BAB IV.UPAYA PENANGGULANGAN ANAK SEBAGAI KORBAN
A. Upaya Penal
1. Putusan Pengadilan Negeri No. 2/Pid.Sus.Anak/2015/PN.Tjb
Bermula pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2015sekira pukul 08.00 WIB Terdakwa Zulkifli Als Izulbersama Saksi Andi (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) sedang duduk-duduk di rumah, lalu Terdakwa berkata “Pak,CK mau pak” lalu Saksi Andi bertanya “CK apa” laluTerdakwa berkata “beli ganja”sambil mengeluarkan uangsebesar Rp.30.000,- (tigapuluh ribu rupiah) dari kantong celana dan setelah itu Saksi Andi juga mengeluarkan uang sebesar Rp.50.000,00 (lima puluh ribu rupiah), sehingga uang yang terkumpul sebesar Rp.80.000,00 (delapan puluh ribu rupiah).
50Ibid. Halaman 89.
Kemudian setelah itu Terdakwa pergi kepangkalan betor yang berjarak sekitar 300 (tiga ratus) meter,lalu Terdakwa bertemu dengan Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah), lalu Terdakwa berkata “bang, ayo ke Kampung Baru” lalu Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek bertanya “ngapain”
laluTerdakwa berkata “membeli ganja” lalu Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek menjawab “ayolah”. Selanjutnya Terdakwa naik ke atas betoryang dikendarai oleh Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek, lalu Terdakwa bersama Saksi Junaidi Abdullah Als Dedekmendatangi Saksi Andi, lalu Saksi Andi naik ke atas betordan setelah itu Terdakwa bersama Saksi Andi dan Saksi Junaidi Abdullah Als Dedekpergi ke Kampung Baru dan setelah sampai di Jalan DamaiUjung, selanjutnya betor yang dikemudikan oleh Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek berhenti, lalu Terdakwa bersama Saksi Andi turun, sedangkan Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek menunggu di pinggir jalan, lalu Terdakwa bersama Saksi Andi pergi ke rumah Saksi Budi Sirait Als Komplek (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) dan setelah bertemu selanjutnya Saksi Andi berkata “ganja abang ada” lalu Saksi Budi Sirait Als Komplek menjawab
“ada” lalu Saksi Budi Sirait Als Komplek bertanya “mau beli banyak” lalu Saksi Andi berkata “tidak bang” sambil menyerahkan uang sebesar Rp.80.000,00 (delapan puluh ribu rupiah) kepada Saksi Budi Sirait als Komplek dan setelah itu Saksi Budi Sirait Als Komplek menerima uang tersebut dan langsung masuk ke dalam rumahnya sedangkan Terdakwa bersamaSaksi Andi menunggu di depan rumahnya. Kemudian tidak berapa lama Saksi Budi Sirait Als Komplek keluar dari rumahnya lalu menyerahkan 1(satu) bungkus kertas koran diduga berisi narkotika jenis ganja kepada Saksi Andi, lalu Terdakwa bersama Saksi Andipergi mendatangi Saksi JunaidiAbdullah Als Dedek dan setelah itu Terdakwa bersamaSaksi Andi kembali ke rumah di Jalan Alpokat dengan mengendarai betor yang dikemudikan oleh Saksi
Junaidi Abdullah Als Dedek. Kemudiansekira pukul 11.00 WIB, pada saat Terdakwa bersama Saksi Andi dan Saksi Junaidi Abdullah Als Dedek melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai tiba-tiba Petugas Kepolisian datang melakukan penangkapan setelah mendapat informasi dari masyarakat dan menemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus kertas koran diduga berisi narkotika jenis ganja dari selipan celana bagian belakang yang dipakai oleh Saksi Andi dan setelah itu Petugas Kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Saksi Budi Sirait Als Komplek di rumahnya. Selanjutnya Petugas Kepolisian membawa Terdakwa serta barang bukti berupa 1 (satu) bungkus kertas koran diduga berisi narkotika jenis ganja dengan berat kotor 41,77 (empat puluh satu koma tujuh puluh tujuh) gram dan 1 (satu) unit betor merk Suzuki Thunder warna biru tanpa nomor plat polisi ke Kantor Polres Tanjungbalai untuk dapat diproses sesuai hukum yang berlaku oleh karena Terdakwa tidak memiliki ijin untuk permufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan Narkotika Golongan I.
Berdasarkan Berita Acara Analisis Laboratorium Barang Bukti Narkotika Puslabfor Bareskrim Polri Cabang Medan No. Lab. 1327/NNF/2015 tertanggal 13 Februari 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh Zulni Erma dan Deliana Naiborhu, S,Si, Apt telah melakukan pemeriksaan dengan mengingat sumpah jabatannya serta diketahui dan ditandatangani oleh Dra. Melta Tarigan, M.Si Waka Laboratorium Forensik Cabang Medan (terlampir dalam berkas perkara) dengan hasil pemeriksaan Bahwa Barang Bukti yang dianalisis milik Terdakwa Zulkifli Als Izul dan Andi adalah positif ganja dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 8 Lampiran Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
b. Dakwaan
Dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum berbentuk Dakwaan Alternatif, Dakwaan jaksa penuntut umum kepada terdakwa yaitu:
PERTAMA Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
ATAU
KEDUA Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
c. Tuntutan
1) Menyatakan Terdakwa ZULKIFLI Alias ZUL telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU RI No. 11 tahun 2009 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
2) Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa ZULKIFLI Alias ZUL dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun penjara, denda Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) Subsider 6 (enam) bulan pelatihan kerja, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan.
3) Menyatakan barang bukti berupa:
a. 1 (satu) bungkus kertas koran berisi narkotika jenis ganja dengan berat kotor 41,77 (empat puluh satu koma tujuh puluh tujuh) gram,
b. 1 (satu) unit becak motor merk SUZUKI THUNDER tanpa Nomor Polisi atau BK, dipergunakan dalam perkara lain;
4) Menetapkan agar Terdakwa, membayar biaya perkara sebesarRp2.000,00 (dua ribu rupiah);
d. Fakta Hukum
1) Bahwa pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2015 sekitar jam 11.00 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Terdakwa Zulkifli Als Zul telah ditangkap oleh pihak kepolisian Indra H. Ritonga dan Firman Siagian karena telah memiliki narkotika jenis ganja;
2) Bahwa kronologis penangkapan terhadap Terdakwa bermula pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan ada 2 (dua) orang laki-laki menumpang 1 (satu) unit sepeda motor merk Thunder Tanpa Nomor Polisi akan melintas dari arah Tanjungbalai Utara menuju Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, dimana kedua laki-laki tersebut membawa ganja;
3) Bahwa setelah mendapat informasi tersebut, Saksi Indra H. Ritonga dan temannya Firman Siagian langsung menuju ke tempat yang diinformasikan tersebut, tidak beberapa lama, kemudian mereka melihat 1 (satu) unit becak motor merk Thunder tanpa Nomor Polisi yang ditumpangi 2 (dua) orang laki-laki yaitu Terdakwa dan Sdr.
Andi (Terdakwa dalam berkas terpisah), kemudian Saksi Indra H. Ritonga dan Firman Siagian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan becak motor tersebut dan kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan 1 (satu) bungkus kertas Koran yang diselipkan di celana bagian belakang Sdr. Andi yang ternyata ganja, selanjutnya
Terdakwa dengan Andi dan Junaidi Abdullah yang merupakan penarik becak motor dibawa ke Polres Tanjungbalai untuk pemeriksaan selanjutnya;
4) Bahwa Terdakwa dan Sdr. Andi ditangkap sepulangnya dari membeli narkotika jenis ganja di Kampung Baru kepada Budi Sirait Alias Komplek;
5) Bahwa selain menyita 1 (satu) bungkus kertas Koran narkotika jenis ganja dengan berat kotor 41,77 (empat puluh satu koma tujuh puluh tujuh) gram, juga turut disita 1 (satu) unit becak motor merk Suzuki Thunder tanpa Nomor Polisi atau BK;
6) Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa dan Andi, narkotika jenis ganja tersebut adalah milik mereka berdua yang dibeli secara patungan/kongsi, dimana uang Terdakwa sebesar Rp30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah) dan uang Sdr. Andi sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);
7) Bahwa Terdakwa tidak ada ijin dari pejabat yang berwenang untuk memiliki narkotika jenis ganja tersebut;
e. Diktum
Memperhatikan, Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RINomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika Jo UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Undang-undang Nomor 8 Tahun1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lainyang bersangkutan;
1) Menyatakan Terdakwa ZULKIFLI ALS ZUL tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memilikiNarkotika golongan I dalam bentuk tanaman” sebagaimana dalam dakwaan Alternatif Kedua;
MENGADILI:
2) Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan denda sejumlah Rp1.000.000.000,00(satu milyar rupiah) dengan
ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pelatihan kerja selama 4 (empat) bulan;
3) Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4) Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;
5) Menetapkan barang bukti berupa:
a. 1 (satu) bungkus kertas koran berisi narkotika jenis ganja dengan berat kotor 41,77 (empat puluh satu koma tujuh puluh tujuh) gram,
b. 1 (satu) unit becak motor merk SUZUKI THUNDER tanpa Nomor Polisi atau BK, dipergunakan dalam perkara lain;
6) Membebankan Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);
f. Analisis Hukum Pidana Penulis Terhadap Putusan
Berdasarkan kasus diatas terdakwa zulkifli alias zul didakwa dengan dakwaan yang berbentuk alterntif yaitu :
PERTAMA Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.
35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
ATAU
KEDUA Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Tuntutan dari jaksa penuntut umum menuntut terdakwa dengan tuntutan Menyatakan Terdakwa ZULKIFLI Alias ZUL telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU RI No. 11 tahun 2009 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Yang mana unsur dari pasal ini yakni:
1) Setiap orang;
2) Percobaan atau Permufakatan Jahat
3) Tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara memiliki, menyimpan menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I (ganja) dalam bentuk tanaman.
Jaksa juga menuntut terdakwa agar terdakwa dijatuhkan pidana terhadap Terdakwa ZULKIFLI Alias ZUL dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun penjara, denda Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) Subsider 6 (enam) bulan pelatihan kerja, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan.
Majelis hakim sebelum menjatuhkan putusanya, maka majelis hakim mempertimbangkan semuanya sebelum menjatuhkan putusanya, majelis mempertimbangkan tuntutan dari majelis hakim yakni pasal yang dituntut oleh jaksa penuntut umum yakni Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU RI No. 11 tahun 2009 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan menguraikan beberapa unsur dan penjelasanya. Adapun unsur dari pasal ini yakni:
1) Setiap orang;
2) Percobaan atau Permufakatan Jahat
3) Tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara memiliki, menyimpan menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I (ganja) dalam bentuk tanaman.
Ad.1. setiap orang.
bahwa yang menjadi subjek tindak pidana adalah subjek hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban dalam lalu lintas hukum yang terdiri dari orang dan badan hukum yang dapat diminta pertanggungjawaban secara hukum;
bahwa di persidangan Penuntut Umum telah menghadapkan orang yang didakwa telah melakukan perbuatan pidana yang bernama ZULKIFLI ALS ZUL, ternyata Terdakwa mengakui identitas Terdakwa yang dicantumkan dalam surat dakwaan sebagai identitas dirinya dan para saksi mengenalinya;
bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut, telah terbukti bahwa orang yang dihadapkan ke muka persidangan adalah benar Terdakwa yang dimaksud oleh Penuntut Umum, bukan orang lain atau dengan kata lain tidak ada kesalahan orang yang diajukan sebagai Terdakwa dalam perkara ini;
bahwa menurut pengamatan Majelis Hakim, selama pemeriksaan di persidangan Terdakwa sehat jasmani dan rohani, tidak sedang dibawah pengampuan, mampu merespon jalannya persidangan dengan baik, sehingga dengan demikian Terdakwa terbukti sebagai subjek hukum yang sempurna. Dengan pertimbangan tersebut di atas maka unsur “setiap orang” telah terpenuhi;
Ad.2. Percobaan atau Pemufakatan jahat
bahwa yang dimaksud dalam unsur ini adalah perbuatan dua orang atau lebih yang bersekongkol atau bersepakat untuk melakukan, melaksanakan, membantu, turut serta melakukan, menyuruh, menganjurkan, memfasilitasi, member konsultasi menjadi anggota suatu organisasi kejahatan narkotika atau mengorganisasikan suatu tindak pidana narkotika;
bahwa berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, diperoleh fakta bahwa bermula pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2015 sekitar pukul 08.00 WIB, Terdakwa Zulkifli Als Zul mengajak Saksi Andi untuk patungan membeli narkotika jenis ganja.
Kemudian atas ajakan Terdakwa tersebut, Saksi Andi yang merupakan Paman dari Terdakwa menyetujui ajakan dari Terdakwa, dimana Terdakwa mengeluarkan uang sebesar Rp30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah), sedangkan Saksi Andi mengeluarkan uang sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah). Setelah uang terkumpul sejumlah Rp80.000,00 (delapan puluh ribu rupiah), kemudian Terdakwa pergi menuju ke Kampung Baru, tepatnya di Jalan Damai Ujung dengan menumpang becak Junaidi Abdullah;
Bahwa sesampainya di tempat tujuan, selanjutnya Terdakwa menemui Saksi Budi Sirait Alias Komplek dan membeli narkotika jenis ganja seharga Rp80.000,00 (delapan puluh ribu rupiah), setelah menerima narkotika jenis ganja dari Saksi Budi Sirait Alias Komplek, kemudian Saksi Andi menyelipkan narkotika jenis ganja tersebut di celanabagian belakang, kemudian Terdakwa dan Saksi Andi pulang ke rumah, dan dalam perjalanan sewaktu melintas di Jalan Sudirman Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, becak motor yang ditumpangi oleh Terdakwa dan Saksi Andi dihentikan oleh Polisi, dan setelah dilakukan penggeledahan terhadap badan Terdakwa dan Saksi Andi, ditemukan satu bungkusan Koran yang terselip di belakang celana Saksi Andi, dan setelah dibuka isinya adalah narkotika jenis ganja, dimana setelah ditanyakan kepada Terdakwa dan Saksi Andi, mereka berdua menyatakan barang bukti narkotika jenis ganja tersebut adalah milik mereka;
bahwa berdasarkan uraian fakta diatas, terlihat dengan jelas, dari awal Terdakwa dan Saksi Andi telah bersepakat untuk melakukan tindak pidana narkotika dengan cara sepakat berdua membeli ganja dengan uang patungan, dimana uang Terdakwa sebesar Rp30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah) dan uang Saksi Andi sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah).
Dengan demikian, unsur “Pemufakatan Jahat” telah dapat dibuktikan dan terpenuhi;
A.d.3. tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman;
bahwa yang dimaksud dengan “Tanpa Hak” yaitu apabila si pelaku dalam melakukan perbuatannya tidak memiliki hak sama sekali untuk melakukan perbuatan yang dilakukan, sedangkan yang dimaksud dengan “Melawan Hukum” yaitu perbuatan si pelaku telah melanggar/menyimpang dari ketentuan peraturan perundang-undangan;
bahwa berdasarkan Ketentuan Pasal 7 Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, menyatakan bahwa “ Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi”;
bahwa berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, didapati fakta bahwa pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2015 sekitar jam 11.00 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Terdakwa Zulkifli Als Zul telah ditangkap oleh pihak kepolisian Indra H. Ritonga dan Firman Siagian karena melakukan tindak pidana narkotika jenis ganja;
bahwa kronologis penangkapan terhadap Terdakwa bermula pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan ada 2 (dua) orang laki-laki menumpang 1 (satu) unit sepeda motor merk Thunder Tanpa Nomor Polisi akan melintas dari arah Tanjungbalai Utara menuju Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, dimana kedua laki-laki tersebut membawa ganja;
bahwa setelah mendapat informasi tersebut, Saksi Indra H. Ritonga dan temannya Firman Siagian langsung menuju ketempat yang diinformasikan tersebut, tidak beberapa lama, kemudian mereka melihat 1 (satu) unit becak motor merk Thunder tanpa Nomor Polisi yang ditumpangi 2 (dua) orang laki-laki yaitu Terdakwa dan Sdr. Andi (Terdakwa dalam berkas terpisah), kemudian Saksi Indra H. Ritonga dan Firman Siagian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan becak motor tersebut dan kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan 1 (satu) bungkus kertas Koran yang diselipkan di celana bagian belakang Sdr. Andi yang ternyata ganja, selanjutnya Terdakwa dengan Andi dan Junaidi Abdullah
yang merupakan penarik becak motor dibawa ke Polres Tanjungbalai untuk pemeriksaan selanjutnya. Dan barang bukti tersebut setelah ditimbang berat bruttonya seberat 41,77 (empat puluh satu koma tujuh puluh tujuh) gram dan positif ganja sebagaimana bukti surat berupa : Berita Acara Analisis laboratorium Barang Bukti Narkotika Puslabfor bareskrim Polri Cabang Medan No. lab. 1327/NNF/2015 tertanggal 13 Februari 2015 yang dibuat dan ditandatangani oleh Zulni Erma dan Deliana naiborhu, S.Si telah melakukan pemeriksaan dengan mengingat sumpah jabatannya serta diketahui dan ditandatangani oleh Dra. Melta Tarigan, M.Si Waka Laboratorium Forensik Cabang Medan, dengan Kesimpulan hasil pemeriksaan sebagai berikut: bahwa barang bukti yang dianalisis milik Terdakwa Zulkifli Als Zul dan Andi adalah positif ganja dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 8 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
bahwa selain menyita 1 (satu) bungkus kertas Koran narkotika jenis ganja dengan berat kotor 41,77 (empat puluh satu koma tujuh puluh tujuh) gram, juga turut disita 1 (satu) unit becak motor merk Suzuki Thunder tanpa Nomor Polisi atau BK;
bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa dan saksi Andi, narkotika jenis ganja tersebut adalah milik mereka berdua yang dibeli secara patungan/kongsi, dimana uang Terdakwa sebesar Rp30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah) dan uang Sdr. Andi sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);
bahwa Terdakwa dan Saksi Andi sendiri tidak ada ijin dari pejabat yang berwenang untuk memiliki narkotika jenis ganja tersebut;
bahwa berdasarkan fakta-fakta diatas, maka unsur “Tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman” telah dapat dibuktikan dan terpenuhi dengan perbuatan Terdakwa
majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap diri terdakwa zulkifli alias zul maka perlu mempertimbangan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan terdakwa:
Keadaan yang memberatkan;
• Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika;
Keadaan yang meringankan;
• Terdakwa mengakui terus terang perbuatanya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatanya dikemudian hari;
• Terdakwa masih berusia anak-anak dan diharapkan dikemudian hari dapat memperbaiki perbuatanya;
Berdasarkan pertimbangan diatas, dimana bahwa terdakwa telah memenuhi unsur dari Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU RI No. 11 tahun 2009 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Maka terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan I dalam bentuk tanaman” sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua. Dengan menjatuhkan terdakwa hukuman pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan denda sejumlah Rp.1.000.000.00,- (satu milyar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar ganti dengan pelatihan kerja selama 4 (empat) bulan.
Penulis berpendapat bahwa dakwaan yang didakwakan kepada terdakwa sudah tepat mengingat adanya permufakatan jahat antara terdakwa dengan andi untuk membeli narkotika golongan I dengan cara kongsi, yakni Rp.30.000,- uang terdakwa dan Rp.50.000 uang andi maka terkumpul uang sejumlah Rp.80.000,- yang mana uang itu untuk membeli narkotika
golongan I yang dibeli kepada budi sirait alias komplek, dimana narkotika golongan I ini untuk dipakai bersama terdakwa dan andi. Dalam keterangannya bahwa terdakwa juga sudah 2 bulan menghisap narkotika jenis ganja, bahwa terdakwa juga biasanya menghisap ganja dibelakang rumah kakek terdakwa. Mengingat umur terdakwa yang masih dibawah umur yakni 16 tahun maka tidak seharusnya terdakwa melakukan hal tersebut. Maka dari itu dalam dakwaannya jaksa penuntut umum menjunto kan Undang-undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Undang-undang no.11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak mengenal tentang Diversi dan Restoratif justice yaitu suatu konsep untuk mengalihkan proses peradilan pidana anak dari formal menuju non formal dan konsep diversi tersebut wajib untuk diupayakan oleh penegak hukum pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan anak di pengadilan negeri. Namun dalam kasus ini penulis tidak menemukan adanya upaya diversi yang dilakukan oleh penegak hukum. Sekalipun diversi telah dilakukan seharusnya dalam kasus ini dikatakan bahwa upaya diversi telah gagal dan berlanjut kepada upaya pengadilan.
Dalam amar putusannya hakim menjatuhkan terdakwa dengan hukum penjara selama 2(dua) tahun atau lebih rendah 3 (tiga) tahun dari tuntuan jaksa penuntut umum dan denda sebesar Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) denganketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pelatihan kerja selama 4 (empat) bulan, penulis sependapat dengan putusan majelis hakim menjatuhkan pidana 2 (dua) tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa, mengingat bahwa terdakwa adalah anak dibawah umur yang masih butuh perlindungan dan keadilan. Namun penulis sangat menyayangkan didalam kasus ini terdakwa tidak mendapatkan rehabilitasi atas penyalahgunaan narkotika, mahkamah agung pernah mengirimkan surat edarannya di seluruh pengadilan negeri dan pengadilan tinggi diseluruh Indonesia dengan SEMA No.4 Tahun 2010 tentang penempatan penyalahgunaan, Korban
penyalahgunaan dan pecandu narkotika kedalam lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial. Seharusnya para penegak hukum harus melindungi korban penyalahgunaan narkotika agar terdakwa direhabilitasi, mengigat terdakwa adalah korban penyalahgunaan narkotika, terdakwa masih dibawah umur, dan terdakwa juga adalah penerus generasi bangsa. Sepatutnya terdakwa mendapatkan program rehabilitasi.