• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

AKUNTABILITAS KINERJA

III.3 Realisasi Anggaran

Penyerapan anggaran Belanja Langsung pada tahun 2014 sebesar 93,67% dari total anggaran yang dialokasikan. Realisasi anggaran untuk program/kegiatan utama sebesar 94,44%, sedangkan realisasi untuk program/kegiatan pendukung sebesar 93,31%.

Anggaran dan realisasi belanja langsung tahun 2014 yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dalam pencapaian sasaran disajikan padat tabel III. 14. Jika dilihat dari realisasi anggaran per sasaran, penyerapan anggaran terbesar pada program/kegiatan di sasaran Pemantapan Ketersediaan dan Cadangan Pangan (99,09%). Sedangkan penyerapan terkecil pada program/kegiatan di sasaran Peningkatan Kelembagaan dan Kepemimpinan Pelaku Utama/Pelaku Usaha (77,99%). KELEMBAGAAN

PELAKU UTAMA SLEMAN

GUNUNG KIDUL BANTUL KULON PROGO KOTA YOGYA JUMLAH UP FMA - 40 75 80 - 195 Asosiasi 16 8 3 12 4 43

BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DIY │ │ 60 │

Walaupun semua tahapan dalam setiap sub kegiatan pada sasaran ini sudah dilakukan namun anggaran tidak dapat direalisasikan semua (deviasi antara rencana dengan penyerapan anggaran > 10%).

Penyebabnya dalam mengikuti rangkaian kegiatan PENAS di Malang Jawa Timur, pada saat perencanaan anggaran masih menggunakan Pedoman Umum (Pedum) PENAS tahun 20013 karena Pedum PENAS 2014 baru terbit pada bulan Mei 2014 sehingga ada beberapa ketentuan yang kurang sesuai antara perencanaan dengan pelaksanaannya. Ada perbedaan pada besarnya pemberian uang saku bagi peserta dan pendamping sehingga realisasi dilakukan sesuai Pedum terbaru. Anggaran untuk asuransi juga tidak dapat terserap karena pihak penyedia jasa asuransi tidak dapat memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Pedum. Efisiensi lainnya adalah pada belanja untuk sewa stand, sewa bus, sewa penginapan, dan hidangan makan. Untuk masa mendatang diperlukan komunikasi yang lebih intensif dengan pihak penyelenggara PENAS (Kementerian Pertanian) agar dari tahap perencanaan sudah dapat disusun sesuai kebutuhan yang akan tercantum dalam Pedum kegiatan.

Penyerapan anggaran belanja langsung pendukung sebesar 93,31%, tidak bisa mencapai 100% karena adanya efisiensi penggunaan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan tanpa mengurangi kualitas hasil kinerjanya.

Pencapaian sasaran kinerja BKPP tahun 2014 secara keseluruhan memenuhi target. Jika dikaitkan antara pencapaian sasaran kinerja dengan penyerapan anggaran, pencapaian sasaran yang relatif baik dan diikuti dengan penyerapan anggaran yang rata-rata mendekati 100% menunjukkan bahwa dana yang disediakan untuk pencapaian sasaran pembangunan ketahanan pangan dan penyuluhan tahun 2014 telah mencukupi.

BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DIY │ │ 61 │ Tabel III.14 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2014

No Sasaran Indikator Kinerja

Kinerja Anggaran

Satuan Target Realisasi Realisasi % Target Realisasi % Realisasi

1. Pemantapan Ketersediaan dan

Cadangan Pangan a. Ketersediaan Energi b. Ketersediaan Protein c. Cadangan Pangan Kal/kap/hr Gr/kap/hr Ton beras 3.511 90,83 290 3,699 107,3 290 105,35 118,13 100,00 609.500.000 603.973.750 99,09

2. Penanganan Daerah Rawan Pangan Penurunan Jumlah Desa

Rawan Pangan

Desa 62 26 158,06 513.380.000 503.751.685 98,12

3. Percepatan Penganekaragaman

Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal

Skor Pola Pangan Harapan (PPH)

Skor 81,9 85,3 104,15 354.578.050 334.083.000 94,22

4. Penanganan Kemanan Pangan Melalui

SKPT Yang Meliputi Jejaring Intelejen Pangan, Jejaring Pengawasan Pangan dan Jejaring Promosi Keamanan Pangan

Persentase Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan

% 78 100 128,21 522.570.000 515.004.985 98,55

5. Penguatan Distribusi, Harga dan Akses

Pangan Pada Gapoktan/Masyarakat

Distribusi, Harga, dan Akses Pangan Meningkat

Unit gapoktan

28 28 100,00 180.000.000 173.899.250 96,61

6. Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga

dan Akses Pangan Pada Masyarakat

Persentase Ketersediaan Informasi Pasokan, Harga, dan Akses Pangan

% 99,15 99,15 100,00 355.000.000 350.227.600 98,66

7. Peningkatan Kualitas Penyuluh Peningkatan Kapasitas

Penyuluh

BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DIY │ │ 62 │

No Sasaran Indikator Kinerja

Kinerja Anggaran

Satuan Target Realisasi %

Realisasi Target Realisasi % Realisasi

8. Peningkatan Kelembagaan dan

Kepemimpinan Pelaku Utama/Pelaku Usaha

Kemampuan dan Kapasitas Pelaku Utama Meningkat

Orang 300 300 100,00 650.000.000 506.916.100 77,99

Jumlah 3.708.891.750 3.502.696.570 94,44

1. Belanja Langsung Pendukung 4.729.334.050 4.412.761.145 93,31

Bab

iV

BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DIY │ │ 63 │ BAB IV

PENUTUP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Tahun Anggaran 2014, serta Penetapan Kinerja Tahun 2014 dan merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian sasaran maupun tujuan instansi sebagai jabaran dari visi, misi, dan strategi instansi yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja terhadap 8 (delapan) sasaran, ditetapkan indikator kinerja sasaran sebanyak 10 (sepuluh) indikator.

Penyelenggaraan kegiatan di Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY pada Tahun Anggaran 2014 merupakan tahun kedua dari Rencana Strategis BKPP DIY Tahun 2012-2017. Keberhasilan yang dicapai berkat kerja sama dan partisipasi semua pihak dan diharapkan dapat dipertahankan serta ditingkatkan.

Hasil laporan kinerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY tahun 2014 dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Keberhasilan capaian kinerja sasaran yang dicerminkan dari capaian indikator kinerja utama ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain sumber daya manusia (SDM), anggaran, dan sarana prasarana.

2. Dari analisis 8 (delapan) sasaran, terdapat 10 (sepuluh) indikator kinerja utama yang dipilih sebagai tolak ukur. Pada tahun 2014, 10 (sepuluh) indikator telah memenuhi target yang ditetapkan atau sebesar 100% dari total indikator, bahkan 5 (lima) indikator kinerja melebihi target yang ditetapkan.

BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DIY │ │ 64 │

Langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan peningkatan kualitas penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dirumuskan saran-saran sebagai berikut:

1. Perlu dilakukan upaya-upaya untuk peningkatan kapasitas SDM tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta kemampuan teknis dalam menyusun dokumen-dokumen kinerja untuk mempercepat terwujudnya pemerintahan yang akuntabel; 2. Perlu adanya kebijakan yang mewadahi penerapan SAKIP di instansi

pemerintah agar tercipta kejelasan arah dalam penerapan SAKIP yang baik dan benar di jajaran instansi pemerintah, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi capaian Perjanjian Kinerja (PK).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2014 ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan, penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang, serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan.

Dokumen terkait