• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Rangkuman Hasil Nilai IPK

Tabel 4.3 Rangkuman Data Hasil Nilai Prestasi Belajar (IPK) Pada Mahasiswa Tingkat I Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri

No. IPK Frekuensi Persentase

(%) No. IPK Frekuensi

Persentase (%) 1 2.33 1 1.28 15 3.17 8 10.3 2 2.50 1 1.28 16 3.21 2 2.56 3 2.54 2 2.56 17 3.25 2 2.56 4 2.71 1 1.28 18 3.29 8 10.3 5 2.75 1 1.28 19 3.33 3 3.84 6 2.79 1 1.28 20 3.38 3 3.84 7 2.83 5 6.41 21 3.42 3 3.84 8 2.88 2 2.56 22 3.46 3 3.84 9 2.92 5 6.41 23 3.50 4 5.12 10 2.96 1 1.28 24 3.54 3 3.84 11 3.00 3 3.84 25 3.63 4 5.12 12 3.04 2 2.56 26 3.67 1 1.28 13 3.08 6 7.69 27 3.71 1 1.28 14 3.14 1 1.28 28 3.83 1 1.28 Total 78 100% Rerata 3,18 Sumber : Data Sekunder Februari 2011

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 2,33, nilai tertinggi 3,83 dengan rata-rata (mean) IPK sebesar 3,18, median sebesar 3,17, modus sebesar 3,17 dan 3,29, dan standar deviasi sebesar 0,3056.

commit to user

D. UJI PRASYARAT ANALISIS

Uji prasyarat yang harus dipenuhi dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan linearitas data. Hasil perhitungan normalitas dapat dilihat pada tabel berikut:

1. Uji Normalitas

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Data Minat Belajar dan Pemanfaatan Perpustakaan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat I Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

Variabel Jumlah sampel Nilai Z Sig (2-tailed) Keterangan Minat Belajar Pemanfaatan Perpustakaan Prestasi Belajar 78 78 78 0,790 1,047 0,676 0,561 0,223 0,751 Normal Normal Normal

Berdasarkan tabel di atas, harga signifikasi hasil dibandingkan dengan α = 0,05 sehingga signifikasi (p > 0,05) dan berarti data berdistribusi normal. Harga signifikansi minat belajar, nilai p = 0,561 > 0,05, pemanfaatan perpustakaan mempunyai nilai p = 0,223 > 0,05 dan prestasi belajar mempunyai nilai p = 0,751 > 0,05 kesimpulannya data tersebut terdistribusi normal. Dilihat juga dari nilai Kolmogorov-Smirnov Z, nilai Zhitung dibandingkan harga Ztabel (1,960) adalah Zhitung < Ztabel yang semakin kecil nilai Zhitung berarti data semakin berdistribusi normal.

commit to user

2. Uji Linieritas

Tabel 4.5 Hasil Uji Linieritas Data Minat Belajar dan Pemanfaatan Perpustakaan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat I Program Studi DIII Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri

Variabel Jumlah sampel Nilai F Sig Minat Belajar dengan IPK

Pemanfaatan Perpustakaan dengan IPK 78 78 0,952 0,734 0,000 0,000

Berdasarkan tabel di atas, dilihat dari nilai Fhitungdibandingkan harga

Ftabel (3,118) adalah Fhitung < Ftabel yang berarti Ho diterima berarti data

linier. Minat belajar dengan IPK mempunyai nilai 0,952 < 3,118 dan pemanfaatan perpustakaan dengan IPK mempunyai nilai 0,734 < 3,118 kesimpulannya data tersebut linear. Pada kedua data tersebut juga didapatkan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 artinya terdapat hubungan yang linear.

E. ANALISIS DATA

Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik regresi berganda. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut:

commit to user

1. Koefisien KorelasiPearson(r)

Tabel 4.6. Hasil Uji Korelasi Pearson (r) Minat Belajar dan Pemanfaatan Perpustakaan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri

IPK Minat Belajar Pemanfaatan Pepustakaan Pearson Correlation IPK Minat Belajar Pemanfaatan Pepustakaan 1,000 0,674 0,449 0,674 1,000 0,293 0,449 0,293 1,000 Sig. (1-tailed) IPK

Minat Belajar Pemanfaatan Pepustakaan . 0,000 0,000 0,000 . 0,005 0,000 0,005 . N IPK Minat Belajar Pemanfaatan Pepustakaan 78 78 78 78 78 78 78 78 78

Berdasarkan tabel di atas, koefisien korelasi antara minat belajar dan IPK sebesar 0,674 yang mendekati 1 maka terdapat hubungan yang positif kuat. Sedangkan koefisien korelasi antara pemanfaatan perpustakaan dan IPK sebesar 0,449 maka terdapat hubungan positif sedang. Dilihat dari nilai signifikansi 0,000<0,05 artinya ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat I program studi kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri serta ada hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat I program studi kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

commit to user

2. AnalisisDeterminasi

Tabel 4.7. Hasil Analisis Determinasi Minat Belajar dan Pemanfaatan Perpustakaan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri

Model

r r

2 Adjusted

r

2

Std. Error of the estimate 1 0,723a 0,523 0,511 0,21385

Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka R square (R2) sebesar 0,523 atau 52,3%. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan berpengaruh sebesar 52,3% terhadap prestasi belajar sedangkan sisanya sebesar 47,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang diluar penelitian.

3. Hasil Anova (Uji F)

Tabel 4.8. Hasil Uji Anova Minat Belajar dan Pemanfaatan Perpustakaan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri

Model Sum of

Squares df

Mean

Square Fhitung Sig. 1 Regression Residual Total 3,766 3,430 7,195 2 75 77 1,883 0,046 41,172 0,000

Hasil yang didapat dari uji tersebut adalah Fhitung > Ftabel (41,172 >3,118) nilai signifikasi dalam tabel tersebut = 0,000, dimana sig < 0,05 artinya Ho ditolak maka ada hubungan antara minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat I program studi kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

commit to user

BAB V PEMBAHASAN

A. Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar

Berdasarkan pada perhitungan analisis data pada tabel 4.6 , nilai signifikansi hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar mempunyai nilai 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar. Nilai koefisien korelasi hubungan minat belajar dengan prestasi belajar sebesar 0,674 dimana hubungan tersebut merupakan hubungan positif yang kuat, Hubungan ini ditunjukkan dengan nilai positif artinya terdapat korelasi positif dan searah yang bermakna signifikan. Minat belajar memiliki koefisien korelasi yang lebih tinggi dibandingkan pemanfaatan perpustakaan karena terdapat beberapa faktor yang mendorong tumbuhnya minat itu sendiri yaitu objek belajar, metode pembelajaran, pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh pengajar, variasi mengajar, media

pembelajaran, fasilitas dan sumber belajar yang tersedia, dan lingkungan belajar.

Hasil ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Sri Winarni (2005) yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar di SMPN 4 Surakarta tahun akademik 2004/2005. Faktor prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor dalam yakni kondisi fisiologis atau jasmani dan psikologis yang meliputi: kecerdasan, bakat, minat, motivasi, emosi, dan kemampuan kognitif. Jika demikian minat belajar yang tinggi berpengaruh terhadap pembelajaran dan nantinya berdampak pada prestasi

commit to user

belajar yang baik sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan mampu meningkatkan sumber daya manusia yang akan berdampak pula pada kemajuan bangsa untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

B. Hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar Berdasarkan pada perhitungan analisis data pada tabel 4.6, nilai signifikansi hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar adalah 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar. Sedangkan hubungan pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,449 yang berarti hubungan positif sedang. Kenyataan bahwa jumlah mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar masih relatif sedikit, hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman akan manfaat atau nilai – nilai positif yang dapat diperoleh dari perpustakaan. Selain itu rendahnya budaya gemar membaca turut berpengaruh terhadap keinginan mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan, mahasiswa yang memiliki budaya gemar membaca yang tinggi maka akan memenuhi kebutuhan membacanya tersebut dengan datang ke perpustakaan. Padahal perpustakaan perguruan tinggi juga sering disebut sebagai jantungnya universitas, karena tanpa

perpustakaan tersebut maka proses pelaksanaan pembelajaran mungkin menjadi

kurang optimal (Sutarno,2006). Untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan, pihak perpustakaan harus meningkatkan pelayanannya, menambah literatur atau kepustakaan yang update serta

commit to user

mempromosikan perpustakaan, misalnya melalui website dengan menyuguhkan profil serta daftar kepustakaan yang dimiliki perpustakaan..

Studi yang dilakukan oleh Badriah (2008) juga menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pemanfaatan sarana belajar perpustakaan dengan prestasi belajar yang diraih mahasiswa program studi pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS tahun akademik 2007/2008. Berdasarkan penelitian ini pemanfaatan sarana belajar perpustakaan memiliki hubungan dengan prestasi belajar mahasiswa. Pemanfaatan sarana belajar yang optimal oleh mahasiswa akan lebih mendukung mahasiswa dalam memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Pemanfaatan perpustakaan merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar. Banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari perpustakaan sebagai sumber belajar mahasiswa. Mahasiswa bisa memanfaatkan manual library maupun electronic library. Hanya untuk sekedar membaca, meminjam buku, mencari literatur untuk karya ilmiah/skripsi, melakukan akses internet dengan adanya hot spot area

serta menggunakan jasa fotokopi (apabila ada). Hal-hal diatas diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran yang optimal sehingga diharapkan adanya peningkatan prestasi belajar.

C. Hubungan minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar

Berdasarkan pada perhitungan analisis data telah didapatkan hasil

Fhitung >Ftabel (41,172 >3,118) nilai signifikasi dalam tabel tersebut = 0,000,

commit to user

dan pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar (IPK). Sedangkan pada nilai tabel determinan menunjukkan bahwa minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan berpengaruh sebesar 52,3% terhadap prestasi belajar. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa variasi prestasi belajar mahasiswa ditentukan oleh minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan sebesar 52,3% sedangkan sisanya sebesar 47,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang diluar penelitian meliputi kondisi fisiologis atau jasmani, kecerdasan, bakat, motivasi, emosi, faktor lingkungan dan instrumental. Slameto (2003) mengemukakan bahwa faktor prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain: faktor dalam yakni kondisi fisiologis atau jasmani dan psikologis yang meliputi: kecerdasan bakat, minat, motivasi, emosi, dan kemampuan kognitif serta faktor luar yakni faktor lingkungan dan instrumental.

Tinggi rendahnya kecerdasan yang dimiliki seseorang sangat menentukan keberhasilannya dalam mencapai prestasi belajar, sedangkan bakat hanya bisa dikembangkan karena bakat merupakan kemampuan yang ada pada diri seseorang yang dibawanya sejak lahir, kemudian motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar, sehingga apabila mahasiswa memiliki motivasi yang baik dan kuat maka hal itu akan memperbesar usaha dan kegiatannya mencapai prestasi yang tinggi. Minat yang merupakan kecenderungan yang besar terhadap sesuatu, minat yang tinggi pada mata kuliah akan memberi dampak yang baik bagi prestasi belajar mahasiswa. Emosi, sebagaimana kita ketahui bahwa dalam proses belajar akan terbentuk suatu kepribadian tertentu misalnya mahasiswa yang

commit to user

emosional dalam belajar maka akan mudah putus asa. Kemampuan kognitif yaitu kemampuan berfikir yang dimilki mahasiswa yang berkaitan erat dengan ingatan dan berpikir mahasiswa, hal ini tentu saja sangat mempengaruhi prestasi belajarnya. Faktor lingkungan misalnya saja suhu, cuaca atau lingkungan keluarga yang berpengaruh langsung terhadap proses dan hasil belajar. Sedangkan faktor instrumental seperti kurikulum, program, sarana, dan tenaga pengajar yang merupakan faktor penting terhadap keberhasilan seorang siswa dalam belajar. Salah satunya adalah sarana, termasuk didalamnya penerangan, gedung, ventilasi yang baik dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Disamping itu alat-alat pelajaran, perpustakaan yang lengkap juga merupakan faktor pendukung akan keberhasilan belajar seorang mahasiswa.

Perhitungan analisis regresi ganda pada data variabel minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar mahasiswa didapatkan arah regresi b1 sebesar 0,021 dan b2 sebesar 0,010 sedangkan konstanta a sebesar 0,404. Dengan demikian bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan oleh y = a + b1.X1 + b2.X2, jadi y= 0,404+ 0,021.X1+ 0,010.X2. Dari persamaan regresi tersebut dapat diartikan bahwa bila suatu minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan masing-masing bertambah maka prestasi belajar juga akan bertambah sebesar konstanta 0,404. Sehingga hasil koefisien regresi ganda pada penelitian ini adalah apabila minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan semakin tinggi maka semakin baik pula prestasi

commit to user

belajarnya. Maka dari pembahasan ini telah diketahui kedua variabel tersebut diatas memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar peserta didik.

commit to user

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat I program studi kebidanan di STIKES Karya Husada Pare Kediri.

2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat I program studi kebidanan di STIKES Karya Husada Pare Kediri.

3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan dengan prestasi belajar serta minat belajar dan pemanfaatan perpustakaan memiliki pengaruh sebesar 52,3 % terhadap prestasi belajar mahasiswa tingkat I program studi kebidanan di STIKES Karya Husada Pare Kediri.

B. SARAN

1. Bagi Pendidik Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

Pendidik mampu memberikan dukungan dalam bentuk motivasi kepada mahasiswa agar menumbuhkan minat belajarnya sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajarnya berupa memberikan

commit to user

baik dan memberi bimbingan khusus pada mahasiswa yang mempunyai prestasi rendah.

2. Bagi Perpustakaan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

Perpustakaan STIKES Karya Husada Pare Kediri lebih meningkatkan pelayanannya dan menambah jumlah literatur atau pustaka yang up to date serta mempromosikan kelengkapan perpustakaan agar mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan semakin meningkat.

3. Bagi Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES Karya Husada Pare Kediri.

Mahasiswa harus mempertahankan minat belajar yang telah baik dan lebih meningkatkan minatnya yaitu pada adanya hasrat dan keinginan berhasil untuk mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik di akademik. Dengan minat belajar yang tinggi maka mahasiswa akan berusaha untuk mewujudkan keinginannya tersebut dengan lebih memanfaatkan sarana belajar yang ada.

4. Bagi Peneliti selanjutnya.

Diharapkan untuk mengkaji variabel lain yang mungkin belum diteliti yaitu variabel yang dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa seperti motivasi, tingkat kecerdasan, bakat dan kemampuan kognitifnya.

Dokumen terkait