I Gede Suarjawa1), Agung Sri Sulistyawati2), Putu Diah Kesumadewi3)
Program Studi Diploma IV Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana
Email : [email protected]1) Abstrak
Malioboro merupakan sebuah kawasan wisata belanja yang berlokasikan di Kota Yogyakarta. Malioboro memiliki banyak daya tarik wisata tersendiri yang dimiliki selain dari wisata belanja seperti menyediakan kuliner, tampilan objek yang indah, transportasi tradisional dan adanya atraksi kesenian tradisional khas Yogyakarta. Metode analisis yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptip kuantitatif dan mempergunakan metode accidental sampling dengan jumlah keseluruhan responden berjumlah 100 wisatawan. Aktivitas leisure dari para wisatawan yang berkunjung diantaranya 18% wisata belanja, 20% wisata kuliner, 18% wisata foto, 42 % jalan-jalan, dan 2% wisata lainya. Persepsi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Malioboro dari 100 responden yang di ambil sampel yaitu sebagai tempat rekreasi mendapatkan rata-rata skor 4,10 berada pada interval baik, dari segi kebersihan dan keamanan mendapat skor 3,95 berada pada interval baik. variasi aktivitas rekreasi di kawasan wisata Malioboro mendapat skor 3,88 berada pada interval baik, wisata belanja mendapatkan skor 3,93 berada pada interval baik, wisata kuliner mendapat skor 3,86 berada pada interval baik, Spot foto di kawasan wisata Malioboro mendapat skor 3,98 berada pada interval baik, fasilitas umum di kawasan wisata Malioboro mendapatkan skor 3,66 berada pada interval baik, sarana transportasi kawasan wisata Malioboro mendapat skor 3,96 berada pada interval baik. atraksi pendukung kegiatan wisata mendapat skor 3,87 berada pada interval baik dan sarana akomodasi di sekitar Malioboro mendapat skor 3,82 berada pada interval baik
Kata Kunci : Leisure and recreation, Persepsi Wisatawan, Malioboro
Abstract
Malioboro is a shopping area located in Yogyakarta City. Malioboro has a lot of activities to enjoy the culinary, beautiful tourism object, traditional transportation, and traditional arts of Yogyakarta. The method of analysis used in this research is using descriptive quantitative method and used accidental
106 sampling method with total number of respondents is 100 tourist. Leisure activities from tourists visiting 18% of tourists, 20% culinary tours, 18% of tourist photos, 42% of streets, and 2% of other tours. The perception of tourists visiting the Malioboro tourism object from 100 respondents who took sample that is as a recreation place average score 4.10 is at “good” intervals, in terms of cleanliness and security score 3.95 is at ”good” intervals. variations of recreational activities in the tourist area of Malioboro got a score of 3.88 is at “good” intervals, shopping tour get score 3.93 is at “good” intervals, culinary tour got score 3.86 is at “good” interval, spot photos in Malioboro tourist area got score 3,98 is at “good” intervals, public facilities in the tourist area of Malioboro get a score of 3.66 is at “good” intervals, Malioboro tourism area got a score of 3.96 was at “good” intervals. Support attractions got score 3.87 was at “good” intervals. And accommodation around Malioboro got a score 3.82 was at “good” intervals.
Keywords : Leisure and Recreation, Tourist Perception, Malioboro
PENDAHULUAN
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki luas 3,185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Daerah Istimewa Yogyakarta yang relatif aman dan nyaman dengan keramah-tamahan masyarakatnya, menjadikan Yogyakarta banyak diminati orang atau wisatawan untuk berkunjung.
Sebagai daerah tujuan wisata, Yogyakarta mempunyai berbagai daerah tujuan wisata yang kental dengan budaya Jawa dan peninggalan-peninggalan kerajaan, seperti halnya Keraton Yogyakarta, Makam Raja Mataram, Istana Gedung Agung, Museum Perjuangan, Museum Batik, Candi Prambanan, dan lain sebagainya. Selain objek wisata budaya, Yogyakarta juga memiliki keindahan dan kekayaan alam yang indah
107 seperti Pantai Parang Tritis, Goa Selarong, Hutan Pinus dan masih banyak lagi. Di Yogyakarta juga terdapat salah satu wisata terkenal yang menawarkan wisata belanja dan kuliner yaitu Malioboro.
Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.
Malioboro merupakan kawasan wisata yang menjadi andalan dari kota Yogyakarta sehingga banyak akses yang bisa dimanfaatkan untuk sampai ketempat ini. Sarana transportasi yang bisa dipergunakan yaitu bus atau angkutan umum. Wisatawan juga bisa menggunakan jasa taksi juga menggunakan andong atau becak sambil menikmati suasana kota Yogyakarta. Fasilitas dan akomodasi sebagai sarana penunjang yang mendukung sektor kepariwisataan di tempat ini sudah sangat mudah untuk dijumpai. Hotel berbintang lima sampai dengan hotel kelas melati banyak tersedia disekitar Malioboro. Rumah makan pun banyak tersebar di wilayah ini dengan menu dan selera yang sangat beragam mulai dari warung angkringan, masakan khas Yogyakarta yang disajikan dalam suasana lesehan. Tersedia juga restoran atau cafe yang menyediakan makanan masakan cina, fast food atau masakan ala barat berupa steak, beef lasagna dan lain-lain.
Ketersediaan fasilitas serta objek wisata yang mendukung, membuat kawasan wisata Malioboro menjadi kawasan yang baik untuk melakukan berbagai aktivitas leisure and recreation. Untuk itu, peneliti
108 tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Persepsi Wisatawan Terhadap Aktivitas Leisure dan Recreation di Kawasan Wisata Malioboro.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui aktivitas Leisure dan Recreation yang bisa dilakukan wisatawan di Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, (2) untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap aktivitas Leisure and recreation di Kawasan Wisata Malioboro, Kota Yogyakarta.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian sebelumnya yang dipakai sebagai acuan dalam penelitian ini adalah penelitiaan yang dilakukan oleh Fanny Maharani Suarka, Agung Sri Sulistyawati, dan Ni Putu Ratna Sari tahun 201 yang berjudul Pengembangan “Leisure and recreation for Later Life” di Kawasan Pariwisata Sanur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model aktivitas leisure and recreation dengan mengidentifikasi aktivitas wisatawan lanjut usia di kawasan Sanur.
Penelitian lain yang dijadikan acuan adalah penelitian yang dilakukan oleh Juana (2015) yang berjudul “Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata Taman Purbakala Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2015”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang persepsi wisatawan terhadap aksesibilitas, daya tarik wisata, fasilitas, infrastruktur, promosi dan informasi yang dilakukan pengelola, serta keamanan objek wisata Taman Purbakala Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur tahun 2015.
Menurut Mathieson & Wall (1982), pariwisata merupakan serangkaian aktivitas yang berupa aktivitas perpindahan orang untuk
109 sementara waktu ke suatu tujuan di luar tempat tinggal maupun tempat kerjanya, aktivitas yang dilakukannya selama tinggal di tempat tujuan tersebut dan kemudahan-kemudahan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhannya baik selama dalam perjalanan maupun di lokasi tujuannya.
Berdasarkan definisi teori waktu luang yaitu waktu luang sebagai aktivitas yaitu waktu yang berisikan berbagai macam kegiatan baik untuk beristirahat, menghibur diri sendiri, menambah pengetahuan serta menggunakan keterampilan secara objektif untuk meningkatkan keikutsertaan dalam bermasyarakat setelah melepaskan diri dari segala pekerjaan rutinnya, keluarga dan lingkungan sosial dan waktu luang sebagai relaksasi, hiburan, dan pengembangan diri. Beberapa kegiatan mengisi waktu luang diantaranya:
1) Relaxation Activity (Kegiatan Relaksasi)
Menurut Soetarlinah Sukadji (Triatmoko, 2007), kegiatan relaksasi diantaranya kegiatan relaksasi aktif misalnya, membetulkan alat rumah tangga atau berbenah rumah, memperbaiki sepeda motor. Kegiatan tersebut sifatnya produktif cenderung meningkatkan ketrampilan dan harga diri. Selain itu bisa melakukan relaksasi pasif dengan cara menonton televisi, mendengarkan musik, dan membaca tulisan ringan.
2) Entertainment Activity (Kegiatan Hiburan)
Fine, Mortimer, & Robert (Broderick & Blewitt, 2006), menyebutkan bahwa kegiatan hiburan atau rekreasi dapat mempromosikan penguasaan keterampilan, seperti olahraga partisipasi, hobi, dan kesenian atau mungkin lebih murni rekreasi seperti bermain video game, melamun atau nongkrong dengan teman-teman.
110 Pengembangan diri termasuk kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas, mengembangkan bakat dan potensi, membangun modal manusia, dan memfasilitasi kerja, meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi pada realisasi mimpi dan aspirasi serta rohani pengembangan (Anonim, 2009).
Menurut Krippendorf, kegiatan rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Kegiatan tersebut ada yang diawali dengan mengadakan perjalanan ke suatu tempat. Secara psikologi banyak orang di lapangan yang merasa jenuh dengan adanya beberapa kesibukan dan masalah, sehingga mereka membutuhkan istirahat dari bekerja, tidur dengan nyaman, bersantai sehabis latihan, keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan, mempunyai teman bekerja yang baik, kebutuhan untuk hidup bebas, dan merasa aman dari resiko buruk. Rekreasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis dantaranya pariwisata, olahraga, permainan dan hobi.
Jalaludin Rakhmat (2007: 51) menyatakan persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi juga bertautan dengan cara pandang seseorang terhadap suatu objek tertentu dengan cara yang berbeda-beda dengan menggunakan alat indera yang dimiliki, kemudian berusaha untuk menafsirkannya. Persepsi baik positif maupun negatif ibarat file yang sudah tersimpan rapi di dalam alam pikiran bawah sadar kita. File itu akan segera muncul ketika ada stimulus yang memicunya, ada kejadian yang membukanya. Menurut Undang-undang No. 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan disebutkan wisatawan adalah orang yang melakukan wisata. Wisatawan memiliki beragam motif, minat, ekspektasi, karakteristik sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya (Heher: 2003).
111 Dengan motif dan latar belakang yang berbeda-beda itu mereka menjadi pihak yang menciptakan permintaan produk dan jasa wisata.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian Lapangan II ini adalah bertempat di Yogyakarta, lebih tepatnya di kawasan Malioboro. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa gambaran umum Yogyakarta dan kondisi pariwisata yang berupa aktifitas leisure dan recreation di kawasan Malioboro. Data kuantitatif yang berupa persepsi wisatawan terhadap kondisi pariwisata di Maliboro yang diukur dengan menggunakan skala Likert yang berupa angka-angka.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari tempat penelitian yaitu wisatawan yang berkunjung ke Malioboro pada saat penelitian lapangan berlangsung dengan menggunakan angket atau kuesioner. Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui referensi yang berbentuk tulisan seperti buku yang berkaitan dengan kepariwisataan dan daerah tempat pelaksanaan penelitian, dan tulisan yang ada di internet yang juga berisi seputaran informasi tentang kegiatan kepariwisataan serta literature-literature dan pihak tertentu yang berhubungan dengan penelitian yang berlangsung di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner, studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, metode pengambilan sampelnya secara accidental sampling yaitu cara memperoleh sampel berdasarkan siapa saja wisatawan yang kebetulan ditemui pada saat melakukan penelitian.
112 Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui persepsi wisatawan, maka akan dibuat scoring (pembagian skor) menggunakan metode pengukuran (skala) Likert pada jawaban-jawaban wisatawan sesuai dengan dimensi variabel untuk seluruh pertanyaan positif, yang memiliki 5 (lima) penilaian jawaban. Guna skala Likert dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap kawasan Malioboro.
Tabel 1. Skala Sikap Wisatawan
No. Skala Sikap
Sikap Skor Kategori
1 Sangat Baik 5 4,24 - 5,04
2 Baik 4 3,43 - 4,23
3 Cukup 3 2,62 - 3,42
4 Buruk 2 1,81 - 2,61
5 Sangat Buruk 1 1,00 - 1,80
Sumber : Hasil modifikasi skala Likert (Slamet, 1993:19)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang dilakukan di kawasan Malioboro, menunjukkan bahwa jalan-jalan menjadi kegiatan yang paling banyak dilakukan wisatawan ketika mengunjungi Malioboro, hal ini dikarenakan Malioboro dirancang khusus sebagai tempat bersantai untuk pejalan kaki, dengan berbagai objek sebagai penarik minat wisatawan kemudian aktivitas selanjutnya yaitu wisata kuliner, di Malioboro dapat dijumpai
113 berbagai pedagang yang menjajakan berbagai jenis makanan tradisional dan juga modern disepanjang Jalan Malioboro.
Aktivitas lain yang dapat dilakukan selanjutnya adalah berbelanja. Malioboro terkenal dengan wisata belanjanya. Dapat ditemukan toko-toko maupun pedagang lesehan yang berjualan di sepanjang jalan Malioboro. Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Aktivitas leisure lain yang dapat dilakukan adalah foto-foto, terdapat spot-spot foto yang dapat menjadi background yang unik. Salah satu ikon khas Malioboro adalah papan penunjuk Jalan Malioboro yang sering menjadi objek foto.
Selain berbagai aktivitas di atas, terdapat berbagai aktivitas leisure yang bisa dilakukan ketika mengunjungi Malioboro, seperti menikmati alunan musik jalanan yang sering dipentaskan pada malam hari. Berbagai komunitas musik jalanan sangat menghibur wisatawan dengan perpaduan music yang indah. Di samping itu, wisatawan dapat berkeliling Malioboro dengan menggunakan transportasi tradisional becak. Becak masih dapat ditemukan di Kota Yogyakarta sebagai sarana transportasi penunjang kegiatan wisata, khususnya di Malioboro.
Tabel 2. Jenis Aktivitas Leisure and Recreation
Jenis Aktivitas Leisure Jumlah Persentase
Berbelanja 25 18%
Wisata Kuliner 27 20%
Foto-Foto 24 18%
Jalan-jalan 58 42%
114
Jumlah 100%
Sumber : Hasil Penelitian
Wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata Malioboro adalah mayoritas masyarakat yang berasal dari Pulau Jawa. Dari 100 kuesioner yang disebar, wisatawan yang berasal dari Jawa sebanyak 63 orang, dan sisanya berasal dari daerah di luar Jawa yang tersebar dari berbagai daerah seperti Bali, Lombok, Sulawesi, Maluku dan lain sebagainya. Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro rata-rata adalah penduduk asli kota Yogyakarta.
Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro, lebih didominasi oleh laki-laki dengan 52 orang, dan sisanya adalah perempuan sejumlah 48 orang. Malioboro sering dikunjungi oleh wisatawan yang sudah berkeluarga dan kalangan mahasiswa. Malioboro sangat diminati di semua kalangan usia. Rata-rata umur wisatawan yang berkunjung ke Malioboro adalah kalangan muda dengan rentang umur 20-25 tahun sebanyak 45 orang. Pengunjung Malioboro yang mayoritas kalangan anak muda dan mahasiswa, pendidikan terakhir didominasi tamatan SMA dengan jumlah 62 orang, yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta, sehingga pekerjaan wisatawan Malioboro lebih banyak berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa dengan jumlah 52 orang. Wisatawan yang datang ke Malioboro, memiliki persepsi masing-masing terhadap kawasan Malioboro. Dari beberapa indikator, di dapat hasil sebagai berikut.
Tabel 3. Persepsi Wisatawan Terhadap Malioboro sebagai Tempat Rekreasi
No. Persepsi Skor Responden f(x)
115
2 Baik 4 63 252
3 Cukup 3 10 30
4 Tidak Baik 2 1 2
5 Sangat Tidak Baik 1 1 1
Jumlah 100 410
Rata-rata 4.1
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap Malioboro sebagai tempat rekreasi untuk mengisi waktu luang dengan hasil 4,10 yang berada pada interval baik antara 3,43 – 4,23 yang berarti “baik”.
Tabel 4. Persepsi Wisatawan Terhadap Kebersihan dan Keamanan di Malioboro
No. Persepsi Skor Responde
n f(x)
1 Sangat Baik 5 15 75
2 Baik 4 58 232
3 Cukup 3 23 69
4 Tidak Baik 2 3 6
5 Sangat Tidak Baik 1 1 1
Jumlah 100 383
Rata-rata 3.83
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap kebersihan dan keamanan di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,95 yang berarti “baik”.
116 Tabel 5. Persepsi Wisatawan Terhadap Variasi Aktivitas
Rekreasi di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 16 80 2 Baik 4 60 240 3 Cukup 3 21 63 4 Tidak Baik 2 2 4 5 Sangat Tidak Baik 1 1 1 Jumlah 100 388 Rata-rata 3.88
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap variasi aktivitas rekreasi yang bisa dilakukan di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,88 yang berarti “baik”
Tabel 6. Persepsi Wisatawan Terhadap Wisata Belanja di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 18 90 2 Baik 4 60 240 3 Cukup 3 20 60 4 Tidak Baik 2 1 2 5 Sangat Tidak Baik 1 1 1 Jumlah 100 393 Rata-rata 3.93
117 Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap wisata belanja di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,93 yang berarti “baik”.
Tabel 7. Persepsi Wisatawan Terhadap Kuliner Tradisional di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 26 130 2 Baik 4 54 216 3 Cukup 3 19 57 4 Tidak Baik 2 0 0 5 Sangat Tidak Baik 1 1 1 Jumlah 100 404 Rata-rata 4.04
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap kuliner tradisional yang dapat ditemukan di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 4,04 yang berarti “baik”.
Tabel 8. Persepsi Wisatawan Terhadap Spot Foto di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 25 125
2 Baik 4 50 200
3 Cukup 3 23 69
118
5 Sangat Tidak Baik 1 0 0
Jumlah 100 398
Rata-rata 3.98
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap spot foto di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,98 yang berarti “baik”.
Tabel 9. Persepsi Wisatawan Terhadap Fasilitas Umum di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 13 65 2 Baik 4 47 188 3 Cukup 3 33 99 4 Tidak Baik 2 7 14 5 Sangat Tidak Baik 1 0 0 Jumlah 100 366 Rata-rata 3.66
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap fasilitas umum di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,66 yang berarti “baik”.
Tabel 10. Persepsi Wisatawan Terhadap Sarana Transportasi Tradisional di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
119
2 Baik 4 50 200
3 Cukup 3 24 72
4 Tidak Baik 2 2 4
5 Sangat Tidak Baik 1 0 0
Jumlah 100 396
Rata-rata 3.96
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap sarana transportasi tradisional yang mendukung kegiatan rekreasi di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,96 yang berarti “baik”.
Tabel 11. Persepsi Wisatawan Terhadap Atraksi Pendukung di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 23 115 2 Baik 4 45 180 3 Cukup 3 29 87 4 Tidak Baik 2 2 4 5 Sangat Tidak Baik 1 1 1 Jumlah 100 387 Rata-rata 3.87
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap atraksi pendukung kegiatan wisata di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,87 yang berarti “baik”.
120 Tabel 12. Persepsi Wisatawan Terhadap Sarana
Akomodasi di Malioboro
No. Persepsi Skor Responden f(x)
1 Sangat Baik 5 16 80 2 Baik 4 54 216 3 Cukup 3 27 81 4 Tidak Baik 2 2 4 5 Sangat Tidak Baik 1 1 1 Jumlah 100 382 Rata-rata 3.82
Sumber : Hasil Penelitian
Persepsi wisatawan terhadap sarana akomodasi di sekitar kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,82 yang berarti “baik”.
KESIMPULAN DAN SARAN
Malioboro sebagai kawasan wisata memiliki berbagai jenis aktivitas leisure and recreation yang bisa dilakukan. Malioboro terkenal dengan wisata belanjanya, dapat ditemukan berbagai bangunan toko tradisional dan modern di sepanjang jalan Malioboro yang menjual segala jenis kerajinan khas Yogyakarta maupun kuliner-kuliner tradisional. Sepanjang jalan Malioboro juga sering dimanfaatkan sebagai tempat jalan-jalan. Jalan Malioboro dengan keramaian orang sering menjadi objek dan spot-spot foto untuk wisatawan. Selain berbagai aktivitas di atas, terdapat berbagai aktivitas leisure yang bisa dilakukan, seperti menikmati alunan musik jalanan yang sering
121 dipentaskan pada malam hari dan dapat berkeliling Malioboro dengan menggunakan transportasi tradisional becak.
Wisatawan yang datang ke Malioboro, memiliki persepsi masing-masing terhadap kawasan Malioboro. Dari beberapa indikator, di dapat kesimpulan sebagai berikut. Malioboro sebagai tempat rekreasi untuk mengisi waktu luang dengan hasil 4,10 yang berada pada interval baik antara 3,43 – 4,23 yang berarti “baik”. Kebersihan dan keamanan di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,95 yang berarti “baik”. Variasi aktivitas rekreasi yang bisa dilakukan di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,88 yang berarti “baik” Wisata belanja di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,93 yang berarti “baik”. Kuliner tradisional yang dapat ditemukan di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 4,04 yang berarti “baik”. Spot foto di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata-rata skor sebesar 3,98 yang berarti “baik”. Fasilitas umum di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata rata skor sebesar 3,66 yang berarti “baik”. Sarana transportasi tradisional pendukung kegiatan rekreasi di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata rata skor sebesar 3,96 yang berarti “baik”. Atraksi pendukung kegiatan wisata di kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata rata skor sebesar 3,87 yang berarti “baik”. Sarana akomodasi di sekitar kawasan wisata Malioboro mendapatkan hasil rata rata skor sebesar 3,82 yang berarti “baik”. Saran
Melihat berbagai aktivitas leisure and recreation yang bisa dilakukan di kawasan Malioboro dan juga persepsi wisatawan, saran dari kegiatan penelitian lapangan ini adalah :
122 1. Pada saat kegiatan penelitian lapangan, sedang berlangsung proses perbaikan dan pembuatan trotoar untuk pejalan kaki. Jalan Malioboro, kedepannya dikhususkan untuk pejalan kaki. Diharapkan, proyek dapat rampung tepat waktu dan penataan kawasan lebih diperbaiki karena banyak pedagang yang menjajakan barang dagangannya di trotoar jalan yang tentunya bisa mengganggu pejalan kaki.
2. Fasilitas umum seperti toilet juga diupayakan ditambah dan diletakkan di tempat yang strategis dan mudah terjangkau. Karena di sepanjang jalan Malioboro, jarang ditemukan toilet umum.
3. Keadaan Malioboro yang ramai pengunjung setaip harinya dan juga lalu lalang kendaraan yang ramai di pagi, siang dan malam hari, dapat mengancam keselamatan pengunjung. Hal tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk membangun kawasan