• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEPI KOLONI PRMUKAAN KOLONI

4. Quesioner yang ditujukan dalam penelitian ini

Quesioner sebagai data pendukung dari penelitian ini. Ada beberapa pertanyaan yang ditujukan dalam penelitian ini. Quesioner diambil dari 2 lahan yang berbeda. Quesioner pertama di ambil dari lahan di Desa Pasiran Kecamatan Perbaungan, sedangkan quesioner kedua di ambil di Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan. Berikut data yang didapat dari quesioner diantaranya:

Cara Budidaya

Asal bibit dari masing-masing kebun berbeda-beda. Bibit yang digunakan di Kebun Desa Pasiran, Kecamatan Perbaungan dengan harga Rp 2000 per batang pada tahun 2013. Didapat dari seorang Petani di Kecamatan Pantai Cermin.

Sedangkan untuk bibit di Desa kota Galuh di dapat petani dari Jawa, yang kirim dengan harga kisaran 2500 per batang yang didapat dari wilayah jawa.

Adapun pembuatan bibit dari kebun percontohan adalah dengan memilih bibit yang berasal dari sulur yang sudah pernah berproduksi buah. Anakan cabang yang sudah berumur dan sehat dapat digunakan untuk bibit. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan stek yaitu warna sulur hijau tua dan lengkungannya panjang, sulur pernah berbuah, sulur mulus dan tidak terdapat bercak-bercak (gejala penyakit) atau kerak dan mengambil bagian sulur yang tidak bercabang.

Gambar 17. Kondisi lahan tanaman buah naga di lokasi Desa Pasiran

Gambar 18. Kondisi lahan tanaman buah naga di lokasi Desa Kota Galuh

Tabel 4. Kondisi dan cara budidaya lahan pengamatan buah naga

Untuk menghasilkan bibit yang baik maka. Sulur yang terseleksi diproses menjadi bibit. Sulur dipotong sepanjang 30 cm, kemudian salah satu ujung sulur diruncingkan. Tujuan dari peruncingan untuk memudahkan pertumbuhan akar saat ditanam (Soetopo 2010). Kemudian sulur dikeringkan selama 10-15 hari agar sulur tidak mudah busuk dan lebih tahan terhadap penyakit. Sulur tersebut akan terbentuk kalus di bagian yang telah dipotong. Penanaman bibit dapat dilakukan di polibag, bedengan khusus pembibitan, ataupun langsung ditanam pada lahan.

Informasi lahan

Lahan

Desa Pasiran Desa Kota Galuh

Dataran lokasi Tinggi Tinggi

Ketinggian

(m dpl a) 18 15

Luasan (M2) 2400 2000

Jenis buah naga Merah Merah

Umur tanaman(tahun) 3-5 5

Cara tanam Monokultur Monokultur

Jarak tanam (m) 2.5 x 2.5 3 x 3

Jenis tiang penyangga Beton, kayu jaranan Beton

Jumlah tanaman per tiang 4-5 2-3

Kondisi lahan Kurang Terawat Terawat

Keberadaan gulma Banyak Sedikit

Pengendalian gulma Herbisida, Manual Manual, Herbisida

Mengenai Persiapan lahan yang dilakukan masing-masing kebun tidak jauh berbeda. Persiapan lahan yaitu permukaan diratakan terlebih dahulu untuk memudahkan pengelolaan selanjutnya. Setelah itu pembersihan lahan dilakukan, termasuk gulma. Dan kemudian di buat lubang tanam 100 cm x 100 cm x 30 cm.

Kemudian lubang tanam diisi dengan media tanam yang terdiri dari pupuk kandang, dan dolomit. Setelah itu dilakukan pemasangan tiang penyangga.

Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Pemindahan bibit ke lahan dilakukan setelah 2-3 bulan, ketika stek batang tersebut sudah muncul anakan sulur sepanjang ± 20 cm. Berdasarkan data dari petani, pemupukan semua kebun menggunakan pupuk kandang di awal dan juga aplikasi secara berkala (Tabel 5).

Pemupukan selanjutnya menggunakan beberapa jenis pupuk lain, seperti NPK, ZA, urea, dan pupuk lainnya.

Untuk bahan stek, pemotongan sulur dilakukan dengan gunting yang bersih dan steril. Pangkal setek dibuat miring bertujuan agar setek cepat berakar dan untuk mencegah pembusukan. Setelah dipotong, setek dikeringanginkan agar getah mengering. Getah yang mengering akan menyebabkan batang tidak mudah busuk. Stek bibit ditanam 4 sisi tiang penyangga. Satu tiang diasumsikan sebagai satu rumpun yang terdiri dari 4 tanaman buah naga. Stek bibit ditanam di tanah sedalam 2-5 cm. Bibit yang telah ditanam kemudian diikat menggunakan tali agar tidak rubuh. Pengikatan ini sebaiknya tidak terlalu kencang agar tidak melukai stek batang tersebut. Apabila batang terluka, dikhawatirkan akan menjadi jalan masuk patogen penyakit.

Setelah penanaman kemudian dilakukan perawatan tanaman. Penyiraman dilakukan pada kondisi tertentu saja, misalnya tidak turun hujan dalam jangka

waktu lama. Air harus cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air. Membutuhkan penyinaran

cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan (Idawanni, 2012).

Pemupukan termasuk dalam perawatan buah naga. Pemupukan yang dilakukan di Desa Pasiran pada bulan ke-3 dan bulan ke-9 setelah tanam. Pupuk yang diberikan adalah 10-15 kg pupuk kandang dan 150-200 g pupuk NPK.

Apabila pertumbuhan tanaman masih kurang subur maka sebaiknya diberi pupuk daun sesuai aturan dalam kemasan. Kondisi kurang subur ditandai dengan pertumbuhan sulur cabang yang lambat dan tidak besar.

Pemanenan buah dilakukan setelah sekitar 33 hari bunga mekar. Ciri buah yang dapat dipanen yaitu warna merah yang menyeluruh pada permukaan kulit dan tangkai buah mulai retak. Pemanenan harus dilakukan tepat waktu, karena apabila buah telat dipanen maka akan retak dan menjadi cepat busuk. Pemanenan buah dilakukan dengan gunting khusus. Buah yang sudah dipanen kemudian dikemas untuk dikirim ke konsumen. Belum dilakukan perlakuan pascapanen di kebun pengamatan. Perlakuan pascapanen yang dilakukan hanya membersihkan buah dari semut maupun kotoran pada buah.

Ukuran buah yang ada pada tanaman buah naga di Desa Pasiran mencapai antara 300-1000 g, sedangkan untuk buah naga di Desa Kota Galuh berkisar antara 500-1300 g. dan produksi rata rata untuk lahan pertanaman desa pasiran 300-350 Kg untuk setiap panen sedangkan untuk wilayah desa Kota Galuh Berkisara antara 300-375 kg.

Tabel 5. Aplikasi pemupukan di lahan pengamatan berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik lahan

Penyerbukan

Penyerbukan tanaman buah naga merah di kebun pengamatan terjadi secara alami dan dengan penyerbukan manual. Penyerbukan alami yang terjadipada buah naga merah menghasilkan buah yang lebih kecil dibanding kan dengan penyerbukan manual. Penyerbukan buatan dilakukan dengan menaburi serbuk sari ke atas kepala putik menggunakan tangan atau kuas.

Biasanya penyerbukan dilakukan di malam hari mulai dari pukul 20.00 sampai dengan selesai. Cara lain penyerbukan yaitu dengan menarik putik menjadi lebih rendah dari benang sari secara perlahan kemudian menempelkan putik pada serbuk sari dengan cara menggoyang-goyangkan. Hal ini sesuai dengan literatur Luders dan McMahon (2006) yang mengatakan bahwa Perbedaan ketinggian antara benang sari dan putik menjadi permasalahan dalam penyerbukan bunga. Bunga mekar pada malam hari dan selesai mekar pada pagi

dini hari, hanya memekar satu malam. Keesokkan pagi, bun ga akan menguncup perlahan dan layu. Masa kuncup bunga hingga terjadinya

antesis berlangsung selama 30 hari.

Nama Lahan

Jenis Pupuk

Pupuk Kandang NPK Pupuk Lain

Dosis

Dokumen terkait