Grafik 54
Pagu dan Realisasi Anggaran Dit. Kesling Th 2016 Pagu Anggaran (KP) : Rp. 206.420.007.000,- Realisasi Anggaran (KP) : Rp 192.528.210.128,- 100,00 93,27 88,00 90,00 92,00 94,00 96,00 98,00 100,00 102,00 PAGU ANGGARAN REALISASI ANGGARAN %
Halaman 86 dari 82 Total pagu anggaran Satker Direktorat Kesehatan Lingkungan pada awal tahun 2016 sebesar Rp 183.493.176.000,-. Kemudian pagu anggaran bertambah dengan masuknya Hibah Terencana Luar Negeri (HLN) PAMSIMAS sebesar Rp 40.782.698.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 224.275.874.000,-. Selanjutnya pagu anggaran mengalami efisiensi sebesar Rp 48.994.127.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 175.281.747.000,-. Kemudian pagu anggaran mengalami refocusing sebesar Rp 30.643.877.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 205.925.624.000,-. Selanjutnya pagu anggaran bertambah dengan masuknya Hibah Langsung Luar Negeri (HLLN) dari Unicef dan WHO sebesar Rp 494.383.000,- sehingga pagu anggaran di akhir tahun 2016 menjadi Rp 206.420.007.000,-. Realisasi anggaran tahun 2016 sebesar Rp 192.528.210.128,- (93.27 %).
Grafik 55 Penyandingan
Capaian Kinerja Berdasarkan Jumlah Indikator yang Mencapai Target dan Realisasi Anggaran Dit. Kesling
Th 2016
Pada tahun 2016, pagu anggaran yang dialokasikan pada satker KP Dit. PL sebesar Rp 206.420.007.000,- dan realisasi anggaran tersebut sebesar 93.27 % atau Rp 192.528.210.128,-. Sedangkan capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan jumlah indikator yang mencapai target sebesar 57.14 %. Itu berarti terwujud ketidakefisiensian anggaran karena capaian kinerja sebesar 57.14 % terwujud dengan 93.27 % anggaran. 0 20 40 60 80 100
CAPAIAN KINERJA REALISASI ANGGARAN
57,14
93,27
Halaman 87 dari 82 Grafik 56
Penyandingan
Capaian Kinerja Berdasarkan Rata-rata Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Dit. Kesling
Th 2016
Seperti sudah disampaikan di atas bahwa pada tahun 2016, realisasi anggaran Dit. Kesling sebesar 93.27 %. Sedangkan capaian kinerja Dit. Kesling jika berdasarkan rata-rata capaian kinerja sebesar 101.38 %. Itu berarti terwujud efisiensi anggaran karena capaian kinerja sebesar 101.38 % dapat terwujud dengan 93.27 % anggaran.
Grafik 57 Penyandingan
Capaian Kinerja Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dan Realisasi Anggaran Dit. Kesling
Th 2016 88 90 92 94 96 98 100 102
CAPAIAN KINERJA REALISASI ANGGARAN
101,38
93,27
Halaman 88 dari 82 Pada tahun 2016, terdapat 4 indikator yang capaian kinerjanya lebih besar dari realisasi anggaran yaitu indikator STBM, TPM Sehat, TTU Sehat dan Limbah Medis. Jika dilihat dari segi ini, itu berarti keempat indikator terjadi keefisiensian anggaran karena besar capaian kinerja lebih besar daripada realisasi anggaran. Sementara 2 indikator sisanya, capaian kinerjanya lebih kecil dari realisasi anggaran yaitu indikator PKAM dan KKS. Jika dilihat dari segi ini, itu berarti kedua indikator terjadi ketidakefisiensian anggaran karena besar capaian kinerja lebih kecil daripada realisasi anggaran.
Grafik 58 Penyandingan
Capaian Kinerja Berdasarkan Jumlah Indikator yang Mencapai Target dan Realisasi Anggaran Dit. Kesling
Th 2015-2016 0 20 40 60 80 100 120
STBM PKAM TPM Sehat TTU Sehat LIMBAH
MEDIS KKS 113,09 45,77 97,56 101,24 119,84 98,31 72,49 99,45 96,18 97,74 96,65 98,90
Halaman 89 dari 82 Pada tahun 2016, capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan jumlah indikator yang mencapai target sebesar 57.14 % dan realisasi anggarannya sebesar 93.27 %. Pada tahun 2015, capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan jumlah indikator yang mencapai target sebesar 100 % dan realisasi anggarannya sebesar 81.36 %. Jika dilihat dari segi ini, itu berarti tahun 2015 terjadi keefisiensian anggaran karena besar capaian kinerja lebih besar daripada realisasi anggaran, sementara tahun 2016 terjadi ketidakefisiensian anggaran karena besar capaian kinerja lebih kecil daripada realisasi anggaran.
Grafik 59 Penyandingan
Capaian Kinerja Berdasarkan Rata-rata Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Dit. Kesling
Th 2015-2016 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00 2015 2016 2017 2018 2019 100,00 57,14 81,36 93,27
Halaman 90 dari 82 Pada tahun 2016, capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan rata-rata capaian kinerja sebesar 101.38 % dan realisasi anggarannya sebesar 93.27 %. Pada tahun 2015, capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan rata-rata capaian kinerja sebesar 129.15 % dan realisasi anggarannya sebesar 81.36 %. Jika dilihat dari segi ini, itu berarti setiap tahunnya terwujud efisiensi anggaran karena besar capaian kinerja lebih besar daripada realisasi anggaran.
0 20 40 60 80 100 120 140 2015 2016 2017 2018 2019 129,15 101,38 81,36 93,27
Halaman 91 dari 82 BAB IV
KESIMPULAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Penyehatan Lingkungan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban yang menggambarkan kinerja Direktorat Penyehatan Lingkungan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang diukur berdasarkan tingkat penggunaan anggaran dan tingkat pencapaian kegiatan keluaran (output kegiatan) selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2016.
Pencapaian kinerja kegiatan Lingkungan Sehat pada tahun 2016, berdasarkan jumlah indikator yang mencapai target sebesar 57.14 %. Sedangkan jika berdasarkan rata-rata capaian kinerja sebesar 101.38 %.
Total pagu anggaran Satker Direktorat Kesehatan Lingkungan pada awal tahun 2016 sebesar Rp 183.493.176.000,-. Kemudian pagu anggaran bertambah dengan masuknya Hibah Terencana Luar Negeri (HLN) PAMSIMAS sebesar Rp 40.782.698.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 224.275.874.000,-. Selanjutnya pagu anggaran mengalami efisiensi sebesar Rp 48.994.127.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 175.281.747.000,-. Kemudian pagu anggaran mengalami refocusing sebesar Rp 30.643.877.000,- sehingga pagu anggaran menjadi Rp 205.925.624.000,-. Selanjutnya pagu anggaran bertambah dengan masuknya Hibah Langsung Luar Negeri (HLLN) dari Unicef dan WHO sebesar Rp 494.383.000,- sehingga pagu anggaran di akhir tahun 2016 menjadi Rp 206.420.007.000,-. Realisasi anggaran tahun 2016 sebesar Rp 192.528.210.128,- (93.27 %).
Dengan demikian jika realisasi anggaran sebesar 93.27 % disandingkan dengan capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan jumlah indikator yang mencapai target sebesar 57.14 %, maka itu berarti terjadi ketidakefisiensian anggaran karena besar capaian kinerja lebih kecil daripada realisasi anggaran. Sementara jika realisasi anggaran sebesar 93.27 % disandingkan dengan capaian kinerja Dit. Kesling berdasarkan rata-rata capaian kinerja sebesar 101.38 %, maka itu berarti terwujud efisiensi anggaran karena besar capaian kinerja lebih besar daripada realisasi anggaran.
Dalam hal ini pencapaian target indikator ini memang tidak sepenuhnya dalam kendali pemerintah pusat mengingat indikator-indikator tersebut merupakan indikator pembangunan dan pemerintah daerah punya peran besar di dalamnya. Karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh Direktorat Kesehatan Lingkungan, antara lain :
o Pelaksanaan review Peraturan Menteri Kesehatan menyesuaikan dengan kondisi seperti Permenkes Nomor 736 Tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum, Revisi Kepmen No 519 Th 2014 tentang Penyelenggaraan Pasar Sehat menjadi Permenkes.
o Penyusunan pedoman seperti Juknis Pelaksanaan RPAM Komunal, Modul Monev PKAM, Modul Teknis Penyehatan Air, Pedoman Standar Peralatan Kesling di Puskesmas, Modul Pelatihan Radioland, Juknis PP, Pedoman Pengamanan Pestisida terhadap Kesehatan, Standar Baku Mutu Biomarker, Pedoman Pengamanan Dampak Radiasi.
o Peningkatan kapasitas petugas untuk pelaksanaan kegiatan kesling melalui kegiatan Orientasi Teknis Penyehatan Air, Workshop Healthy and Green Building Office (Kantor Sehat), Pelatihan Pra Kedaruratan Bidang Kesling/ KLB, Capacity Building Bidang Radiasi, TOT Inspektur HSP yang Kompenten.
Halaman 92 dari 82 o Pemberian dukungan sarana dan prasarana bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Puskesmas dan pokja pasar terpilih berdasarkan usulan dari daerah berupa sarana kit sanitasi kesling sebanyak 345 paket, uji kualitas air (water test kit) sebanyak 76 paket, uji keamanan pangan (food contamination kit dan food security vvip kit) sebanyak 39 paket, sarana supply sanitasi (cetakan jamban) sebanyak 283 paket, peralatan radioland sebanyak 10 paket, alat pembersih pasar dan pelindung diri sebanyak 10 paket, alat kedaruratan kesling (alat penjernih air dan udara) sebanyak 11 paket, bufferstock kedaruratan kesehatan lingkungan sebanyak 11 paket.
o Pemberian dana dekon dan DAK untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kesling.
o Pengembangan jejaring/koordinasi lintas program/lintas sektor dalam bentuk pertemuan antar stakeholder terkait untuk menyamakan persepsi dalam mewujudkan dan mendukung pelaksanaan kegiatan kesling.
o Bermitra dengan Pramuka, PKK, TNI dan Majelis Ulama Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan kesling.
o Pengeluaran Surat Edaran Pasar Sehat dimana satu kab/kota diwajibkan mengadopsi satu Pasar Percontohan Pasar Sehat.
o Pelaksanaan berbagai penilaian untuk menyemangati pelaksanaan kesling seperti penilaian kab/kota sehat, lingkungan bersih sehat, kantor sehat, sekolah sehat, kantin sehat, pelabuhan/ banadar sehat, toilet sehat dll.
o Pembangunan sistem monitoring yang berkualitas dan akuntabel melalui sistem monitoring berbasis Web dan SMS gateway STBM dan emonev HSP yang sudah berjalan serta emonev pengelolaan limbah fasyankes, emonev KKS, emonev PKAM yang baru saja dibangun.
Namun demikian upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya maksimal dan masih terdapat beberapa kendala seperti :
o Adanya efisiensi anggaran sebesar Rp 87.592.373.000,- atau 43 % dari anggaran.
o Masih kurangnya kuantitas dan kualitas petugas kesehatan lingkungan di Puskesmas dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan terkait kesling serta mutasi petugas yang terjadi di daerah.
o Masih kurangnya dukungan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terkait kesling.
o Untuk sistem pelaporan kegiatan yang sudah berbasis elektronik (internet) masih belum optimal terkait dukungan jaringan internet yang belum stabil di seluruh lokasi.
o Pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan melibatkan multi sektor sehingga perlu memperkuat jejaring kemitraan, dan kapasitas SDM.
o Proses peningkatan perubahan perilaku tidak dapat dilakukan secara cepat, cenderung membutuhkan waktu yang relatif lama dan kecukupan pendampingan petugas kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari secara berkesinambungan.
Halaman 93 dari 82 Dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan pencapaian kinerja maka pada tahun-tahun mendatang perlu dilakukan upaya meliputi :
o Pembinaan/orientasi terpadu terkait kegiatan kesling untuk mensosialisasikan pedoman pelaksanaan kegiatan kesling dan meningkatkan kapasitas petugas kesling. o Pembentukan tenaga inspektur kesling sampai dengan tahun 2019.
o Pendampingan dana dekon dan DAK yang lebih lagi untuk membantu pelaksanaan kegiatan.
o Pemberian sarana dan prasarana pada daerah-daerah yang belum terjangkau.
o Sosialisasi dan implementasi sistem monev dan pelaporan kesling berbasis elektronik dengan lebih optimal sekaligus didukung oleh pemda setempat dalam hal dukungan terhadap jaringan internet yang lebih stabil.
o Bermitra dengan Pramuka, PKK, TNI dan Majelis Ulama Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan kesling.
o Melanjutkan pelaksanaan berbagai penilaian untuk menyemangati pelaksanaan kesling seperti penilaian kab/kota sehat, lingkungan bersih sehat, kantor sehat, sekolah sehat, kantin sehat, pelabuhan/bandara sehat, toilet sehat dll.