1.5 Ruang Lingkup Penelitian
2.1.5 Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Buku Rencana Strategis Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI Tahun 2010 s.d. 2014 menyatakan bahwa Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) merupakan salah satu unit eselon II di lingkungan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI. Pusdiklat mempunyai visi: “Menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Terdepan di bidang Diklat Tenaga Perpustakaan.” Selanjutnya, misi Pusdiklat yaitu (Perpusnas, 2009):
a. Melaksanakan kajian kebutuhan diklat di bidang perpustakaan;
b. Menyusun dan mengembangkan kurikulum diklat tenaga perpustakaan;
c. Menyusun dan mengembangkan bahan ajar diklat tenaga perpustakaan;
d. Menyelenggarakan diklat tenaga perpustakaan;
e. Mengelola dan mengembangkan sarana diklat;
f. Mengevaluasi dan memantau pelaksanaan diklat dan pasca-diklat tenaga
perpustakaan;
g. Membina dan mengembangkan penyelenggaraan diklat tenaga perpustakaan;
i. Melaksanakan akreditasi dan sertifikasi lembaga penyelenggara diklat tenaga perpustakaan.
Berdasarkan Pasal 96 Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 3 Tahun 2001, Pusat Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kurikulum, program, penyelenggaraan dan pengelolaan sarana, serta evaluasi program pendidikan dan pelatihan perpustakaan. Selanjutnya dalam melaksanakan tugas tersebut Pusdiklat menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum program pendidikan
dan pelatihan perpustakaan;
b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan perpustakaan;
c. Pelaksanaan pengelolaan sarana pendidikan dan pelatihan;
d. Evaluasi program pendidikan dan pelatihan perpustakaan.
2.2. Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan berkaitan dengan
e-learning menggunakan Standar Learning Technology System Architecture
adalah penelitian yang dilakukan oleh Fadjriya (2001) dalam tesisnya yang
berjudul Perancangan E-Training Berbasis Web Menggunakan Standard
Learning Technology System Architecture Studi Kasus: PT. Harrisma Service Centre. Tujuan dari penelitian tersebut adalah membuat rancangan e-training
yang bisa diakses oleh para peserta pelatihan dari semua tempat dan setiap waktu.
Ruang lingkupnya membahas perancangan sistem untuk pembuatan e-training di
PT. Harrisma Service Centre dengan menggunakan standar LTSA. Penelitian ini
tidak mencakup penulisan pengkodean, user interface dan struktur basis data
untuk sistem e-training tersebut.
Metode penelitian pada tesis ini mengikuti standar yang ada pada LTSA
yang merupakan standar IEEE untuk learning technology. Dalam
pembahasannya, perancangan dibahas layer demi layer mulai dari layer tertinggi
yang merupakan level abstraksi ke layer yang lebih rendah yang sifatnya semakin
teknis.
Penelitian lain, dilakukan oleh Utami et.al. pada Seminar Nasional Aplikasi
(Distance Learning) Mengadopsi Standar Learning Technology System Architecture (IEEE P1484.1/D11). Maksud dari diadakannya penelitian ini adalah
untuk merancang dan membangun aplikasi distance learning berdasarkan standar
sistem arsitektur LTSA. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian tersebut adalah: 1). untuk membangun aplikasi sebagai sarana belajar bagi para pelaku kegiatan belajar mengajar yang berbasis pada web; dan 2). untuk membangun aplikasi yang dapat menggantikan peran pengajar dengan sebuah sistem yang dapat diakses oleh para pelajar, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan walaupun mereka tidak berada pada tempat dan saat yang sama.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian tersebut adalah studi kepustakaan, identifikasi kebutuhan sistem, perancangan, pembuatan program, dan uji coba pada skala lab. Dalam pembahasannya dilakukan perancangan hingga
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Pemikiran
Penyelenggaraan e-learning Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan
dilakukan untuk memenuhi sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjadi pengelola perpustakaan yang mempunyai pengetahuan dasar-dasar mengelola perpustakaan yang baik sesuai dengan kaidah ilmu perpustakaan serta berkompeten dibidangnya. Target peserta diklat yang banyak dan tersebar di
seluruh Indonesia menuntut adanya suatu manajemen penyelenggaraan e-learning
diklat tersebut yang tepat agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dengan kompetensi seperti yang diharapkan. Oleh karena itu diperlukan adanya
desain e-learning Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan yang dapat memenuhi
kebutuhan tenaga pengelola perpustakaan tersebut.
Saat ini learning management system (LMS) dan content e-learning
tersebut telah dibangun oleh pihak ketiga namun belum teruji apakah sudah benar-
benar memenuhi kriteria penyelenggaraan e-learning untuk Diklat Teknis
Pengelolaan Perpustakaan. Oleh sebab itu penelitian ini ingin melakukan analisis
dan desain e-learning dengan menggunakan standar yang diakui secara
internasional yaitu dengan Learning Technology System Architecture (IEEE
P1484.1).
3.2 Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara melihat
kondisi e-learning Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan yang ada saat ini
untuk kemudian dibandingkan dengan hasil analisis layer-layer yang ada pada
dokumen standar Learning Technology System Architecture (IEEE P1484.1).
Dengan cara ini akan dapat dilihat sejauh mana komponen-komponen yang ada
pada standar tersebut sudah terpenuhi oleh e-learning diklat tersebut.
Selanjutnya hasil perbandingan tersebut dan analisis layer-layer pada
dokumen LTSA digunakan untuk membuat desain e-learning Diklat Teknis
3.3 Kerangka Penelitian
Langkah-langkah yang akan dilakukan pada penelitian ini disajikan pada Gambar 6:
Gambar 6 Langkah-langkah penelitian 3.4 Prosedur Penelitian
Berdasarkan langkah-langkah penelitian pada Gambar 6, maka tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
3.4.1 Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mengenai Standar
Learning Technology System Architecture.
3.4.2 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara:
Mulai
Studi Pustaka
Pengumpulan data: observasi dan wawancara mengenai penyelenggaraan Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan
secara klasikal dan e-learning
Analisis e-learning berdasar standar LTSA dibandingkan dengan kondisi terkini penyelenggaran e-learning
Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan
Pembuatan desain e-learning Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan
Kesimpulan dan Saran
(1) Melakukan pengamatan langsung atau observasi terhadap:
a. Penyelenggaraan Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan secara klasikal di Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI.
Observasi terhadap penyelenggaraan Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan secara klasikal di Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI dilakukan dengan melihat tujuan diklat, mata ajar (kurikulum), bentuk bahan ajar, metode pembelajaran, pengajar/instruktur, peserta, evaluasi, waktu dan tempat pelaksanaan, sarana dan prasarana serta anggaran.
b. Kondisi saat ini mengenai kesiapan penyelenggaraan e-learning Diklat
Teknis Pengelolaan Perpustakaan.
Observasi ini meliputi kesiapan penyelenggaraan e-learning diklat
tersebut dalam hal calon peserta diklat, sarana dan prasarana, calon SDM
pengelola, kurikulum, pengajar, content e-learning, learning
management system, website Pusdiklat, kebijakan pengembangan
e-learning, serta perangkat pendukung lainnya yang digunakan untuk
mendukung penyelenggaraan e-learning.
(2) Wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian.
Wawancara dilakukan dengan para pejabat struktural di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan, para pejabat terkait, pihak ketiga yang membuat
learning management system untuk e-learning di Pusat Pendidikan dan
Pelatihan serta calon SDM pengelola e-learning.