Sarah Ardillah , Sri Rahayu Sanusi , Maya Fitria
¹Alumni Mahasiswa Departemen Kependudukan dan Biostatistik FKM - USU ²Staf Pengajar FKM - USU
ABSTRACT
Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of the health status of the community. In the developing nations, maternal morbidity and mortality to be a problem for a long time. Maternal deaths mainly occur during pregnancy and childbirth. Based on the background of the problem and the results of preliminary studies in the public health centers of Medan Deli K1 coverage data obtained in August 2014 at 62.5%, whereas only 60.3% K4 coverage. The achievement of Minimum Service Standards (MSS) that the health field K1 and K4 coverage in pregnant women was 95% in 2015 but this targets are yet to be achieved. This is due to very low interest of pregnant women to carry out medical examinations to health workers in the context of early detectionof pregnancy danger signs.
This research aims to understand the relationship between knowledge and attitudes towards the actions of pregnant women about early detection of danger signs of pregnancy in the PublicHealthCenters of Medan Deli 2015. Type of research was descriptive analytical with cross-sectional design. To see the correlation between knowledge and attitudes of pregnant women with early detection measures the danger signs of pregnancy in the Public HealthCenters of Medan Deli 2015. The sample in this researchwas had the third trimester pregnant women at high risk of pregnancy and childbirth.
The results of chi-square test showed that the independent variables (knowledge and attitude) significantly (associated) with detection measures the danger signs of pregnancy (p = 0.001).Based on the results of research and discussion was conclude that there is a relationship between knowledge and attitudes of pregnant women with actions danger signs of pregnancy.Suggestions are that pregnant women to antenatal health care on a regular basis to allow the detection of risk factors that affect the health of the mother and baby.
Keywords: Knowledge, Attitude, Action Pregnancy, Early Detection Pregnancy Danger Signs.
PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah pada seorang wanita dimana dalam masa kehamilan terjadi perubahan fisik, psikologis dan sosial. Setiap kehamilan membawa risiko bagi ibu. World Health Organization (WHO) mempekirakan sekitar 15 % dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta mengancam jiwanya (Hani, 2010). Prinsip deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan sangat diperlukan karena semua wanita selama kurun reproduksi terutama saat hamil selalu diwaspadai mengalami risiko, meskipun diketahui bahwa kehamilan adalah sifatnya fisiologi artinya semua wanita yang sehat dan telah menikah akan mengalami proses kehamilan (Rukiyah, 2011).
Ibu hamil perlu mewaspadai keadaan yang dapat membahayakan diri dan janinnya. Keadaan-keadaan tersebut mungkin berpengaruh terhadap timbulnya kesulitan pada kehamilan atau persalinan. Pada negara-negara berkembang, kesakitan dan kematian ibu menjadi masalah sejak lama. Kematian Ibu terutama terjadi pada masa kehamilan dan persalinan. WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan diseluruh dunia (Wahyuningsih, 2009).
Menurut data WHO tahun 2013, AKI di Indonesia yang tertinggi di Negara ASEAN yakni 190 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Negara Malaysia 29 per Kelahiran Hidup, Singapura 6 per 100.000 Kelahiran Hidup, Thailand 26 per Kelahiran Hidup dan Vietnam 49 per Kelahiran Hidup (WHO,2013). Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 AKI di Indonesia pada tahun 2012 sebanyak 359 per 100.000 Kelahiran Hidup. Jumlah AKI di Indonesia bervariasi yaitu di Provinsi Riau pada tahun 2012 sebanyak 112 per Kelahiran Hidup (Dinkes Provinsi Riau, 2012), AKI di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012 sebanyak 87 per 100.000 Kelahiran Hidup (Dinkes Provinsi
Yogyakarta, 2013), AKI di Jawa Tengah tahun 2012 sebanyak 116 per 100.000 Kelahiran Hidup (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2013) dan AKI di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2012 sebanyak 276 per 100.000 Kelahiran Hidup (Dinkes Provinsi Sumatera Utara, 2013).
Menurut Profil Dinas Kesehatan Kota Medan tahun 2014 yang terdapat 39 Puskesmas jumlah ibu hamil sebanyak 53.734 jiwa dan terdapat jumlah ibu hamil yang paling banyak yaitu di Puskesmas Medan Deli sebanyak 3099 orang dimana terdapat jumlah ibu hamil yang risiko tinggi sebanyak 619 orang. AKI di Kota Medan adalah 9 orang dimana 3 diantaranya terdapat di Puskesmas Medan Deli. Studi pendahuluan yang telah dilakukan penulis pada tanggal 25-27 Agustus di Puskesmas Medan Deli dengan data cakupan K1 (Kunjungan Pertama) pada bulan Agustus sebasar 62,5%, sedangkan cakupan K4 (Kunjungan Keempat) hanya 60,3%. Pencapain target Standart Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan bahwa cakupan K1 dan K4 pada ibu hamil adalah 95% pada tahun 2015 namun target SPM tersebut belum tercapai. Hal ini dikarenakan masih rendahnya minat ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas kesehatan dalam rangka deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengangkat masalah “Apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan ibu hamil tentang deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015”.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah ditemukan kasus Angka Kematian Ibu yaitu 9 orang AKI dikota Medan pada tahun 2014 serta kurangnya cakupan K1 (Kunjungan Pertama) dan K4 (Kunjungan Keempat) dikarenakan saat ini masih kurang kesadaran pada ibu hamil dalam memeriksakan diri khususnya mendeteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan maka penulis tertarik meneliti masalah sebagai 2
berikut “Apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan ibu hamil tentang deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilah di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015” .
Tujuan Penelitian Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan ibu hamil tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015.
Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015.
2. Untuk mengetahui sikap ibu hamil tentang deteksi tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015. 3. Untuk mengetahui tindakan ibu hamil
tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015.
4. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan ibu hamil tentang deteksi dini tanda – tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Medan Deli Tahun 2015.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat kepada berbagai pihak yaitu : 1. Dapat sebagai informasi dan masukan
yang bermanfaat bagi Puskesmas Medan Deli dalam perencanaan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui pelayanan kesehatan pada ibu hamil.
2. Data dan informasi dari hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh Ibu hamil untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan ibu hamil tentang deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan.
3. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan pertimbangan untuk peneliti selanjutnya.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei yang mengunakan deskriptif analitik dengan desaincross-sectional study yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan pengamatan sesaat atau dalam suatu periode waktu tertentu dan setiap subjek studi hanya dilakukan satu kali pengamatan selama penelitian. Alasan memakai desain cross-sectional study.
Lokasi penelitian dilakukan dalam Wilayah Kerja Puskesmas Medan Deli.
Waktu penelitian dilakukan mulai dari studi pendahuluan sampai dengan penelitian pada bulan agustus 2014 sampai januari 2015.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang berdomisili di Puskesmas Medan Deli kota Medan pada tahun 2014 dan yang berisiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinannya sebanyak 189 orang.Cara pengambilan sampel yaitu dengan cara
simple random sampling, dan jumlah
sampel pada penelitian ini adalah 61 orang ibu hamil.
Metode pengumpulan data diambil secara primer dan sekunder, dimana data primer diperoleh langsung dari responden melalui teknik wawancara yang berpedoman pada kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara mengumpulkan Data Dinas Kesehatan dan data Cakupan PWS KIA di Wilayah Puskesmas Medan Deli.
Pada instrumen penelitian dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana kuisioner dapat mengukur dan menunjukkan sejauh mana kuisioner dapat dipercaya atau dapat diandalkan dalam suatu penelitian.Kriteria penilaian pengetahuan yaitu benar diberi nilai 1 dan salah nilainya 0. Penilaian sikap dengan menggunakan skala likert dengan pernyataan positif dan negatif. Penilaian tindakan benar diberi nilai 1 dan salah nilainya 0. Teknik pengolahan data pada penelitian ini adalah pemeriksaan data
(Editing), pemberian kode (coding) dan penyusunan data (tabulasi).
Analisis data dilakukan dengan cara bertahap yaitu dengan analisis univariat yang dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan dengan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan masing-masingvariabel dalam penelitian ini variabel x (pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan) dan variabel y (tindakan ibu hamil tentang deteksi dini tanda-tanda bahaya kehamilan), sehingga uji yang digunakan adalah chi-square dengan = 0,05 dan tingkat kepercayaan (confident interval)95%.
HASIL DAN PEMBAHASAN