• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara simultan

Return On Asset

B. Analisis Korelasi Parsial

2) Pengaruh Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) Secara Parsial Terhadap Return saham

4.3.2 Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara simultan

terhadap return saham.

Pengujian secara simultan (bersamaan) bertujuan untuk membuktikan apakah Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia dengan rumusan hipotesis statistik sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis statistik

i = 1,2 Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia Ha1 : Ada i 0

i = 1,2

Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia.

b. Menentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi tersebut adalah sebesar α = 0,05 atau 5 % dengan

derajat kebebasan (k;n-k-1) df= 2;37. Pada tabel F untuk df1= 2, df2=37, maka diperoleh nilai Ftabel sebesar (3,252)

c. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel

Dengan bantuan software SPSS versi.18, diperoleh output untuk mendapatkan nilai dari Fhitung dapat dilihat pada table 4.12. Untuk menguji

hipotesis di atas digunakan statistik uji-F yang diperoleh melalui tabel anova seperti yang tertera pada tabel 4.12 di bawah ini

Tabel 4.12

Anova Untuk Uji Simultan (Uji F)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 124756.132 2 62378.066 15.122 .000a

Residual 152624.478 37 4124.986 Total 277380.610 39

a. Predictors: (Constant), roa, per b. Dependent Variable: return

Berdasarkan hasil pengolahan data seperti terlihat pada tabel 4.12 diatas diperoleh nilai Fhitung sebesar 15,122.

d. Pengambilan keputusan Hipotesis :

 Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak (signifikan)

 Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima (tidak signifikan)

Berdasarkan tabel anova di atas dapat dilihat nilai Fhitung hasil pengolahan

data sebesar 15,122 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 dan nilai ini menjadi statistik uji yang akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Dari tabel

F pada  = 0.05 dan derajat bebas (2;37) diperoleh nilai Ftabel sebesar 3,252. Karena Fhitung (15,122) lebih besar dari Ftabel (3,252) maka pada tingkat kekeliruan 5% (=0.05) diputuskan untuk menolak Ho1 sehingga

Ha1 diterima. Artinya dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan

bahwa Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia.

Gambar 4.6 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho F0,05(2;37)= 3,252 0 Fhitung= 15,122

Grafik Daerah penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Simultan

e. Kesimpulan

Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) memberikan kontribusi/pengaruh secara simultan sebesar 45% dan memiliki hubungan yang kuat/erat terhadap return saham. Selanjutnya, informasi mengenai Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) yang merupakan informasi fundamental perusahaan tersebut dapat digunakan secara bersama-sama oleh investor untuk memprediksi return saham Perusahaan Perbankan sehingga investor dapat menentukan keputusan menjual atau membeli saham dengan tepat. Sisanya pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti adalah sebesar 55%, yaitu merupakan pengaruh faktor lain diluar Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)), seperti faktor internal perusahaan yaitu kualitas dan reputasi manajemennya, struktur permodalannya, struktur hutang, dan sebagainya. Faktor kedua adalah menyangkut faktor eksternal seperti pengaruh kebijakan moneter dan fiskal, kondisi ekonomi yang berkaitan dengan indikator ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga Bank Indonesia, nilai tukar rupiah, kondisi politik suatu negara dan faktor lain diluar model. Ada makna Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) padat digunakan investor dalam estimasi return saham.

Penelitian ini menjawab fenomena bahwa PER dan ROA positif yang akan mempengaruhi return saham.

129

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) terhadap return saham pada sektor perbankan tahun 2006-2010 di Bursa Efek Indonesia dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Rata-rata Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) sektor perbankan di BEI periode 2006-2010 cukup tinggi. Sehingga dapat disimpulkan kondisi PER sektor perbankan sudah baik.. Hanya pada tahun 2008 harga saham mengalami penurunan yang sangat tajam dipicu terjadinya krisis global. Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) Bank Artha Graha Internasional merupakan yang paling tinggi, yaitu rata-rata sebesar 38.76 kali selama periode 2006-2010. Sebaliknya Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) Bank Bumi Arta Tbk merupakan yang paling rendah diantara bank tersebut, yaitu rata-rata hanya 5,00 kali selama periode tahun 2006-2010. Rata-rata Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) sektor perbankan di BEI periode 2006-2010 cenderung naik, memiliki pola pergerakan yang sama semenjak tahun 2007. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi ROA sudah baik. Rata-ratanya, Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) Bank Rakyat Indonesia merupakan yang paling tinggi, yaitu rata-rata sebesar 2,84% selama

periode 2006-2010. Sebaliknya Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) Bank Artha Graha International merupakan yang paling rendah diantara bank tersebut, yaitu rata-rata hanya 0,13% periode tahun 2006-2010. Rata- rata return saham pada perusahaan sektor perbankan di BEI periode 2006-2010 terus mengalami fluktuasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi return saham kurang baik. Banyaknya return saham yang bernilai negatif pada tahun 2008 hal ini disebabkan perubahan harga saham karena adanya krisis global dan ekonomi.

2. Secara parsial Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 44,1% memiliki hubungan yang kuat/erat terhadap return saham. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap return saham. Bermakna ROA tidak dapat di generalisasi pada populasi, tetapi hanya pada sampel saja, karena hanya memberikan pengaruh sebesar 2,25% memiliki hubungan yang sangat lemah/sangat rendah terhadap return saham. Tidak signifikan ini bisa dikarenakan sampel kurang dan nilai r nya terlalu kecil.

Secara simultan hasil pengujian menunjukan bahwa Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)) dan Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara bersamaan variable ini memberikan kontribusi/pengaruh sebesar 45% dan memiliki hubungan yang kuat/erat terhadap return saham. Sisanya sebesar

55% adalah pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti diluar kedua variabel bebas, seperti faktor internal perusahaan yaitu struktur permodalannya, struktur hutang, dan faktor eksternal seperti pengaruh kebijakan moneter dan fiskal, kondisi ekonomi yang berkaitan dengan indikator ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga Bank Indonesia, kondisi politik suatu negara.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijabarkan sebelumnya, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Rasio Pengembalian Aktiva (Return On Asset (ROA)) pada sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia pada umumnya cenderung cukup baik. Namun pada perkembangannya harus lebih memperhatikan asset yang dimiliki oleh perusahaan agar tingkat pengembalian dari asset tersebut dapat lebih bermanfaat bagi perusahaan dengan cara peningkatan perolehan laba dalam pemanfaatan aktivanya dan meminimalkan hutang perusahaan, sehingga dapat direspon positif oleh investor dan membuat investor lebih tertarik dalam menanamkan saham mereka.

2. Investor dapat mempergunakan informasi Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio (PER)), diharapkan akan membantu investor menentukan keputusan yang tepat dalam membeli, menahan ataupun menjual saham.

3. Mengingat variabel – variabel lain yang diduga dapat mempengaruhi return saham, penelitian berikutnya disarankan menambahkan variabel

independen lain, selain kedua variabel yang telah dilakukan dalam penelitian ini. Variabel yang dapat dimasukkan bisa dari faktor internal maupun eksternal perusahaan, misalnya kualitas dan reputasi manajemen, struktur permodalan, struktur hutang, kebijakan moneter dan fiskal, inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat bunga, dll, sehingga bisa lebih memberikan hasil yang menyeluruh yang dapat menjelaskan return saham pada suatu perusahaan.

130

Abdul Halim. 2003. Analisis Investasi , Edisi Pertama. Jakarta:Salemba Empat. Andi Supangat. 2007. Statistika. Bandung : Pustaka

Eduardus Tandelilin. 2010. Analisis Investasi dan Portofolio. Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE.

Egi Arvian. 2009. Analisis Return On Equity dan Price Earning Ratio (PER) terhadap Return Saham Sektor Pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Bandung : UPI.

Frank J Fabozzi. 2003. Manajemen Investasi. Jakarta:Salemba Empat.

Ghozali. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Yogyakarta:BP Universitas Diponegoro

Gujarati D. 2003. Basic Econometric. Forth Edition. Mc.Graw-Hill, International Edition.

Henry Simamora. 2000. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Hin, L. Thian. 2008. Panduan berinvestasi saham edisi terkini. Jakarta : PT Elex Media Komputindo

Husein Umar. 2003. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Husein Umar. 2011. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Cetakan ke-11. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Indonesian Capital Market Directory (ICMD)

Jogiyanto Hartono. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.

Jogiyanto Hartono. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kedua. Yogyakarta:BPFE.

Martono. 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Edisi Kedua. Yogyakarta: Ekonisia

Mochamad Nazir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Mohamad Samsul. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Jakarta: Erlangga

Mohamad Samsul. 2010. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Jakarta: Erlangga

Munawir. 2001. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

Prastowo Dwi, Yuliaty & Rifky. 2002. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Raja Grafindo Persada.

Ratna Prihantini, Se. 2009. Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, ROA, DER Dan CTerhadap Return Saham (Studi Kasus Saham Industri Real Estate And Property Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2003 –

2006). Tesis Magister Manajemen Universitas Diponegoro. Semarang. Singgih Santoso. 2001. SPSS versi 10.0 Mengolah Data Statistik Secara

Profesional. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo

Singgih Santoso. 2002. SPSS versi 10.0 Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo

Suad Husnan. 2002. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, edisi ketiga. Yogyakarta : UUP AMP YKPN.

Suad Husnan. 2004. Dasar-dasar Teori Fortofolio. Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Administrasi dilengkapi dengan Metode R&D. Edisi Revisi Cetakan ke-16. Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D edisi 8. Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV.

Michael Suharli. 2005. Studi Empiris terhadap Dua Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Industri Food & Beverages di Bursa Efek Jakarta. Thesis. Tidak dipublikasikan. Jakarta.

Taufik. 2005. Pengaruh Pendekatan Traditional Accounting Dan Economic Value Added terhadap Stock Return Perusahaan Sektor Perbankan di PT Terhodap Return Saham Pada Perusahaan Di Bursa Efek Jakarta: Studi Kasus Basic.

Umi Narimawati dkk. 2010. Penulisan Karya Ilmiah:Paduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir. Jakarta: Penerbit Genesis

Umi Narimawati. 2007. Teknik–teknik Analisis Multivariat untuk Riset Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

www.bapepam.go.id www.bi.go.id

www.okezone.com www.yahoofinance.com

185

Data Pribadi :

Nama Lengkap : Chania Sani Nama Panggilan : Nia

Nim : 21108186

Fakultas : Ekonomi

Program Studi : Akuntansi

Jenjang : Strata 1

Tempat dan tanggal lahir : Cimahi, 24 Desember 1989 Jenis Kelamin : Perempuan

Bangsa : Indonesia

Agama : Islam

Tempat tinggal sekarang : Jl. Lurah No. 113 Rt. 03/03 Kel. Karangmekar Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

TAHUN PENDIDIKAN TEMPAT

1993 – 1995 TK. Bunga Alami Cimahi

1996 – 2001 SD Negeri Kujang III Cimahi Cimahi 2001 – 2004 SLTP Negeri 9 Cimahi Cimahi 2004 – 2007 SMK PGRI 1 Cimahi Cimahi 2008 – 2012 Universitas Komputer

Indonesia