pelayanan kesehatan tingkat pertama. Wilayah kerja puskesmas maksimal adalah satu kecamatan dan untuk dapat menjangkau wilayah kerjanya, puskesmas mempunyai jaringan pelayanan yang meliputi unit Puskesmas Pembantu (Pustu), unit Puskesmas Keliling (Puskel), dan unit bidan desa/komunitas (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat).
8. Pasangan usia subur adalah pasangan suami isteri yang isterinya berumur antara 15 sampai dengan 49 tahun.
9. Akseptor Aktif adalah Pasangan Usia Subur yang pada saat ini sedang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi.
10. Penyandang cacat adalah orang yang mengalami kecacatan sehingga terganggu/terhambat dalam melakukan suatu kegiatan sebagaimana layaknya.
Orang cacat biasanya mendapat bantuan dari program pemerintah, maka diharapkan aparat desa tahu akan keberadaan penyandang cacat di wilayahnya, baik yang tinggal di panti maupun rumah tangga. Penyandang cacat dikelompokkan menjadi penyandang cacat fisik, mental, serta fisik dan mental, dengan rincian sebagai berikut:
a. Tunanetra adalah kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Tunanetra dibedakan ke dalam dua golongan yaitu:
1. buta total dan kurang awas (low vision). Buta total jika kedua mata tidak dapat melihat sama sekali.
2. Kurang awas, bila dua mata tidak dapat menghitung jari-jari tangan yang digerakkan pada jarak 1 meter di depannya walaupun memakai kacamata atau ada cukup cahaya untuk melihat.
b. Tunarungu (tuli) adalah kondisi fisik yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan suara.
c. Tunawicara (bisu) adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara.
d. Tunarungu-wicara (tuli-bisu) adalah ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan suara dan berbicara. Seseorang menjadi bisu umumnya
https://tojounakab.bps.go.id
Sosial
Kecamatan Togean Dalam Angka 2021 | 37 disebabkan karena tuli. Penjelasan : Penderita tuli bisu tidak harus bawaan dari kecil.
e. Tunadaksa (cacat tubuh) adalah kelainan pada tulang, otot, atau sendi anggota gerak dan tubuh, serta kelumpuhan/ketidaklengkapan anggota gerak/tulang sehingga menimbulkan gangguan gerak. Penjelasan : Lumpuh stroke tidak termasuk tunadaksa.
f. Tunagrahita (cacat mental/keterbelakangan mental) adalah kelainan/
keterbelakangan mental/jiwa sehingga tidak mampu melakukan aktivitas yang umum dilakukan orang lain seusianya, misal idiot.
g. Tunalaras adalah hambatan/gangguan dalam mengendalikan emosi dan control sosial. Seseorang eks sakit jiwa termasuk ke dalam kategori tunalaras jika masih sering/kadang-kadang kambuh/mengalami gangguan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial (atau yang masih harus minum obat). Jika orang eks sakit jiwa tersebut sudah sembuh total (tidak pernah kambuh lagi), maka dia tidak termasuk penyandang cacat tunalaras.
h. Cacat eks sakit kusta adalah kecacatan yang disebabkan oleh penyakit kusta/ lepra yang secara medis sudah dinyatakan sembuh.
i. Cacat ganda (cacat fisik-mental) adalah orang yang menderita cacat mental (tunagrahita atau tunalaras) dan cacat fisik (buta, tuli, bisu, bisu-tuli, atau cacat tubuh).
https://tojounakab.bps.go.id
Sosial
38 Kecamatan Togean Dalam Angka 2021 ULASAN
IV.1. PENDIDIKAN
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan suatu daerah tidak terlepas dari tingkat pendidikan yang di miliki oleh masyarakat daerah tersebut. OLeh karena itu pembentukan sumber daya manusia yang berpendidikan dan berakhlak, sangat ditunjang oleh kualitas dan kuantitas sarana pendidikan dan tenaga pendidik yang ada.
Peran serta dalam masyarakat dalam menggunakan sarana dan prasana yang ada secara maksimal serta menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan yang tak kalah pentingnya dalam kehidupan. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia yang baik dan berdaya saing. Tanpa ketersediaan akan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, ditunjang dengan tenaga-tenaga pendidik (Guru) yang handal, kemungkinan tujuan dari pendidikan itu akan sulit bahkan tidak akan bisa dicapai. Selain itu hal yang tidak kalah penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah sebaran dari fasilitas yang ada dan tenaga pendidikan juga harus merata dan sesuai kebutuhan. Sebaran fasilitas yang merata, serta distribusi tenaga pendidikan yang baik memungkinkan setiap penduduk dapat mengakses dan merasakan pendidikan dengan mudah.
Pendidikan Pra Sekolah merupakan titik awal seorang anak memasuki dunia pendidikan. Pada Jenjang ini merupakan awal mula peletakan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, ketrampilan, san daya cipta yang diperlukan dalam pekembangan selanjutnya. Pada tahun 2020, jumlah Taman Kanak-kanak dan Paud (KB) di kecamatan Togean adalah sebanyak 3 sekolah ( TK) Dan 13 sekolah ( KB) dengan staus swasta dari prakarsa atas keadaran akan pentingnya pendidikan usia dini bekerja sama dengan dinas pendidikan atau departemen Agama Kabupaten Tojo Una-una. sebanyak 3 sekolah TK yamg terdapat di Desa Lebiti, Desa Baulu dan Desa Sampobae dan 13 Kelompok Bermain ( KB )dapat di lihat pada table IV.1.1.
https://tojounakab.bps.go.id
Sosial
Kecamatan Togean Dalam Angka 2021 | 39 Di tingkat pendidikan dasar (SD) sederajat setiap desa terdapat 1 SD Negeri, yang tersebar di semua Desa Se-Kecamatan Togean, Adapun beberapa Desa yang terdapat lebih dari satu SD di karenakan Desa tersebut memiliki Sub dusun yang terpisah dari induk desa seperti ( Desa tongkabo 3 SD, Desa Tobil 2 SD dan 2 SD di Desa Titiri), jadi total seluruh fasilitas pendidikan SD/sederajat sebanyak 20 unit dapat di lihat pada tabel IV.1.2.
Pada tingkat pendidikan menengah pertama jumlah SLTP/sederajat di kecamatan togean adalah 5 buah sekolah dengan rincian 4 SLTP Negeri dan 1 SLTP/sederajat swasta dapat di lihat pada tabel IV.1.3, Dan pada tingkat pendidikan Menengah Atas terdapat 1 unit Sekolah yang terletak di ibu Kecamatan yang tepatnya di Desa Lebiti, dapat di lihat pada tabel IV.1.4.
IV.2. KESEHATAN
Seperti halnya Pendidikan, Kesehatan juga merupakan faktor yang sangat dibutuhkan oleh setiap masayarakat. Ketersediaan fasilitas dan primanya pelayanan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok sekalipun
Dari tahun ke tahun, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakatnya. Peningkatan ini tidak hanya berupa peningkatan Pelayanan Kesehatan, tetapi juga bagaimana caranya untuk lebih mendekatkan pusat pelayanan tersebut kepada masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan penambahan fasilitas maupun tenaga kesehatan yang dibutuhkan di setiap daerah serta melalui kegiatan Puskesmas Keliling, Posyandu, dan sebaginya.
Adapun banyaknya fasilitas kesehatan yang tersebar di Desa Se-Kecamatan Togean yaitu 1 unit puskesmas yang terletak di Desa Lebiti, 6 unit puskesmas pembantu, 19 posyandu dan 6 unit Polindes/poskesdes, dapat di lihat pada tabel IV.2.1. Data jumlah tenaga kesehatan yang bertugas pada masing-masing desa dari sejumlah falitas tersebut berjumlah 2 Dokter, 25 bidan, 17 Perawat di bagi menurut PNS maupun honorer, Dan 29 Dukun Bayi dapat di lihat pada tabel IV.2.2.
https://tojounakab.bps.go.id
Sosial
40 Kecamatan Togean Dalam Angka 2021 IV.3. KELUARGA BERENCANA
Program KB merupakan program skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan jumlah penduduk. Selain untuk menekan angka kelahiran, program KB juga dibuat untuk menciptakan kemajuan, kestabilan dan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Untuk dapat melaksanakan program tersebut di atas secara maksimal sampai ke tingkat terendah dalam struktur organisasi Pemerintahan (Desa), di setiap Kecamatan terdapat 1 PLKB yang di bantu oleh beberapa orang PPLKB. Dan untuk tiap desa sendiri terdapat 1 petugas PPKBD.
Jumlah PUS pada tahun 2020 adalah sebanyak 1.521 PUS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69,63 % merupakan Akseptor yaitu atau sejumlah 1.059 Akseptor.
Dapat di lihat pada tabel IV.3.2
Untuk menjadi peserta KB, masyarakat ditawarkan beberapa alat kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Di Kecamatan Togean, Suntikan masih menjadi pilihan utama sebagian besar Akseptor yaitu dengan jumlah 582 Akseptor.
Diikuti jenis PIL. Sementara untuk jenis MOW adalah merupakan jumlah yang paling sedikit.. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table IV.3.1.
IV.4. AGAMA
Meskipun agama yang di anut masyarakat togean mayoritas beragama islam, tetapi kerukunan antar umat beragama di wilayah ini sangat baik. Ini dapat di lihat dari dari sambutan masyarakat terhadap penganut-penganut agama lain yang ada dan yang datang di wilayah kecamatn togean, semuanya diterima dengan baik oleh masyarakat.
Dalam menjalankan kehidupan sebagai umat bragama, dibutuhkan tempat ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. dikarenakan masyarakat kecamatan Togean mayoritas beragama muslim jadi keberadaan tempat ibadah hanya tersedia 1 unit mesjid di setiap desa Se- Kecamatan akan tetapi ada beberapa Desa
https://tojounakab.bps.go.id
Sosial
Kecamatan Togean Dalam Angka 2021 | 41 memiliki mesjid lebih dari 1 unit ( Desa tongkabo, Desa Tobil, dan Desa Tirpo) Dan Mushola hanya terdapat di 3 Desa yaitu (Desa Lebiti, Desa Tongkabo, Dan Desa Matobiayi), dapat di lihat pada tabel IV.4.3. Selain tempat ibadah, keberadaan Tenaga Kerohanian juga sangat diperlukan dalam kelangsungan hidup beragama. Untuk jumlah tenaga kerohanian sendiri sejalan dengan jumlah tempat ibadah.
Berdasarkan Informasi dari Kementrian Agama Kab. Tojo Una-una, selama tahun 2020 terjadi 69 peristiwa Penikahan di Kecamatan Togean. Sementara untuk Peristiwa lainnya (Talak,Cerai,Rujuk) belum ada. Dan untuk jumlah Jemaah Haji pada tahun 2020 belum ada.