• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Anggaran

AKUNTABILITAS KINERJA

B. Realisasi Anggaran

B. Realisasi Anggaran

Akuntabilitas keuangan Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan KPO Tahun 2016, dapat dilihat pada tabel berikut :

Realisasi Anggaran Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial NO KODE / NAMA OUTPUT /JENIS

BELANJA PAGU AKHIR (a) REALISASI (b) ANGGARAN SISA (a-b)

1 2242.003 Gelandangan, Pengemis &

Pemulung, Tuna Susila,

Korban Traffiking

Perempuan, Bekas Warga Binaan LP, Orang Dengan HIV/AIDS & Kelompok Minoritas yg Mendapatkan

Rehabilitasi dan

Perlindungan Sosial

54.074.720.000 53,239,765,317 834,954,683

2 2242.051 Tuna susila dan korban

traficking perempuan yang mendapatkan rehabilitasi dan perlindungan sosial di Rumah Perlindungan Sosial Wanita/Korban Traficking Perempuan

Pasar Rebo Jakarta

2.718.915.000 2,361,577,800 357,337,200

3 2242.052 Orang dengan HIV/AIDS

yang mendapatkan

rehabilitasi dan

perlindungan sosial di

Rumah Perlindungan

Sosial Orang Dengan HIV

AIDS (RPS-ODHA)

Sukabumi

NO KODE / NAMA OUTPUT /JENIS

BELANJA PAGU AKHIR (a) REALISASI (b) ANGGARAN SISA (a-b)

4 2242.101 SDM yang mendapatkan

bimbingan teknis bidang

Rehabilitasi dan

Perlindungan Sosial Tuna

Sosial dan Korban

Perdagangan Orang

2.341.280.000 2,336,660,150 4,619,850

5 2242.102 Lembaga Rehabilitasi dan

Perlindungan Sosial Tuna

Sosial dan Korbang

Perdagangan Orang yang telah

dikembangkan/dibantu

510.000.000 395,000,000 115,000,000

6 2242.103 Buku Pedoman Bidang

Rehabilitasi dan

Perlindungan Sosial Tuna

Sosial dan Korbang

Perdagangan Orang

589.050.000 547,100,000 41,950,000

7 2242.104 Rekomendasi Bidang

Rehabilitasi dan

Perlindungan Sosial Tuna

Sosial dan Korbang

Perdagangan Orang

1.290.620.000 1,182,390,000 108,230,000

8 2242.105 Laporan Keuangan/

Kinerja/ Monitoring/

Evaluasi /Publikasi serta Pelaksanaan Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Tuna Sosial dan Korbang Perdagangan Orang

8.054.417.000 7,348,940,438 705,476,562

9 2242.106 Dokumen Perencanaan/

Program/Anggaran/ Data dan Informasi/Kebijakan bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Tuna

Sosial dan Korbang

Perdagangan Orang

1.837.752.000 1,828,594,300 9,157,700

10 2242.994 Layanan Perkantoran 713.860.000 703,153,910 10,706,090

TOTAL 74.582.434.000 72,228,419,615 2,354,014,385

Berdasarkan laporan keuangan pagu anggaran Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial pada tahun 2016 adalah 74.582.434.000,- (tujuh puluh milyar lima ratus delapan puluh dua juta empat ratus tiga puluh empat ribu rupiah) dengan realisasi sebesar Rp. 72.228.419.615,- (tujuh puluh dua milyar dua ratus dua puluh delapan juta empat ratus Sembilan belas ribu enam ratus lima belas rupiah) atau sebesar 96,84 %.

Realisasi Anggaran Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Realisasi Anggaran Dekonsentrasi

NO SATKER PAGU HARIAN REALISASI SP2D %

1 019029 DINAS SOSIAL PROVINSI DKI JAKARTA 343.310.000 340.240.000 99,11 2 029005 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA BARAT 953.471.000 952.288.620 99,88 3 039004 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH 757.433.000 743.073.342 98,10 4 049015 DINAS SOSIAL PROVINSI D.I. YOGYAKARTA 710.374.000 707.903.900 99,65 5 059015 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TIMUR 981.800.000 965.543.500 98,34

6 069007 DINAS SOSIAL ACEH 592.355.000 557.285.000 94,08

7 079004 DINAS KESEJAHTERAAN DAN SOSIAL PROV. SUMATERA UTARA 652.220.000 616.120.000 94,47 8 089030 DINAS SOSIAL PROVINSI SUMATERA BARAT 362.240.000 349.272.500 96,42

9 099019 DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU 556.760.000 385.610.000 69,26

10 109010 DINAS SOSIAL, NAKERTRANS PROVINSI JAMBI 539.890.000 407.399.000 75,46 11 119010 DINAS SOSIAL PROVINSI SUMATERA SELATAN 801.541.000 791.643.000 98,77 12 129017 DINAS SOSIAL PROVINSI LAMPUNG 672.822.000 670.574.820 99,67 13 139012 DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN BARAT 646.920.000 639.610.000 98,87 14 149018 DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 418.670.000 408.626.700 97,60 15 159009 DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 430.929.000 329.774.600 76,53 16 169008 DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 583.119.000 475.419.000 81,53 17 179010 DINAS SOSIAL PROPINSI SULAWESI UTARA 287.425.000 284.725.000 99,06 18 189014 DINAS SOSIAL DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH 530.108.000 485.417.000 91,57 19 199008 DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN 476.848.000 467.713.986 98,08 20 209014 DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI TENGGARA 434.486.000 312.503.000 71,92 21 219019 DINAS SOSIAL PROVINSI MALUKU 545.480.000 545.260.000 99,96

22 229012 DINAS SOSIAL PROVINSI BALI 486.705.000 363.260.000 74,64

23 239021 DINAS SOSIAL DUKCAPIL PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1.151.325.000 1.142.432.710 99,23 24 249018 DINAS SOSIAL PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 884.853.000 731.844.100 82,71 25 259024 DINAS SOSIAL DAN PEMUKIMAN PROVINSI PAPUA 405.745.000 264.215.000 65,12 26 269020 DINAS KESEJAHTERAAN SOSIAL PROVINSI BENGKULU 425.999.000 407.937.300 95,76 27 289017 DINAS SOSIAL PROPINSI MALUKU UTARA 457.073.000 457.073.000 100,00 28 299014 DINAS SOSIAL PROVINSI BANTEN 438.580.000 400.101.568 91,23 29 309017 DINAS KESEJAHTERAAN SOSIAL PROV. KEP. BANGKA BELITUNG 442.180.000 141.416.690 31,98 30 319012 DINAS SOSIAL PROVINSI GORONTALO 428.530.000 422.362.000 98,56 31 329002 DINAS SOSIAL PROVINSI KEPULAUAN RIAU 917.785.000 843.083.860 91,86 32 339001 DINAS SOSIAL PROVINSI PAPUA BARAT 411.350.000 336.350.000 81,77 33 340012 DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI BARAT 522.690.000 465.876.000 89,13 34 350005 DINAS SOSIAL, NAKERTRANS PROVINSI KALIMANTAN UTARA 337.630.000 - 0,00 Dari pelaksanaan kegiatan selama tahun anggaran 2016, ditemukan berbagai permasalahan yang menjadi kendala, antara lain :

1. Perubahan Struktur organisasi di Direktorat RSTS dan KPO sehingga Perlunya revisi DIpa yang memakan waktu sampai dengan bulan Maret mengakibatkan proses pencairan uang baru bisa dilaksanaka pada bulan April 2016.

NO. UPT ANGGARAN REALISASI SISA %

1. PANTI SOSIAL BINA KARYA

"PANGUDI LUHUR" 10.345.993.000 10.116.336.887 229.656.113 97,78

2. PANTI SOSIAL KARYA WANITA

"MULYA JAYA", JAKARTA 12.234.125.000 11.851.661.533 382.463.467 96,87

2. Adanya revisi anggaran dan self blocking dikarenakan kebijakan pemerintah 3. Banyaknya jenis PMKS yang menjadi tanggung jawab Direktorat Rehabilitasi

Sosial Tuna Sosial (8 Jenis PMKS) tidak sebanding dengan alokasi anggaran sehingga sulit untuk mengoptimalkan target kuantitatif maupun kualitatif. 4. Kesulitan dalam mendapatkan data by name by address yang valid dan

akurat dikarenakan:

 Dinas Sosial cenderung menyampaikan data assumsi

 Pusdatin belum mampu menjadi penyedia data sesuai yang diharapkan  Sebagian PMKS TS sifatnya mobile sehingga sulit untuk mendapat data

definitif (eks Gepeng dan TS)

 PMKS mendapat stigma dan diskriminasi sehingga tidak terbuka atau menutup diri

5. Kurang optimalnya jaringan kerja antara sektor terkait dalam penanganan masalah tuna sosial dan KPO.

6. Kurangnya peran serta masyarakat/Orsos dalam dalam penanganan masalah tuna sosial, hal tersebut terlihat dari masih belum semua provinsi mempunyai LKS yang menangani masalah tuna sosial dan KPO.

7. Masih kurangnya kepedulian dunia usaha/CSR dalam memberikan peluang kerja bagi PMKS Tuna Sosial dan KPO.

Meskipun target dapat tercapai 100% dalam pelaksanaan kegiatan, namun masih memiliki kendala-kendala. Untuk mengatasi kendala tersebut, dilakukan beberapa pemecahan masalah sebagai berikut :

1. Pada Proses Pemulangan WNI-M KPO pada bulan Januari s/d April sebagian menggunakan Dana Hibah (Jadup dan Permakanan) di Tanjung Priok

2. Melakukan Revisi sesuai dengan aturan dan Bagan Akun Standard

3. Melakukan kegiatan dalam bentuk pengembangan Model dengan harapan model tersebut dapat dijadikan acuan oleh Pemerintah Daerah dalam penanganan PMKS sejenis

4. Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan KPO pro aktif melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis kepada Pemerintah Daerah dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Tuna Sosial untuk mengirimkan hasil updating data, serta berkoordinasi dengan pusdati kesos kementerian sosial RI.

5. Mendorong dan memotivasi pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana guna mendukung kegiatan penanganan masalah tuna sosial.

6. Mencari sumber-sumber baru sebagai mitra serta menumbuhkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi program rehabilitasi sosial tuna sosial dan KPO.

7. Terus membangun komitmen bersama dengan dunia usaha dalam memperkuat pola kemitraan dan sinergitas rehabilitasi sosial tuna social dan KPO

Dokumen terkait