Racana adalah wadah pembinaan bagi para Pramuka Pandega di Gugus Depan.46 Tempat berkumpulnya Pandega dalam Gugus Depan disebut Racana. Arti kata Racana adalah dasar penyangga tiang bangunan yang dalam bahasa Jawa disebut umpak. Nama Racana umumnya menggunakan nama pahlawan. Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan nama jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama ceritera mitos. Dalam pemilihan nama tentunya diambil yang
45 M. Amin Abbas, et al., Op. Cit., hlm. 33-36
46
terbaik menurut anggota Racana, sehingga memiliki makna dan kebanggaan bagi seluruh anggota Racana. Di dalam organisasi Racana, terdapat Dewan Racana Pandega yang disebut Dewan Pandega Dewan Kehormatan.47
Racana beranggotakan warga Racana yang terdiri atas Pandega dan Calon Pandega. Untuk menggerakkan Racana, dibentuk Dewan Racana. Dewan Racana terdiri atas semua Pramuka Pandega yang sudah dilantik sebagai Pandega. Dewan Racana dipimpin oleh seorang Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Pemangku Adat.48 Racana sebagai wadah bagi pramuka pandega dengan batasan usia 21-25 tahun hanya mampu menyelsaikan satu tingkat SKU (Syarat Kecakapan Umum) saja yaitu Pandega. Hal ini berbeda dengan pramuka penggalang yang ada tiga tingkatan penggalang yaitu: ramu, rakit dan terap dan penegak yaitu: Bantara dan Laksana. Adapun dalam SKK (Syarat Kecakapan Khusus) pandega dapat dicapai sesuai dengan keinginannya.
Pandega adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 21-25 tahun, yang bisa juga disebut sebagai Senior Rover, merupakan masa awal dewasa (early adulthood) menurut Teori Jean Piaget, J. (2000). „Commentary on Vygotsky‟. New Ideas in Psychology, 18, 241-259. Masa usia ini (Pandega) merupakan perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tigapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian
47 Jana T. Anggradiredja, et. Al, Op. Cit., hlm. 4-5
48
pribadi, masa mempersiapkan untuk berkarir, dan membentuk ideology pribadiyang di dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.49
Selama masa dewasa, dunia sosial dan personal dari individu menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Pada masa dewasa ini, individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Pola dan tingkah laku sosial orang dewasa berbeda dalam beberapa hal dari orang yang lebih muda. Perubahan tersebut tidak disebabkan oleh perubahan fisik dan kognitif yang berkaitan dengan penuaan, tetapi lebih disebabkan oleh peristiwa-peristiwa kehidupan yang dihubungkan dengan keluarga dan pekerjaan. Menurut Erikson, perkembangan psikososial selama masa dewasa dan tua ini ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif dan integritas.50
Pada usia tersebut sifat agresifnya sudah mula turun, sosialitasnya semakin tinggi, dan pertimbangan rasionalnya semakin tajam. Pramuka Pandega umumnya kreatif, suka berkarya dan selalu ingin menunjukan eksistensinya.51 Berdasarkan pendapat dari Jean Piaget karakter seorang Pandega adalah ingin diakui eksistensinya, ingin berguna bagi komunitas sosialnya, pantang menyerah, teguh dan ulet dalam memperjuangkan ide dan cita-citanya, juga mandiri dalam menghadapi persoalan.52
49 Ibid., hlm. 3
50 Ibid., hlm. 4
51 Ibid., hlm. 4
52
Sifat kegiatan Pandega adalah memerlukan bimbingan orang dewasa dalam proses pendidikan dan pembinaan kepribadian, watak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, ketangkasan, kesehatan dan kesegaran jasmani, dan kepemimpinan sehingga dapat hidup mandiri.53
Kegiatan Pandega adalah kegiatan yang selalu berkarakter, dinamis, progresif, menantang, bermanfaat bagi diri dan masyarakat lingkungannya.kegiatan pandega meliputi kegiatan dari pandega, oleh pandega, dan untuk pandega. Pembina sebagai konsultan dapat menawarkan program-program baru yang lebih bermakna, menarik dan bermanfaat.
Materi kegiatan pada hakikatnya meliputi semua aspek kehidupan dan nilai-nilai serta keterampilan. Materi dikemas sehingga memenuhi 4 H sebagaimana dikemukakan oleh Baden Powell yakni: Health (kesehatan juwa dan raga). Happines (Kebahagiaan yang meliputi tiga indikator yakni: kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran), Helpfulness (tolong-menolong/gotong-royong), Handicraft (hasta karya). Proses penyampaian materi kegiatan pandega adalah: Learning by doing (meliputi: Learning to know, learning to do, dan learning to live together) dan Learning to be (meliputi: Learning by teaching, learning to serve, serving to earn). Pembinaan pramuka Pandega lebih diarahkan untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin yang bertanggungjawab kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, Negara dan Tunah
53
YME. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kegiatan-kegiatan Pandega memuat kegiatan Bina Diri (peningkatan pengetahuan dan keterampilan), Bina Satuan (dipersiapkan menjadi Instruktur Muda, Pembina), Bina Masyarakat (dipersiapkan menjadi pemimpin di masyarakat, penyuluh, pelopor, peneliti).54
Racana dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih dari musyawarah anggota Racana. Organisasi Racana disusun sesuai organisasi yang terdapat di masyarakat pada umumnya, karena pada usia Pandega sudah terjun dalam kehidupan masyarakat. Di dalam organisasi Racana terdapat Dewan Racana Pandega yang disebut Dewan Pandega dan Dewan Kehormatan. Dewan Pandega terdiri dari:
a. Ketua Racana
b. Kerani atau sekretaris
c. Bendahara yang mengatur keuangan dan harta benda milik Racana, d. Pemangku adat yakni yang memimpin tata-cara adat Racana, yang
pada hakikatnya adalah penjaga kode etik Racana, dan e. Beberapa orang anggota.
Pembina Pramuka Pandega tidak masuk dalam Dewan Racana. Pembina Racana bertindak sebagai penasehat, pendorong, pengarah, pembimbing dan mempunyai hak dalam mengambil keputusan terakhir.
Dewan Pandega bertugas: a. Merancang program kegiatan,
54
b. Mengurus dan mengatur kegiatan, c. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, d. Merekrut anggota baru,
e. Mencari/mengidentifikasi sumber dana untuk disampaikan kepada Ketua Gudep,
f. Mengelola dana untuk menjalankan program kegiatan, dan g. Melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Pembina Gudep.
Dewan Kehormatan Pandega adalah Dewan yang dibentukuntuk mendampingi Dewan Pandega. Dewan Kehormatan Pandega bertugas:
a. Menentukan pelantikan,
b. Memberikan penghargaan kepada Pandega yang berprestasi,
c. Memberikan tindakan hukuman atas pelanggaran terhadap Kode Kehormatan, dan
d. Rehabilitasi anggota Racana Pandega.55
Sebagai suatu organisasi, Unit Kegiatan Khusus Racana STAIN Pekalongan mempunyai anggota yang tidak sedikit dikarenakan di dalam UKK Racana terdapat beberapa badan semi otonom. Pada umumnya semakin banyak individu maupun anggota, maka semakin besar pula potensi konflik yang akan muncul seiring banyaknya perbedaan pendapat. Orang-orang dan kelompok di dalam organisasi mengembangkan keahlian dan pandangan yang berbeda tentang pekerjaan atau tugasnya dan pekerjaan atau tugas kelompok lain. ketika interaksi di antara mereka
55
terjadi maka konflik menjadi potensial untuk muncul. Konflik di dalam organisasi dapat menimbulkan konsekuensi positif dan negatif. Dapat mendorong inovasi organisasi, kreatifitas dan adaptasi.56
Seorang mahasiswa sebagai aktivis kampus yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan cenderung mempunyai kebiasaan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan, sehingga ketika lulus tidak akan canggung lagi berhadapan dengan kehidupan masyarakat yang sebenarnya terutama di tempat bekerja. Beberapa nilai karakter yang didapatkan dari proses keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan adalah kemampuan memimpin, dipimpin, ketangguhan, keuletan, kemampuan berkomunikasi, memiliki empati, kemampuan menyelesaikan konflik dan percaya diri.57
56 Indriyo Gitosudarmo dan I Nyoman Sudita, Perilaku Keorganisasian Edisi Pertama, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2014), hlm. 97
57