• Tidak ada hasil yang ditemukan

CAPAIAN DAN TANTANGAN

3.1.2. Rata-rata Lama Sekolah (MYS)

Indikator pendidikan lain yang merupakan komponen IPM adalah rata-rata lama sekolah. Selama periode 2005-2013, rata-rata lama sekolah tertinggi dalam kurun waktu 2005-2013 terjadi di Kota Batam, nilainya diatas rata-rata lama sekolah Provinsi Kepulauan Riau dan rata-rata lama sekolah nasional. Selama kurun waktu 2005-2013, rata-rata lama sekolah di Kota Batam terus mengalami peningkatan dari 10,65 tahun meningkat menjadi 10,90 tahun pada 2013, yang artinya rata-rata lama sekolah di Kota Batam setara SLTA kelas 2. Berikutnya Kota Tanjungpinang dengan rata-rata lama sekolah pada tahun 2005 adalah 9,20 tahun, dan terus meningkat pada tahun 2012 menjadi 10,18 tahun. Pada Kota ini rata-rata mengenyam pendidikan selama 10 tahun yang berarti setara SLTA kelas 1.

Sumber : Susenas, 2005-2013

Tabel 3.3.

Perbandingan Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2005-2013 (Persen)

Provinsi 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Karimun 7.80 7.80 7.80 7.80 7.81 8.09 8.14 8.16 8.22 Bintan 7.28 7.70 7.95 7,95 8.00 8.63 8.91 8.95 9.01 Natuna 6.70 6.90 6.90 6.90 6.93 7.17 7.64 7.78 7.94 Lingga 7.10 7.20 7.20 7.20 7.22 7.23 7.24 7.27 7.31 Kep. Anambas - - - 5.25 5.35 5.98 6.38 6.67 6.68 Batam 10.40 10.65 10.70 10.70 10.71 10.77 10.78 10.84 10.90 Tanjungpinang 9.20 9.20 9.20 9.20 9.24 9.42 9.68 10.18 10.18 KEPRI 8.10 8.40 8.94 8.94 8.96 9.16 9.73 9.81 9.91

KAJIAN DAN ANALIS SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KEPRI 2005-2013 43 Berikutnya Kabupaten Bintan dengan rata-rata lama sekolah pada tahun 2005 sebesar 7,28 tahun dan meningkat pada tahun 2013 menjadi 9,01 tahun, dengan kata lain di Kabupaten Bintan rata-rata lama sekolah pada tahun 2013 setara dengan SLTP kelas 3. Kabupaten Karimun rata-rata lama sekolah pada tahun 2005 selama 7,80 tahun terus naik pada tahun 2013 menjadi 8,22 tahun yang artinya di Kabupaten Karimun rata-rata mengenyam pendidikan selama 8 tahun yang artinya setara dengan SLTP kelas 2. Kabupaten Natuna pada tahun 2005 rata-rata lama sekolah 6,70 tahun dan meningkat pada tahun 2013menjadi 7,94 tahun dengan kata lain setara dengan SLTP kelas 2. Kabupaten Lingga rata-rata lama sekolah sepanjang tahun 2005-2013 dari 7,10 tahun terus naik menjadi 7,31 tahun di 2013, dengan kata lain setara dengan SLTP kelas 1. Untuk Kabupaten Lingga selama kurun waktu 2005-2013 terjadi kenaikan rata-rata lama sekolah hanya 0,31 tahun, hal ini menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk.

Terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas dengan rata-rata lama sekolah 5,25 tahun pada tahun 2008 meningkat menjadi 6,68 tahun pada tahun 2013, artinya pada tahun 2005 rata-rata lama sekolah setara dengan SD kelas 5 namun terus meningkat pada tahun 2013 menjadi rata-rata lama sekolah setara dengan SLTP kelas 1. Secara keseluruhan Provinsi Kepulauan Riau selama kurun waktu 2005-2013 terus mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2005 rata-rata lama sekolah di Provinsi Kepulauan Riau 8,10 tahun terus meningkat pada tahun 2013 menjadi 9,91 tahun dengan kata lain secara umum di Provinsi Kepulauan Riau rata-rata lama sekolah setara dengan SLTA kelas 1.Sama halnya dengan Kabupaten Lingga dan Kabupaten Anambas, memiliki rata-rata lama sekolah yang relative sangat rendah sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk terus memacu

KAJIAN DAN ANALIS SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KEPRI 2005-2013 44 penduduknya untuk terus bersekolah dan pemerintah juga harus melengkapi fasilitas penunjang pendidikan.

Sumber : Susenas, 2005-2013

Untuk Rata-rata Lama Sekolah (MYS) Provinsi Kepulauan Riau jika kita hitung reduksi shortfall-nya (lihat gambar 3.6), semakin tinggi kecepatan peningkatan MYS Provinsi Kepulauan Riau, semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai MYS yang ideal karena reduksi shortfall merupakan gambaran laju perkembangan AMH yang ideal untuk mencapai nilai idealnya yaitu 15. Dengan kata lain, reduksi shortfall menunjukkan perbandingan antara capaian yang telah ditempuh dengan capaian yang harus ditempuh untuk mencapai angka ideal. Untuk MYS, kecepatan Provinsi Kepulauan Riau untuk mencapai angka yang ideal selama periode waktu tiga tahunan sempat mengalami perlambatan di periode tahun 2007-2010, namun Provinsi Kepulauan Riau kembali mengejar ketertinggalannya di tahun 2010-2013 dengan reduksi shortfall12,84 persen.

Perbandingan Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2005-2013 (Persen)

Karimun Bintan Natuna Lingga

Kep. Anambas Batam Tanjungpinang KEPRI

KAJIAN DAN ANALIS SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KEPRI 2005-2013 45 Sumber : Susenas, 2005-2013

Sumber : Susenas 2005-2013

Dilihat secara spasial, kecepatan kabupaten/kota untuk mencapai angka MYS yang ideal selama periode waktu tiga tahunan, yaitu tahun 2004-2007, 2007-2010 dan 2010-2013 terus mengalami percepatan (Gambar 3.7). Hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau yang mengalami percepatan untuk menuju MYS yang ideal.

Kota Tanjungpinang dengan reduksi shortfall tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Kepulauan Riau

13.30

2004-2007 2007-2010 2010-2013

Persen

Gambar 3.6.

Reduksi Shortfall MYS Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2005-2013 (Persen)

2004-2007 2007-2010 2010-2013

Gambar 3.7.

Reduksi Shortfall MYS Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2005-2013 (Persen)

Karimun Bintan Natuna Lingga

Kep. Anambas * Batam Tanjungpinang

KAJIAN DAN ANALIS SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KEPRI 2005-2013 46 meskipun pada kurun waktu 2007-2010 sempat mengalami perlambatan dalam mencapai angka MYS yang ideal.

Kabupaten Bintan pada kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami perlambatan pergerakan menuju ke MYS yang ideal, hal ini tentu saja membutuhkan peran ekstra pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Riau umumnya dan pemerintah Kabupaten Bintan pada khususnya untuk terus memajukan pendidikan di kabupaten ini agar tingkat pendidikan di Kabupaten ini tidak mengalami ketertinggalan jika dibandingkan dengan kabupaten/kota yang lain. Sedangkan Kota Tanjungpinang terus mengalami percepatan MYS selama kurun waktu 2005-2013.

Sumber : Susenas, 2005-2013

Pada tahun 2013, rata-rata lama sekolah Provinsi Kepulauan Riau yang tertinggi jika dibandingkan dengan Provinsi lain se-Sumatera dengan rata-rata lama sekolah 9,91 tahun setara dengan kelas 1 SLTA. Rata-rata lama sekolah Provinsi Kepulauan Riau diatas nasional. Berikutnya Provinsi Sumatera Utara dimana pada tahun 2013, rata-rata lama sekolah 9,13 tahun setara dengan lulus SMP. Pada posisi

Tabel 3.4.

Perbandingan Rata-rata Lama Sekolah Provinsi se Sumatera dan Indonesia Tahun 2005-2013 (Persen)

KAJIAN DAN ANALIS SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KEPRI 2005-2013 47 berikutnya adalah Provinsi Aceh dengan rata-rata lama sekolah tahun 2013selama 9,02 tahun, Provinsi Riau dengan rata-rata lama sekolah selama 8,78 tahun, Provinsi Sumatera Barat 8,63 tahun dan Provinsi Bengkulu selama 8,55 tahun.

Provinsi dengan rata-rata lama sekolah menduduki peringkat empat terbawah di wilayah Sumatera adalah Jambi, Sumatera Selatan, Lampung dan Bangka Belitung dengan masing-masing rata-rata lama sekolah pada tahun 2013 adalah 8,32 tahun, 8,04 tahun, 7,89 tahun dan 7,73 tahun.

Sumber : Susenas, 2005-2013

Berdasarkan capaian rata-rata lama sekolah dikaitkan dengan target yang diusulkan oleh United Nation for Development Programs, maka rata-rata pendidikan penduduk di Provinsi se-Sumatera relatif tertinggal. Masih perlu kerja keras pemerintah untuk mengejar ketertinggalan sampai batas minimal pendidikan yang diusulkan UNDP (15 tahun atau setara sekolah menengah). Perlunya komitmen pemerintah dan kesadaran masyarakat akan pentingnya bersekolah perlu terus

0

Perbandingan Rata-rata Lama Sekolah

Provinsi se Sumatera dan Nasional Tahun 2005-2013 (Persen)

NAD Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel

Bengkulu Lampung Babel Kepri Indonesia

KAJIAN DAN ANALIS SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KEPRI 2005-2013 48 digalakkan dan disosialisasikan agar dalam jangka panjang terwujud SDM yang berkualitas.Selai itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau perlu meningkatkan pendidikan denganmengalokasikan anggaran pendidikan lebih besar lagi melalui Dinas Pendidikan maupun melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Dokumen terkait