Keuangan Daerah
4.3. REALISASI PEMBIAYAAN
Di sisi lain, realisasi pos Dana Perimbangan sampai dengan triwulan IV 2008 telah mencapai sebesar Rp 540,3 miliar atau 97% dari total rencana penerimaan tahun 2008 sebesar Rp 556,9 miliar. Pos tersebut memperoleh sumbangan terbesar yang bersumber dari realisasi DAU yang mencapai Rp 448,2 miliar atau mencapai 100% dari yang direncanakan pada tahun 2008.
4.2 REALISASI BELANJA
Sementara itu, realisasi belanja daerah sampai dengan triwulan III-2008 tercatat mencapai sebesar Rp 1,5 triliun atau mencapai 88,25% dari yang dianggarkan. Apabila dilihat realisasi belanja sampai dengan Agustus 2008 yang baru mencapai 42% maka terlihat bahwa upaya meningkatkan realisasi anggaran terkonsentrasi pada triwulan IV 2008 sehingga dapat meningkat lebih dari dua kalinya. Pola penggunaan anggaran tersebut relatif tidak berubah dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Selain itu, realisasi pos belanja modal juga tidak maksimal, yaitu hanya mencapai realisasi Rp 121,96 miliar atau hanya mencapai 85,69% dari yang dianggarkan sebesar Rp 142,3 miliar. Realisasi belanja modal pada akhir 2008 meningkat drastis dibandingkan agustus 2008 sebelumnya yang hanya sebesar 9,2%. Realisasi belanja modal searah dengan pola realisasi belanja daerah yang terkonsentrasi pada triwulan IV 2008.
Realisasi belanja yang sesuai dengan anggaran adalah realisasi pada pos belanja subsidi yang mencapai 100% yaitu sebesar Rp 3,3 miliar. Sedangkan, pos belanja yang paling besar dianggarkan adalah pos pada belanja pegawai, yang mencapai Rp 477,8 miliar dan realisasi sampai dengan Desember 2008 sebesar Rp 413,6 miliar atau mencapai 87,8%.
Realisasi belanja modal hanya sebesar 11% dari total PAD yang didapatkan sedangkan realisasi belanja pegawai mencapai 37% dari total PAD. Kedua presentase tersebut dapat diinterpretasikan bahwa penggunaan hasil dari PAD Bali untuk belanja modal tidak besar.
4.3. REALISASI PEMBIAYAAN
Untuk komponen pembiayaan yang meliputi penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah, realisasi sampai dengan triwulan IV-2008 masing-masing sebesar Rp 282,5 milyar dan Rp 15,8 milyar. Realisasi penerimaan pembiayaan
49
sebelumnya, pencairan dana cadangan dan penerimaan piutang daerah. Sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan daerah seluruhnya merupakan penyertaan modal Pemda. Tabel 4.1 menunjukkan perkembangan APBD Provinsi Bali 2007 dan 2008.
50
Tabel 4.1. Laporan Realisasi APBD 2007 – 2008 (dalam ribu)
NO. URAIAN APBD TAHUN 2007 REALISASI APBD TAHUN 2008 REALISASI %Realisasi 2008
2007 2008*
A PENDAPATAN DAERAH 1.282.579.145 1.368.004.403 1.388.534.528 1.679.568.266 120,96
1 PEND. ASLI DAERAH (PAD) 756.144.462 834.475.058 810.040.570 1.103.973.704 136,29
- Pajak Daerah 659.411.000 735.938.193 698.875.446 945.973.962 135,36
- Retribusi Daerah 13.508.022 15.321.961 14.068.948 18.948.946 134,69
- Hsl PMD dan Hsl Pengel. Kek.
Daerah yg dipisahkan 46.442.423 46.934.734 48.792.476 45.593.308 93,44
- Lain-Lain PAD yg Sah 36.783.016 36.280.170 48.303.699 93.457.488 193,48
2 DANA PERIMBANGAN 505.074.000 525.304.234 556.948.660 540.254.253 97,00
- Bagi hasil pajak dan bukan pajak 68.541.000 88.771.234 87.127.240 79.086.434 90,77
- Dana Alokasi Umum (DAU) 436.533.000 436.533.000 448.187.420 448.187.419 100,00
- Dana Alokasi Khusus (DAK) 21.634.000 12.980.400 60,00
3 LAIN-LAIN PENDAPATAN YG SAH 21.360.684 8.225.112 21.545.298 35.340.308 164,03
- Pendapatan Hibah 20.000.000 20.000.000 100,00
- Sumbangan Pihak Ketiga 1.545.298 15.340.308 992,71
B BELANJA DAERAH 1.364.822.319 1.236.343.652 1.663.141.617 1.467.734.815 88,25
4 BELANJA TIDAK LANGSUNG 854.981.199 828.894.563 1.148.609.948 1.029.039.656 89,59
- Belanja Pegawai 331.203.891 317.882.474 424.656.133 372.934.564 87,82
- Belanja Subsidi 3.451.800 3.451.800 3.300.000 3.300.000 100,00
- Belanja Hibah 100.861.632 100.660.752 149.557.057 128.609.090 85,99
- Belanja Bantuan Sosial 15.574.642 15.101.002 155.716.648 151.166.265 97,08
- Belanja Bagi Hasil kpd
Prov/Kab/Kota/Desa 271.477.153 266.865.089 289.164.741 287.261.845 99,34
- Belanja Bantuan Keuangan kpd
Provinsi/Kab/Kota/Desa 126.284.540 124.250.190 120.215.369 85.736.787 71,32
- Belanja Tidak Terduga 6.127.541 683.255 6.000.000 31.104 0,52
5 BELANJA LANGSUNG 509.841.120 434.449.089 514.531.668 438.695.159 85,26
- Belanja Pegawai 48.270.850 44.006.787 53.149.898 40.693.335 76,56
- Belanja Barang & Jasa 282.095.244 246.162.310 319.052.761 276.045.285 86,52
- Belanja Modal 179.475.025 144.279.992 142.329.008 121.956.538 85,69 C PEMBIAYAAN DAERAH 150.005.123 169.235.549 274.607.089 266.704.470 97,12 6 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 178.437.033 178.282.654 293.112.801 282.504.469 96,38
- Sisa Perhit. Anggaran Tahun
Sebelumnya 178.377.195 178.249.654 273.896.301 273.897.677 100,00
- Pencairan Dana Cadangan - - 19.216.500 6.906.792 35,94
- Penerimaan Piutang Daerah 59.837 33.000 - 1.700.000 0,00
7
PENGELUARAN PEMBIAYAAN
DAERAH 28.431.910 9.047.104 18.505.712 15.800.000 85,38
- Pembentukan Dana Cadangan 12.500.000 2.944 - 0 98,71
- Penyertaan Modal (Investasi)
Pemda 15.931.910 9.044.160 16.005.712 15.800.000 0,00
- Pemberian Pinjaman Daerah 2.500.000 0
SILPA (Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran) 67.761.950 273.896.301 0,00 478.537.921
*Angka sementara
51
Tahun 2008 bisa dikatakan sebagai tahun pariwisata dimana tahun ini dicanangkan sebagai tahun kunjungan wisata (Visit Indonesia Year 2008). Dengan adanya program ini, sedikit banyak perekonomian Bali sangat terbantu dengan pariwisata sebagai leading sector. Kenaikan jumlah kunjungan wisman mengindikasikan membaiknya kondisi perekonomian Bali. Ini tentu saja membawa pengaruh positif terhadap beberapa indikator ketenagakerjaan di Bali terutama pada tingkat pengangguran.
5.1. ANGKATAN KERJA, PENDUDUK YANG BEKERJA, DAN ANGKA PENGANGGURAN
Pada bulan Agustus 2008, dari 2.099.278 orang yang tergolong ke dalam angkatan kerja, jumlah penduduk yang tidak bekerja (pengangguran terbuka) mencapai 69.548 orang. Dibandingkan dengan keadaan pada bulan Agustus 2007, kondisi ini lebih baik dengan jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus 2007 mengalami peningkatan sebanyak 39.567 orang, dan angka pengangguran mengalami penurunan pada sebanyak 8.029 orang.
Tabel 5.1
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan, Agustus 2006 – Agustus 2008
(dalam ribuan)
Kegiatan Utama Agustus 2006 Agtustus 2007 Agustus 2008 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas 2.607,8 2.661,9 2.696,1
Angkatan Kerja 1.990,5 2.059,7 2.099,3
a. Bekerja 1.870,3 1.982,1 2.029,7
b. Tidak Bekerja (Pengangguran Terbuka) 120,2 77,6 69,5
Bukan Angkatan Kerja 617,3 602,2 596,9
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK %) 76,3 77,4 77,9 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT %) 6,0 3,8 3,3
Sumber: BPS
Jika dibandingkan dengan Agustus 2006, struktur angkatan kerja mengalami perubahan cukup berarti. Jumlah penduduk yang bekerja meningkat dari 1,8 juta orang pada Agustus 2006 menjadi lebih dari 1,9 juta orang pada Agustus 2007 dan kembali meningkat menjadi lebih dari 2 juta orang pada Agustus 2008. Dari periode Agustus
Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan
52
2007 ke Agustus 2008 terjadi peningkatan 47.596 orang penduduk bekerja yang berakibat pada penurunan angka pengangguran yang dari 77.577 orang menjadi 69.548 orang.
Menurut wilayah perkotaan dan pedesaan, meskipun jumlah penduduk yang berusia diatas 15 tahun untuk daerah perkotaan lebih banyak, namun penduduk yang tergolong sebagai angkatan kerja untuk daerah pedesaan lebih banyak dibandingkan daerah perkotaan. Jumlah angkatan kerja untuk wilayah pedesaan mencapai 1.072,9 ribu orang, sementara untuk wilayah perkotaan tercatat sebanyak 1.026,4 ribu orang. Dari penduduk yang masuk sebagai angkatan kerja di pedesaan tersebut sebanyak 1.043,6 ribu orang tergolong bekerja dan sebanyak 29,3 ribu sebagai pengangguran. Angka pengangguran ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan pengangguran di wilayah perkotaan yang sebanyak 40,2 ribu orang. Akan tetapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya tingkat pengangguran di wilayah pedesaan meningkat sebanyak 18,1% dari sebanyak 24,8 ribu orang menjadi 29,3 ribu orang. Selanjutnya untuk wilayah perkotaan pengangguran turun sebesar 23,9%.
Tabel 5.2
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan, di Daerah Perkotaan dan Pedesaan, Agustus 2007 – Agustus 2008
(dalam ribuan)
Kegiatan Utama Pedesaan Perkotaan Desa + Kota Agt- 07 Agt-08 Agt-07 Agt-08 Agt-07 Agt-08 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas 1.309,9 1.327,0 1.352,0 1.369,1 2.661,9 2.696,1 Angkatan Kerja 1.046,3 1.072,9 1.013,4 1.026,4 2.059,7 2.099,3 a. Bekerja 1.021,6 1.043,6 960,6 986,2 1.982,1 2.029,7 b. Tidak Bekerja
(Pengangguran Terbuka) 24,8 29,3 52,8 40,2 77,6 69,5 Bukan Angkatan Kerja 263,6 254,1 338,6 342,7 602,2 596,9 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
(TPAK %) 79,9 80,9 75,0 74,9 77,4 77,9
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT
%) 2,4 2,7 5,2 3,9 3,8 3,3
Sumber: BPS
5.2. LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA
Meskipun secara umum perkembangan perekonomian Bali membaik, digambarkan oleh tingkat kunjungan wisman yang semakin meningkat, namun kenaikan harga minyak dunia yang diikuti dengan kenaikan harga BBM dalam negeri, berimbas langsung terhadap beberapa sektor perekonomian. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan masing-masing sektor ekonomi dalam menyerap tenaga kerja.
53
2008 mengalami penurunan sebanyak 25,8 ribu orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2007. Sedangkan untuk sektor Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan, penduduk yang bekerja di sektor ini turun sebanyak 7,5 ribu orang. Meskipun demikian secara keseluruhan, penambahan penyerapan tenaga kerja di semua sektor pada bulan Agustus 2008 mencapai 47,6 ribu orang.
Tabel 5.3
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, Agustus 2007 – Agustus 2008
(dalam ribuan)
Kegiatan Utama Agustus 2006 Agustus 2007 Agustus 2008
Pertanian 663,0 714,1 726,3
Pertambangan 2,3 8,5 12,1
Industri 250,6 289,1 263,3
Listrik, Gas, dan Air 8,7 3,9 7,8
Konstruksi 127,6 128,7 140,1
Perdagangan, Restoran, & Hotel 403,6 462,5 481,8 Pengangkutan & Telekomunikasi 74,1 77,4 92,7 Keuangan & Jasa Perusahaan 69,4 52,9 45,4
Jasa-Jasa 271,0 245,0 260,0
Total 1.870,3 1.982,1 2.029,7
Sumber: BPS
5.3. PERGESERAN STATUS PEKERJAAN
Berdasarkan status pekerjaan dalam pekerjaan utamanya, penduduk yang bekerja dibedakan ke dalam tujuh kategori yang selanjutnya dapat digunakan untuk menggolongkan penduduk ke dalam 2 jenis kelompok pekerja, yakni pekerja formal dan informal. Pekerja formal adalah mereka yang dikategorikan berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Dan untuk mereka yang memiliki status pekerjaan di luar kategori tersebut digolongkan sebagai pekerja informal.
Dari kedua kategori tersebut maka pada bulan Agustus 2008 jumlah pekerja informal di Bali mencapai 68%, sedikit meningkat dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 64,9%. Penurunan jumlah pekerja pada sektor formal telah terjadi, yang mencapai 47,8 ribu orang. Hal ini bisa berarti terjadi pergeseran pekerja formal dari sektor formal ke sektor informal. Berdasarkan status pekerjaan, sebagian besar (29,4%) penduduk yang bekerja merupakan buruh/karyawan. Jumlah pekerja yang
54
berstatus buruh/karyawan menurun cukup besar selama kurun waktu setahun terakhir yaitu sebesar 42,7 ribu orang. Penurunan terjadi juga pada kelompok pekerja yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tetap, dan pekerja bebas di pertanian.
Tabel 5.4
Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan, Agustus 2006 – Agustus 2008
(dalam ribuan)
Kegiatan Utama Agustus 2006 Agustus 2007 Agustus 2008 Berusaha sendiri 336.528 354.175 327.445 Berusaha dibantu buruh tidak tetap 388.829 412.294 488.184 Berusaha dibantu buruh tetap 40.426 55.857 50.839
Buruh/karyawan 631.440 639.778 597.034
Pekerja bebas di pertanian 54.606 62.670 56.774 Pekerja bebas di non pertanian 100.966 92.114 119.913 Pekerja tidak dibayar 317.493 365.246 389.541 Total 1.870.288 1.982.134 2.029.730
Sumber: BPS
5.4 PENDUDUK SETENGAH PENGANGGUR
Dalam Sakernas, penduduk yang dianggap bekerja adalah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam waktu seminggu. Namun, penduduk yang benar-benar dianggap bekerja adalah penduduk yang bekerja minimal 35 jam seminggu. Sedangkan mereka yang memiliki jam kerja kurang dari itu digolongkan sebagai setengah penganggur. Dari penggolongan ini, maka penduduk yang dianggap bekerja penuh pada bulan Agustus 2008 mencapai lebih dari 68% dari penduduk yang bekerja, menurun dibandingkan setahun yang lalu sebanyak 109,0 ribu orang.
Sementara itu penduduk yang berstatus sebagai setengah penganggur dengan jam kerja kurang dari 35 jam seminggu sebanyak 621,3 ribu orang atau sebesar 30,6% dari total pekerja. Dari penduduk yang berstatus setengah penganggur, lebih dari sepertiganya merupakan penganggur terpaksa dengan jumlah mencapai 241,6 ribu, meningkat sebesar 75,4 ribu orang dibandingkan bulan Agustus 2007. Mereka pada umumnya menganggur karena belum memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Sebagian besar atau 61,1% dari penduduk setengah penganggur merupakan setengah penganggur sukarela mencapai 379,7 ribu orang. Mereka sudah merasa puas dengan pekerjaan yang dimiliki saat ini, meskipun dari sisi jumlah jam kerja
55
terkait dengan kebutuhan kesempatan kerja. Tabel 5.5
Angkatan Kerja Menurut Kegiatan Utama, Agustus 2006 – Agustus 2008
(dalam ribuan)
Kegiatan Utama Agustus 2006 Agustus 2007 Agustus 2008 Angkatan Kerja 1.990,5 2.059,7 2.099,3 a. Bekerja 1.870,3 1.982,1 2.029,7
- Bekerja penuh (>=35 jam seminggu) 1.355,2 1.517,5 1.408,5 - Setengah Penganggur (< 35 jam seminggu) 515,1 464,6 621,3
- Terpaksa 260,7 166,1 241,6
- Sukarela 254,4 298,5 379,7
b. Tidak Bekerja
(Pengangguran Terbuka) 120,2 77,6 69,5
Setengah Penganggur Terpaksa + Penganggur Terbuka 380,9 243,7 311,1
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT %) 6,0 3,8 3,3
Persentase (setengah pengangguran terpaksa + penganggur
terbuka) terhadap angkatan kerja 19,1 11,8 14,8
Sumber: BPS
5.5 PENDUDUK YANG BEKERJA DAN PENGANGGURAN MENURUT