BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. REALISASI ANGGARAN
Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.
BAB IV PENUTUP
Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
Lampiran – lampiran
1. Lampiran I Perjanjian Kinerja Tahun 2015
2. Lampiran II Pengukuran Kinerja (PK) Tahun 2015 3. Lampiran III Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2015 4. Lampiran IV Rencana Strategis (RS) Tahun 2011-2015
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA
A. PERENCANAAN STRATEGIS
1. VISI
Dengan tugas pokok dan fungsi serta ruang lingkup pengelolaan sebagaimana uraian pada Bab I sebelumnya, maka untuk masa perencanaan strategis tahun 2011 s/d 2015, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Malang merumuskan kondisi yang diharapkan dicapai di masa depan sekaligus mampu memberikan arah dan fokus strategis yang jelas bagi manajemen organisasi-nya dalam rumusan Visi sebagai berikut :
“Terwujudnya Penataan Ruang, Tata Bangunan Dan Lingkungan Permukiman Yang Berkualitas“
Penjelasan Visi tersebut adalah bahwa pada tahun 2011-2015, yang ingin diwujudkan oleh DCKTR Kabupaten Malang yaitu : Suatu gambaran masa depan yang hendak dicapai oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang untuk mewujudkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur kecipta-karyaan dan tata ruang guna mendorong perekonomian, pariwisata, dan pengentasan kemiskinan menuju masyarakat yang MADEP MANTEB tahun 2015.
2. MISI
Guna mewujudkan Visi tersebut maka dirumuskan Misi DCKTR Kabupaten Malang yang menyatakan fokus-fokus utama yang harus dipedomani dalam rangka menetapkan tujuan dan sasaran strategis organisasi yang terarah dan terukur sebagai berikut : (disesuaikan dengan mengacu PerMenPAN Nomor 09 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Instansi Pemerintah)
a. Mewujudkan Pengelolaan Ruang Wilayah Kabupaten Malang Yang Berkualitas b. Mewujudkan Pengelolaan Bangunan Gedung Pemerintah Dan Masyarakat Yang
Berkualitas
c. Mewujudkan Peningkatan Prasarana Dan Sarana Dasar Permukiman Masyarakat Yang Berkualitas
d. Mewujudkan Peningkatan Kualitas Kebersihan Dan Keasrian Kawasan Perkotaan Yang Berkualitas
3. TUJUAN, KINERJA UTAMA DAN PROGRAM a. Tujuan
Mengacu pernyataan Visi dan Misi seperti di atas, maka dirumuskan Tujuan Spesifik yang ingin dicapai dari pelaksanaan program dan kegiatan DCKTR dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu pada 2011 s/d 2015 adalah sebagai berikut :
1) Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang. 2) Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan
masyarakat yang memenuhi standar teknis
3) Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak 4) Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka
Hijau (RTH) b. Kinerja Utama
Dengan pernyataan Tujuan tersebut di atas, maka Sasaran Indikator Kinerja Utama yang menjadi target atau hasil yang diharapkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan dari pelaksanaan program dan kegiatan DCKTR tahunan adalah sebagai berikut : (PerMenPAN Nomor 09 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Instansi Pemerintah) serta berpedoman pada indikator kinerja utama yang sudah disempurnakan menjadi outcame adalah sebagai berikut :
1) Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang. , dengan Indikator Kegiatan Utama (IKU) :
a. Persentase luas Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang, ruang yang sesuai dgn RTR yang ditetapkan.
2) Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar teknis, dengan Indikator Kegiatan Utama (IKU) :
a. Persentase bangunan berkondisi baik (aset Pemkab Malang).
b. Persentase Bangunan yang sesuai persyaratan teknis (bangunan non aset pemkab).
3) Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak, dengan Indikator Kegiatan Utama (IKU) :
a) Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum
4) Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan Indikator Kegiatan Utama (IKU) :
a) Persentase kawasan kota dan perdesaan dengan kategori bersih dari sampah
b) Persentase RTH publik yang terkelola.
c. Kebijakan dan Program Kerja (serta Rincian Kegiatan)
Guna mencapai sasaran dan IKU Sasaran yang ditetapkan serta dengan memperhatikan faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala dari sumberdaya organisasi serta lingkungan eksternal DCKTR Kabupaten Malang, maka ditetapkan rumusan kebijakan secara umum berikut program-program kerja-nya yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 sebagai berikut :
a. Kineja Utama 1 ; Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang..
Kebijakan : Meningkatkan serta memberdayakan kapasitas dan kompetensi sumberdaya organisasi yang optimal dalam mengendalikan peman-faatan ruang agar sesuai dengan rencana peruntukan ruang-nya.
Program Kerja : 1) Perencanaan Tata Ruang. 2) Pemanfaatan Ruang.
3) Pengendalian Pemanfaatan Ruang.
b. Kineja Utama 2 ; Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar teknis.
Kebijakan : Membangun/merehabilitasi/memelihara gedung kantor Pemerintah secara berkelanjutan berdasarkan skala prioritas kemendesakan dalam pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat dan optimalisasi penggunaan anggaran yang berhasilguna dan berdayaguna.
Program Kerja : 1) Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
2) Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran.
3) Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga
4) Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar
c. Kineja Utama 3 ; Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak.
Kebijakan : Melaksanakan prioritas pembangunan infrastruktur lingkungan permukiman (prasarana dan sarana air bersih, sanitasi serta drainase dan jalan lingkungan permukiman) yang berkualitas.
Program Kerja : 1) Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong. 2) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.
3) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah.
4) Pembangunan Infrastruktur Perdesaan.
d. Kineja Utama 4 ; Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kebijakan : Penguatan dan pengembangan alternatif dari pengelolaan kebersihan kota dan persampahan serta pengelolaan areal pertamanan dan pemakaman yang telah dilaksanakan selama ini.
Program Kerja : 1) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan. 2) Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
3) Pengelolaan Areal Pemakaman.
Adapun kegiatan-kegiatan dari setiap Sasaran Strategis dan Program yang dilaksanakan pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :
a. Kineja Utama 1 ; Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.
1. Program Perencanaan Tata Ruang.
a) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan. 2. Program Pemanfaatan Ruang.
a) Fasilitasi Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Ruang. 3. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang.
a) Fasilitasi Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pengendalian Peman-faatan Ruang.
b. Kineja Utama 2 ; Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar teknis:
1) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur. a) Pembangunan Gedung Kantor.
b) Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional c) Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor. d) Pemeliharaan Rutin/Berkala Dinas / Operasional e) Rehabilitasi Sedang/Berat (Rumah) Gedung Kantor.
f) Perencanaan dan Pengawasan Teknis Pembangunan/Rehabilitasi Rumah Dinas, Gedung Kantor dan Gedung Aset Daerah.
2) Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran. a) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pencegahan Bahaya Kebakaran. 3) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga.
a) Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga.
4) Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar. a) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar.
c. Kineja Utama 3 ; Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak.
1) Program Pembangunan Saluran Drainase/ Goronr - gorong a) Pembangunan Saluran Drainase/Gorong – Gorong.
b) Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong (Bantuan Provinsi). 2) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.
a) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan.
b) Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan (Bantuan Provinsi).
3) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah. a) Fasilitasi Pembinaan Teknik Pengolahan Air Limbah.
b) Fasilitasi Pembinaan Teknik Pengolahan Air Minum.
c) Perencanaan dan Pengawasan Teknis Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan PLP
d) Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Limbah (Pendamping DAK). e) Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Limbah (Bantuan Provinsi). 4) Program Pengembangan Infrastruktur Perdesaan.
a) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Perdesaan (DAK).
b) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Perdesaan (Pendamping DAK).
c) Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Perdesaan (Bantuan Provinsi).
d. Kineja Utama 4 ; Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).:
1) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan. a) Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan.
b) Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan.
c) Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan.
d) Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Persampahan. e) Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Persampahan
(Bantuan Provinsi).
2) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). a) Pemeliharaan RTH.
b) Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan RTH 3) Program Pengelolaan Areal Pemakaman.
a) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Lebih lanjut rincian tentang Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja-nya, Kebijakan dan Program berikut Indikator Kinerja-nya dapat dilihat dalam Form-Rencana Strategis pada Lampiran IV (dicuplik dan disempurnakan dari dokumen Rencana Strategis DCKTR Kabupaten Malang Tahun 2011-2015) untuk rencana capaian target Indikator 5/lima tahunan.
Penyempurnaan uraian dan target capaian dilakukan pada beberapa Indikator Kinerja (IK Sasaran Strategis maupun IK Kegiatan) agar dapat memenuhi hal-hal berikut : (i) mampu secara langsung mengukur IK-Sasaran Strategis ; (ii) menegaskan hubungan antara IK-Sasaran Strategis dan IK-Kegiatan ; (iii) menimalisasi/mengurangi/membuang Indikator Kinerja yang tidak langsung menunjang/tidak ada hubungannya dengan pencapaian target IK-Sasaran Strategis serta (iv) sejauh mungkin disusun dalam bentuk kuantitatif agar memudahkan pengukuran kinerjanya.
Untuk maksud tersebut serta memperhatikan ketentuan PerMenPAN Nomor 09 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Instansi Pemerintah serta PerMenPAN Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan PeLaporan Kinerja, maka diambil kebijakan bahwa “IK-Sasaran Strategis” DCKTR diadopsi pula sebagai “IK-Outcome” dari kegiatan-kegiatan yang menjadi sarana/wahana guna mewujudkan Sasaran Strategis tersebut.
Di sisi lain, dengan memperhatikan uraian Sasaran Strategis berikut Indikator Kinerjanya serta mengingat hasil yang diharapkan dari beberapa kegiatan mengarah pada hasil yang identik/sama ; maka ada beberapa kegiatan yang memiliki rumusan IK-Outcome yang sama. Di samping itu, guna meringkas serta mengurangi kerumitan penyusunan dan pengukuran target Indikator Kinerja, maka “IK-Outcome dari Kegiatan” diadopsi pula sebagai “IK-Program” dari kegiatan-kegiatan yang ada dalam lingkup sebuah Program.
B. PERJANJIAN KINERJA (TAHUN 2015)
Berdasarkan RKT DCKTR tahun 2015 sebagaimana diuraikan di atas serta memperhatikan penetapan anggaran yang dialokasikan untuk setiap program kerja dan kegiatan DCKTR pada tahun 2015, maka ditetapkan capaian kinerja DCKTR yang harus dicapai dalam tahun 2015 dan dituangkan dalam sebuah dokumen Perjanjian Kinerja DCKTR tahun 2015 yang disepakati bersama antara Kepala DCKTR dengan Bupati Malang. Adapun ringkasan dokumen Perjanjian Kinerja adalah sebagaimana dalam Tabel II-B.1 di bawah (selengkapnya dokumen Penetapan Kinerja pada Lampiran IV). Tabel : II-B-1. RINGKASAN RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) IK-SASARAN
DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN MALANG TAHUN 2015
No
. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET
1. Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.
1. Persentase luas Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang
50 %
2. Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar teknis
2.a
2.b
Persentase bangunan berkondisi baik (aset Pemkab Malang)
Persentase Bangunan yang sesuai persyaratan teknis (bangunan non aset pemkab) 64,92 8,50 % % 3. Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak
3.a 3.b
Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum Persentase penduduk yang terlayani sarana pengelolaan Air Limbah
68 73,48
% %
4. Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.a
4.b
Persentase kawasan kota dan perdesaan dengan kategori bersih dari sampah
Persentase RTH publik yang terkelola
55
0,15 %
%
Jumlah anggaran tahun 2015 : Rp. 99.170.933.000,00 (awal tahun) Jumlah anggaran tahun 2015 : Rp. 137.332.028.500,20 (PAK)
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI1. CAPAIAN KINERJA
Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja organisasi pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang :
Tabel 3.1
Pencapaian Kinerja Sasaran No. KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA
UTAMA TARGET REALISASI %
1. Peningkatan
Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.
1. Persentase luas Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang
50% 41,11% 82,22 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar teknis 2.a. 2.b. Persentase bangunan berkondisi baik (aset Pemkab Malang) Persentase Bangunan yang sesuai
persyaratan teknis (bangunan non aset pemkab) 64,92% 8,50% 64,92% 9,83 % 100 115,6 5 3. Peningkatan akses/layanan air minum dan
pengelolaan Air Limbah yang layak
3.a
3.b
Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum Persentase penduduk yang terlayani sarana pengelolaan Air Limbah 68% 73,48% 66,64% 70,66% 98 96,16 4. Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.a.
4.b.
Persentase kawasan kota dan perdesaan dengan kategori bersih dari sampah Persentase RTH publik yang terkelola 55% 0,15% 54% 0,15% 98,18 100
Tabel 3.2
Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
REALISASI 2014
(n-1) 2015 (n)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.
1. Persentase luas
Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang
50% 24,41% 41,11%
2. Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang
memenuhi standar teknis
2.a. Persentase bangunan berkondisi baik (aset Pemkab Malang)
2.b Persentase Bangunan yang sesuai persyaratan teknis (bangunan non aset pemkab) 64,92% 8,50% 64,40% 10,20% 64,92% 9,83% 3. Peningkatan
akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak
3.a Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum
3.b Persentase penduduk yang terlayani sarana pengelolaan Air Limbah
68% 73,48% 63,62% 67,40% 66,64% 70,66% 4. Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.a. Persentase kawasan kota dan perdesaan dengan kategori bersih dari
sampah 4.b. Persentase RTH publik yang terkelola 55% 0,15% 52,53% 0,03% 54% 0,15%
Tabel 3.3
Perbandingan Capaian Kinerja s.d. Akhir Periode RENSTRA No. STRATEGIS SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET AKHIR
RENSTRA REALISASI TAHUN 2015 TINGKAT KEMAJUAN 1. Peningkatan Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.
1. Persentase luas
Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang 41,11% 41,11% 100% 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar teknis
2.a. Persentase bangunan berkondisi baik (aset Pemkab Malang) 2.b. Persentase Bangunan yang sesuai persyaratan teknis (bangunan non aset pemkab) 64,92% 9,83% 64,92% 9,83% 100% 100% 3. Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak
3.a. Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum
3.b. Persentase penduduk yang terlayani sarana pengelolaan Air Limbah
66,64% 70,66% 66,64% 70,66% 100% 100% 4. Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.a. Persentase kawasan kota dan perdesaan dengan kategori bersih dari sampah
4.b. Persentase RTH publik yang terkelola
54% 0,15% 54% 0,15% 100% 100% Tabel 3.4
Perbandingan Capaian Kinerja dengan Capaian Nasional No. STRATEGIS SASARAN INDIKATOR KINERJA REALISASI TAHUN
2015
REALISASI
NASIONAL (+/-) KET 1. Peningkatan
Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang.
1.Persentase luas
Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang 41,11% 100% + 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas bangunan gedung Pemerintah dan masyarakat yang memenuhi standar
2.a. Persentase bangunan berkondisi baik (aset Pemkab Malang) 2.b. Persentase Bangunan yang sesuai persyaratan teknis 64,92% 9,83% - 9,83% -
teknis (bangunan non aset pemkab) 3. Peningkatan akses/layanan air minum dan pengelolaan Air Limbah yang layak
3.a. Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum
3.b. Persentase penduduk yang terlayani sarana pengelolaan Air Limbah
66,64% 70,66% 66,64% 70,66% 4. Peningkatan kebersihan kawasan perkotaan, perdesaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
4.a. Persentase kawasan kota dan perdesaan dengan kategori bersih dari sampah
4.b. Persentase RTH publik yang terkelola
54%
0,15%
54%
0,15%
2. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN DAN SOLUSI
A. Persentase luas Pemanfaatan Ruang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang
Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan ataupun kegagalan. Adapun hal – hal utama yang menjadi penyebab antara lain :
Hambatan utama untuk merealisasikan capaian kinerja adalah :
a) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dipakai untuk menganalisa rencana kegiatan Pemanfaatan Ruang yang dimohonkan masyarakat tidak dinamis untuk mengakomodasi perkembangan aktifitas usaha, aktifitas ekonomi dan kepentingan investasi;
b) belum bakunya prosedur dan waktu proses legalisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR);
c) tidak bakunya muatan / isi dari rancangan materi dan rancangan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (Perda RDTR); serta
d) lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan muatan / isi dari rancangan materi Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (Perda RDTR) dimaksud...
Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang. Pemerintah Provinsi telah melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
Ke depan, fokus kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja ini akan
dititikberatkan pada upaya untuk mempercepat proses legalisasi atas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang telah disusun sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010; mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah Kabupaten Malang lainnya dengan titikberat pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dari kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan yang :
a) berkembang pesat,
b) memiliki nilai strategis dalam perkembangan wilayah, atau
c) mendesak untuk dilakukan penataan ruangnya agar tidak terjadi penurunan daya dukung lingkungannya. Di samping ini, akan dilakukan peningkatan kualitas analisa pemanfaatan ruang terhadap Rencana Pemanfaatan Ruang / lahan yang dimohonkan masyarakat agar tingkat kesesuaian tata ruangnya lebih akurat dan dengan
memperhatikan perkembangan pemanfaatan ruang kawasan dan lokasi yang dimohon... Dalam hal pencapaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, program /kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja organisasi adalah
a) Program Perencanaan Tata Ruang
- Kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan b) Program Pemanfaatan Ruang
- Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Ruang c) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
- Kegiatan Pengawasan Pemanfaatan Ruang
Hal tersebut dikarenakan program/kegiatan tersebut dapat memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat.
B. Persentase bangunan berkondisi baik (asset pemkab malang)
Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan ataupun kegagalan. Adapun hal – hal utama yang menjadi penyebab antara lain :
Hambatan utama untuk merealisasikan capaian kinerja adalah :
1) Pembangunan gedung aset Pemkab Malang masih dititkberatkan pada pembangunan kawasan perkantoran Pemkab Malang di Kepanjen berikut sarana penunjangnya dalam rangka pemindahan pusat Pemerintahan Kabupaten Malang ke kota Kepanjen yang telah ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Malang.
2) Pembangunan/rehabilitasi/peningkatan/pemeliharaan bangunan gedung sektoral (misal : pasar, sarana dan prasarana olah raga, dll.) menjadi tanggungjawab instansi sektoral yang membidanginya, karena terkait erat dengan capaian kinerja instansi sektoral tersebut. Sedang DCKTR ikut-serta hanya sebatas dalam perencanaan dan pengawasan pelaksanaan konstruksi. Kondisi tersebut menguntungkan DCKTR, karena pengelolaan pembangunan/rehabilitasi/peningkatan/ pemeliharaan bangunan aset Pemkab Malang ditangani oleh banyak instansi. Kelemahannya adalah DCKTR tidak dapat menentukan prioritas bangunan gedung yang harus terlebih dahulu dibangun/direhabilitasi/ ditingkatkan serta bentuk-bentuk pemeliharaan yang harus dilakukan terhadap bangunan gedung yang telah ada.
3) Rendahnya para pengelola bangunan gedung aset Pemkab Malang dalam melakukan upaya-upaya pemeliharaan gedung. Sedangkan kondisi bangunan selalu mengalami degradasi/penyusutan umur pakai bangunan sebesar 2 % per tahun, sehingga mempengaruhi realisasi capaian kinerja.
Sedang masalah yang mendasar untuk meningkatkan pencapaian kinerja lebih lanjut atas IK-Sasaran ini adalah sangat klasik yaitu keterbatasan anggaran. Karena kegiatan pembangunan/rehabilitasi/peningkatan serta pemeliharaan yang berkelanjutan dari bangunan gedung memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga difokuskan pada prioritas Kabupaten Malang untuk penangannya.
Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang. Pemerintah Provinsi telah melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
Ke depan, selain terus membangun bangunan gedung perkantoran Pemkab Malang di Kepanjen dan wilayah Kabupaten lainnya, (bila anggaran memungkinkan dan berdasarkan skala prioritas) akan dilakukan langkah nyata untuk mengurangi jumlah bangunan gedung dan rumah aset Pemkab Malang yang rusak khususnya yang masuk kategori ”Rusak Berat” serta meningkatkan upaya-upaya pemeliharaan bangunan gedung dan rumah aset Pemkab
Malang agar dapat secara lestari dimanfaatkan sesuai fungsinya, baik melalui anggaran pada DCKTR maupun secara berkoordinasi dengan instansi-instansi sektoral lainnya.
Di samping itu, selain bangunan gedung dan rumah aset Pemkab Malang yang dikelola langsung oleh DCKTR, DCKTR tetap berkewajiban melaksanakan inventarisasi yang berkelanjutan atas kebutuhan dan status kelayakan bangunan gedung dan rumah aset Pemkab Malang yang menjadi obyek kelola Instansi sektoral lainnya. Hal ini perlu, selain sebagai dasar koordinasi dan pelaksanaan kegiatan pembangunan tahunan, juga sebagai tolok ukur keberhasilan dalam pengelolaan bangunan gedung aset Pemkab Malang secara keseluruhan sebagaimana diamanatkan dalam Butir 0 Pasal 6 Perbup Malang No. 14/2008 adalah “pembangunan dan pemeliharaan gedung–gedung aset daerah, pembinaan teknis dan pengawasan pembangunan dan pengelolaan bangunan gedung dan rumah aset Pemerintah Daerah”.
Dalam hal pencapaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, program /kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja organisasi adalah
a) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor
- Kegiatan Rehabilitasi sedang / berat rumah gedung kantor
- Kegiatan Perencanaan dan Pengawasan Teknis Rehabilitasi Rumah Dinas / Gedung Kantor / Asset Daerah
Hal tersebut dikarenakan program/kegiatan tersebut dapat memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat.
C. Persentase bangunan yang sesuai persyaratan teknis (bangunan non asset daerah)
Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan ataupun kegagalan. Adapun hal – hal utama yang menjadi penyebab antara lain :
1) Pendataan kondisi gedung aset Pemkab Malang masih belum optimal karena kurangnya koordinasi antara instansi-instansi sebagai pengelola aset gedung dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang.
2) Keterbatasan jumlah personil pada Bidang Tata Bangunan di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menyebabkan tupoksi kurang maksimal.
3) Rendahnya para pengelola bangunan gedung aset Pemkab Malang dalam melakukan upaya-upaya pemeliharaan gedung. Sedangkan kondisi bangunan selalu mengalami
degradasi/penyusutan umur pakai bangunan sebesar 2 % per tahun, sehingga mempengaruhi realisasi capaian kinerja.
Sedang masalah yang mendasar untuk meningkatkan pencapaian kinerja lebih lanjut atas IK-Sasaran ini adalah sangat klasik yaitu keterbatasan anggaran. Karena kegiatan pembangunan/rehabilitasi/peningkatan serta pemeliharaan yang berkelanjutan dari bangunan gedung memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga difokuskan pada