• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Belanja Daerah

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL (Halaman 82-87)

triwulan III 2014 di Kalimantan Barat

4.2.2 Realisasi Belanja Daerah

Realisasi penyerapan belanja

pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada triwulan III 2014

mengalami peningkatan

dibanding periode sebelumnya.

Tercatat rasio penyerapan anggaran Provinsi Kalimantan Barat pada triwulan III 2014 mencapai 60,85% dari target anggaran belanja 2014. Rasio tersebut relatif meningkat dibanding triwulan III 2013 yang mencapai 53,00%. Berdasarkan komponennya, Belanja Tidak Langsung (Belanja Rutin) masih mendominasi realisasi belanja secara keseluruhan. Tercatat pangsa Belanja Tidak Langsung pada triwulan III 2014 mencapai 70,35% dari total belanja, dengan rasio realisasi terhadap target anggaran 2014 mencapai 76,96%. Sementara pangsa realisasi Belanja Langsung (Belanja Non-Rutin), yang digunakan untuk membiayai berbagai proyek pemerintah, mencapai 29,65% dari total realisasi belanja pada triwulan III 2014. Rasio realisasi Belanja Langsung terhadap target anggaran 2014 mencapai 40,66%.

Secara lebih mendalam, diketahui bahwa tingginya realisasi Belanja Tidak Langsung/rutin salah satunya didorong oleh penyerapan belanja hibah. Kondisi tersebut relatif sejalan dengan alokasi DAU, terkait pelaksanaan pemilihan presiden. Pada triwulan III 2014, nilai realisasi belanja hibah mencapai Rp491,51 miliar, atau 73,34% dari target tahun anggaran 2014. Sementara itu, realisasi belanja pegawai (gaji)

mencapai Rp388,52 miliar atau 67,38% dari target tahun 2014. Relatif tingginya realisasi belanja gaji pada triwulan laporan salah satunya dipengaruhi oleh pencairan gaji ke 13 untuk PNS yang direalisasikan pada Juli 2014.

Sumber : Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Kalimantan Barat

Grafik 4. 10 Pangsa Realisasi Belanja Per Komponen

Sumber : Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Kalimantan Barat

Grafik 4. 11 Realisasi Belanja Tidak Langsung (Rutin)

64.97 40.00 76.96 40.66 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung

% III 2013 III 2014 327.22 435.56 388.52 491.51 0 100 200 300 400 500 600

Belanja Pegawai Belanja Hibah

Rp. Miliar

III 2013 III 2014

Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat

Triwulan III 2014 69

Sementara itu, realisasi komponen Belanja Langsung yang digunakan untuk pelaksanaan proyek masih belum optimal, mencapai 40,66% dari target APBD Tahun Anggaran 2014. Realisasi Belanja Langsung tersebut terutama didorong oleh penyerapan Belanja Barang dan Jasa yang secara nilai mencapai Rp436,33 miliar, atau 44,72% dari target tahun anggaran 2014. Penyerapan Belanja Barang dan Jasa tersebut salah satunya didorong oleh realisasi berbagai proyek pembangunan infrastruktur transportasi khususnya dalam menghadapi lebaran. Sementara itu, nilai realisasi belanja Modal pada triwulan III 2014 mencapai Rp158,34 miliar, atau 21,05% dibanding target 2014. Nilai realisasi belanja Modal tersebut relatif mengalami penurunan dibanding triwulan III 2013 yang mencapai Rp179,59 miliar. Berdasarkan kajian DJPK, beberapa hal yang menyebabkan penurunan realisasi belanja modal di daerah antara lain keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam pendanaan kegiatan/proyek, terdapat efisiensi biaya pelaksanaan kegiatan/proyek dan batas waktu pelaksanaan kegiatan yang melebihi target tahun anggaran berjalan.

Sumber : Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Kalimantan Barat

Grafik 4. 12 Realisasi Belanja Langsung (Non Rutin)

Belanja Pegawai 81.81 Belanja Pegawai 82.81 Belanja Barang & Jasa 404.40 Belanja Barang & Jasa 436.33 Belanja Modal 179.59 Belanja Modal 158.34 III 2013 III 2014 Rp. Miliar

Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat

Triwulan III 2014 71

V. PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

5.1 Ketenagakerjaan

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS bulan Agustus 2014, jumlah penduduk usia kerja (usia 15 tahun ke atas) Provinsi Kalimantan Barat adalah sebanyak 3.318 ribu orang, atau mengalami peningkatan sebesar 8,14% (yoy) dibandingkan hasil survei pada Bulan Agustus 2013.

Sementara jumlah angkatan kerja tercatat meningkat sebesar 8,40% (yoy) menjadi

sebanyak 2.320 ribu orang. Dengan demikian, rasio jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja atau Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sedikit meningkat menjadi 69,93% pada Agustus 2014 dibandingkan Agustus 2013 yang tercatat sebesar 69,75%. Begitupula dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang tercatat sebesar 4,04% mengalami peningkatan relatif kecil sebesar 0,05% terhadap keadaan Agustus 2013 yang tercatat sebesar 3,99%. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya peningkatan pada jumlah pencari kerja sebesar 8,52% (yoy) dibandingkan Agustus 2013 menjadi sebanyak 94 ribu orang, sementara jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan yang lebih kecil sebesar 8,43% (yoy) dibandingkan Agustus 2013 menjadi sebanyak 2.054 ribu orang.

Tabel 5.1 Indikator Ketenagakerjaan Kalimantan Barat (ribu jiwa)

Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Barat, diolah

F eb Ags F eb Ags F eb Ags F eb ' 14 ( %) Ags ' 13 ( %)

J uml a h P e nduduk Us i a Ke r j a 3. 031 3. 041 3. 228 3. 068 3. 280 3. 318 1, 16 8, 14 Angk a t a n Ke r j a 2. 258 2. 183 2. 349 2. 140 2. 369 2. 320 - 2, 07 8, 40 a . Be k e r j a 2. 182 2. 107 2. 276 2. 054 2. 309 2. 227 - 3, 55 8, 43 b. P e nc a r i Ke r j a 76 76 73 86 60 94 56, 17 8, 52 Buk a n Angk a t a n Ke r j a 773 858 879 928 911 998 T i ngk a t P a r t i s i pa s i Angk a t a n Ke r j a ( %) 74, 50 71, 77 72, 74 69, 75 72, 21 69, 93 T i ngk a t P e nga nggur a n T e r buk a ( %) 3, 36 3, 48 3, 09 3, 99 2, 53 4, 04

Per ubahan Ags ' 14 Thdp

2013 2014

2012 Ket er angan

Sumber : BPS Prov. Kalimantan Barat, diolah

Grafik 5.1Pertumbuhan Penduduk Angkatan Kerja Berdasarkan Pendidikan 0,0% 1,0% 2,0% 3,0% 4,0% 5,0% 2000 2100 2200 2300 2400

Februari Agustus Februari Agustus Februari Agustus

2012 2013 2014

Berdasarkan dari status pekerjaan, penyerapan tenaga kerja pada sektor informal mengalami peningkatan sebesar 7,51% (yoy) pada Agustus 2014 apabila dibandingkan Agustus 2013 yang tercatat sebanyak 1.355 ribu orang. Secara

tahunan, seluruh kelompok penduduk yang bekerja pada sektor informal mengalami peningkatan. Peningkatan paling tinggi terjadi pada kelompok penduduk yang berstatus sebagai pekerja bebas sebesar 25,60% (yoy), lalu diikuti oleh penduduk yang berstatus

sebagai pekerja keluarga dan pengusaha yang memiliki buruh tidak tetap yang masing-masing tercatat sebesar 10,41% (yoy) dan 5,66% (yoy). Sementara, kelompok penduduk yang berusaha sendiri mengalami peningkatan paling rendah sebesar 0,70% (yoy). Pada sisi lain penduduk yang bekerja di sektor formal mengalami peningkatan sebesar 10,22% (yoy) yang tercatat sebanyak 770 ribu orang. Peningkatan tenaga kerja di sektor formal terjadi baik pada kelompok penduduk yang berstatus sebagai pengusaha yang memiliki buruh/karyawan tetap maupun kelompok penduduk yang berstatus buruh/karyawan, dengan peningkatan yang masing-masing tercatat sebesar 36,70% (yoy) dan 8,00% (yoy).

Ditinjau dari sisi sektoral, tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi terjadi di sektor pertanian, dengan pangsa sebesar 57,76% dari total penduduk yang bekerja di Kalimantan

Barat. Berdasarkan wilayahnya,

penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian paling besar yaitu terdapat pada Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau yang masing-masing tercatat sebesar 81,75% dan 74,67% dari total penduduk yang bekerja di sektor pertanian di Kalimantan Barat. Sementara itu, penyerapan paling rendah terdapat pada Kota Pontianak dan Kota Singkawang yang masing-masing tercatat sebesar 5,65% dan 27,22% dari total penduduk yang bekerja di sektor pertanian di Kalimantan Barat. Tingginya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian sejalan dengan struktur perekonomian Kalimantan Barat yang masih ditopang oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan.

Sumber : BPS Prov. Kalimantan Barat, diolah

Grafik 5.2 Pertumbuhan Jumlah Penduduk Yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan

Sumber : BPS Provinsi Kalimantan Barat, diolah

Grafik 5.3 Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Kalimantan Barat Berdasarkan Sektor (%, yoy)

-10,00% -5,00% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 300 600 900 1.200 1.500 1.800

Feb Ags Feb Ags Feb Ags 2012 2013 2014

Informal Formal Informal (growth) Formal (growth)

Pertanian 57,76% Industri 3,66% Perdagangan 13,99% Jasa 11,36% Lainya 13,23%

Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat

Triwulan III 2014 73

5.2 Kesejahteraan

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL (Halaman 82-87)

Dokumen terkait