• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rata-rata Biji Berkecambah dengan Pengaruh Lama Perendaman Air

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Rata-rata Biji Berkecambah dengan Pengaruh Lama Perendaman Air

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Rata-rata perkecambahan biji kemiri terhadap pengaruh lama perendaman air yang dilakukan selama 1 bulan, dengan perlakuan perendaman Asam Sulfat (H2SO4) selama 30 menit tanpa perendaman Air (Kontrol) menunjukan nilai rata-rata 0,17 biji berkecambah dari 150 biji kemiri yang disemaikan, perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) dengan perlakuan perendaman Air selama 3 hari menunjukan nilai rata-rata 2,67 biji berkecambah dari 150 biji kemiri yang disemaikan, perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) dengan perlakuan perendaman air selama 4 hari menunjukan nilai rata-rata 6,22 biji berkecambah dari 150 biji kemiri yang disemaikan, perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) dengan perlakuan perendaman air selama 5 hari menunjukan nilai rata-rata 4,17 biji berkecambah dari 150 biji kemiri yang disemaikan . Jumlah rata-rata dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jumlah rata-rata berkecambah pada pengaruh lama perendaman Air

Perlakuan Total berkecambah (Biji)

Rata-rata (biji per 6 minggu)

Kontrol 3 0,17

3 hari 48 2,67

4 hari 112 6,22

5 hari 75 4,17

24 Gambar 1. Rata-rata perkecambahan pada pengaruh lama perendaman Air

Pada Gambar 1. Menunjukkan bahwa jumlah rata-rata terendah yaitu 0,17 kecambah kemiri pada perlakuan perendaman Asam Sulfat selama 30 menit tanpa perendaman air dan jumlah rata-rata tertinggi yaitu 6,22 kecambah kemiri pada perlakuan perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) dengan lama perendaman Air selama 4 hari. Hasil ini diakibatkan pengaruh Asam Sulfat yang membuat cangkang pada kemiri melunak sehinggga air mudah masuk kedalam embrio biji sehingga terjadi proses perkecambahan, perendaman dengan waktu yang kurang lama belum mampu memecahkan dormansi biji kemiri.

Hal ini pun sesuai dengan pernyataan Mali’ah (2014), menyatakan bahwa perendaman melakukan asam sulfat (H2SO4) selama 1 sampai 10 menit tidak berpengaruh terhadap permatahan dormansi beinih, sedangkan perendaman selama 60 menit atau lebih dapat menyebabkan kerusakan pada benih secara umum. 0.17 2.67 6.22 4.17 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00

Kontrol 3 hari 4 hari 5 hari

Ju m la h k e c a m b a h Lama Perendaman

Rata-rata perkecambahan pada pengaruh lama perendaman Air

25 Namun jumlah kemiri yang berkecambah belum terlalu banyak jika dengan lama persemain hanya 1 bulan hal itu dapat dilihat dari jumlah perkecambahan menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) pada Tabel 2.

Tabel 2. Jumlah Kecambah pada pengaruh lama perendaman air Perlakuan Ulangan Total 1 2 3 Kontrol 0,33 0,17 0,00 0,50 3 Hari 2,50 3,33 2,17 8,00 4 Hari 6,17 4,67 7,83 18,67 5 Hari 4,50 4,17 3,83 12,50 Total 13,50 12,33 13,83 39,67

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2019

Hasil perhitungan disajikan kedalam analisis sidik ragam untuk mengetahui adanya pengaruh nyata atau tidak nyata, pada Tabel 3:

Tabel 3. Analisis Sidik Ragam Perlakuan pengaruh lama perendaman air

SK D b JK KT F hit F tabel 5% 1% Perlakuan 3 58,52 19,50 25,93 ** 4,07 7,59 Galat 8 6,01 0,75 Total 11 64,54

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2019

Keterangan : ** = berpengaruh sangat nyata

Berdasarkan Tabel 3. Analisis sidik ragam untuk mengetahui adanya pengaruh nyata atau tidak nyata perlakuan terhadap kecambah kemiri, dapat dilihat dari derajat bebas perlakuan 3, dan derajat bebas galat 8, maka diperoleh

26 F.Tabel 5 % dengan nilai 4,07 dan F.Tabel 1 % dengan nilai 7,59 dan F.Hitung 25,93 sehingga sumber keragaman perlakuan menunjukkan adanya pengaruh sangat nyata terhadap jumlah kecambah Kemiri (F.Hit perlakuan > F.Tabel 5% dan 1%).

Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah kecambah tetapi penggunaan asam sulfat sudah mampu memecahkan dormansi walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk disemaikan.

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam tabel Anova diketahui bahwa nilai F. hitung lebih besar dari F. tabel sehingga perlu dilakukan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ).

Tabel 4. Uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 5% Perlakuan Rata-rata BNJ 5% Rata-rata+BNJ Simbol Kontrol 0,17 2,265 2,435 a 3 hari 2,67 2,265 4,935 b 4 hari 6,22 2,265 8,485 b 5 hari 4,17 2,265 6,435 b

Sumber: data primer, setelah diolah 2019

Berdasarkan Tabel.4 hasil uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 5% Dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pengaruhnya. Dari hasil pengujian diatas, perlakuan perendaman 3 hari, 4 hari, 5 hari memiliki symbol yang sama yang artinya tidak berbeda nyata pengaruhnya, sedangkan perlakuan kontrol berbeda nyata dengan perlakuan lainya.

27 Untuk menentukan perlakuan mana yang terbaik, dilihat dari perlakuan mana yang nilai ratanya tertinggi. dalam hal ini perlakuan yang nilai rata-ratanya tertinggi adalah perendaman 4 hari dengan nilai rata-rata 6,22.

Tabel 5. Uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 1%

Perlakuan Rata-rata BNJ 1% Rata-rata+BNJ Simbol

Kontrol 0,17 3,1 3,27 a

3 hari 2,67 3,1 5,77 ab

4 hari 6,22 3,1 9,32 c

5 hari 4,17 3,1 7,27 bc

Sumber: data primer, setelah diolah 2019

Berdasarkan Tabel.5 hasil uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 1% dapat disimpulkan bahwa perlakuan Kontrol dan perendaman 3 hari berbeda nyata karena memiliki symbol yang beda, sedangkan perendaman ,4 hari, dan 5 hari diikuti dengan simbol yang sama yaitu “c” dinyatakan tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut BNJ 1%.

Maka untuk menentukan perlakuan mana yang terbaik dapat dilihat dari perlakuan mana yang nilai rata-ratanya tertinggi. dalam hal ini perlakuan yang nilai rata-ratanya tertinggi adalah perendaman 4 hari dengan nilai rata-rata 6,22. 5.2. Persentase Biji Berkecambah Dengan pengaruh lama perendaman Air

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan persentase perkecambahan biji kemiri yang dilakukan selama 1 bulan, perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) selama 30 menit tanpa perendaman Air (Kontrol) dengan perendaman menunjukan rata-rata persentase berkecambah 2,66%, perendaman menggunakan

28 Asam Sulfat (H2SO4) dengan perlakuan perendaman Air selama 3 hari mempunyai rata-rata persentase berkecambah 32%, perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) dengan perlakuan perendaman Air selama 4 hari mempunyai rata-rata persentase berkecambah 74,66%, perendaman menggunakan Asam Sulfat (H2SO4) dengan perlakuan perendaman Air selama 5 hari mempunyai rata-rata persentase berkecambah 50% Jumlah rata-rata persentase dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Jumlah persentase Rata-rata berkecambah pada perlakuan lama perendaman Air

Perlakuan Total Biji

Total Berkecambah (Biji) Persentase Perkecambahan Kontrol 150 3 2,66% 3 hari 150 48 32% 4 hari 150 112 74% 5 hari 150 75 50%

Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2019

Gambar 2. Rata-rata persentase perkecambahan pada pengaruh lama perendaman Air 2,66% 32% 74,66% 50% 0 2 4 6 8 10 12 14

Kontrol 3HARI 4HARI 5HARI

Lama Perendaman

Rata-rata persentase perkecambahan pada pengaruh lama perendaman Air

29 Pada Gambar 2. Dapat dilihat jumlah persentase perkecambahan menggunakan metode perendaman Asam Sulfat terendah yaitu 2,66% kecambah kemiri pada perlakuan perendaman menggunakan Asam Sulfat selama 30 tanpa perendaman air (Kontrol) sedangkan jumlah rata-rata tertinggi yaitu 74,66% kecambah kemiri dengan lama perendaman 4 hari.

Berdasarkan Gambar diatas menujukkan bahwa persentase kecambah masih rendah hal ini bisa jadi diakibatkan oleh lingkungan tempat persemaian biji kemiri. Menurut Nurwardani (2008) perkecambahan akan terjadi Jika suatu biji tanaman di tempatkan pada lingkungan yang menunjang dan memadai. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Waktu persemaian juga bisa mengakibatkan persentase perkecambahan lebih rendah.

Jika biji kemiri langsung ditanam tanpa disemaikan terlebih dahulu maka biji kemiri baru akan berkecambah sekitar 4-6 bulan dengan maksimal persentase kecambah 50% sedangkan biji kemiri yang disemaikan terlebih dahulu akan berkecambah sekitar 1-2 bulan dengan persentase kecambah 75%. Selain itu faktor utama yang menyebabkan rendahnya kecambah adalah ketebalan kulit kemiri semakin tebal kulit kemiri maka akan semakin lama pula proses kecambah terjadi.

30

VI. PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :

1. Rata-rata perkecembahan biji kemiri dengan pengaruh lama perendaman air menggunakan metode perendaman asam sulfat (H2SO4) dapat menunjukan bahwa nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan lama perendaman air selama 4 hari dengan nilai 6,22 biji berkecambah sedangkan nilai rata-rata terendah pada perlakuan perendaman asam sulfat (H2SO4) selama 30 menit tanpa perendaman air (Kontrol) dengan nilai 0.17 biji berkecambah.

2. Persentase perkecambahan biji kemiri dengan pengaruh lama perendaman air menggunakan perendaman asam sulfat (H2SO4) menunjukan bahwa nilai persentase perkecambahan teringgi pada perlakuan perendaman asam sulfat dan air selama 4 hari dengan nilai 74,66% biji berkecambah dan nilai persentase terendah pada perlakuan perendaman asam sulfat (H2SO4) selama 30 menit tanpa perendaman air (Kontrol) dengan nilai 2,66% biji berkecambah.

6.2. Saran

Metode perendaman diatas belum mampu menghasilkan jumlah kecambah kemiri dengan persentase yang tinggi untuk itu diperlukan penelitian yang lebih lanjut terkait lama perendaman atau kadar bahan kimia.

31

Dokumen terkait