• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rasio PDRB UMKM Terhadap Total PDRB

Dalam dokumen PHP File Tree Demo BAB II (Halaman 167-175)

BAIK 6) Kantor Bersama SAMSAT Wlingi UPT

5. Rasio PDRB UMKM Terhadap Total PDRB

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan yang cukup signifikan terhadap perekonomian Jawa Timur, selain karena pelaku ekonominya adalah masyarakat lokal, kegiatan UMKM juga menggunakan bahan baku lokal, tenaga kerja yang dipakai juga tenaga kerja lokal dan hasil produksinya banyak dikonsumsi masyarakat. Selain itu, semakin banyak kegiatan UMKM yang produksinya berorientasi ekspor, sehingga dinamika UMKM mampu menggeliatkan perekonomian daerah.

Tabel 2.95

Rasio PDRB UMKM Terhadap Total PDRB Jawa Timur Tahun 2010 – 2012

No. Uraian 2010 2011 2012

1. Total PDRB adhb (Miliar Rp.) 778.564,24 884.502,65 1.001.720,88 2. PDRB UMKM adhb (Miliar Rp.) 418.991,36 480.640,47 545.765,74

Rasio (%) 53,82 54,34 54,48

Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur

Berbagai upaya telah ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mendorong berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah, diantaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan kewirausahaan, revitalisasi pasar tradisional dan sebagainya. Selama tahun 2010-2012, nilai tambah yang dihasilkan dari kegiatan UMKM terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp. 418.991,36 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp. 480.640,47 miliar pada tahun 2011, dan kembali meningkat pada tahun 2012 mencapai Rp. 545.765,74 miliar. Rasio PDRB UMKM terhadap total PDRB Jawa Timur Tahun 2012 mencapai 54,48 persen, meningkat dibanding tahun 2011 yang mencapai 54,34 persen.

6. MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia)

MP3EI merupakan langkah awal untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan termasuk 10 negara besar di dunia pada tahun 2025 dan 6 negara besar dunia pada tahun 2050 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 7%-8% per tahun secara berkelanjutan.

Tujuan dari pelaksanaan MP3EI adalah untuk

mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi melalui pengembangan 8 program utama yang meliputi sektor industri manufaktur, pertambangan, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi, dan pengembangan kawasan strategis nasional. Program percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan membutuhkan banyak modal. Salah satu sumber pendanaan yang diharapkan pemerintah adalah berasal dari luar negeri.

Sejak MP3EI diluncurkan sampai akhir Desember 2011, di Jawa Timur telah dilaksanakan sejumlah Proyek Peralatan Transportasi dan Permesinan dengan total Proyek 27 dengan investasi 48.355 Milyar. Jumlah proyek yang sudah groundbreaking 8 proyek dengan nilai investasi 16.073 Milyar. Sehingga progress jumlah Proyek groundbreaking sebesar 30% dan progress jumlah nilai investasi sebesar 33%. Sedangkan untuk Sektor Riil Perkapalan, total jumlah 3 Proyek dengan

Investasi 1.135 Milyar, jumlah proyek yang sudah groundbreaking 2 proyek dengan nilai Investasi 800 Milyar, sehingga progress jumlah groundbreaking sebesar 67% dan progress jumlah nilai Investasi sebesar 70%.

Jawa Timur sangat berpotensi besar untuk

mengakselerasi pertumbuhan ekonominya, hal ini didukung oleh 70 BUMN yang berada di Jawa Timur, yang terdiri dari : Sektor Agro Kimia berjumlah 14 BUMN, Sektor Jasa dan Infrastruktur berjumlah 26 BUMN, Sektor Perbankan dan Keuangan berjumlah 17 BUMN dan Sektor Pertambangan dan Energi berjumlah 3 BUMN.

Untuk Dapat Melihat Peluang Pembangunan Infrastuktur Transportasi Dibutuhkan Visi Yang Kuat dalam mencermati Kerangka Rencana Induk MP3EI pada tahun 2015 yang memasuki fase ke-2, yaitu memperkuat basis ekonomi dan investasi. Daftar proyek industri yang masuk list MP3EI di Jawa Timur :

Tabel 2.96

Proyek Sentra Produksi Pada Program Prioritas MP3EI Jawa Timur

No Proyek Sentra Produksi Kegiatan Ekonomi

Nilai Investasi Keterangan

1 Menambah kapasitas untuk pasokan gas di Jawa Timur dalam rangka memenuhi kebutuhan gas bagi industri- industri di Jawa Timur

Industri

2 Pengembangan industri bleaching earth (Gresik) GB.2012 selesai 2014

Industri USD 6 Jt

3 Proyek EPC Pabrik Asam Fosfat

Industri 1.900 M

4 (Gresik) PT Petrokimia Gresik (PKG) dengan JPMC Jordan GB 2012 selesai 2014

5 Pembangunan Galangan Kapal Industri 400 M

6 Pembangunan Pelabuhan Panarukan, Jatim Ditjen Hubla Kemenhub (Rp. 200 M) 2008 s.d. 2014 GB 2011 7 Pembangunan Rel KA Semarang – Bojonegoro – Surabaya 280 KM Ditjen Perkeretaapian (Rp. 6.433) 2011 s.d 2014 GB 2011 8 Pengembangan Adpel Probolinggo Kemenhub (Rp. 415 M) 2008 s.d 2014 GB.2011 9 Pembangunan Jalan Tol

Gempol – Pandaan (13,61 km) Pemegang Saham :

PT Margabumi Matraraya

- Rp. 1.167 T Progres Tanah 99,87%

Permasalahan : Terdapat 114 bidang tanah yang masih di Konsinyasi di

No Proyek Sentra Produksi Kegiatan Ekonomi

Nilai Investasi Keterangan

(20.57%), Perusda Pasuruan (25.42%), PT Entrada Utama (1.96%), PT Jasa Marga Tbk (52.05%)

PN Bangil. (Seksi 1) Proses tanah pengganti wakaf (Seksi1

10 Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto 36,27 KM Pemegang Saham :

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (55%), PT Moeladi (25%), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (20%) - Rp. 3,4 T Progres Tanah Seksi IA (Waru - Sepanjang), 2,30 Km : 99,35%, Seksi IB(Sepanjang - Western Ring Road), 4,30 Km : 17,41%, Seksi II (Western Ring Road - Driyorejo), 5,10 Km : 36,29%, Seksi III (Driyorejo - Krian), 6,10 Km : 50,22%, Seksi IV (Krian - Mojokerto), 18,47 Km : 64,99% 11 Pembangunan Water Conveyance Umbulan (Kapasitas 4000 ltr/s)

1900 2011 s.d 2014 Kendala berupa pola pengelolaan Provinsi dan Kabupaten serta peran serta SMI. 12 Pembangunan Jalan Tol

Kertosono – Mojokerto (41 Km) - Rp. 3,48 T Proggres Konstruksi Seksi I (SS Bandar – SS Jombang ) 49.74%, Seksi II (SS Jombang – SS Mojokerto) 32,65%, Seksi II (Jembatan Brantas) 23,08% Permasalahan Usulan perubahan/penambahan Bangunan Perlintasan Overpass/Box, Underpass yg belum tercover dalam desain pada Seksi 2 (Kedunglosari, dll), Usulan Perubahan Mekanisme Sistem Transaksi, terkait dengan BUJT Ngawi- Kertosono dan Surabaya- Mojokerto, Pembebasan Tanah

13 Pembangunan Jalan Tol Gempol – Pasuruan (34 Km) Pemegang Saham : PT Jasa Marga Tbk (80%) PT Jatim Margautama (20%) - Rp. 2,769 T Proggres Tanah Seksi I(Gempol - Rembang), 13,02 Km: 86,07% Seksi II(Rembang - Pasuruan), 7,59 Km: sosialisasi&inventarisasi Seksi III (Pasuruan - Grati), 11,39 Km: sosialisasi&inventarisasi Total: 35,86%

Permasalahan :  Belum tersedia

No Proyek Sentra Produksi Kegiatan Ekonomi

Nilai Investasi Keterangan

dengan lapang  Pengukuran bidang

yang salah sehingga pembayaran salah  Perubahan Overpass menjadi Underpass di beberapa desa karena menyebabkan banjir  Proses sewa menyewa tanah PT KA

14 Pembangunan Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo (31 Km).

Pemegang Saham :

PT Bukaka Teknik Utama (20%), PT Wahana Multi Insani (47.5%), PT Sembilan Benua Makmur (32.5%) - 2011 s.d 2014 Permasalahan : Persiapan Pengadaan Tanah (Pembentukan TPT)

15 Pembangunan Jalan Tol Waru (Aloha) – Wonokromo – Tanjung Perak (18 Km)

Pemegang Saham :

PT Dharma Surya Mandiri (73.87%),PT Tridaya Esta (4.95%),PT Elnusa (16.69%) PT Jasa Marga Tbk (2.45%),PT Lintas Expres Sedaya (1.02%), PT Duta Graha Indah Tbk (1.02%)

- Rp. 3.551 T Permasalahan :

Belum ada kesepakatan trase antara Pemerintah dengan Pemkot

Surabaya

16 Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang

1102 2011 s.d 2014 - 17 Pembangunan intake dan

saluran air baku Mojokerto (100 l/s)

- 2011 s.d 2014 -

18 Pembangunan intake dan saluran air baku Lamongan (200 l/s)

9,5 2011 s.d 2014 -

19 Pembangunan Bendungan Gerak Sembayat

360,5 2011 s.d 2014 -

Visi Nasional tahun 2025 ialah “Mengangkat Indonesia Menjadi Negara Maju dan Merupakan Kekuatan 12 Besar Dunia di Tahun 2025 dan 8 Besar Dunia Pada Tahun 2045 Melalui Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Jawa Timur dengan visi tahun 2025 “Pusat Agrobisnis (Industri) Terkemuka di Asia, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan Menuju Jawa Timur Makmur dan Berakhlak” masuk dalam Koridor Jawa dengan Tema “Pendorong Industri dan Jasa Nasional”.

No. PROGRAM PRIORITAS MP3EI JAWA TIMUR BUMN/Swasta UPAYA SOLUTIF 1. Pengembangan Cluster Industri Berbasis Tebu / Gula

 Produksi tebu sebesar 15.506.586 Ton

 Produktivitas tebu mencapai 6,32 ton/ hektar - Rendemen rata-rata 6,76 %

 Produksi gula sebanyak 1.048.735 ton

 Produksi gula Jawa Timur memberikan kontribusi 47 % terhadap produksi gula nasional

 Kebutuhan kosumsi gula masyarakat Jawa Timur sebesar 537.810 ton atau Jawa Timur surplus sebesar 510.925 ton

 Industri Gula di Jawa Timur Estimasi Biaya : 4 Trilyun

PTPN X dan PTPN XI BUMN PERBANKAN DUNIA USAHA / SWASTA BUMN LAINNYA

Revitalisasi Pabrik Gula melalui Peremajaan Mesin Produksi

2. Pengembangan Cluster Industri Perkapalan

 Mendirikan Perusahaan Industri Galangan Kapal di Kabupaten Tuban dan Lamongan

Estimasi Biaya : 1,5 Trilyun

PT. PELINDO III KLASTER INDUSTRI PERKAPALAN SURABAYA (KIKAS) NATIONAL SHIP DESIGN & ENGINEERING CENTER (NASDEC) BUMN PERBANKAN DUNIA USAHA/SWASTA BUMN LAINNYA

Pembangunan Perusahaan Galangan Kapal

Jawa Timur sangat berpotensi besar untuk

mengakselerasi pertumbuhan ekonominya, hal ini didukung oleh 70 BUMN yang berada di Jawa Timur, yang terdiri dari : Sektor Agro Kimia berjumlah 14 BUMN, Sektor Jasa dan Infrastruktur berjumlah 26 BUMN, Sektor Perbankan dan Keuangan berjumlah 17 BUMN dan Sektor Pertambangan dan Energi berjumlah 3 BUMN.

Koridor Ekonomi Jawa sebagai Pendorong Industri dan Jasa Nasional, mampu memberikan sumbangan yang besar bagi nasional untuk mencapai Visi Negara Indonesia menjadi negara terkuat ke 12 dunia pada tahun 2025.

Tabel 2.97

Program Prioritas MP3EI Jawa Timur Gambar 2.39

3. Pengembangan Cluster Industri Perhiasan

 Pertumbuhan industri perhiasan di Jawa Timur sebanyak 1.519 IKM

 Pembangunan Perusahaan Perhiasan Estimasi Biaya : 1, 5 Trilyun

- PERUSAHAAN INDUSTRI PERHIASAN - DEWAN EMAS DUNIA - ASOSIASI PERHIASAN EMAS DAN PERMATA INDONESIA (APEPI) - BUMN PERBANKAN - DUNIA USAHA/SWAST - BUMN LAINNYA

Pembangunan Cluster Industri Perhiasan

4. Pengembangan Cluster Industri Otomotif •PT. INKA MADIUN

•BUMN PERBANKAN

•DUNIA USAHA/SWAST

•BUMN LAINNYA

Pendirian Perusahaan Produk Produk Supprting Industries Yang Terstandard

a. Master Plan Klaster Industri Migas dan Kondensat

Jawa Timur memiliki 126 industri berbasis petrokimia yang berada di 10 Kabupaten/kota, yang terdiri dari 7 Industri Hulu, 26 Industri Antara dan 96 Industri Hilir. Dengan jumlah industry berbasis petrokimia yang relatif besar, dibutuhkan Pasokan Gas dan Refinery dengan rincian pasokan gas sebesar 488 MMSCFD, sedangkan kebutuhan gas sebesar 893 MMSCFD, sehingga masih kekurangan 405 MMSCFD.

Tabel 2.98

Master Plan Kluster Industri

Wilayah Potensi Permasalahan Upaya Solutif

Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Ngawi

Pupuk, Holcin, Semen Gresik, Etanol dan turunanya, industri perikanan, industri baja, Docking kapal, dan Migas

Terjadi Lack Investasi

 UU Investasi, Sering Kontra Produktif Dengan Keinginan Daerah ( Golden Share, PI )

 Pola Hubungan Yang Semula B to B, menjadi B to G

 Revisi Kerangka Regulasi Investasi;

 Membangun Industri Hilir ( Baja, Dock Kapal, Migas, Dll ) Untuk Mencukupi Kebutuhan Intenal maupun Ekspor

Mojokerto dan Jombang Panas Bumi, Industri Kertas, Industri Asam Amino, Industri Tebu, Pabrik Gula

 Industri Tabu “ Peralatan

Kuno “  dan Bidang Budidaya Tebu Revitalisasi Pabrik Gula

( On Farm )

Nganjuk, Madiun, Ponorogo , Trenggalek dan Pacitan

Panas Bumi, Industri Berbasis Perikanan, Perkebunan dan Pertanian

 Ketergantungan Bahan Baku Import Casseva, dan Jagung,

Membanggun Industri Casava dan Pabrik Jagung

Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan dan Gresik

Kawasan Industi Sedayu,, Industrik Perinakan dan Kelautan

 SDM dan Peralatan Masih Tradisional

 Alih Teknoligi Sangat Mahan

 Pembangunan Alih Teknlogi dan Infrastruktur Penunjang

 Perlu Kebijakan Strategis Dalam Fasilitasi Daerah Pesisir

Gambar 2.40

Master Plan Kluster Industri

b. Master Plan Klaster Industri Makanan dan Minuman

Industri Gula dengan total pabrik gula yang berdiri di Jawa Timur sebanyak 31 pabrik atau 43,66 % dari total 71 pabrik gula di Indonesia.Ketersediaan gula sampai dengan Agustus 2010 adalah sebesar 296.536 ton dan tambahan produksi bulan September 2010 sebesar 217.070 ton, sedangkan konsumsi gula sebesar 28.317 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 485.289 ton.

c. Master Plan Klaster Industri Perkapalan

Jumlah industri menengah-besar perkapalan di Jawa Timur berjumlah 27 unit usaha dengan kapasitas terpasang 170.000 GT atau setara 255.000 DWT (±30% dari kapasitas terpasang nasional). Adapun industry perbaikan kapal berjumlah 2 unit folating dock, 15 unit dry dock dan 3 unit slipway. Jumlah industry kecil menengah kapal rakyat berjumlah 52 perusahaan yang tersebar di 11 kabupaten (meningkat 33% dari tahun 2009 yang berjumlah 39 perusahaan).

Sejak MP3EI diluncurkan sampai akhir Desember 2011, di Jawa Timur telah dilaksanakan sejumlah Proyek Peralatan Transportasi dan Permesinan dengan total Proyek 27 dengan investasi 48.355 Milyar. Jumlah proyek yang sudah groundbreaking 8 proyek dengan nilai investasi 16.073 Milyar. Sehingga progress jumlah Proyek groundbreaking sebesar 30% dan progress jumlah nilai investasi sebesar 33%. Sedangkan untuk Sektor Riil Perkapalan, total jumlah 3 Proyek dengan Investasi 1.135 Milyar, jumlah proyek yang

sudah groundbreaking 2 proyek dengan nilai Investasi 800 Milyar, sehingga progress jumlah groundbreaking sebesar 67% dan progress jumlah nilai Investasi sebesar 70%.

Dibutuhkan Visi Yang Kuat Untuk Dapat Melihat Peluang Pembangunan Infrastuktur Transportasi dari Kerangka Rencana Induk MP3EI pada tahun 2015 yang memasuki fase ke-2, yaitu memperkuat basis ekonomi dan investasi.

Dalam dokumen PHP File Tree Demo BAB II (Halaman 167-175)