3. Penelitian Pandu Pradessya (2006)
3.2. Metode Penelitian
3.2.5. Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis
3.2.5.1. Rancangan Analisis
Rancangan analisis adalah proses mencari dan menyusun secara
sistematis data yang telah diperoleh dari hasil observasi lapangan, dan
dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan
ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana
yang lebih penting dan yang dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah
dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Peneliti melakukan analisa terhadap
data yang telah diuraikan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.
1. Analisis Kualitatif
Menurut Sugiyono (2009 : 14) analisis kualitatif adalah :
Metode penelitian kualitatif itu dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan, dan membuat laporan penelitian secara mendetail.
Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dari
variabel X1 (Aliran Kas Bebas) dan X2 (Kepemilikan Manajerial),
peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai nara
sumber dari divisi yang terkait.
Dalam mengolah dan menganalisis data yang didapatkan di lapangan,
peneliti menggunakan rumus aliran kas bebas, kepemilikan
manajerial dan kebijakan deviden dengan menghitung pembayaran
dividen pada pemegang saham serta menghitung perkembangan
Kepemilikan Manajerial = kepemilikan saham komisaris +
kepemilikan saham direksi Rumus-rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.Aliran Kas Bebas (X1)
b.Kepemilikan Manajerial (X2)
c.Kebijakan Dividen
d.Perkembangan Laporan Keuangan
2. Analisa Kuantitatif
Analisis kuantitatif adalah analisis pengolahan data berbentuk angka.
Dalam hal ini penulis melakukan analisis pada laporan keuangan
neraca dan laba rugi yang terdapat pada PT. Telekomunikasi
Indonesia, Tbk. Dari hasil analisis tersebut akan didapat analisis
FCF = operating cash flow - net fixed assets investment – net current asset investment
pengaruh aliran kas bebas dan kepemilikan manajerial terhadap
kebijakan dividen.
a.Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan peneliti dengan maksud
untuk mengetahui besarnya pengaruh aliran kas bebas dan
kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen. Persamaan
yang menyatakan bentuk hubungan antara variabel independen (X)
dan variabel dependen (Y) disebut dengan persamaan regresi.
Menurut Jonathan Sarwono (2006 : 79) pengertian regresi linier
berganda adalah :
Regresi linier berganda mengestimasi besarnya koefisien-koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier yang melibatkan dua variabel bebas untuk digunakan sebagai alat prediksi besarnya nilai variabel tergantung
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dampak
dari penggunaan analisis regresi, adalah untuk memutuskan apakah
naik dan menurunnya variabel independen (aliran kas bebas dan
kepemilikan manajerial) dapat dilakukan melalui menaikkan dan
menurunkan variabel dependen (kebijakan dividen).
Bentuk persamaan dari regresi linier berganda ini yaitu :
Keterangan :
a = konstanta, merupakan nilai terikat yang dalam hal ini adalah
Y pada saat variabel bebasnya adalah 0 (X1, X2 = 0)
X1 = Aliran Kas Bebas
X2 = Kepemilikan Manajerial
b1 = koefisien regresi berganda X1 terhadap variabel terikat Y,
apabila variabel bebas X2 dianggap konstan
b2 = koefisien regresi berganda X2 terhadap variabel terikat Y,
apabila variabel bebas X1 dianggap konstan.
Regresi linier berganda dengan dua variabel bebas X1 dan X2
metode kuadrat kecil memberikan hasil bahwa koefisien-koefisien
a, b1, b2 dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
Jika b1 dan b2 positif, maka hal ini menunjukkan hubungan yang searah antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata
lain peningkatan atau penurunan besarnya variabel bebas akan
diikuti oleh peningkatan atau penurunan besarnya variabel terikat.
Sedangkan jika nilai b1 dan b2 negatif berarti menunjukkan hubungan yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel
mterikat. Dengan kata lain setiap peningkatan besarnya nilai
Σy = na + b1ΣX1 + b2ΣX2
ΣX1y = aΣX1 + b1ΣX12+b2ΣX1X2 ΣX2y = aΣX2 + b1ΣX1X2 + b2ΣX22
variabel bebas akan diikuti oleh penurunan besarnya nilai variabel
terikat, dan sebaliknya.
b.Analisis Korelasi
Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi
(hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi juga tidak
menunjukkan hubungan fungsional. Dengan kata lain, analisis
korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan
variabel independen. Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang
digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel
dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan
asosiasi (hubungan).
Sedangkan untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X1 dan
Langkah-langkah perhitungan uji statistik dengan menggunakan
analisis korelasi dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Koefisien korelasi parsial
Koefisien korelasi parsial antar X1 terhadap Y, bila X2 dianggap
konstan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
b. Koefisien korelasi pasial
Koefisien korelasi parsial antar X2 terhadap Y, bila X1
dianggap konstan dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
c. Koefisien korelasi secara simultan
Koefisien korelasi simultan antar X1 dan X2 terhadap Y dapat
Besarnya koefisien korelasi adalah -1 ≤ r ≤ 1 : a. Apabila (-) berarti terdapat hubungan negatif
b. Apabila (+) berarti terdapat hubungan positif
Interprestasi dari nilai koefisien korelasi :
a. Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua
variabael kuat dan mempunyai hubungnan yang berlawanan
(jika X naik, maka Y turun dan sebaliknya)
b. Jika r = +1 atau mendekati +1, maka hubungan yang kuat
antara variabel X dan variabel Y hubungannya searah.
Sedangkan harga r akan dikonsultasikan dengan tabel interprestasi
nilai r sebagai berikut :
Tabel 3.2 Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat d. Koefisien Determinasi
Analisis Koefisiensi Determinasi (KD) digunakan untuk
melihat seberapa besar variabel independen (X) berpengaruh
terhadap variabel dependen (Y) yang dinyatakan dalam
Besarnya koefisien determinasi dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
Keterangan :
KD = Koefisien Determinasi
r2 = nilai koefisien korelasi berganda
Tujuan metode koefisien determinasi berbeda dengan koefisien
korelasi berganda. Pada metode koefisien determinasi, kita
dapat mengetahui seberapa besar pengaruh aliran kas bebas
dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen tapi
bukan taraf hubungan seperti pada koefisien berganda (lebih
memberikan gambaran fisik atau keadaan sebenarnya dari
kaitan aliran kas bebas dan kepemilikan manajerial terhadap
kebijakan dividen)