BAB V ANALISIS DATA
5.3 Efektivitas Program Pelatihan Keterampilan Bagi Penyandang Cacat Tuna
5.3.1 Reaksi Warga Binaan
1. Sumber Pengetahuan Lembaga Tabel 5.6
Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Pengetahuan Lembaga
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Keluarga 9 50
2 Teman 8 44.5
3 Kelurahan 1 5.5
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.6 dapat diketahui bahwa keluarga responden merupakan sumber utama responden untuk mendapat
informasi tentang program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara yakni sebanyak 9 orang (50%). Sebanyak 8 orang (44.5%) yang menyatakan mengetahui program pelatihan keterampilan penyandang cacat tuna rungu wicara dari temannya dan 1 orang (5.5%) yang menyatakan mengetahui program pelatihan keterampilan dari kelurahan.
Tabel 5.6 menggambarkan bahwa keluarga berperan aktif mencari informasi mengenai program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara. Sebagian lagi responden mengetahui adanya program pelatihan keterampilan tersebut dari mulut ke mulut antara teman yang satu ke teman yang lainnya. Kurangnya sosialisasi program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara yang dilakukan lembaga ke masyarakat luas maupun ke lembaga-lembaga pemerintah seperti ke kelurahan ditunjukkan dengan hanya 1 orang responden yang mengetahui tentang program pelatihan keterampilan dari kelurahannya.
Kuantifikasi skala likert tentang sumber pengetahuan responden adalah dengan jumlah nilai dari jawaban responden yakni 8, nilai tersebut dibagi dengan jumlah responden yang berjumlah 18 orang. Nilai skala likert tentang sumber pengetahuan responden mengenai adanya program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara di UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara dan Lansia Pematang Siantar adalah 0,45.
2. Pihak Pengantar Responden
Tabel 5.7
Distribusi Responden Berdasarkan Pihak Pengantar Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Orangtua 17 94.5
2 Keluarga/Kerabat 1 5.5
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.7 dapat diketahui bahwa orangtua responden sangat mendukung anaknya untuk mengikuti program pelatihan keterampilan dengan mengantarkan anaknya ke panti. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pihak pengantar responden yakni sebanyak 17 orang (94,5%). Responden yang diantar oleh keluarga atau kerabatnya yakni 1 orang (5,5%).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti, diketahui bahwa pada awal mereka ingin mengikuti program pelatihan keterampilan yang ada di UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara Pematang Siantar, semua responden diantar oleh orangtua maupun kerabatnya. Dimana orangtua responden harus terlebih dahulu melalukan registrasi pendaftaran calon warga binaan sosial tuna rungu wicara, kemudian menyetujui kontrak kerja yang telah dibuat oleh lembaga dengan keluarga dan calon warga binaan sosial. Setelah keluarga setuju dengan kontrak kerja yang dibuat lembaga, maka akan dilakukan penempatan calon warga binaan sosial ke asrama dan dilakukan orientasi di UPT. Hal ini dilakukan agar lembaga lebih transparan kepada keluarga sehingga keluarga lebih merasa aman meninggalkan anaknya di asrama.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pihak yang menghantar responden ke UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara dan Lansia Pematang Siantar yakni 17, nilai tersebut dibagi dengan jumlah responden yang berjumlah 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pihak penghantar responden mengikuti program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah 0,95.
3. Pengetahuan Terhadap Program Tabel 5.8
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Terhadap Program
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mengetahui Program 7 38.9
2 Kurang Mengetahui Program 2 11.1
3 Tidak Mengetahui Program 9 50
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.8 dapat diketahui bahwa pengetahuan responden tentang program pelatihan keterampilan yakni 9 orang (50%) tidak mengetahui tentang program pelatihan keterampilan ini sebelumnya. Mereka mengetahui program pelatihan keterampilan ini setelah didaftarkan oleh orangtua mereka di UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara Pematang Siantar. Sebanyak 7 orang (38%) telah mengetahui dengan baik tentang adanya program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara sebelumnya. Mereka mengetahui program pelatihan keterampilan tersebut dari pengalaman
teman mereka yang sudah lebih dulu mengikuti program pelatihan keterampilan ini. Sisanya sebanyak 2 orang (11.1%) kurang mengetahui dengan baik tentang program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara ini sebelumnya. Mereka hanya diberitahukan oleh orangtua bahwa mereka akan bersekolah untuk mendapat keterampilan di panti dan setelah di dalam pantilah mereka mengetahui tentang adanya program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pihak yang memberikan penjelasan mengenai pengetahuan terhadap program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara yakni -2, nilai tersebut dibagi dengan jumlah responden yang berjumlah 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pengetahuan tentang program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah -0,12.
4. Kebermanfaatan Program
Tabel 5.9
Distribusi Responden Berdasarkan Kebermanfaatan Program
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Bermanfaat 17 94.5
2 Kurang Bermanfaat 1 5.5
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.9 dapat diketahui bahwa kebermanfaatan program pelatihan keterampilan yakni 17 orang (94.5%)
menyatakan bermanfaat. Mereka menyadari bahwa keterampilan yang diterima dapat menjadi modal untuk masa depan yang lebih baik lagi. Satu orang responden menyatakan bahwa program pelatihan keterampilan ini kurang bermanfaat. Ia merasakan bahwa setelah sekian lama mengikuti program pelatihan keterampilan tersebut, ia tidak merasakan kebermanfaatan program pelatihan keterampilan tersebut secara langsung pada dirinya.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan kebermanfaatan program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara yakni dengan jumlah jawaban responden sebanyak 17 dibagi dengan 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan kebermanfaatan program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah bermanfaat dengan jumlah rata-rata 0,95.
5. Kelengkapan Sarana dan Prasarana Program
Distribusi responden berdasarkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung program pelatihan keterampilan yakni 18 orang (100%) menyatakan bahwa sarana dan prasarana yang disediakan sudah mendukung untuk pelaksanaan program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara. Hal ini sesuai dengan APBD Provinsi Sumatera Utara dalam hal pengadaan sarana dan prasana penunjang kegiatan pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara di Pematang Siantar. Namun masih sangat disayangkan peralatan yang disediakan oleh lembaga saat ini masih sangat tradisional. Hal ini terlihat pada keterampilan pertukangan kayu, dimana peralatan yang digunakan masih banyak yang dilakukan secara manual dan hal ini kurang diminati oleh masyarakat. Masyarakat pada umumnya lebih meminati barang jadi
yang dibuat secara industri, karna barang yang dipesan lebih cepat selesainnya dan lebih rapi. Perlunya mengupdate yang menjadi sarana dan prasarana pelatihan keterampilan sangat penting demi meningkatkan kualitas lulusan dari UPT ini sehingga dapat menyesuaikan dengan permintaan pasar saat ini.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan kelengkapan sarana dan prasarana program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah dengan membagi jumlah nilai jawaban responden dengan jumlah responden. Nilai skala likert berdasarkan kelengkapan sarana dan prasarana program pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah lengkap dengan jumlah rata-rata 1.
6. Pemahaman Teknik Pengajaran Instruktur Tabel 5.10
Distribusi Responden Berdasarkan Pemahaman Teknik Pengajaran Instruktur
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mudah Dipahami 8 44.5
2 Kurang Dipahami 10 55.6
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.10 dapat diketahui bahwa pemahaman responden terhadap teknik pengajaran instruktur yakni sebanyak 8 orang (44.5%) menyatakan mudah dipahami karena teknik pengajarannya sederhana dan langsung praktik sehingga mudah untuk memahami keterampilan
yang diajarkan. Sebanyak 10 orang (55.6%) menyatakan kurang dipahami karena merasa teknik pengajarannya terlalu sederhana sehingga kurang memahami dengan baik materi keterampilan yang diajarkan. Peneliti mengamati teknik pengajaran yang dilakukan instruktur yaitu materi yang diajarkan melalui praktek, sehingga responden dituntut untuk mempraktikkan apa yang sudah diajarkan instruktur dan diharapkan responden lebih cepat untuk memahami materi yang baru saja diajarkan.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pemahaman responden terhadap teknik pengajaran instruktur adalah sebanyak 8 dibagi dengan 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pemahaman responden terhadap teknik pengajaran instruktur adalah kurang dipahami dengan jumlah rata-rata 0,45.
7. Tingkat Pemahaman Materi
Tabel 5.11
Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pemahaman Materi
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Dimengerti 14 77.8
2 Kurang Dimengerti 4 22.2
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.11 dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar yakni sebanyak 14 orang (77.8%) responden yang menyatakan dapat mengerti terhadap
materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Hal ini dikarenakan sehabis penyampaian materi diikuti oleh praktik sehingga materi yang baru disampaikan dapat dimengerti dengan baik. Instruktur juga melakukan pengulangan secara terus menerus yang membuat responden semakin mampu dan menguasai keterampilan yang diajarkan. Sebanyak 4 orang (22.2%) responden menyatakan kurang mengerti terhadap materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Hal ini terjadi karena responden merasa sulit untuk mengerti materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan tingkat pemahaman materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak 14 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan tingkat pemahaman materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar adalah mengerti dengan jumlah rata-rata 0,78.
8. Pengenalan Responden Terhadap Sesama dan Instruktur Tabel 5.12
Distribusi Responden Berdasarkan Pengenalan Responden Terhadap Sesama Dan Instruktur
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Baik 12 66.7
2 Kurang Baik 6 33.3
Jumlah 18 100
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.12 dapat diketahui bahwa pengenalan responden terhadap sesama dan instruktur yakni sebanyak 12 orang (66.7%) yang menyatakan mengenali sesamanya dan instruktur responden dengan baik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, hal ini dapat terjadi karena sesama responden, guru, dan instrukturnya tinggal didalam lingkungan yang sama, sehingga pertemuan mereka tidak hanya terjadi pada saat pelatihan keterampilan berlangsung tapi ketika pelatihan keterampilan pun sudah berakhir. Hidup saling bekerja sama antara sesama responden diajarkan oleh guru dan instruktur mereka sehingga terjalin kedekatan antara sesama responden sendiri. Hidup bersama dalam satu lingkungan dalam waktu yang lama yang membuat responden dapat mengenal terhadap sesamanya dan instruktur pelatihan keterampilan responden. Sebanyak 6 orang (33.3%) responden menyatakan kurang mengenali sesama dan instrukturnya dengan baik. Hal ini disebabkan responden belum cukup lama tinggal dalam panti sehingga kurang mengenali sesama dan instrukturnya dengan baik.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pengenalan responden terhadap sesama dan instruktur pelatihan keterampilan dengan membagi jumlah nilai jawaban responden dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 12 dibagi jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pengenalan responden terhadap sesama dan istruktur pelatihan keterampilan adalah baik dengan jumlah rata-rata 0,67.
5.3.2 Belajar
9. Kesesuaian Minat Terhadap Program Tabel 5.13
Distribusi Responden Berdasarkan Kesesuaian Minat Terhadap Program
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sesuai 12 66.7
2 Kurang Sesuai 6 33.3
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.13 dapat diketahui kesesuaian minat responden terhadap program pelatihan keterampilan yang ditawarkan lembaga yakni sebanyak 12 orang (66.7%) responden menyatakan bahwa program pelatihan keterampilan yang ditawarkan lembaga sesuai dengan minat responden. Program pelatihan keterampilan yang cukup diminati di lembaga ini adalah salon dan membordir. Program pelatihan keterampilan salon dan membordir cukup diminati karena dengan keterbatasan yang dimiliki responden mampu membuat suatu karya buatan tangan responden sendiri. Selain itu masih adanya hubungan kerja sama antara UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara terhadap beberapa UKM yang ada di daerah Pematang Siantar sehingga ada peluang pekerjaan bagi responden setelah mereka selesai menerima program pelatihan keterampilan tersebut. Sebanyak 6 orang (33.3%) responden menyatakan bahwa program pelatihan keterampilan yang ditawarkan oleh lembaga kurang sesuai dengan minat responden.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan kesesuaian minat responden terhadap program pelatihan keterampilan yang ditawarkan lembaga dengan membagi jumlah nilai jawaban responden dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 12 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan kesesuaian minat responden terhadap program pelatihan keterampilan yang ditawarkan lembaga adalah sesuai dengan jumlah rata-rata 0,67.
10. Kesungguhan Mengikuti Program Tabel 5.14
Distribusi Responden Berdasarkan Kesungguhan Mengikuti Program
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Ya, Sungguh-Sungguh 6 33.3
2 Kurang Sungguh-Sungguh 12 66.7
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.14 dapat diketahui bahwa kesungguhan responden dalam mengikuti pelatihan keterampilan yakni sebanyak 6 orang (33.3%) responden yang menyatakan sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan keterampilan ini. Sebanyak 12 orang (66.7%) responden menyatakan kurang bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan keterampilan tersebut. Hal ini terjadi karena pada dasarnya keinginan orangtua responden yang berantusias agar setelah mengikuti program pelatihan keterampilan tersebut, anaknya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Di pihak responden hanya bisa
mengikuti keinginan orangtuanya tanpa mengerti akan menjadi apa dia kelak dan berguna tidaknya keterampilan tersebut bagi dirinya sendiri.
Berdasarkan hasil observasi peneliti melihat banyak peserta pelatihan keterampilan yang kurang bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan keterampilan ini. Hal ini terlihat ketika mereka sedang mengikuti pelatihan keterampilan, dimana mereka lebih sering merasa malas ketika sedang mengikuti pelatihan. Mereka tidak dapat dipaksa atau dimarahi karna apabila mereka dimarahi maka mereka dapat tidak akan hadir lagi dalam praktek keterampilan. Instruktur pun dituntut untuk lebih sabar dan memahami karakter setiap binaannya sehingga mereka tetap dalam pengawasan dan pengajaran yang baik.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan kesungguhan responden dalam mengikuti pelatihan keterampilan yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak 6 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan kesungguhan responden dalam mengikuti pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat tuna rungu wicara adalah bersungguh-sungguh dengan jumlah rata-rata 0,34.
11. Tingkat Kesulitan Mengikuti Porgram Tabel 5.15
Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Kesulitan Mengikuti Program
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mudah 1 5.5
2 Biasa Saja 12 66.7
3 Tidak Mudah 5 27.8
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan oleh tabel 5.15 dapat diketahui bahwa tingkat kesulitan yang dialami oleh responden ketika mengikuti program pelatihan keterampilan yakni sebanyak 12 orang (66.7%) responden menyatakan tingkat kesulitan yang mereka alami biasa saja. Sebanyak 5 orang (27.8%) responden menyatakan tidak mudah atau sulit dalam mengikuti program pelatihan keterampilan. Hanya 1 orang (5.5%) responden yang menyatakan bahwa mudah dalam mengikuti program pelatihan keterampilan. Hal ini terjadi karena responden sangat menyukai program pelatihan keterampilan yang ditawarkan oleh lembaga kepadanya, sehingga tidak sulit baginya untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang diajarkan oleh instruktur keterampilan.
Pada umumnya keterampilan yang ditawarkan oleh UPT menarik minat responden. Tingkat kesulitannya pun bervariasi sesuai dengan tingkat yang sudah dicapai oleh responden. Pada setiap keterampilan memiliki tingkat kesulitannya sendiri. Seperti pada keterampilan salon, biasanya siswa mengalami kesulitan pada bagian menyasak rambut dan ditambah dengan sulitnya mencari rambut
yang akan disasak. Hal ini membuat siswa bosan dan cepat menyerah ketika mengalami kesulitan.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan tingkat kesulitan yang dialami oleh responden ketika mengikuti program pelatihan keterampilan yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak -4 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan tingkat kesulitan yang dialami oleh responden ketika mengikuti program pelatihan keterampilan adalah biasa saja dengan jumlah rata-rata -0,23.
12. Pemberian Pembelajaran Pengetahuan Dasar Keterampilan Tabel 5.16
Distribusi Responden Berdasarkan Pemberian Pembelajaran Pengetahuan Dasar Keterampilan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mempelajari 17 94.5
2 Kurang Mempelajari 1 5.5
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.16 dapat diketahui bahwa belajar tidaknya responden tentang pengetahuan dasar dari keterampilan yang ditekuni yakni sebanyak 17 orang (94.5%) responden menyatakan mempelajari pengetahuan dasar dari setiap keterampilan yang ditekuni. Terdapat 1 orang (5.5%) responden menyatakan kurang mempelajari pengetahuan dasar dari
keterampilan yang ditekuninya. Responden merasa kurang cukup banyak pengetahuan dasar yang disampaikan oleh instruktur mengenai keterampilan yang ditekuni sekarang, sehingga responden sulit untuk mengikuti program pelatihan keterampilan yang diberikan.
Pada tabel 5.16 menggambarkan bahwa pada umumnya responden dibekali dengan pengetahuan dasar dari keterampilan yang diajarkan. Peneliti juga melihat seperti keterampilan menjahit, responden pertama kali diajari bagaimana cara mengayun mesin jahit, cara mengukur, cara membuat pola pakaian, dan hal-hal dasar dalam keterampilan menjahit pakaian. Apabila responden sudah dianggap mampu maka akan dinaikkan tingkatnya tahap demi tahap. Pada akhirnya responden dapat membuat pakaian dan menjahitnya dengan baik. Bagi yang mengikuti keterampilan membordir pun harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar dari menjahit pakaian. Sehingga dalam membordir pakaian pun responden sudah lebih terbiasa dan mahir.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan belajar tidaknya responden tentang pengetahuan dasar dari keterampilan yang ditekuni yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak 17 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan belajar tidaknya responden tentang pengetahuan dasar dari keterampilan yang ditekuni adalah mempelajari dengan jumlah rata-rata 0,95.
13. Pengaplikasian Program Keterampilan Tabel 5.17
Distribusi Responden Berdasarkan Pengaplikasian Program Keterampilan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Digunakan 15 83.4
2 Kurang Digunakan 3 16.6
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.17 dapat diketahui bahwa pengaplikasian responden terhadap program pelatihan keterampilan yang sudah diajarkan yakni sebanyak 15 orang (83.4%) responden menyatakan keterampilan yang telah diajarkan masih digunakan dan sebanyak 3 orang (16.6%) responden menyatakan keterampilan yang telah diajarkan kurang digunakan.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti yaitu umumnya responden di UPT ini masih sering mengaplikasikan keterampilan yang mereka terima. Hal ini dapat terlihat dimana mereka sendiri yang memotong rambut antar sesama responden dipanti. Selain itu mereka juga dapat menjahit pakaian mereka sendiri apabila pakaian mereka kekecilan ataupun ada yang koyak.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pengaplikasian responden terhadap program pelatihan keterampilan yang sudah diajarkan yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak 15 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pengaplikasian responden terhadap program pelatihan keterampilan yang sudah diajarkan adalah digunakan dengan jumlah rata-rata 0,84.
14. Pengaruh Ilmu Pengetahuan Pelatihan Bagi Kehidupan Responden Tabel 5.18
Distribusi Responden Berdasarkan Pengaruh Ilmu Pengetahuan Pelatihan Bagi Kehidupan Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mendukung 15 83.4
2 Kurang Mendukung 3 16.6
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.18 dapat diketahui bahwa pengaruh ilmu pengetahuan yang diberikan selama mengikuti pelatihan keterampilan bagi kehidupan responden yakni sebanyak 15 orang (83.4%) responden menyatakan ilmu pengetahuan yang diberikan selama mengikuti pelatihan keterampilan mendukung bagi kehidupan responden. Dimana ilmu pengetahuan yang diterima membantu responden dalam beraktivitas sehari-hari seperti dalam hal berbelanja ke swalayan untuk membeli perlengkapan sehari-hari. Sebanyak 3 orang (16.6%) responden menyatakan ilmu pengetahuan yang diberikan selama mengikuti pelatihan keterampilan kurang mendukung bagi kehidupan responden. Hal ini terjadi karena ilmu pengetahuan yang diberikan tidak memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan responden.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pengaruh ilmu pengetahuan dalam pelatihan keterampilan bagi kehidupan responden yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak 15 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pengaruh ilmu pengetahuan dalam
pelatihan keterampilan bagi kehidupan responden adalah mendukung dengan jumlah rata-rata 0,84.
15. Perkembangan Pengetahuan Umum Sesuai Zaman Tabel 5.19
Distribusi Responden Berdasarkan Perkembangan Pengetahuan Umum Sesuai Zaman
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Ya 17 94.5
2 Kurang 1 5.5
Jumlah 18 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.19 dapat diketahui bahwa pengetahuan umum yang diberikan sesuai tidaknya dengan perkembangan zaman yakni sebanyak 17 orang (94.5%) responden menyatakan pengetahuan umum yang diberikan mengikuti perkembangan zaman. Pengetahuan umum yang diberikan kurang mengikuti perkembangan zaman dinyatakan oleh 1 orang responden (5.5%).
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, responden yang ada di UPT Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara Pematang Siantar ini tidak hanya diberikan pelatihan keterampilan, tetapi mereka juga dibekali dengan pengetahuan umum dan bimbingan sosial. Pengetahuan umum yang diberikan seperti pelajaran matematika, bahasa Indonesia, bimbingan agama. Melalui pembelajaran matematika, bahasa Indonesia dan agama, responden dapat sedikit mengikuti
perkembangan zaman. Hal ini dapat terlihat bahwa umumnya responden di UPT ini dapat mengerti sedikit tentang IT dan jejaring sosial. Mereka juga memiliki facebook yang saat ini sedang digemari oleh remaja pada umumnya. Mereka dapat berkomunikasi dengan sesama teman mereka sendiri, dapat mengupload foto-foto ke facebook mereka. Umumnya mereka membuka facebook mereka melalui alat komunikasi mereka yaitu handphone. Dari hal itu dapat dilihat bahwa mereka cukup mampu mengikuti perkembangan zaman dengan pengetahuan umum yang sudah mereka terima di ruang belajar setiap harinya.
Kuantifikasi skala likert berdasarkan pengetahuan umum yang diberikan sesuai tidaknya dengan perkembangan zaman yakni dengan jumlah nilai dari jawaban responden sebanyak 17 dibagi dengan keseluruhan jumlah responden yakni 18 orang. Nilai skala likert berdasarkan pengetahuan umum yang diberikan sesuai tidaknya dengan perkembangan zaman adalah mengikuti perkembangan zaman dengan jumlah rata-rata 0,95.
5.3.3 Perilaku
16. Kemampuan Berkarya
Tabel 5.20
Distribusi Responden Berdasarkan Kemampuan Berkarya
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Mampu 8 44.5
2 Kurang Mampu 10 55.5
Jumlah 18 100
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.20 dapat diketahui bahwa mampu tidaknya responden menghasilkan sebuah karya setelah menerima pelatihan keterampilan yakni sebanyak 8 orang (44.5%) responden menyatakan mampu membuat sebuah karya setelah menerima pelatihan keterampilan. Sebanyak 10 orang (55.5%) responden menyatakan kurang mampu membuat sebuah karya setelah menerima pelatihan keterampilan tersebut. Hal ini terjadi