• Tidak ada hasil yang ditemukan

Setelah semua kuesioner yang sebelumnya telah teruji valid dan reliabel, maka langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data kuesioner.

Di dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut:

1. Editing, yaitu pemeriksaan kuesioner yang telah terkumpul setelah diisi oleh responden seperti memeriksa kelengkapan pengisian kuesioner dan pemeriksaan jumlah lembaran.

2. Coding, yaitu pembobotan dari setiap item instrumen berdasarkan pada pembobotan untuk jawaban positif ranking pertama dimulai dari skor yang terbesar sampai dengan yang terkecil dan untuk jawaban negatif ranking pertama dimulai dari skor terkecil sampai dengan yang terbesar. Nilai atau bobot untuk setiap jawaban positif diberi nilai 5-4-3-2-1 dan untuk jawaban negatif diberi skor 1-2-3-4-5. Pengukuran dalam kuesioner yang

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Skala Likert yaitu kuesioner yang disebarkan dan dibuat dengan sistem tertutup, artinya tanggapan untuk setiap pertanyaan telah disediakan dan responden hanya tinggal memberi tanda checklist () pada kolom tanggapan sesuai dengan pendapatnya masing-masing.

3. Tabulating adalah menghitung hasil scoring yang dituangkan kedalam tabel rekapitulasi secara lengkap untuk seluruh item setiap variabel. Adapun tabel rekapitulasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.8

Tabel Rekapitulasi Pengubahan Data

Responden Skor Item

1 2 3 4 ... N 1 2 3 4 ... N

4. Melakukan analisis deskriptif, yaitu mengolah data dari kuesioner dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menentukan jumlah Skor Kriterium (SK) dengan menggunakan rumus: SK = ST x JB x JR Keterangan: ST : Skor Tertinggi JB : Jumlah Bulir JR : Jumlah Responden

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

b. Membandingkan jumlah skor hasil kuesioner dengan jumlah skor kriterium untuk mencari jumlah skor hasil kuesioner dengan menggunakan rumus:

Xi = X1 + X2 + X3 + ... + Xn Keterangan:

Xi = Jumlah skor hasil angket variabel X

X1 - Xn = Jumlah skor angket masing-masing responden c. Membuat daerah kategori kontinum

Untuk melihat bagaimana gambaran tentang variabel secara keseluruhan yang diharapkan responden, maka penulis menggunakan daerah kategori sebagai berikut:

Sangat Tinggi = ST x JB x JR Sangat Rendah = SR x JB x JR Keterangan: ST : Skor Tertinggi JB : Jumlah Bulir JR : Jumlah Responden

d. Menentukan garis kontinum dan menentukan daerah letak skor untuk variabel gaya kepemimpinan klasik (X) dan variabel kepuasan kerja (Y)

3.7.2 Methode Succeisive Interval (MSI)

Merubah data ordinal ke interval. Mengingat data variabel penelitian seluruhnya diukur dalam bentuk skala ordinal, sementara pengolahan data dengan

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

penerapan statistik parametik mensyaratkan data sekurang-kurangnya harus diukur dalam skala interval. Dengan demikian semua data ordinal yang terkumpul terlebih dahulu akan ditransformasi menjadi skala interval dengan menggunakan Methode Successive Interval (MSI).

Langkah-langkah untuk melakukan transformasi data tersebut adalah sebagai berikut:

a. Perhatikan setiap butir

b. Untuk setiap butir tersebut tentukan berapa orang yang menjawab skor 1, 2, 3, 4, 5 yang disebut frekuensi

c. Setiap frekuensi dibagi dengan banyaknya responden dan hasilnya disebut proporsi

d. Tentukan proporsi kumulatif

e. Dengan menggunakan tabel distribusi normal, hitung nilai z untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh

f. Tentukan nilai dentitas untuk setiap nilai z yang diperoleh g. Tentukan nilai skala (Skala Value) dengan menggunakan rumus:

SV = �� � –� �� �

�� � − �� �

Dimana:

Scala Value : Nilai Skala

Density at Lower Limit : Densitas batas bawah Density at Uper Limit : Densitas batas atas

Area bellow Uper Limit : Daerah dibawah batas atas Area bellow Lower Limit : Daerah dibawah batas bawah

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

h. Tentukan nilai transformasi dengan menggunakan rumus: Y = NS + k

k = [1 + |NSmin|]

Langkah-langkah diatas bila dijabarkan dalam bentuk tabel akan terlihat sebagai berikut:

Tabel 3.9

Pengubahan Data Ordinal ke Interval

Kriteria/Unsur 1 2 3 4 5 Frekuensi Proporsi Proporsi Kumulatif Nilai Skala Value

Catatan : Skala terkecil dibuat sebesar 1, maka SV terkecil adalah +1

3.7.3 Analisis Korelasi Sederhana

Analisis korelasi dilakukan setelah semua data yang ada telah terkumpul. Analisis ini bertujuan untuk mencari hubungan antara kedua variabel yang diteliti. Penentuan koefisien korelasi (r) dalam penelitian ini menggunakan koefisien korelasi Pearson (Pearson’s Product Moment Coefisient of Corelation), yaitu :

= Σ − Σ ΣY

Σ 2 − Σ ² Σ 2 − Σ ²

(Suharsimi Arikunto, 2002:274) Koefisien korelasi (r) menunjukkan derajat korelasi antara variabel X dan variabel Y. Nilai koefisien korelasi harus terdapat dalam batas-batas: -1 < r < +1. Tanda positif menunjukkan adanya korelasi positif/korelasi langsung antara kedua

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

variabel yang diteliti. Setiap kenaikan nilai-nilai X akan diikuti dengan penurunan nilai-nilai Y, dan begitu pula sebaliknya.

 Jika nilai r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan positif.

 Jika nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan negatif.

 Jika nilai r = 0 atau mendekati 0, maka korelasi antara kedua variabel yang diteliti tidak ada sama sekali atau sangat lemah.

Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut, apakah besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada tabel Guilford berikut.

Tabel 3.10

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Besar Koefisien Klasifikasi

0.000 – 0.199 Sangat Rendah / Lemah dapat diabaikan 0.200 – 0.399 Rendah / Lemah

0.400 – 0.599 Sedang 0.600 – 0.799 Tinggi / Kuat

0.800 – 1.000 Sangat Tinggi / Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2007:216)

3.7.4 Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi bertujuan untuk melakukan prediksi, bagaimana perubahan nilai variabel dependen apabila nilai variabel independen dimanipulasi (dinaikkan atau diturunkan nilainya). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana.

Dalam analisis regresi linier sederhana, terdapat satu variabel yang diramalkan (dependent variable) yaitu kepuasan kerja dan (independent variable)

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

yang mempengaruhinya yaitu gaya kepemimpinan klasik. Maka bentuk umum dari linier sederhana ini adalah :

Ŷ= +

(Riduwan, 2008:145) Dimana :

Ŷ = Kepuasan Kerja

X = Gaya Kepemimpinan Klasik a = Nilai konstan harga Y bila X = 0

b = Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-) variabel Y

Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis regresi linier sederhana adalah sebagai berikut :

1. Mencari harga-harga yang akan digunakan dalam menghitung koefisien a

dan b yaitu ∑X, ∑Y, ∑X2, ∑Y2, ∑XY

2. Mencari koefisien regresi a dan b dengan rumus sebagai berikut :

= . − .

. 2− ²

= − .

(Riduwan, 2008:145) X dikatakan mempengaruhi Y, jika berubahnya nilai X akan menyebabkan adanya perubahan nilai Y, artinya naik turunnya X akan membuat nilai Y juga naik turun, dengan demikian nilai Y ini akan bervariasi. Namun nilai Y bervariasi

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh X, karena masih ada faktor lain yang menyebabkannya.

3.7.5 Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui besarnya kontribusi dari gaya kepemimpinan klasik (X) terhadap kepuasan kerja (Y) dihitung dengan suatu koefisien yang disebut koefisien determinasi (KD), dengan rumus :

KD = r2 x 100%

(Suharsimi Arikunto, 2006 : 144) 3.7.6 Uji Hipotesis

Sebelum membuat kesimpulan, terlebih dahulu melakukan pengujian atas tingkat keberartian korelasi hasil perhitungan tersebut. Tingkat keberartian ini diuji dengan uji hipotesis. Rumus yang digunakan adalah uji signifikan dengan korelasi (uji t student), yaitu:

s s r N r t  1 2 (Riduwan, 2003:137) Dimana: t = Distribusi student

rs = Koefisien korelasi dari uji independent (kekuatan korelasi)

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel X (gaya kepemimpinan klasik) dan variabel Y (kepuasan kerja), maka dibutuhkan hipotesis yang memenuhi syarat. Adapun hipotesa yang dapat diajukan adalah: Ho : ρ = 0 : Korelasi tidak berarti, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan klasik dengan kepuasan kerja.

Ha : ρ > 0 : Korelasi berarti, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan klasik dengan kepuasan kerja..

Dimana ρ merupakan koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y Kriteria pengujian :

H0 ditolak jika t hitung

t tabel

Riana Nuraini, 2012

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Klasik Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

BAB V

Dokumen terkait