A. Identifikasi Isu dan Permasalahan
Isu adalah masalah yang harus segera ditanggapi karena dapat mempengaruhi proses kegiatan di lingkungan sekolah.
Adapun isu - isu aktual yang terjadi di SDN 05 Ekok Tambai saat ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Belum optimalnya siswa dalam membaca
2. Belum optimalnya penggunaan motode pembelajaran ceramah 3. Kurangnya disiplin siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas 4. Rendahnya kedisiplinan jam masuk kelas
Dari Identifikasi isu kemudian dilakukan assesment dengan mengaitkan isu yang sudah ada dengan 4 kriteria analisis penilaian isu, yaitu aktualitas, problematika, kekhalayakan, dan layak, yang kemudian disingkat menjadi pendekatan APKL. Aktual mengacu pada keterbaruan permasalahan yang terjadi. Problematika mengacu pada Isu yang menyimpang dari harapan dasar, yang menimbulkan ketidakpuasan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya sehingga perlu penyelesaian yang tepat dan bijak. Kehalayakan mengacu pada luas dampak yang ditimbulkan oleh permasalahan tersebut, dan layak/kelayakan mengacu pada aspek ruang lingkup penyelesaian masalah yang bisa dijangkau dengan tugas, hak, dan wewenang yang dimiliki. Berdasarkan hal tersebut maka analisis isu dengan pendekatan APKL dengan skala penilaian 1 sampai 5, sebagai berikut :
Tabel 4.1
Analisis Isu Dengan Teknik APKL
No Isu Aktual
Kriteria
∑ Rank
A P K L
1 Belum optimalnya siswa
dalam membaca 5 3 4 4 16 II
2 Belum Optimalnya penggunaan motode pembelajaran ceramah
5 5 4 5 19 I
3 Kurangnya disiplin siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas
4 4 3 3 14 III 4 Rendahnya kedisiplinan jam
masuk kelas 3 3 3 3 12 IV
Keterengan : 5:Sangat Tinggi 4:Tinggi 3:Sedang 2:Rendah 1:Sangat Rendah
Penyebab tidak optimalnya penggunaan media pembelajaran adalah karena guru sering menggunakan model mengajar ceramah yang monoton. Hal tersebut disebabkan karena terbatasnya sarana dan prasarana serta buku tentang metode ataupun model pembelajaran.
Berdasarkan tabel tersebut,maka isu Aktual yang menjadi prioritas adalah
“ Belum optimalnya penggunaan metode pembelajaran ceramah ” . ada beberapa dasar yang menjadi akar permasalahannya, yaitu Proses Pembelajaran Kurang Interaktif, Belum Efektifnya Penggunaan Metode Pembelajaran Ceramah, Rendahnya Kemampuan Siswa Dalam Pemahaman Materi,dan Pembelajaran Ceramah Kurang Menarik Minat Siswa. Akibatnya masih terdapat peserta didik yang memperoleh hasil
belajar di bawah kriteria ketuntasan minimal ( KKM ), satu diantaranya pada pelajaran IPS. Apabila isu tersebut tidak diselesaikan,maka akan berdampak pada rendahnya hasil belajar IPS peserta didik pada ulangan akhir semester.
Untuk menentukan penyebab utama isu, maka dilakukan analisis terhadap beberapa akar permasalahan yaitu Proses Pembelajaran Kurang Interaktif, Belum Efektifnya Penggunaan Metode Pembelajaran Ceramah, Rendahnya Kemampuan Siswa Dalam Pemahaman Materi,dan Pembelajaran Ceramah Kurang Menarik Minat siswa dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 5, sebagai berikut :
Tabel 4.2
Analisi isu dengan teknik USG
No. Masalah Pokok Prioritas
Total Rank
U S G 1.
Proses pembelajaran kurang
interaktif 3 3 2 8 III
2.
Belum efektifnya penggunaan metode pembelajaran
ceramah
4 4 3 11 I
3.
Rendahnya kemampuan siswa
dalam pemahaman materi 3 3 3 9 II
4
Pembelajaran ceramah Kurang menarik minat siswa
2 3 3 8 IV
5:Sangat Tinggi 4:Tinggi
3:Sedang 2:Rendah
1:Sangat Rendah
Dari analisis menggunakan teknik USG maka didapatkanlah penyebab utama dari isu adalah „‟Belum efektifnya penggunaan metode pembelajaran ceramah‟‟ di SDN 05 Ekok Tambai. Terkait dari permasalahan tersebut diatas maka berdasarkan tugas pokok dan fungsi saya sebagai guru mata pelajaran, maka gagasan penyelesaian masalah adalah dengan menggunakan model pembelajaran
“TALKING STICK”. Model Talking Stick adalah sebuah model belajar mempergunakan tongkat dalam kegiatannya. Hal yang pertama guru lakukan adalah mengambil tongkat dan memberikannya kepada siswa,setelah itu pendidik memberikan sebuah pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat mesti menjawab pertanyaan dari gurunya tersebut. Demikian seterusnya sampai semua siswa mendapatkan gilirannya menjawab.
Kelebihan model pembelajaran Talking Stick :
a. Menguji kesiapan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar b. Melatih kecepatan peserta didik dalam mempelajari materi
c. Melatih keberanian peserta didik dalam mengemukakan pendapat.
d. Melatih siswa dalam menghargai ide serta jawaban orang lain e. Menumbuhkan tingkat kepercayaan diri siswa
f. Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran
Adapun langkah-langkah penerapan model Talking Stick adalah sebagai berikut :
1. Guru mempersiapkan tongkat.
2. Guru menyampaikan materi yang hendak dipelajari,dan memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempelajari dan membaca materi.
3. Setelah siswa melakukan kegiatan diskusi dan mempelajari materi, guru menginstruksikan siswa untuk menutup buku.
4. Pendidik mengambil sebuah tongkat dan memberikannya kepada salah seorang peserta didik,setelah itu pendidik memberikan suatu
pertanyaan dan bagi peserta didik yang sedang memegang tongkat tersebut mesti menjawab pertanyaan dari guru.demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat pertanyaan.
5. Guru membuat kesimpulan 6. Kegiatan evaluasi/penilaian 7. Selesai
Model Talking Stick dalam pembelajaran IPS dapat diterapkan dalam berbagai materi pembelajaran, misalnya pada materi lingkungan alam dan lingkungan buatan. Dengan menerapkan Model Talking Stick,guru dapat menjelaskan lingkungan alam,lingkungan alam buatan di sekitar rumah dan sekolah. Selain itu, peserta didik juga termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran dan tertarik untuk menggunakannya atau mengaplikasikan media tersebut sesuai langkah-langkah yang telah diperagakan oleh guru.
Dengan demikian, diharapkan penerapan Model Talking Stick dapat membawa dampak positif dan hasil pembelajaran.
Berdasarkan uraian tersebut,maka gagasan penyelesaian isu yang diajukan adalah “Strategi Penerapan Model Talking Stick pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas III SDN 05 Ekok
Tambai Kecamatan Putussibau Selatan‟‟
22 B. Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Tabel 4.3 Rancangan Aktualisasi Unit Kerja Aktualisasi Sekolah Dasar Negeri 05 Ekok Tambai
Identifikasi Isu
Belum Optimalnya Penggunaan Model Pembelajaran di SDN 05 Ekok Tambai.
Isu yang Diangkat
Kurangnya Pengunaan Model Pembelajaran di SDN 05 Ekok Tambai.
Gagasan Pemecahan Masalah Strategi Penerapan Model Talking Stick pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas III SDN 05 Ekok Tambai
NO. KEGIATAN TAHAPAN