BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 2. Reduksi Data dan Kesimpulan
1. Pemahaman Kepala Sekolah SDN Tlacap Mengenai Penilaian Otentik dalam Kurikulum 2013
Sumber Informasi Kesimpulan
Pemahaman dan Pendapat mengenai Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 1
Dalam Kurikulum 2013 dituntut untuk mengembangkan kreativitas siswa. Hal itu bagus dalam pembelajaran maupun penerapan sehari-hari. Guru hanya memotivasi agar anak menjadi kreatif. Guru harus banyak memotivasi agar kreativitas anak muncul dengan sendirinya. Guru memberikan tugas kepada siswa mengenai apa yang dilihat (diamati), tugas dilakukan sendiri oleh siswa. Saat diberi tugas untuk dikerjakan di rumah, anak sudah mulai aktif untuk mencari di internet.
Pelaksanaan Kurikulum 2013 juga bergantung pada guru. Guru harus bisa menguasai IT. Jika guru yang sudah tua dan kurang menguasai IT maka akan terkendala dalam memotivasi siswa.
Kurikulum 2013 mendorong siswa dalam bekerja kelompok, berani mengemukakan pendapat, mengkomunikasikan dalam presentasi.
Dalam Kurikulum 2013 siswa dituntut untuk mengembangkan kreativitasnya, hal ini bagus untuk pembelajaran maupun dalam penerapan sehari-hari. Guru harus memotivasi siswa agar kreativitas siswa muncul dengan sendirinya. Siswa menjadi lebih kreatif karena banyak membuat katya.
Pelaksanaan Kurikulum 2013 juga bergantung kepada guru. Guru harus bisa menguasai IT.
Guru yang sudah tua dan kurang menguasai IT akan mengalami kesulitan dalam memotivasi siswa.
Kurikulum 2013 mendorong siswa agar berani dalam mengemukakan pendapat, bekerja kelompok, dan mengkomunikasikan.
Kurikulum 2013 lebih komplit dan terpadu karena terdiri dari empat KD yaitu sikap spiritual, sikap sosial, keterampilan dan pengetahuan.
Materi dalam Kurikulum 2013 kurang mendalam sehingga guru harus memperdalam sendiri.
WG I - Poin 1
- Poin 4
Kurikulum 2013 lebih komplit karena terdiri dari empat KD, sikap spiritual, sikap sosial, keterampilan dan pengetahuan. Penilaian dilakukan dengan lebih terpadu. Penilaian tidak hanya pada pengetahuan tetapi juga pada sikap dan keterampilan.
Siswa menjadi lebih kreatif karena banyak membuat karya.
Materi/ pengetahuan dalam Kurikulum 2013 kurang mendalam sehingga guru dituntut untuk memperdalam sendiri materi.
Sumber Pemahaman mengenai Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 2 Pemahaman mengenai Kurikulum 2013 didapat dari diklat dan pertemuan forum Kurikulum 2013.
Diklat Kurikulum 2013 diberikan oleh LPMP dan Dinas Propinsi.
Pemahaman mengenai Kurikulum 2013 diperoleh dari diklat Kurikulum 2013 yang diberikan oleh LPMP dan Dinas Propinsi.
Selain diklat juga dilakukan pertemuan forum Kurikulum 2013 dan sharing antar guru dalm grup, baik itu bersama kepala sekolah maupun dengan pengawas sekolah.
- Poin 2 Pemahaman mengenai Kurikulum 2013 didapat dari diklat Kurikulum 2013 yang dilakukan secara bertahap. Selain diklat juga dilakukan sharing antar guru dalam grup, dengan kepala sekolah dan pengawas.
Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Sebelumnya WKS I
- Poin 3 Jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya materi berasal dari guru, guru banyak menjelaskan sehingga siswa menjadi pasif.
Dalam Kurikulum 2013, dengan suatu tema yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya Lingkungan), dengan motivasi dari guru (misalnya dengan gambar kondisi lingkungan di sekolah) siswa akan memiliki bermacam-macam pertanyaan.
Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Sebelumnya: 1. Kurikulum 2013 menggunakan Pendekatan Saintifik
2. Penilaian dalam Kurikulum 2013 menilai ketiga ranah, yaitu afektif, psikomotor dan afektif.
3. Pembelajaran Kurikulum 2013 dengan tema yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari
4. Materi dalam Kurikulum 2013 lebih sederhana. Guru harus mengembangkan materi dan soal sendiri.
WG I
- Poin 3 Proses pembelajaran dalam Kurikulum 2013 berbeda karena menggunakan Pendekatan Saintifik. Perbedaan dalam penilaian karena dalam Kurikulum 2013 menilai ketiga ranah yaitu afektif, psikomotor dan kognitif.
Materi dalam Kurikulum 2013 lebih sederhana dibandingkan dalam Kurikulum KTSP. Guru harus mengembangkan materi/ soal sendiri agar siswa merasa tertantang dalam belajar.
Kelebihan dari Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 4 Dalam Kurikulum 2013 dituntut untuk mengembangkan kreativitas siswa. Hal itu bagus baik dalam pembelajaran maupun penerapan sehari-hari. Guru hanya memotivasi agar anak menjadi kreatif. Guru harus banyak memotivasi agar kreatifitas anak muncul dengan sendirinya.
Kelebihan dari Kurikulum 2013:
1. Dalam Kurikulum 2013 kreativitas siswa menjadi berkembang. 2. Guru lebih banyak memotivasi siswa
3. Penilaian dalam Kurikulum 2013 tidak hanya dalam aspek pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan.
4. Penilaian deskriptif tidak bergantung pada KKM, kemampuan setiap anak bisa terakomodasi.
WG I
- Poin 5 Kelebihan dari Kurikulum 2013 adalah penilaian tidak hanya dalam aspek pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan.
Penilaian deskriptif yang tidak bergantung pada KKM, sehingga kemampuan setiap anak bisa terakomodasi. Setiap anak memiliki keunggulan dalam aspek tertentu.
Kekurangan dari Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 5 Kekurangan dari Kurikulum 2013 adalah:
1. Keberhasilan kurikulum 2013 tergantung pada guru. Guru yang belum menguasai dan masih pasif maka akan mengalami kesulitan dalam memberikan pelajaran yang memotivasi siswa.
2. Penilaian yang rumit dan memerlukan biaya, tenaga dan pikiran.
Kekurangan dari Kurikulum 2013:
1. Guru yang belum menguasai Kurikulum 2013 dan masih pasif akan mengalami kesulitan dalam memotivasi siswa.
2. Penilaian dalam Kurikulum 2013 rumit dan memerlukan biaya, tenaga dan pikiran.
3. Anggaran yang meledak. Anggaran banyak terserap di KBM, digunakan untuk membeli kertas untuk fotokopi dan administrasi. Anggaran ATK (alat tulis kantor) melonjak 3 sampai 4 kali lipat dari sebelumnya.
4. Guru yang belum bisa menggunakan IT akan kesulitan dalam membuat materi sedangkan guru yang sudah bisa IT dimudahkan dengan adanya laptop dan LCD.
fotokopi. Anggaran ATK melonjak 3-4 kali lipat dari sebelumnya. 4. Guru yang belum bisa menguasai IT akan lebih kesulitan dalam membuat
materi. Guru yang menguasai IT dimudahkan dengan adanya laptop dan LCD.
5. Cakupan materi Kurikulum 2013 yang kurang dalam 6. Materi terlalu luas
7. Alokasi waktu tidak sesuai dengan pelaksanaan di kelas. WG I
- Poin 6 Kekurangan dari Kurikulum 2013 antara lain adalah cakupan materi yang kurang dalam, materi yang banyak dan tidak sesuai dengan alokasi waktu.
Estimasi waktu terkadang tidak sesuai dengan pelaksanaan di kelas.
Pemahaman mengenai Pendekatan Saintifik WKS I
- Poin 6 - Poin 7
Pendekatan Saintifik terdiri dari 5M.
Pendekatan Saintifik bagus karena itu adalah pendekatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Pendekatan Saintifik terdiri dari 5M.
Proses pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik terdiri dalam tahapan- tahapan seperti mengamati dan menarik kesimpulan.
Pendekatan Saintifik akan membuat siswa menjadi lebih aktif dan tertantang. Siswa dapat mengetahui alur untuk mendapatkan pengetahuan baru.
Sebagian siswa tetap bersifat pasif meskipun pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik.
WG I - Poin 7
- Poin 8
Pendekatan Saintifik digunakan dalam proses pembelajaran dengan 5M. Dalam Pendekatan Saintifik proses pembelajaran terdiri dalam tahapan-tahapan seperti mengamati, dan siswa dapat menarik kerimpulan dari apa yang dia lihat. Dengan Pendekatan Saintifik siswa menjadi lebih aktif. Siswa mengetahui alur untuk mendapatkan pengetahuan yang baru. Siswa juga merasa lebih tertantang. Meski demikian ada sebagian siswa yang tetap bersifat pasif meskipun pembelajaran sudah menggunakan Pendekatan Saintifik.
Kelebihan dari Pendekatan Saintifik WKS I
- Poin 8 Ketika siswa bertanya, dan pada akhirnya mengkomunikasikan dapat melatih dalam mengemukakan pendapat. Siswa sudah tidak seperti dulu, yang jika tidak ditanya maka akan diam. Sekarang siswa sudah terbiasa untuk musyawarah dalam kerja kelompok dan melaporkan kegiatannya.
Kelebihan dari Pendekatan Saintifik:
1. Melatih siswa dalam mengemukakan pendapat dengan bertanya dan mengkomunikasikan.
2. Siswa terbiasa untuk bermusyawarah dalam kerja kelompok dan melaporkan kegiatannya.
3. Siswa dituntut untuk mengetahui proses mendapat pengetahuan.
4. Pengetahuan yang didapat melalui 5M akan lebih tertanam dan siswa tidak mudah lupa.
WG I
- Poin 9 Kelebihan dari Pendekatan Saintifik adalah siswa dituntut untuk mengetahui proses mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan yang didapat melalui 5M akan lebih tertanam pada siswa dan tidak mudah lupa.
Kekurangan dari Pendekatan Saintifik WKS I
- Poin 9 Kekurangan dari Pendekatan Saintifik adalah siswa yang kurang aktif masih harus dipancing. Siswa yang pasif menjadi kendala saat tugas diberikan. Tetapi
Kekurangan dari Pendekatan Saintifik:
1. Siswa yang kurang aktif (pasif) masih menjadi kendala saat tugas diberikan.
lama kelamaan siswa akan menjadi terbiasa. 2. Cakupan materi Kurikulum 2013 tidak seluas dalam Kurikulum KTSP. 3. Alokasi waktu tidak sesuai dengan pelaksanaan di kelas.
Solusi untuk alokasi waktu yang kurang adalah dengan menjadikan tugas sebagai pekerjaan rumah.
WG I
- Poin 10 Kekurangan dari Pendekatan Saintifik adalah cakupan materi yang tidak seluas dalam Kurikulum KTSP. Alokasi waktu juga terkadang tidak sesuai dengan pelaksanaan di kelas. Hal ini sering disiasati dengan menjadikan tugas sebagai pekerjaan rumah.
2. Pelaksanaan Penilaian Otentik dalam Penerapan Kurikulum 2013 di Kelas IVB Sekolah Dasar Negeri Tlacap
Sumber Informasi Kesimpulan
Persiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 10 - Poin 11
Dulu tiba-tiba sekolah diberi perintah dari dinas untuk mengikuti diklat Kurikulum 2013.
Persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan Kurikulum 2013 adalah dengan mengikuti diklat. Meskipun ketika pertama kali diklat guru-guru belum begitu jelas apa yang harus dilakukan. Setelah diklat guru membaca dan mempelajari bahan yang akan diajarkan di rumah. Guru juga melakukan sharing dengan teman-temannya. Semuanya terasa mendadak karena diklat dilakukan saat libur semester dan harus langsung melaksanakan Kurikulum 2013 di kelas I dan IV ketika masuk.
Pihak sekolah juga melakukan sosialisasi kepada wali murid kelas I dan IV. Sosialisasi dengan orangtua cukup sulit dan membutuhkan waktu cukup lama. Buku paket Kurikulum 2013 sudah lengkap ketika pertama kali melaksanakan.
Persiapan yang dilakukan oleh guru sebagai persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah mengikuti diklat.Sekolah mendapat perintah dari dinas secara tiba- tiba untuk mengikuti Diklat Kurikulum 2013. Setelah diklat guru membaca dan mempelajari bahan materi secara mandiri di rumah. Guru juga saling melakukan sharing (bertukar informasi).
Diklat dilakukan saat libur semester dan Kurikulum 2013 langsung dilaksanakan di kelas I dan IV saat semester baru dimulai sehingga semua terkesan mendadak.
Pihak sekolah melakukan sosialisasi dengan wali murid kelas I dan IV. Sosialisasi dengan orang tua cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Buku paket Kurikulum 2013 sudah lengkap ketika pertama kali melaksanakan. Guru mempersiapkan RPP sebelum mengajar. Guru juga mengumumkan kepada siswa apa yang harus dibawa jika pada pertemuan berikutnya diadakan percobaan.
WG I
- Poin 11 Sebelum mengajar guru menyiapkan RPP. Jika di pertemuan berikutnya ada percobaan maka akan diumumkan apa yang harus dibawa.
Bantuan dari Pihak Dinas Terkait Pelaksanaan Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 12 Bantuan dari dinas berupa buku paket. Pengawasan tetap ada sampai sekarang, berupa monitoring-monitoring dari pengawas pusat. Dinas propinsi juga mengadakan kegiatan pengawasan berupa kegiatan on-in. (On: pengawas melihat guru mengajar, In: pembahasan di dalam forum).
Bantuan dari Dinas antara lain berupa: 1. Buku paket dan alat peraga 2. Pengawasan/ Pendampingan
-Pengawas pusat melakukan monitoring.
-Dinas Propinsi DI Yogyakarta melakukan pengawasan berupa supervisi dan kegiatan on-in. (On: pengawas melihat guru mengajar, In: pembahasan di dalam forum). Supervisi dilakukan dengan cara observasi dan sharing tiap WG I
- Poin 13
Terkadang pihak sekolah mendapat bantuan alat peraga dari dinas.
dari Dinas Kabupaten Sleman, Dinas DI Yogyakarta, dan bimbingan audit mutu dari LPMP.
Dari pihak propinsi menugaskan pengawas untuk melakukan supervisi di SD Tlacap. Supervisi dilakukan dengan cara observasi dan sharing tiap kelas. Pendampingan dilakukan secara berkala, setahun sekali.
kelas.
- Pendampingan dari Dinas Kabupaten Sleman, yang dilakukan secara berkala setahun sekali.
- Bimbingan audit mutu dari LPMP Sarana dan Prasarana Pendukung Pelaksanaan Kurikulum 2013
WKS I
- Poin 13 Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh sekolah antara lain adalah laptop, LCD, printer, kertas, dan spidol.
Printer di sekolah sangat boros, terutama saat waktu pembuatan rapor. Sekolah menyiapkan dua/tiga printer, tetapi masih ada guru yang tidak kebagian. Printer cepat rusak karena setiap hari digunakan.
Sarana dan Prasarana Pendukung Pelaksanaan Kurikulum 2013:
- Laptop. Laptop inventaris sekolah hanya digunakan oleh beberapa guru, sebagian besar guru memiliki laptop sendiri.
- LCD yang memudahkan guru dalam menyampaikan materi
- Printer. Printer di sekolah sangat boros dan cepat rusak karena setiap hari digunakan. Sekolah menyediakan 2-3 buah printer tetapi masih ada guru yang tidak kebagian, terutama saat pembuatan rapor.
- Kertas dan spidol
- Wi-Fi yang memudahkan guru untuk mencari materi saat mengajar, antara lain digunakan untuk mencari materi sains dan mencari kata-kata sukar. Alat dan Bahan Percobaan:
- Alat dan bahan didapat dari koperasi sekolah.
- Untuk alat dan bahan yang agak banyak, guru meminta siswa untuk membawa sendiri. Contoh: membawa botol untuk percobaan nada, gunting untuk keterampilan
- Terkadang guru menyediakan alat dan bahan yang diperlukan.
- Alat dan bahan sebisa mungkin yang harganya terjangkau dan tidak memberatkan siswa
WG I
- Poin 14 - Alat dan bahan didapat dari koperasi sekolah
- Untuk alat dan bahan yang agak banyak, guru meminta siswa untuk membawa sendiri. Contoh: membawa botol untuk percobaan nada, gunting untuk keterampilan
- Terkadang guru menyediakan alat dan bahan yang diperlukan.
- Alat dan bahan sebisa mungkin yang harganya terjangkau dan tidak memberatkan siswa
- Adanya LCD memudahkan guru dalam menyampaikan materi (presentasi). - Laptop inventaris sekolah hanya digunakan oleh beberapa guru, sebagian besar guru sudah memiliki laptop sendiri.
- Sekolah memiliki Wi-Fi yang memudahkan guru untuk mencari materi saat mengajar
- Internet Wi-Fi antara lain digunakan untuk mencari materi sains dan mencari kata-kata sukar.
Pelaksanaan Proses Pembelajaran Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 14 Kepala sekolah merekomendasikan kepada peneliti untuk melihat sendiri pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013 di kelas
Pendekatan Saintifik sudah digunakan setiap hari dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan Pendekatan Saintifik antara lain saat pembelajaran bagian-bagian bunga. Siswa membawa bunga dari rumah dan diamati untuk mengenali bagian-bagiannya, juga membedakan bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
Kegiatan 5M sudah dilakukan di kelas. Kegiatan Mengamati
Kegiatan mengamati sudah sering dilakukan di kelas, contohnya saat mengamati bagian-bagian bunga. Kegiatan mengamati juga dilakukan dengan WG I
- Poin 15 - Poin 16
Setiap hari kegiatan pembelajaran selalu menggunakan Pendekatan Saintifik Contoh pelaksanaan Pendekatan Saintifik dalam kegiatan pembelajaran saat materi bagian-bagian bunga. Siswa diajak mengamati bunga yang dibawa dari rumah untuk dikenali bagian-bagiannya. Siswa juga diajak untuk mengenali bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
- Poin 17 - Poin 18 - Poin 19 - Poin 20 - Poin 21 Kegiatan Mengamati
Kegiatan mengamati sudah sering dilakukan di kelas, contohnya saat mengamati bagian-bagian bunga. Kegiatan mengamati juga dilakukan dengan cara membandingkan.
Kegiatan Menanya
Kegiatan menanya dilakukan saat tanya jawab. Ketika melakukan tanya jawab dapat muncul pertanyaan yang tidak terduga dari siswa sehingga guru harus siap dalam menjawab. Sebagian besar siswa sudah aktif tetapi ada beberapa siswa yang masih pasif.
Kegiatan Mengumpulkan Informasi/ Mencoba
Kegiatan mengumpulkan informasi/ mencoba dilakukan dengan wawancara dan percobaan.
Kegiatan Menalar/ Mengasosiasi
Dalam kegiatan menalar/ mengasosiasi belum semua siswa bisa melakukannya. Guru sering harus membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
Kegiatan Mengkomunikasikan
Kegiatan mengkomunikasikan dilakukan antara lain dengan membaca hasil pekerjaan di depan kelas, atau ditempelkan untuk dibandingkan.
Hasil kesenian sering ditempelkan di papan tulis.
Kegiatan mengkomunikasikan masih dilakukan dalam kalangan kelas. Penilaian proyek dalam bentuk pameran belum dilaksanakan. Dalam muatan Bahasa Indonesia dilakukan menceritakan kembali.
Dalam materi menyanyi dengan melakukn gerakan sederhana siswa kelas IV masih mengalami kesulitan dalam membuat gerakan.
cara membandingkan.
Kegiatan mengamati yang pernah dilakukan pada saat percobaan antara lain adalah mengamati seledri dalam air berwarna, mengamati tulisan menggunakan kaca pembesar buatan sendiri, dan mengamati tanaman dan bunga.
Kegiatan Menanya
Kegiatan menanya dilakukan saat tanya jawab. Ketika melakukan tanya jawab dapat muncul pertanyaan yang tidak terduga dari siswa sehingga guru harus siap dalam menjawab. Sebagian besar siswa sudah aktif tetapi ada beberapa siswa yang masih pasif.
Siswa paling sering bertanya pada saat pelajaran Matematika dan IPA. Kegiatan Mengumpulkan Informasi/ Mencoba
Kegiatan mengumpulkan informasi/ mencoba dilakukan dengan wawancara dan percobaan.
Siswa pernah mencoba membuat bunga dari kertas koran, gelang dari kertas lipat, gelas dari botol plastik, map buku dari kertas HVS, kincir angin, kincir air, dan kaca pembesar.
Kegiatan Menalar/ Mengasosiasi
Dalam kegiatan menalar/ mengasosiasi belum semua siswa bisa melakukannya. Guru sering harus membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
Kegiatan Mengkomunikasikan
Kegiatan mengkomunikasikan dilakukan antara lain dengan membaca hasil pekerjaan di depan kelas, atau ditempelkan untuk dibandingkan.
Hasil kesenian sering ditempelkan di papan tulis.
Kegiatan mengkomunikasikan masih dilakukan dalam kalangan kelas. Penilaian proyek dalam bentuk pameran belum dilaksanakan. Dalam muatan Bahasa Indonesia dilakukan menceritakan kembali.
Dalam materi menyanyi dengan melakukan gerakan sederhana siswa kelas IV masih mengalami kesulitan dalam membuat gerakan.
Siswa pernah tampil di depan kelas untuk membaca puisi, menyanyi, dan menceritakan pengalaman. WS - Poin 5 - Poin 6 - Poin 7 Kegiatan Mengamati
Semua siswa menyatakan pernah melakukan kegiatan pengamatan saat percobaan.Yang pernah diamati antara lain adalah mengamati seledri dalam air berwarna, mengamati tulisan menggunakan kaca pembesar buatan sendiri, dan mengamati tanaman dan bunga.
Kegiatan Menanya
Semua siswa menyatakan pernah bertanya kepada guru ketika merasa kesulitan. Mereka paling sering bertanya saat pelajaran matematika dan IPA.
Kegiatan Mengumpulkan Informasi/ Mencoba
Semua siswa menjawab pernah membuat atau mempraktekkan sesuatu. Yang pernah mereka buat antara lain adalah bunga dari kertas koran, gelang dari kertas lipat, gelas dari botol plastik, map buku dari kertas HVS, kincir angin, kincir air, dan kaca pembesar.
- Poin 8
- Poin 9
Kegiatan Menalar/ Mengasosiasi
Semua siswa menyatakan guru pernah memberikan masalah untuk dipecahkan, antara lain adalah soal matematika, juga diberi tugas untuk mencari nama-nama pahlawan.
Kegiatan Mengkomunikasikan
Semua anak menyatakan pernah tampil di depan kelas, antara lain untuk membaca puisi, menyanyi, dan menceritakan pengalaman.
Pemantauan Kepala Sekolah terhadap Pelaksanaan Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 17 Kepala sekolah melakukan pemantauan terhadap proses belajar dengan cara berkeliling meskipun kepala sekolah tidak selalu masuk ke kelas.
Kepala Sekolah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan cara berkeliling sekolah meskipun beliau tidak selalu masuk ke kelas. Kerjasama dengan Sekolah Lain terkait Pelaksanaan Kurikulum 2013
WKS I
- Poin 18 Kerjasama di lakukan dengan cara pendampingan dalam lingkup gugus yang terdiri dari 6 sekolah. Di gugus dapat disampaikan kesulitan yang dialami agar bisa dipecahkan bersama.
Kerjasama dengan sekolah lain dilakukan dengan cara pendampingan dalam lingkup gugus yang terdiri dari 6 sekolah. . Di gugus dapat disampaikan kesulitan yang dialami agar bisa dipecahkan bersama.
Kerjasama Antar Guru Kelas terkait Pelaksanaan Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 12
WKS II - Poin 19
Kerjasama antar guru kelas dilakukan dengan cara:
1. Komunikasi antar kelas A dan B ketika ada anak yang nakal atau pembelajarannya lambat.
2. Bertukar guru 3. Bertukar siswa
(tujuan dilakukan pertukaran siswa atau guru adalah agar antar kelas A dan B dapat berjalan seiring).
Kerjasama antar guru kelas dilakukan dalam bentuk forum, sharing dan bertukar informasi, dan bertukar kelas ketika kelas yang belum memiliki LCD membutuhkan.
Kerjasama antar guru kelas dilakukan dengan cara:
1. Komunikasi antar kelas A dan B ketika ada anak yang nakal atau pembelajarannya lambat.
2. Bertukar guru atau siswa antar kelas A dan B dengan tujuan agar kelas A dan B dapat berjalan seiring.
3. Dalam forum untuk sharing/ bertukar informasi
4. Bertukar penggunaan kelas yang memiliki fasilitas LCD ketika dibutuhkan.
5. Pembuatan administrasi seperti silabus dan RPP. 6. Menyiapkan alat dan bahan pembelajaran.
WG I - Poin 12
- Poin 22
Kerjasama antar guru dilakukan dalam pembuatan administrasi seperti silabus dan RPP. Kerjasama juga dilakukan dalam menyiapkan alat dan bahan pembelajaran.
Kerjasama antar guru dilakukan dalam pembuatan RPP dan silabus.
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 WKS I
- Poin 20 Kepala Sekolah melakukan evaluasi mengenai penerapan Kurikulum 2013.
SDN Tlacap melakukan evaluasi/refleksi mengenai penerapan Kurikulum 2013. Evaluasi dilakukan saat supervisi PKG setiap tahun dan saat rapat
- Poin 21 - Poin 22
Evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan saat supervisi PKG, juga saat rapat disampaikan secara lisan.
Tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan dengan cara guru yang masih belum menguasai pelaksanaan Kurikulum 2013 akan diikutkan dalam workshop.
disampaikan secara lisan. Pengawas kecamatan ditugaskan di sekolah untuk mengawasi secara periodik sehingga guru bisa berkonsultasi dan mendapatkan umpan balik.
Kepala sekolah juga melakukan supervisi dua kali dalam setahun. Tindak lanjut dari evaluasi/ refleksi:
- Diadakannya pertemuan teknis setelah pengawas mengobservasi kelas. - Guru yang masih belum menguasai pelaksanaan Kurikulum 2013 akan diikutkan dalam workshop.
WG I - Poin 23 - Poin 24
- Poin 25
Di SD N Tlacap sudah dilakukan evaluasi/refleksi terhadap kinerja guru dalam menerapkan Kurikulum 2013.
Evaluasi kinerja guru dilakukan setiap tahun.
Pengawas kecamatan ditugaskan di sekolah untuk mengawasi secara periodik sehingga guru bisa berkonsultasi dan mendapatkan umpan balik.
Kepala Sekolah melakukan supervisi setahun dua kali.
Tindak lanjut dari refleksi dilakukan dengan pertemuan teknis setelah pengawas mengobservasi di kelas.
Persiapan Pelaksanaan Penilaian Otentik WKS II
- Poin 7 Persiapan yang dilakukan sekolah sebelum melakukan Penilaian Otentik antara lain adalah memberikan materi, memberikan latihan dan soal-soal yang harus