ke tingkatan di atasnya sesuai dengan struktur organisasi oleh local/ PUK serikat pekerja anggota untuk kemudian didistribusikan di masing tingkatan struktur yang ada.
30 akan lebih tersistem, dalam
arti akan lebih
dipertanggunjawabkan oleh pusat.
- Ada control langsung dari pusat sehingga terjalin koordinasi antara pusat dan daerah, dalam artian tercipta komunikasi antar keduanya.
B
- Serikat pada tingkat cabang akan lebih mandiri dengan menetukan kebijakan sendiri terkait dana iuran.- Ketika PC bagus dia bisa kelola sangat bagus dan sangat besar.
- Jika pada tingkat cabang memiliki anggota yang besar dan iuran berjalan dengan efektif, maka PC tersebut akan berkembang dengan pesat.
- Alur uang akan berjalan dengan tingkatan struktur yang urut.
- Kurangnya koordinasi antara daerah dan pusat, terkait anggaran di daerah/ tidak terjalin koordinasi yang baik.
- Tidak ada gerakan yang sinergis karena kurangnya koordinasi dan komunikasi antara pusat dan daerah.
- Tidak adanya pemerataan kesejahteraan anggota serikat yang lain.
- Kesejahteraan akan hanya terfokus pada PC yang memiliki anggota besar.
- Dimungkinkan penyetoran dana iuran berhenti ditingkatan tertentu, dalam arti tidak samapi pada pusat.
Terkait iuran ini, tentunya ada hal yang mendukung untuk dapat berjalannya sistem (sistem iuran). Sistem iuran ini dapat berjalan dengan baik apabila ada kedisiplinan anggota dalam membayar iuran. Sampai saat ini masih banyak anggota yang belum sadar akan pentingnya membayar iuran, hal ini terbukti dari perbandingan dari jumlah anggota keseluruhan dan jumlah anggota yang
31 membayar iuran di beberapa serikat. Dari 100% jumlah anggota kurang lebih hanya 70% yang efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
- Kurangnya kesadaran anggota untuk membayar iuran
- Kurangnya kepercayaan anggota terhadap pengurus serikat terkait penggunaan dana organisasi
- Anggota tidak dapat merasakan keuntungan dari membayar iuran
- Tidak adanya sangsi bagi yang tidak membayar iuran
Terkait penerapan sangsi masih menjadi kebimbangan serikat khususnya bagi serikat yang baru, karena dengan menerapkan sangsi anggota justru enggan bergabung dengan serikat, namun tanpa penerapan sangsi akan menimbulkan ketidakdisiplinan anggota dalam membayar iuran, karena tidak ada efek jera yang di dapatkan. Maka hal ini perlu dikaji kembali oleh masing-masing serikat pekerja/buruh.
b. Pencatatan / pembukuan
Pencatatan pembukuan terkait keuangan yang diterapkan oleh serikat buruh saat ini masih banyak yang kurang berjalan dengan baik. Hal ini kerap terjadi pada tingkatan local, di mana sistem pembukuan yang digunakan masih dengan sistem manual. Artinya belum ada sistem database yang digunakan dalam pembukuan tersebut.
Kurang baiknya pembukuan keuangan dalam serikat buruh dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Karena dengan sumber dana yang didapatkan dari iuran anggota diperlukan pertanggungjaewaban pula kepada anggota. Apabila pencatatan yang dilakukan kurang baik akan dapat menimbulkan kecurigaan terhadap penggunaan dana iuran tersebut. Dari hal tersebut maka akan muncul ketidakpercayaan anggota dalam membayar iuran, ini akan memberikan efek ketidaksiplinan anggota dalam membayar iuran. Untuk itu perlulah membuat pencatatan/pembukuan yang baik untuk keuangan.
32 c. Pengelolaan keluar masuknya dana organisasi
Pengelolaan keluar masuknya dana organisasi perlu dirumuskan secara baik, yaitu dengan merumuskan, dan melaksanakan secara sistematis, anggaran sebagai bagian dari proses perencanaan serikat buruh. Pengelolaan keluar masuknya dana organisasi pada serikat pekerja / buruh adalah di pegang oleh bendahara serikat itu sendiri.
d. Bukti pemasukan dan pengeluaran dana organisasi
Bukti pemasukan dan pengeluaran yang ada dalam serikat pada saat ini ditangani oleh bendahara serkat yang telah ditunjuk oleh serikat. Bendahara bertanggungjawab atas daminitrasi terkait keuangan termasuk bukti pemasukan dan pengeluaran dana organisasi.
e. Laporan keuangan sebagai pertanggung jawaban organisasi terhadap anggota. Pertanggungjawaban laporan keuangan yang sudah dilaksanakan oleh beberapa serikat buruh telah berjalan dengan baik. Pada rapat – rapat khusus yang diadakan oleh serikat disampaikan beberapa pertanggungjawaban, termasuk pertanggungjawaban laporan keungan yang dilakukan secara rutin.
4. Program Kerja
Program kerja yang dilakukan oleh serikat buruh salah satunya ada pelatihan. Pelatihan ini diberikan untuk para anggota maupun pengurus. Pelatihan tersebut antara lain seperti:
- Administrasi serikat buruh
- Pelatihan delegasi
- Pelatihan PKB
- Pelatihan organiser
- Pelatihan kampanye
- Penanganan kasus
- Training for trainer
33
- Diskusi politik dan ekonomi
- Leadership advance course
Dari pelatihan tersebut memiliki fungsi dan tujuan masing masing sesuai dengan kebutuhan masing-masing serikat. Namun ada beberapa pelatihan yang wajib dilakukan oleh serikat untuk anggota seperti pelatihan dasar yang wajib diikuti oleh anggota serikat baru. Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman awal akan pentingnya berserikat. Selain itu untuk kelanjutan setelah menjadi anggota maupun pengurus, akan ada pelatihan – pelatihan lanjutan yang harus diikuti menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
5. Sekretariat
Berdasarkan hasil penelitian 90% serikat buruh sudah memiliki sekretariat. Sekretariat ini berfungsi sebagai office/ kantor dari serikat itu sendiri. Selain itu banyak juga fungsi sekretariat tersebut, antara lain sebagai:
a. Distribusi informasi untuk setiap instruksi (surat menyurat, fax, email, dll) b. Rapat
c. Tempat tinggal pengurus d. Pelatihan
Setiap serikat buruh menggunakan secretariat berbeda beda, tergantung dari kebutuhan dari serikat buruh itu sendiri. Sekretariat merupakan hal penting yang harus dimiliki serikat buruh sebagai penunjang berjalannya sistem administrasi dari serikat buruh.
34 B. Model administrasi dalam menjawab kebutuhan organisasi serikat buruh
Dalam hasil analisa yang ditemukan dari interview beberapa serikat, ditemukan bahwa administrasi pada saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan organisasi serikat buruh. Beberapa contohnya adalah terkait pencatatan anggota, keuangan, serta standarisasi serikat.
1. Pencatatan Anggota
Pencatatan anggota di beberapa serikat masih mengalami beberapa hambatan. Hambatan tersebut terlihat dari banyaknya anggota yang bisa diprediksikan jumlahnya namun tidak ada datanya secara lengkap. Selain itu ditemukan juga beberapa serikat yang hanya memiliki data jumlah secara angka, namun tidak ada detailnya, atau ada pula yang memiliki data namun tidak tersimpan secara komputerisasi. Ini merupakan beberapa kendala yang dialami oleh serikat dalam proses pencatatan.
Pencatatan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi, bukan hanya sebagai data namun juga untuk mengukur besarnya organisasi tersebut. Pencatatan anggota juga digunakan sebagai alat ukur efektifitas dari dana yang masuk sebagai tonggak dari sebuah serikat pekerja/serikat buruh. Serikat perlu melakukan pencatatan secara update untuk mengetahui jumlah riil dari anggotanya. Update anggota ini bisa dilakukan dengan mecatat setiap ada anggota baru yang masuk maupun keluar.
2. Keuangan
Keuangan merupakan hal penting dalam sistem administrasi untuk serikat pekeja/ buruh. Sumber keuangan terbesar dalam sebuah organisasi adalah iuran anggota. Namun Iuran anggota juga menjadi suatu permasalahan internal serikat buruh dikarenakan ketidaksiplinan anggota dalam membayar iuran, selain itu permasalahan juga dapat timbul karena iuran yang terlalu kecil ataupun bahkan tidak lancar pemasukannya. Serikat buruh sendiri juga mengalami banyak kendala untuk menaikkan iuran, karena mereka berpendapat bahwa banyak anggota akan meninggalkan mereka karena iurannya terlalu mahal.
35 Ada beberapa perdebatan antara anggota dan serikat terkait iuran ini. Perdebatan tersebut menimbulkan efek yang kurang baik terkait kedisiplinan membayar iuran. Mereka seringkali menganggap perdebatan tersebut bagai ayam dan telur yang tidak ada unjung penyelesaiannya. Perdebatan ini berbicara mengenai keuntungan dari membayar iuran. Anggota beranggapan bahwa mereka mau membayar iuran jika sudah mendapatkan keuntungan/manfaat dari membayar iuran dalam serikat, namun disis lain serikat tidak dapat memberikan keuntungan / manfaat jika tidak ada dana/ tidak ada sumber dana dari iuran anggota.
Hal ini tentunya perlu diperbaiki dengan memberikan pemahaman lebih mendalam terhadap para anggota, bahwa iuran merupakan tonggak berjalannya sebuah organisasi. Tanpa iuran maka organisasi pun sulit untuk berjalan. Hal itu dikarenakan pelatihan, pendidikan dan apapun kegiatan terkait kepentingan organisasi dan anggota tergantung dari dana yang tersedia dari oeganisasi tersebut. Fungsi dana bagi serikat adalah penyangga organisasi (buffer of organisation) dan merupakan independensi serikat buruh, independensi tersebut tercipta dari kemampuan mereka melaksanakan aktifitas atau kegiatannya dengan kemampuan mereka sendiri.
Stabilitas keuangan serikat buruh dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut dibawah ini:18
a. Komposisi penghasilan/pendapatan yang diperoleh; b. Ukuran dari pemasukan dan pengeluaran;
c. Jumlah kelebihan yang dimiliki (amount of surplus); d. Jumlah aktifitas yang dibiayai sendiri oleh serikat buruh.
Untuk itu tidak dapat dipungkiri bahwa berjalannya sebuah aktifitas organisasi tidak terlepas dari dana yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Aktifitas organisasi tersebut termasuk sebuah perjuangan dan gerakan buruh dalam memperjuangkan haknya.
18
36 3. Standarisasi
Standarisasi merupakan satu bentuk konsistensi dari sebuah organisasi dalam hal ini termasuk serikat pekerja/buruh. Penyeragaman merupakan salah satu standarisasi yang bisa dilakukan oleh serikat terkait symbol organisasi seperti logo, slogan/motto organisasi, dan pemahaman. Selain itu perlu juga adanya standarisasi terkait bentuk laporan, pembuatan undangan, dan penyusunan proposal sebagai pedoman dasar dalam segi teknis administrasi. Standarasasi ini digunakan sebagai patokan/ ukuran serikat dibawahnya dalam menentukan sebuah kebijakan maupun keteraturan dalam organisasi. Standarisasi ini juga salah satu cara untuk menghindari perbedaan/kejomplangan yang dalam antar serikat yang ada di daerah. Dengan adanya standarisasi diharapkan ada konsistensi dari sebuah serikat buruh.
Namun pada kenyataannya standarisasi ini belum bisa berjalan dengan baik dikarenakan banyak factor, seperti kurangnya koordinasi dengan pusat, ketidak cocokan dengan standar yang telah ditentukan, dan anggapan bahwa standariasi ini tidak begitu penting.
Dari ketiga permaslahan yang ada membuktikan bahwa administrasi yang ada pada saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan yang ada. Ini terlihat dari banyaknya kendala yang dialami oleh serikat pekerja/ buruh terkait persolan administrasi. Kendala tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kurangnya SDM yang faham akan administrasi.
2. Kurangnya kesadaran serikat akan pentingnya sistem administrasi.
3. Ketidaktahuan pengurus Serikat pekerja/ buruh dalam menerapkan sistem administrasi yang sesuai/pas dengan organisasi serikat yang dianutnya.
4. Terpecahnya konsentrasi pengurus serikat yang dikarenakan tidak fokus dalam kepengurusan serikat tersebut, hal ini bisa disebabkan karena pengurus masih terfokus pada 2 (dua) pekerjaan (sebagai buruh di perusahaan dan sebagai pengurus serikat).
5. Kurangnya staff/ pengurus full timer yang ada.
6. Kurangnya fasilitas yang memadai terkait kebutuhan administrasi (komputer, kantor yang nyaman, dll)
37 C. Model adminstrasi serikat buruh yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan
Semakin kuatnya gerakan buruh tentu harus diimbangi dengan semakin baiknya pola pengembangan administrasi organisasi serikat. Dalam penelitian ini penulis menemukan beberapa hal yang perlu dikembangkan/diterapkan dalam sistem administrasi serikat pekerja/buruh yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan, seperti database/komputerisasi administrasi, profesionalitas administrasi, standarisasi administrasi, teknologi informasi serikat, dan pendidikan serikat. Berikut penjelasannya:
1. Database/komputerisasi administrasi
Database adalah satu terobosan baru yang harus dikembangkan untuk administrasi serikat buruh. Data base adalah suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali, tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan data dan mencapai independensi.19 Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi khususnya untuk administrasi serikat pekerja / buruh, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pengurus maupun anggota serikat. Database terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak pengguna, dari masing-masing pengguna akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Seperti dalam pencatatan anggota, database diperlukan untuk menyimpan data terkait anggota serikat, melalui database ini data jumlah anggota akan tercatat lebih valid karena terhindar dari pengulangan data pencatatan/ duplikasi data, artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file. Selain itu, database juga diperlukan dalam sistem keuangan serikat buruh untuk memudahkan data keuangan serta menghindari double input. Dengan adanya database serikat di pusat maupun dapat mengakses data keuangan dengan mudah.
Ada beberapa manfaat database bagi administrasi serkat pekerja/ buruh, yaitu: a. Sebagai komponen utama atau penting dalam system informasi, karena
merupakan dasar dalam menyediakan informasi untuk serikat.
19
38 b. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan
c. Mengatasi kerangkapan data
d. Menghindari terjadinya inkonsistensi data, contohnya seperti pencatatan anggota.
e. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data, artinya memudahkan pimpinan pusat untuk mengakses data yang ada di daerah, maupun sebaliknya.
f. Menyusun format yang standar dari sebuah data.
2. Profesionalitas administrasi
Profesionalitas yang dimaksud adalah para pengurus organisasi serikat bekerja sesuai dengan bidangnya/ sesuai dengan bagian divisi yang sudah ditentukan. Harus profesional dan tanggungjawab dengan tugasnya masing – masing, tapi jiwa/roh gerakan dalam berserikat masih ada. Ketika seorang pengurus diberikan satu tanggungjawab tertentu oleh organisasi, maka orang tersebut perlu mempelajari terlebih dahulu apa yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga menciptakan kinerja yang baik dalam bidangnya. Tidak hanya bekerja sekedar selesai, tapi juga bekualitas.
3. Standarisasi administrasi
Memperbaiki sistem yang ada dengan membuatnya lebih efektif. Standarisasi ini juga perlu diterapkan pada hal-hal kecil pada sistem administrasi seperti standar pembuatan surat (surat menyurat), format surat, format proposal, dan format laporan. Standarisasi ini diperlukan untuk menyeragamkan administrasi dari tingkatan pusat sampai dengan local sebagai ciri khas dari organisasi dan menciptakan keteraturan administrasi dalam serikat buruh.
Satandarisasi yang dimaksud tidak harus dalam bentuk yang sama 100%, namun ada satu khas di mana yang mencirikan kesamaan dari satu organisasi. Sebagai contoh pembuatan baju seragam serikat, dari setiap cabang serikat mungkin memiliki selera yang berbeda dalam pembuatan seragam, tapi ada kesamaan yang mencirikan satu organisasi, bisa dari warna, simbol yang diletakan diposisi yang ditentukan atau yang lainnya. Dengan adanya hal ini maka akan muncul karakter sendiri bagi serikat sebagai bentuk keteraturan dan ciri khas dari serikat itu sendiri.
39 4. Teknologi Informasi Serikat
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi untuk mempertemukan antara kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, manajerial dan kegiatan strategi dari organisasi dengan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak luar tertentu, contohnya seperti website serikat. Website serikat diperlukan untuk memberikan informasi terkait serikat pekerja/ buruh kepada anggota maupun pihak luar. Dengan adanya teknologi informasi serikat dapat memudahkan anggota serikat untuk mengakses informasi serikat, hal ini juga digunakan sebagai salah satu wujud transparansi dan tanggungjawab serikat terhadap anggota, mengingat serikat buruh adalah sebuah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh.
5. Pendidikan Administrasi
Pendidikan administrasi dibutuhkan untuk menunjang terciptanya sistem administrasi yang baik untuk serikat. Pendidikan administrasi ini bisa diberikan dengan memberikan pelatihan terhadap anggota maupun pengurus serikat terkait administrasi. Hal ini dibutuhkan sebagai upaya meningkatkan skill para pengurus maupun anggota, artinya bukan hanya gerakan yang kuat namun juga diperlukan kemampuan dan pengetahuan yang kuat untuk anggota dan pengurus.
40
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa model administrasi Organisasi Serikat Buruh yang diterapkan organisasi buruh saat ini terkait struktur organisasi, masing masing memiliki sistem yang berbeda beda sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam usahanya menciptakan sistem kinerja yang baik, serikat pekerja/buruh membuat sebuah terobosan baru di mana pembagian tugas dan wewenang menjadi lebih terfokus, namun hal ini akan menjadi hal yang sangat positif apabila dapat berjalan dengan baik. Apabila hal tersebut tidak dapat berjalan dengan baik justru akan menimbulkan sesuatu hal yang bertabrakan dan menjadikan fungsi dari struktur tersebut kurang efektif, begitu pula dengan penerapan aspek gender. Melihat kemampuan perempuan yang tidak kalah dengan laki-laki pada saat ini, aspek gender yang diterapkan dalam kepengurusan serikat buruh adalah satu cara menghindari diskriminasi dan untuk fokus melakukan pendidikan, pembelaan, serta duduk dalam perundingan khusus terkait isu-isu perempuan, karena pada kenyataannya banyak serikat buruh yang beranggotakan perempuan. Terkait keuangan, dalam pembayaran iuran anggota pada saat ini ada 2 (dua) sistem yang diterapkan yaitu melalui kolektif manual dan COS (Check of System).
Fungsi administrasi organisasi serikat pekerja/buruh yang diterapkan saat ini belum sepenuhnya menjawab tujuan dan kebutuhan dari serikat pekerja/buruh itu sendiri, karena masih banyak kendala dan tantangan yang masih dihadapi, seperti kurangnya SDM yang faham akan administrasi, kurangnya kesadaran serikat akan pentingnya sistem administrasi, ketidaktahuan pengurus Serikat pekerja/buruh dalam menerapkan sistem administrasi yang sesuai/pas dengan organisasi serikat yang dianutnya, terpecahnya konsentrasi pengurus serikat yang dikarenakan tidak fokus dalam kepengurusan serikat tersebut, hal ini bisa disebabkan karena pengurus masih terfokus pada dua pekerjaan (sebagai buruh di perusahaan dan sebagai pengurus serikat), kurangnya staff/ pengurus full timer yang ada, dan kurangnya fasilitas yang memadai terkait kebutuhan administrasi (komputer, kantor yang nyaman, dll).
41 Terkait penerapan model administrasi Organisasi serikat pekerja/buruh untuk menjawab kebutuhan serikat pekerja/buruh, ada beberapa hal yang perlu dikembangkan/diterapkan dalam sistem administrasi serikat pekerja/buruh yang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan, seperti database/komputerisasi administrasi, profesionalitas administrasi, standarisasi administrasi, teknologi informasi serikat, dan pendidikan serikat.
B. Saran
Dalam peningkatkan kinerja organisasi yang lebih baik tentunya diperlukan adanya perbaikan terhadap sistem administrasi yang diterapkan. Untuk membuat perbaikan tersebut perlu adanya masukan dari berbagai pihak, bukan hanya pihak intern organisasi tetapi juga perlu adanya masukan dari pihak lain yang memiliki keahlian dalam bidangnya, seperti ahli administrasi, maupun seseorang yang sudah berpengalaman dan lama berkecimpung dalam organisasi, khususnya dalam hal ini adalah serikat buruh. Perbaikan tersebut memerlukan adanya evaluasi serta diskusi dari diskusi dari pihak serikat buruh yang bersangkutan.
Dalam konteks ini penulis ada beberapa masukan mengenai administrasi serikat buruh, antara lain:
- Komputerisasi dan database sebaiknya mulai digunakan dalam sistem administrasi serikat buruh. Sistem ini akan memudahkan kerja para pengurus dalam penyimpanan data, selain itu juga kan membuat kerja serikat buruh menjadi lebih efektif dan efisien.
- Merumuskan, dan melaksanakan secara sistematis, anggaran sebagai bagian dari proses perencanaan serikat buruh.
- Rutin melakukan update pencatatan anggota agar bisa memetakan besarnya serikat secara real.
42 Referensi
- Keppres No.83 tahun 1998 Tentang Pengesahan Konvensi Ilo No. 87 Mengenai Kebebasan Berserikat Dan Perlindungan Hak Untuk Berorganisasi
- Undang – undang no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Budiarti, Indah, 2008, Serikat Pekerja (On strike Unfail Labour Practice)
- Pengertian Administrasi Pendidikan Manajemen, Makalah, Tujuan, Fungsi, Menurut Para Ahli, http://www.sarjanaku.com
- http://administrasiperkantoran-suprihatin.blogspot.com/2013/03/hubungan-administrasi-organisasi-dan.html, akses 7 januari 2013
- Pengertian dan tujuan Administrasi, http://innsn.wordpress.com
- Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli Ditinjau Dari Unsur Ontology, Epistimology Dan Aksiologi, http://kilaspangandaran.blogspot.com
- Administrasi, http://elib.unikom.ac.id
- Syaiful Amar, Pengertian/ definisi Administrasi, http://syaifulamar.heck.in
- Sri Endang R-Sri Mulyani-Suyetty, Modul Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Untuk SMK Dan MAK, Erlangga
- Pengertian dan tujuan Administrasi, http://innsn.wordpress.com
- Administrasi Serikat Pekerja , http:wikisopo.wordpress.com
- Efektifitas Anggaran Dasar Organisasi, http://feriansyach.wordpress.com
- Syafruddin, Kunwaviyah Muchamad, 2010, Peran Variabel Komitmen Organisasi dan Inovasi pada Hubungan Penganggaran dan kinerja: Studi Kasus pada SKPD Kabupaten Magelang
- Check Off System dan Administrasi Keuangan SP, http:wikisopo.wordpress.com