4.1 Kondisi Objek Wisata Air Terjun
Kecamatan Rantau Selatan merupakan salah satu daerah yang potensial untuk dikembangkan karena memiliki objek wisata alam yang menjadi salah satu modal dasar sebagai penunjang dalam pembangunan nasional. Salah satu objek wisata tersebut adalah air terjun.
Menurut ilmu pengetahuan, air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan atau perbukitan dimana erosi kerap terjadi di daerah tersebut. Dengan adanya perbukitan yang dinamakan Bukit Barisan, gugusan lereng Bukit Barisan ini menjadi alternatif sebagai lokasi objek wisata bagi warga kelurahan Labusona. Dari celah-celah bebatuan lereng Bukit Barisan ini mengalirlah air terjun kembar dengan ketinggian 40 meter.
Objek wisata air terjun ini cukup diminati warga mengingat pemandangan yang indah serta hawa yang sejuk. Di bahu jalan masih kerap terlihat alur air yang mengalir jernih anak sungai yang bebatuan. Tepat di bawah air terjun pertama, curamnya alur air seolah tumpah yang memperindah suasana bersantai dengan gemercik air. Kabut putih dari air
terjun yang hampir menutup didinding bebatuan menjadi pemandangan menarik ditingkahi kicauan berbagai unggas liar di sekitarnya.
Pengelolaan pemandian air panas ini belum secara profesional. Masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi dan masih banyak sarana dan prasarana yang harus dilengkapi, agar daerah ini lebih sering lagi dikunjungi oleh wisatawan lokal. Setiap pengunjung dikenakan biaya tiket masuk Rp.8000/ orang dan biaya parkir Rp.4000. Dikawasan wisata ini juga tersedia joglo-joglo di dekat air terjunnya. (
4.2 Fasilitas yang Tersedia
Fasilitas-fasilitas yang tersedia di suatu daerah objek wisata sangat mendukung daerah tersebut untuk dapat lebih menarik wisatawan untuk berkunjung ke area tersebut.demikian juga halnya dengan air terjun ini, di daerah ini disediakan fasilitas-fasilitas seperti :
a. Kamar Mandi dan Kolam Renang
Pengelola menyediakan kolam buatan khusus untuk orang dewasa jika ingin berenang. Sedangkan dibawah kucuran air terjun satunya terdapat bongkahan batu berukuran besar tempat menikmati suara kicauan unggas liar disekitarnya.
Namun masih banyak kelemahan dalam pengelolaan kamar mandi dan kolam renang nya, seperti masalah kebersihan, kenyamanan dalam penggunaan bak mandi (bentuk yang masih sederhana) dan kolam renang, serta kebersihan dan kenyamanan ruang ganti dan toilet.
33
b. Cafe
Bagi para pengunjung objek wisata pemandian air panas yang ingin bersantai sejenak disediakan cafe yang berada dekat dengan air terjun. Cafe ini dibuat menghadap ke air terjun dan kolam renang sehingga pengunjung bisa menikmati istirahat sambil menyaksikan orang-orang di kolam renang tersebut.
c. Rumah Makan
Di lokasi wisata air terjun ini juga tersedia rumah makan yang menyediakan makanan dan minuman bagi para pengunjung. Makanan yang disediakan juga sudah cukup memadai jenisnya.
d. Warung
Selain rumah makan dan cafe, di lokasi air terjun ini juga tersedia warung yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan kecil seperti sabun mandi, sikat gigi, shampo, pasta gigi, handuk dll.
e. Tempat Parkir
Fasilitas lapangan parkir juga disediakan oleh pengelola air terjun. Fasilitas parkir ini cukup luas karena jalan yang luas cukup untuk banyak kendaraan umum.
4.3 Prospek Air Terjun
Memiliki pandangan ke masa depan atau masa mendatang adalah salah satu hal yang terpenting, oleh sebab itu suatu daerah objek wisata harus
memiliki prospek bagi perkembangan daerah objek wisata tersebut. Adapun yang dimaksud dengan prospek itu adalah ‘suatu impian yang akan diwujudkan pada masa mendatang, atau merupakan pandangan ke masa depan’.
Objek Wisata Air Terjun juga memiliki prospek untuk menunjang kepariwisataan di Labuhan Batu. Pemerintah daerah setempat telah membuat rencana-rencana untuk mengembangkan objek wisata tersebut dan dalam rancangan pengembangan itu pemerintah daerah akan membenahi daerah objek wisata tersebut dan melengkapi prasarana dan sarananya. Tetapi rencana pembangunan itu tidak dapat dilaksanakan secara serentak, tetapi dengan cara bertahap karena pengembangan suatu kawasan wisata membutuhkan biaya yang besar.
Prospek air terjun dinilai cukup potensial untuk dikembangkan karena air yang dimiliki pemandian tersebut tidak akan habis-habisnya dan juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Hanya perlu perbaikan sarana dan prasaran dan juga pengembangan kegiatan wisata di lokasi objek wisata tersebut, maka lokasi dan daerah di sekitarnya akan maju dan berkembang.
4.4 Upaya-Upaya Pengembangan
Untuk meningkatkan kepariwisataan di Labuhan Batu, maka peranan masyarakat, pemerintah dan swasta sangat diperlukan. Untuk itu dilakukan upaya-upaya pengembangan dalam menunjang kepariwisataan di Labuhan
35
Batu khususnya di lokasi-lokasi air terjun dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Perlunya penataan lokasi air terjun seperti membuat variasi kolam, bak mandi dan meningkatkan kebersihan.
2. Menyediakan lapangan parkir yang memadai dengan penerangan serta pembuatan taman-taman sehingga wisatawan merasa betah untuk tinggal lebih lama.
3. Menambah fasilitas kamar mandi, ruang ganti dan toilet yang lebih baik keadaannya dan kebersihannya.
4. Membangun restoran yang menyediakan masakan-masakan asing dan juga masakan lokal.
5. Membangun toko-toko souvenir yang menjual barang-barang yang berciri khas Labuhan Batu.
6. Mengadakan atraksi seni agar wisatawan dapat menikmati kesenian daerah kota Rantauprapat.
7. Menyediakan guide (pemandu wisata lokal) untuk menerangkan situasi dan keadaan objek wisata di Labuhan Batu.
8. Melakukan promosi pariwisata yang dapat dilakukan melalui : a. Biro perjalanan wisata
b. Pembuatan brosur
c. Pembuatan artikel tentang pariwisata di Labuhan Batu, khusunya pemandian air panas.
d. Pembuatan artikel tentang pariwisata di Labuhan Batu, khususnya air terjun.
e. Poster pariwisata
f. Internasional Fair / Pameran Internasional
g. Pusat Pariwisata Internasional
Dengan adanya upaya-upaya pengembangan objek wisata air terjun seperti tersebut di atas, diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal bagi pengembangan daerah tujuan wisata khusunya di Kecamatan Rantau Selatan. Keberhasilan itu dapat tercapai dengan dukungan dari semua pihak yaitu masyarakat, pemerintah dan pihak swasta.
4.5 Kendala yang Dihadapi
Suatu hal yang lumrah jika dalam melakukan sesuatu kita menemukan kendala-kendala dalam mengelola suatu objek wisata dan daya tarik wisata. Berikut ini adalah gambaran beberapa kendala yang dihadapi oleh Dinas Pariwisata Labuhan Batu dalam upaya mengembangkan objek wisata pemandian air panas di Kecamatan Rantau Selatan :
1) Media promosi yang dipergunakan selama ini masih jauh dari sempurna, sehingga masyarakat luas termasuk biro perjalanan wisata belum memberi perhatian yang berarti dan belum menempatkan kepariwisataan di Labuhan Batu khususnya di air terjun sebagai objek kunjungan wisata
37
2) Hingga saat ini Labuhan Batu masih merupakan lintasan wisata, tetapi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata masih sangat sedikit dalam memberi kontribusi untuk menghidupkan pariwisata yang ada di daerah ini.
3) Kurangnya dana dalam rangka penataan objek wisata, mengingat banyaknya objek wisata yang ada.
4) Kurangnya ilmu pengetahuan masyarakat dalam bidang pariwisata. 5) Kurangnya aksesbilitas menuju objek wisata.
Meskipun kendala-kendala yang dihadapi pihak Dinas Pariwisata cukup banyak, namun mereka tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan biaya yang relatif sedikit. Serta bekerja sama dengan pihak swasta / pengusaha lokal yang sudah berhasil di tempat lain untuk tetap memperhatikan daerah kelahirannya masing-masing.
Diharapkan masyarakat saling membantu dan bekerja sama dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya masing-masing. Dimulai dari menjaga dan melestarikan objek wisata yang sudah ada, memperhatikan kebersihan dan menjaga keamanan daerah tersebut. Sehingga wisatawan yang datang akan merasa nyaman dan betah untuk tinggal lebih lama.
38 BAB V
P E N U T UP
Kesimpulan
1. Keanekaragaman budaya, sejarah dan panorama alam Indonesia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjadi salah satu sumber devisa non migas.
2. Kabupaten Labuhan Batu mempunyai kekayaan wisata yang belum dimanfaatkan secara optimal.
3. Salah satu daya tarik dan objek wisata yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan adalah air terjun yang terdapat di beberapa lokasi di Kecamatan Rantau Selatan.
4. Penataan dan pembangunan sarana dan prasarana yang memadai dan mengembangkan daya tarik wisata yang sudah ada akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah objek wisata tersebut.
5. Peran serta semua pihak (masyakat, pemerintah dan swasta dan swasta) dan pemanfaatan media dan teknologi yang ada, sangat diperlukan dalam pembinaan kepariwisataan demi berkembangnya suatu daerah tujuan wisata.