FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR
E. Kebjakan Non Penal
2. Putusan Nomor 230/Pid.B/2020/PN Tbt
a. Kronologi kasus
Bermula pada hari Sabtu 27 April 2019 sekitar pukul 09.30 Wib terdakwa Zulkarnain als Neneng didatangi oleh saksi PAHRI als BANES dirumahnya dan minta tolong untuk menemaninya mengambil uang gaji di Kuala Tanjung.
Kemudian terdakwa dan saksi PAHRI als BANES pergi ke Kuala Tanjung dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna Merah Putih dengan No. Pol : BK 6647 NAN yang dikendarai oleh PAHRI als BANES, namun sesampainya di Kuala Tanjung PAHRI als BANES tidak bertemu dengan
mandornya sehingga terdakwa dan saksi PAHRI als BANES pulang kembali ke Tebing Tinggi. Sekitar pukul 15.00 Wib PAHRI als BANES kembali mendatangi rumah terdakwa dan mengajaknya untuk kembali ke Kuala Tanjung, namun setelah terdakwa naik keatas sepeda motor yang dikendarai oleh PAHRI als BANES, saksi PAHRI als BANES pergi membawa terdakwa menuju kearah Kota Tebing Tinggi dan keliling-keliling diseputaran Kota. Kemudian sesampainya di Jalan Thamrin Kelurahan Pasar Gambir Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi PAHRI als BANES membelokkan arah sepeda motornya dan masuk keareal parkir atas Irian Supermarket dan memarkirkan sepeda motornya tepat disamping 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG milik saksi korban RIDHO SETIAWAN.
Selanjutnya saksi PAHRI als BANES membawa sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG tersebut menuju kearah Kuburan Cina Jalan Baja Kota Tebing Tinggi dan diikuti oleh terdakwa.
Selanjutnya PAHRI als BANES menelepon temannya bernama FERI (belum tertangkap) dan minta tolong untuk menjualkan sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG tersebut. Dan tidak berapa lama kemudian FERI datang untuk melihat keadaan sepeda motor tersebut, lalu FERI menelepon seseorang yang bernama panggilan IZUR dan menawarkan seepda motor tersebut dan IZUR setuju untuk membeli sepeda motor tersebut dengan harga Rp.2.200.000,- (dua juta dua ratus ribu rupiah). Tidak berapa lama kemudian IZUR datang dengan mengendarai 1 (satu) unit Mobil lalu FERI menyuruh PAHRI als BANES untuk menemui IZUR dan didalam mobilnya IZUR
93
memberikan uang sebanyak Rp.2.200.000,- (dua juta dua ratus ribu rupiah) kepada PAHRI als BANES, setelah menerima uang dari IZUR kemudian PAHRI als BANES menemui FERI dan memberikan uang sebagai upah sebanyak Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) kepada FERI, lalu PAHRI als BANES mengajak terdakwa pulang dan sesampainya dirumah terdakwa, saksi PAHRI als BANES memberikan uang sebanyak Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) kepada terdakwa dan uang tersebut sudah habis dipergunakan terdakwa untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.
b. Pasal yang didakwakan
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana.
c. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1) Menyatakan terdakwa Pahri als Banes, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pencurian Dengan Pemberatan”
sebagaimana dalam surat dakwaan melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 dan5 KUH Pidana.
2) Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa PAHRI als BANES dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.
d. Pertimbangan Hakim
Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya. Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana, yang unsur-unsurnya, yaitu
1) Unsur barang siapa
Barangsiapa adalah subjek hukum yaitu orang sebagai pendukung hak dan kewajiban. Sedangkan mengenai dapat tidaknya orang tersebut dimintai pertanggungjawaban, hal tersebut akan dibuktikan lebih lanjut berdasarkan fakta-fakta di persidangan mengenai pokok perkaranya dan mengenai diri Terdakwa.
Oleh karena itu terkait dengan unsur ini, hanya perlu dibuktikan apakah Terdakwa merupakan orang yang dimaksud sebagai Terdakwa dalam dakwaan Penuntut Umum; Menimbang, bahwa dalam perkara, Penuntut Umum telah menghadapkan satu orang yang bernama Pahri Als Banes sebagai Terdakwa yang identitasnya dalam persidangan telah dibenarkan oleh Terdakwa dan bersesuian dengan yang tertera dalam surat dakwaan.
Dalam persidangan para saksi juga telah memberikan keterangan yang membenarkan bahwa Terdakwa adalah orang yang dimaksud yang telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas dengan demikian jelaslah bahwa orang yang dimaksud sebagai Terdakwa dalam dakwaan Penuntut Umum adalah Terdakwa Pahri Als Banes dan oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ”barangsiapa” telah terpenuhi.
95
2) Unsur Mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud akan dimiliki secara melawan hukum
Unsur “Mengambil sesuatu barang” adalah mengambil suatu barang untuk dikuasainya atau memindahkan sesuatu barang dari tempatnya semula oleh karena itu pencurian dianggap telah selesai apabila barang tersebut sudah berpindah tempat dan yang dimaksud dengan sesuatu barang adalah segala sesuatu yang berwujud; Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain adalah bahwa barang tersebut mutlak milik diri sendiri orang lain tidak ikut memilikinya, sedangkan yang dimaksud dengan sebagian kepunyaan orang lain adalah bahwa barang tersebut tidak mutlak milik diri sendiri orang lain ikut juga memiliki.
Unsur memiliki dengan melawan hak adalah dimilikinya tidak sesuai dengan kebiasaan atau hukum yang berlaku di masyarakat; Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan unsur untuk dimiliki secara melawan hukum adalah perbuatan menguasai barang yang diambil dan memperlakukan barang yang dikuasainya seolah-olah atau sebagaimana layaknya barang tersebut adalah miliknya sendiri; Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan Terdakwa di persidangan diperoleh fakta bahwa pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019 sekitar pukul 16.30 WIB, Terdakwa dan saksi Julkarnain Als Neneng telah mengambil barang milik saksi korban Ridho Setiawan als Rido di Jalan Thamrin No. 46 Kelurahan Pasar Gambir Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi tepatnya di Parkiran Irian Supermarket; Menimbang, bahwa barang saksi korban yang diambil yaitu 1 (satu) unit Sepeda Motor merk
Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu dengan No. Pol : BK 6954 NAG;
Menimbang, bahwa perbuatan Terdakwa tersebut diketahui setelah melihat rekaman CCTV dari Irian Supermarket pada waktu kejadian.
Terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan cara awalnya Terdakwa menjemput saksi Julkarnain Als Neneng kerumahnya dan minta tolong untuk menemaninya ke Kuala Tanjung untuk mengambil uang gaji, namun karena tidak bertemu dengan mandornya kemudian Terdakwa mengajak saksi Julkarnain Als Neneng keliling-keliling Kota Tebing Tinggi dan Terdakwa membelokkan sepeda motornya ke Irian Supermarket dan naik ke parkiran atas, lalu Terdakwa memberhentikan sepeda motornya di samping 1 (satu) unit sepeda motor Supra X 125 warna Hitam Abu-abu, kemudian Terdakwa masuk ke dalam perbelanjaan Irian Supermarket untuk melihat situasi sedangkan saksi Julkarnain Als Neneng menunggu di atas sepeda motor, setelah merasa aman lalu Terdakwa kembali menjumpai saksi Julkarnain als Neneng dan langsung duduk di atas 1 (satu) unit sepeda motor Honda Supra X 125 warna abu-abu yang sebelumnya terparkir di samping sepeda motor yang mereka kendarai, kemudian Terdakwa mengeluarkan kunci T dan memasukkannya kekunci kontak sepeda motor milik korban dan menggoyang-goyangkan tangannya sambil memasukkan Kunci T dan berusaha untuk menghidupkan sepeda motor tersebut, setelah mesinnya hidup Terdakwa langsung membawa pergi sepeda motor milik saksi korban sedangkan saksi Julkarnain als Neneng mengikutinya dari belakang.
Setelah Terdakwa mengambil sepeda motor tersebut lalu Terdakwa membawa sepeda motor tersebut kearah Kuburan Cina dan menelepon saudara
97
Feri untuk minta tolong menjualkan sepeda motor tersebut, lalu saudara Feri menjual sepeda motor tersebut kepada saudara Izur seharga Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) kemudian Terdakwa memberikan uang sebagai upah sejumlah Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) kepada saudara Feri, lalu Terdakwa mengajak saksi Julkarnain als Neneng pulang dan sesampainya dirumah saksi Julkarnain Als Neneng, Terdakwa memberikan uang sejumlah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) kepada saksi Julkarnain Als Neneng lalu Terdakwa pulang kerumahnya; Menimbang, bahwa akibat perbuatan Terdakwa, Saksi korban mengalami kerugian sejumlah Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah); Menimbang, bahwa benar Terdakwa tidak ada izin dari dari Saksi Korban untuk mengambil sepeda motor milik Saksi Korban tersebut; Menimbang, bahwa adalah suatu fakta yang sudah diterima umum kebenarannya, bahwa mengambil barang orang lain tanpa sepengetahuan izin dari pemiliknya adalah suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum ataupun kepatutan dalam masyarakat;
Menimbang, bahwa berdasarkan uraian fakta di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa telah nyata perbuatan Terdakwa yang mengambil barang milik saksi Ridho Setiawan als Rido diniatkan secara sengaja untuk memiliki dan kemudian menjualnya, dimana Terdakwa melakukan tersebut secara melawan hukum dan tanpa izin dari saksi Ridho Setiawan als Rido selaku pemiliknya;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka unsur
“mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum”, telah terpenuhi;
3) Unsur Yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu
Pertimbangan unsur ke-2 telah terbukti bahwa yang mengambil 1 (satu) unit Sepeda Motor merk Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu dengan No.
Pol: BK 6954 NAG adalah Terdakwa Pahri als Banes dan saksi Julkarnain als Neneng dengan cara Terdakwa Pahri als Banes yang mengambil sepeda motor milik korban dengan menggunakan 1 (satu) buah kunci T yang terbuat dari besi untuk memaksa menghidupkan sepeda motor milik saksi korban tersebut dan saksi Julkarnain als Neneng menunggu Terdakwa Pahri als Banes sambil duduk di atas sepeda motor yang mereka kendarai lalu ketika Terdakwa Pahri als Banes berhasil menghidupkan dan membawa sepeda motor milik saksi korban lalu saksi Julkarnain als Neneng mengikuti Terdakwa Pahri als Banes dari belakang;
Menimbang, bahwa setelah Terdakwa mengambil sepeda motor tersebut lalu Terdakwa membawa sepeda motor tersebut kearah Kuburan Cina dan menelepon saudara Feri untuk minta tolong menjualkan sepeda motor tersebut, lalu saudara Feri menjual sepeda motor tersebut kepada saudara Izur seharga Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) kemudian Terdakwa memberikan uang sebagai upah sejumlah Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) kepada saudara Feri, lalu Terdakwa mengajak saksi Julkarnain Als Neneng pulang dan sesampainya dirumah saksi Julkarnain Als Neneng, Terdakwa memberikan uang sejumlah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) kepada saksi Julkarnain Als Neneng lalu Terdakwa pulang kerumahnya.Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka unsur “yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu”, telah terpenuhi.
99
4) Unsur masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
Unsur “merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu yang dimaksud dalam unsur ini bersifat alternatif, dimana apabila salah satu sub unsur tersebut telah terbukti atau terpenuhi ada pada perbuatan Terdakwa, maka unsur ini telah terbukti; Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta di persidangan diketahui bahwa Terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan menggunakan alat 1 (satu) buah kunci T yang terbuat dari besi dengan cara memasukkannya kekunci kontak sepeda motor milik saksi korban dan menggoyang-goyangkan tangannya sambil memasukkan Kunci T dan berusaha untuk menghidupkan sepeda motor tersebut, setelah mesinnya hidup Terdakwa langsung membawa pergi sepeda motor milik saksi korban sedangkan saksi Julkarnain als Neneng menunggu Terdakwa Pahri als Banes sambil duduk di atas sepeda motor Honda Beat bewarna Merah Putih dengan No. Pol : BK 6647 NAN yang mereka kendarai lalu ketika Terdakwa Pahri als Banes berhasil menghidupkan dan membawa sepeda motor milik saksi korban lalu saksi Julkarnain als Neneng mengikuti Terdakwa Pahri als Banes dari belakang;
Menimbang, bahwa jika dilihat dari cara Terdakwa melakukan perbuatannya tersebut maka unsur keempat ini telah terpenuhi.
Oleh karena semua unsur dari Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana terpenuhi, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan
tunggal; Menimbang, bahwa dalam persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggung jawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka Terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya; Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa mampu bertanggung jawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana; Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
e. Putusan Pengadilan
Memperhatikan, Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana dan KUHAP serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
1) Menyatakan Terdakwa Pahri Als Banes tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pencurian Dalam Keadaan Memberatkan” sebagaimana dalam dakwaan tunggal;
2) Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan 6 (enam) Bulan;
3) Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
f. Analisis putusan
Terdakwa didakwa dengan dakwaan tunggal, Pasal yang didakwakan kepada Terdakwa Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHP, Majelis hakim
101
menjatuhkan pidana kepada Terdakwa pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan 6 (enam) bulan. Pidana penjara yang dikenakan terhadap Terdakwa sesuai dengan rasa keadilan dimana terdakwa mampu bertanggungjawab dan alasan pemaaf.
3. Putusan No.231/Pid.B/2020/PN Tbt a. Kronologis kasus
Bermula pada hari Sabtu 27 April 2019 sekitar pukul 09.30 Wib terdakwa ZULKARNAIN als NENENG didatangi oleh saksi PAHRI als BANES dirumahnya dan minta tolong untuk menemaninya mengambil uang gaji di Kuala Tanjung. Kemudian terdakwa dan saksi PAHRI als BANES pergi ke Kuala Tanjung dengan mengendarai 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna Merah Putih dengan No. Pol : BK 6647 NAN yang dikendarai oleh PAHRI als BANES, namun sesampainya di Kuala Tanjung PAHRI als BANES tidak bertemu dengan mandornya sehingga terdakwa dan saksi PAHRI als BANES pulang kembali ke Tebing Tinggi. Selanjutnya sekitar pukul 15.00 Wib PAHRI als BANES kembali mendatangi rumah terdakwa dan mengajaknya untuk kembali ke Kuala Tanjung, namun setelah terdakwa naik keatas sepeda motor yang dikendarai oleh PAHRI als BANES, saksi PAHRI als BANES pergi membawa terdakwa menuju kearah Kota Tebing Tinggi dan keliling-keliling diseputaran Kota. Kemudian sesampainya di Jalan Thamrin Kelurahan Pasar Gambir Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi PAHRI als BANES membelokkan arah sepeda motornya dan masuk keareal parkir atas Irian Supermarket dan memarkirkan sepeda motornya tepat disamping 1 (satu) unit
sepeda motor merk Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG milik saksi korban RIDHO SETIAWAN.
Selanjutnya PAHRI als BANES turun dari atas sepeda motornya dan masuk ke dalam tempat perbelanjaan Irian Supermarket untuk memantaau situasi keadaan sekitar sedangkan terdakwa tetap menunggu diluar. Setelah merasa aman kemudian PAHRI als BANES kembali keparkiran tempat terdakwa menunggu dan saat itu saksi PAHRI als BANES langsung mengeluarkan 1 (satu) buah kunci T dari kantong celana sebelah kanan yang dipakainya. Dengan cepat PAHRI als BANES memasukkan kunci T tersebut ke kunci kontak sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954- NAG milik saksi korban RIDHO SETIAWAN yang tidak dalam kuncian ganda. Setelah kunci kontaknya terbuka PAHRI als BANES menyuruh terdakwa untuk membawa sepeda motor tersebut namun terdakwa tidak mau karena takut ketahuan, lalu saksi PAHRI als BANES meminta helm kepada terdakwa dan langsung membawa sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG milik saksi korban RIDHO SETIAWAN tersebut keluar dari Irian Supermarket sedangkan terdakwa mengikutinya dari belakang dengan mengendarai sepeda motor yang sebelumnya dikendarai oleh saksi PAHRI als BANES. Selanjutnya saksi PAHRI als BANES membawa sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG tersebut menuju kearah Kuburan Cina Jalan Baja Kota Tebing Tinggi dan diikuti oleh terdakwa. Selanjutnya PAHRI als BANES menelepon temannya bernama FERI (belum tertangkap) dan minta tolong untuk
103
menjualkan sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu No.Pol.BK-6954-NAG tersebut.
b. Pasal yang didakwakan
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana.
c. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan; Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1) Menyatakan terdakwa JULKARNAIN als NENENG, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pencurian Dengan Pemberatan” sebagaimana dalam surat dakwaan melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 dan5 KUH Pidana.
2) Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JULKARNAIN als NENENG dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.
d. Pertimbangan Hakim
Selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya. Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHPidana, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
1) Unsur barang siapa
Barangsiapa adalah subjek hukum yaitu orang sebagai pendukung hak dan kewajiban. Sedangkan mengenai dapat tidaknya orang tersebut dimintai pertanggungjawaban, hal tersebut akan dibuktikan lebih lanjut berdasarkan fakta-fakta di persidangan mengenai pokok perkaranya dan mengenai diri Terdakwa.
Oleh karena itu terkait dengan unsur ini, hanya perlu dibuktikan apakah Terdakwa merupakan orang yang dimaksud sebagai Terdakwa dalam dakwaan Penuntut Umum; Menimbang, bahwa dalam perkara, Penuntut Umum telah menghadapkan satu orang yang bernama Julkarnain Als Neneng sebagai Terdakwa yang identitasnya dalam persidangan telah dibenarkan oleh Terdakwa dan bersesuian dengan yang tertera dalam surat dakwaan, Menimbang, bahwa dalam persidangan para saksi juga telah memberikan keterangan yang membenarkan bahwa Terdakwa adalah orang yang dimaksud yang telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas dengan demikian jelaslah bahwa orang yang dimaksud sebagai Terdakwa dalam dakwaan Penuntut Umum adalah Terdakwa Julkarnain Als Neneng dan oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ”barangsiapa” telah terpenuhi.
2) Unsur Mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud akan dimiliki secara melawan hokum
Unsur “Mengambil sesuatu barang” adalah mengambil suatu barang untuk dikuasainya atau memindahkan sesuatu barang dari tempatnya semula oleh karena itu pencurian dianggap telah selesai apabila barang tersebut sudah berpindah
105
tempat dan yang dimaksud dengan sesuatu barang adalah segala sesuatu yang berwujud.
Bahwa yang dimaksud dengan yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain adalah bahwa barang tersebut mutlak milik diri sendiri orang lain tidak ikut memilikinya, sedangkan yang dimaksud dengan sebagian kepunyaan orang lain adalah bahwa barang tersebut tidak mutlak milik diri sendiri orang lain ikut juga memiliki
Bahwa yang dimaksud dengan unsur memiliki dengan melawan hak adalah dimilikinya tidak sesuai dengan kebiasaan atau hukum yang berlaku di masyarakat; Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan unsur untuk dimiliki secara melawan hukum adalah perbuatan menguasai barang yang diambil dan memperlakukan barang yang dikuasainya seolah-olah atau sebagaimana layaknya barang tersebut adalah miliknya sendiri; Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan Terdakwa di persidangan diperoleh fakta bahwa pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019 sekitar pukul 16.30 WIB, Terdakwa dan saksi Pahri als Banes telah mengambil barang milik saksi korban Ridho Setiawan als Rido di Jalan Thamrin No. 46 Kelurahan Pasar Gambir Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi tepatnya di Parkiran Irian Supermarket;
Menimbang, bahwa barang saksi korban yang diambil yaitu 1 (satu) unit Sepeda Motor merk Honda Supra X 125 warna Hitam Abu-abu dengan No. Pol : BK 6954 NAG; Menimbang, bahwa perbuatan tersebut diketahui setelah melihat rekaman CCTV dari Irian Supermarket pada waktu kejadian; Menimbang, bahwa Terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan cara awalnya saksi Pahri als
Banes menjemput Terdakwa kerumahnya dan minta tolong untuk menemaninya ke Kuala Tanjung untuk mengambil uang gaji, namun karena tidak bertemu dengan mandornya kemudian saksi Pahri als Banes mengajak Terdakwa keliling-keliling Kota Tebing Tinggi dan saksi Pahri als Banes membelokkan sepeda motornya ke Irian Supermarket dan naik ke parkiran atas, lalu saksi Pahri als Banes memberhentikan sepeda motornya di samping 1 (satu) unit sepeda motor Supra X 125 warna Hitam Abu-abu, kemudian saksi Pahri als Banes masuk ke dalam perbelanjaan Irian Supermarket untuk melihat situasi sedangkan Terdakwa
Banes menjemput Terdakwa kerumahnya dan minta tolong untuk menemaninya ke Kuala Tanjung untuk mengambil uang gaji, namun karena tidak bertemu dengan mandornya kemudian saksi Pahri als Banes mengajak Terdakwa keliling-keliling Kota Tebing Tinggi dan saksi Pahri als Banes membelokkan sepeda motornya ke Irian Supermarket dan naik ke parkiran atas, lalu saksi Pahri als Banes memberhentikan sepeda motornya di samping 1 (satu) unit sepeda motor Supra X 125 warna Hitam Abu-abu, kemudian saksi Pahri als Banes masuk ke dalam perbelanjaan Irian Supermarket untuk melihat situasi sedangkan Terdakwa