• Tidak ada hasil yang ditemukan

Recycling above minimum standard Waste Water Flow, of water quality

Dalam dokumen MEMPERKUAT BISNIS MASA DEPAN (Halaman 110-113)

Limbah B3 yang dihasilkan pada tahun 2015 memiliki tren yang berbeda-beda di unit-unit bisnis ANTAM. Pada tahun 2015, UBPN Sultra menghasilkan kemasan bekas kontaminasi, limbah medis dan filter bekas, lampu bekas, serta sarung tangan sebanyak sebesar 4.378 kg, turun dari 9.580 kg pada tahun 2014.

Toxic and hazardous waste produced in 2015 had different trends in the various business units. During the year UBPN Sultra produced contaminated used packaging, medical waste and used filter, used lamp, and gloves weighing as much as 4,378 kg, or a decrease from 9,580 kg in 2014.

Hal ini terjadi karena pada 2015, ANTAM menggunakan tujuh mesin dari pembangkit listrik III sedangkan pada tahun sebelumnya menggunakan delapan mesin. Pada tahun 2015, ANTAM tidak menggunakan pembangkit listrik II.

Kemudian jumlah lumpur terkontaminasi, glasswool dan lainnya di UPBN Sultra tercatat sebesar 3.659 kg pada tahun 2015. Jumlah tersebut meningkat dari 1.000 kg di tahun 2014 karena adanya kegiatan pembongkaran (demolishing) Pabrik FeNi I. Pengelolaan limbah tersebut diserahkan kepada pihak ketiga yaitu Multazam dan PPLI.

UBP Emas menghasilkan limbah oli bekas, minyak bekas, dan lumpur minyak mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 15.997 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 17.793 kg. Untuk limbah grease bekas mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 2.223 kg dibandingkan tahun 2014 yaitu 2.063 kg. Limbah abu insinerator mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 559 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 6.550 kg. Penurunan tersebut disebabkan oleh UBP Emas menghentikan penggunaan insinerator per 16 Januari 2015. Kemudian, untuk limbah padat B3 berupa kemasan bekas kontaminasi, limbah medis dan filter bekas, lampu bekas, sarung tangan mengalami penurunan menjadi 27.877 kg dari 31.209 kg pada tahun 2014. Limbah botol bekas kimia juga mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 216 kg dari 905 kg pada tahun 2014. Jumlah limbah aki bekas pada tahun 2015 sebesar 643 kg, sedangkan tahun 2014 tidak ada limbah. Peningkatan limbah aki bekas ini dikarenakan sudah memasuki waktu penggantian aki yang dipakai untuk mine spot lamp. Sludge juga mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 66.059 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 62.159 kg, sedangkan limbah jerigen B3/eks-kimia untuk tahun 2015 tidak ada. Pengelolaan limbah cair dan padat B3 diserahkan kepada pihak ketiga yaitu PT Wiraswasta Gemilang Indonesia dan PT Wastec International. [G4-EN25]

UBPN Malut menghasilkan limbah oli bekas, minyak bekas, lumpur minyak mengalami peningkatan menjadi 20.375 kg dari 6.261 kg pada tahun 2014. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kenaikan dalam penggunaan alat berat untuk kegiatan produksi pada tahun 2015 dengan target produksi yang meningkat sebanyak 1.100.000 ton, sedangkan tahun 2014 sebanyak 653.000 ton. Pengelolaan limbah cair

This outcome was due to the use of seven engines from power plant III, while the previous year the company used eight engines from power plant III. In 2015 ANTAM did not use power plant II.

Further, the amount of contaminated sludge, glasswool and others at UPBN Sultra totaled 3,659 kg in 2015, or an increase from 1,000 kg in 2014 due to the demolition of the FeNi I plant. Management of the waste was taken over by third parties, namely PT Multazam and PPLI.

UBP Emas produces waste in the form of used lubricant, used oil and oil sludge which decreased in 2015 to 15,997kg as compared to 17,793 kg recorded in 2014. Used grease waste increased in 2015 to 2,223 kg as compared to 2,063 kg in 2014. Incinerator ash waste fell in 2015 to 559 kg compared to 6,550 kg in 2014. This decrease was caused by discontinuation of incinerator use at UBP Emas per January 16, 2015. Further, solid waste was generated in the form of contaminated used packaging, medical waste and used filter, used lamp, and gloves. This waste decreased to 27,877 kg from 31,209 in 2014. Waste of used chemical bottles also decreased in 2015 to 216 kg from 905 kg in 2014.

The amount of used batteries waste in 2015 totaled 643 kg, while no waste was recorded in 2014. This increase occurred as the batteries used in the mine spot lamp were due for replacement. Sludge also increased in 2015 to 66,059 kg compared to 2014’s figure of 62,159 kg. On the other hand, there were no hazardous and toxic waste/ex chemical jerry cans waste in 2015. Toxic liquid and solid waste management was taken over by third parties, namely PT Wiraswasta Gemilang Indonesia and PT Wastec International. [G4-EN25]

UBPN Malut produces waste in the form of used lubricant, used oil and oil sludge, increasing to 20,375 kg in 2015 from 6,261 kg in 2014. This increase was due to an increase in the use of heavy equipment for production activities in 2015 with the production target having been increased to 1.1 million tons, while the target was 653,000 tons in 2014. Waste management was transferred to PT ALP Petro Industri. [G4-

Untuk limbah padat B3, UBPN Malut menghasilkan limbah berupa botol bekas kimia yang mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 32 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 800 kg. Kemudian aki bekas pada tahun 2015 juga mengalami penurunan menjadi 37 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 1.737 kg. Hal ini dikarenakan berhentinya operasional kontraktor.

Selanjutnya, limbah padat B3 lainnya di UBPN Malut berupa kemasan bekas kontaminasi, limbah medis dan filter bekas, lampu bekas, sarung tangan. Pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 1.933 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 2.114 kg. Penurunan limbah padat ini dikarenakan penurunan produksi dan penggunaan alat berat. Limbah padat B3 tersebut untuk penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak ketiga yaitu PT ALP Surabaya dan PT Wastec Cilegon. [G4-EN25]

UBPP LM menghasilkan limbah oli bekas, minyak bekas dan lumpur minyak pada mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 50 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 106 kg. Untuk limbah padat B3 yang dihasilkan berupa kemasan bekas kontaminasi, limbah medis dan filter bekas, lampu bekas, sarung tangan, majun, plastik dan karung bekas B3, kertas saring perak nitrat, serta mabor mengalami peningkatan menjadi 2.194 kg tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 sebesar 1.943 kg. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah permintaan analisis laboratorium untuk material internal UBPP LM ataupun untuk kepentingan riset.

Jumlah limbah aki bekas pada tahun 2015 sebesar 15 kg, sedangkan tahun 2014 tidak ada limbah. Peningkatan limbah aki bekas ini dikarenakan sudah memasuki waktu penggantian aki yang dipakai untuk mine spot lamp. Sludge juga mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 35.646 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 24.470 kg. Untuk limbah oli bekas, minyak bekas dan lumpur minyak UBP Bauksit mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 4.500 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 5.220 kg. Kemudian untuk sludge mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 242 kg dibandingkan tahun 2014 sebesar 740 kg. Pengelolaan limbah dilakukan oleh PT Wastec International. [G4-EN25]

With regards to solid waste, UBPN Malut generates waste in the form of used chemical bottles, decreasing to 32 kg in 2015 as compared to 800 kg in 2014. As for used batteries the figure fell to 37 kg in 2015 compared to 1,737 kg in 2014. This is because a contractor using these materials ceased operations.

Moreover, other solid waste and hazardous and toxic waste in UBPN Malut include contaminated used-packaging, medical wastes and used filter scraps, used lamps, and used gloves. In 2015, the figure decreased to 1,933 kg compared to 2,114 kg in 2014. Reduction of hazardous and toxic waste was the results of the decrease in production activities and heavy equipment operations. The wastes were handed over in June to third parties, namely PT ALP Surabaya and PT Wastec Cilegon. [G4-EN25]. [G4-EN25]

UBPP LM generates waste in form of used lubricant, used oil and oil sludge, decreasing in 2015 to 50 kg as compared to 2014 amounting 106 kg. Solid waste generated was of contaminated used packaging, medical waste and used filter scrap, used lamp, gloves, rags, plastic, used sacks of toxic waste, silver nitrate filter paper, and mabor increasing to 2,194 kg in 2015 compared to 1,943 kg in 2014. This was caused by the increasing number of requests for laboratory analysis for the plants’s internal materials or for research purposes.

The amount of used batteries waste in 2015 totaled 15 kg, while in 2014 no waste was generated. The increase occurred as the batteries used for the mine spot lamp were due for replacement. Further, sludge also increased in 2015 to 35,646 Kg as compared to 2014 totaling 24,470 kg.

Used oil and oil sludge waste at UBP Bauksit decreased in 2015 by 4,500 kg as compared to 5,220 kg in 2014. Sludge waste decreased in 2015 to 242 kg as compared to 740 kg in 2014. Waste management was carried out by PT Wastec International. [G4-EN25]

Tabel berikut menyajikan data jumlah limbah B3 berdasarkan tipe dan jumlah yang dihasilkan.

Dalam dokumen MEMPERKUAT BISNIS MASA DEPAN (Halaman 110-113)