• Tidak ada hasil yang ditemukan

Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik. (Pujawan, 2017)

Pada suatu supply chain biasanya ada 3 macam aliran yang harus dikelola.

Pertama, adalah aliran barang yang mengalir dari hulu ke hilir. Contohnya adalah bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik. Setelah produk selesai diproduksi, mereka dikirim ke distributor, lalu ke pengecer atau ritel, kemudian ke pemakai akhir. Yang kedua, adalah aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu. Yang ketiga, adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya. (Pujawan, 2017). Adapun simplikasi rantai pasok dapat dilihat pada Gambar 3.1. berikut ini.

Finansial : invoice, term pembayaran

Material : bahan baku, komponen, produk jadi Informasi : kapasitas, status pengiriman, quotation

Supplier

Gambar 3.1 Simplikasi Rantai Pasok dengan Tiga Aliran

3.3.1. Tujuan Utama Supply Chain

Perusahaan yang berada dalam supply chain pada intinya memuaskan konsumen dengan bekerja sama membuat produk yang murah, mengirimkan tepat waktu dan dengan kualitas yang bagus. Apabila mengacu pada sebuah perusahaan manufaktur, kegiatan-kegiatan utama yang masuk dalam klasifikasi SCM adalah :

a. Pengembangan Produk (Product Development)

Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk.

b. Pengadaan (Procurement)

Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan dengan supplier.

c. Perencanaan dan Pengendalian (Planning and Control)

III-6

Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan.

d. Produksi (Production)

Eksekusi produksi, dan pengendalian kualitas.

e. Distribusi (Distribution)

Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman, mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service level di tiap pusat distribusi.

3.3.2. Pentingnya Pengelolaan Aliran Informasi pada Supply Chain Management (SCM)

Informasi dalam jaringan rantai suplai mempunyai peran yang sangat signifikan dalam penentuan strategi jaringan rantai suplai, terutama digunakan untuk merencanakan jaringan rantai suplai di masa depan.

Sebuah informasi dapat memberikan pandangan yang luas bagi manajemen tentang hal-hal apa saja yang terjadi didalam jaringan rantai suplai perusahaan. Dengan informasi yang tepat, maka manajemen dapat memanfaatkan penggunaan fasilitas yang ada secara maksimal dan koordinasi pergerakan produk didalam jaringan rantai suplai. Sehingga, dengan informasi yang tepat, maka perusahaan dapat meningkatkan responsitifitas dan efisiensi secara bersamaan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melihat dimensi informasi terhadap strategi rantai perusahaan :

a. Menggunakan Strategi Push atau Pull.

Terdapat perbedaan penggunaan informasi pada strategi push dan pull didalam manjemen rantai suplai. Sistem Push dimulai dengan meramalkan kebutuhan produk yang digunakan sebagai dasar penjadwalan dalam memproduksi produk, penjadwalan pembelian barang ke suplier, berikut dengan jumlahnya dan jadwal pengiriman barang ke retailer. Sedangkan pada sistem pull, membutuhkan informasi terkait dengan permintaan produk secara nyata dan cepat, diseluruh jaringan rantai suplai, sehingga implementasi produksi dan distribusi produk benar-benar mencerminan permintaan secara akurat

b. Koordinasi dan Penyebaran Informasi.

Koordinasi didalam jaringan rantai suplai pada tiap-tiap bagian harus dilakukan dengan sangat baik, dalam rangka bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan rantai suplai beradasarkan informasi-informasi yang ada. Koordinasi yang lemah akan mengakibatkan kerugian yang besar pada jaringan rantai suplai. Untuk mencapai koordinasi yang baik, antar bagian harus saling memberikan informasi ke bagian lainnya, secara cepat dan akurat.

c. Perencanaan penjualan dan operasional.

Perencanaan penjualan dan operasional adalah sebuah proses pembuatan rantai suplai secara keseluruhan untuk memenuhi kebutuhan permintaan penjualan. Proses tersebut dimulai dari informasi terkait dengan berapa besar permintaan pasar terhadap sebuah produk.

III-8

Informasi tersebut lalu disebarluaskan kepada seluruh jaringan rantai suplai perusahaan. Tujuan utama dari Perencanaan penjualan dan operasional adalah terjadinya kesepakatan antara divisi penjualan, produksi dan persediaan barang dalam rangkan peningkatan keuntungan perusahaan.

d. Penggunaan Teknologi.

Mengingat pentingnya informasi yang akurat dan cepat dalam jaringan rantai suplai, maka penggunaan teknologi informasi, menjadi suatu hal yang tidak dapat dihindari lagi. Bagaimana mungkin data-data yang begitu besar dan kompleks pada jaringan rantai suplai dapat kita analisa dengan cepat dan akurat apabila dilakukan dengan manual. Saat ini, banyak sekali teknologi yang tersedia untuk mendukung manajemen rantai suplai, misalnya teknologi Electronic Data Interchange (EDI), Radio Frequency Identificatio (RFID), perangkat lunak Enterprise resource planning (ERP), Supply chain management (SCM) dan masih banyak lagi.

Beberapa hal yang harus diukur oleh manajemen terkait Informasi, yang secara langsung juga mempengaruhi performa rantai suplai, adalah :

a. Peramalan.

Digunakan untuk mengidentifikasi secara lanjut terkait pembuatan peramalan berdasarkan data-data yang terjadi secara nyata.

Peramalan ini harus dibuat lebih cepat dibandingkan waktu yang dibutuhkan dalam membuat keputusan, sehingga pengambilan keputusan dapat diambil berdasarkan peramalan yang dibuat berdasarkan data-data nyata.

b. Frekuensi pemutakhiran data.

Digunakan untuk menentukan berapa sering data-data diupdate untuk dilakukan peramalan. Keter-update-an data biasanya ditentukan dengan seberapa sering keputusan dibuat dalam jaringan rantai suplai. Data-data harusnya diupdate sebelum keputusan diambil, sehingga keputusan yang dibuat berdasarkan data-data yang update.

c. Kesalahan peramalan.

Digunakan untuk mengukur perbedaan antara peramalan dengan kenyataan yang terjadi. Kesalahan peramalan ini digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian rantai suplai dan ketidakpastian permintaan.

d. Faktor musiman.

Digunakan untuk mengukur rata-rata permintaan tiap-tiap waktu, apakah suatu musim itu berada di atas rata-rata (high season) atau di bawah rata-rata (low season) permintaan tahunan.

e. Variasi perencanaan.

Digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara yang direncanakan dengan kenyataannya.

Dokumen terkait